buka | tutup

  •    Online : 1
       Today : 34
       Total : 14385

       Your IP : 38.107.191.95
       Your OS :
       Your Browser :
  • Kiamat 2012, Ramalan atau Rekayasa?

    Artikel Asatidzah - 2 Comments » - Posted on December, 26 at 1:14 pm

    Oleh:  Ust. Hasan Bishri, Lc.

    (Dosen PSI Al-Manar dan praktisi ruqyah Klinik Ghoib


    Mukaddimah
    Pada  bulan November 2009 seluruh dunia dihebohkan dengan issu kiamat 2012, termasuk kita yang berada di bumi Indonesia tercinta. Apalagi film Hollywood berjudul ‘2012′ yang disutradarai Roland Emmerich telah  beredar di bioskop-bioskop seluruh dunia, sejak Jum’at 13 November 2009. Issu tersebut menjadi semakin nyata dan terkesan benar adanya.

    Karena hebohnya issu itu, para ilmuwan dunia berkomentar, tak terkecuali ilmuwa Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Ilmuwan Indonesia juga berkomentar, begitu juga para peramal atau paranormal. Lalu apa sikap kita seharusnya sebagai seorang mukmin. Percaya pada issu itu, atau mengabaikannya dan menganggapnya sebagai ocehan orang gila di jalanan.

    2012 dan bantahan Suku Maya
    Mengapa tahun 2012? Berita yang beredar, issu itu dibangun di atas pondasi rapuh yang bernama ramalan, yaitu ramalan suku Maya. Suku yang tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian Utara Belize dan bagian Barat Honduras.

    Namun ironisnya, suku Maya sendiri malah membantah adanya ramalan kiamat 2012. Apolinario Chile Pixtun, tetua Suku Maya mengatakan bahwa kiamat 2012 hanyalah gambaran orang-orang Barat, bukan berasal dari suku mereka.

    Simaklah pernyataan seorang pendeta suku Maya berikut, “Tidak ada konsep kiamat dalam budaya suku Maya,” kata  Jesus Gomez, ketua dari konfederasi pendeta dan pempimbing spiritual suku Maya di Guatemala, seperti yang dilansir dari The Sunday Telegraph.

    Ramalan Hollywood
    Seorang ilmuwan peneliti suku Maya kuno selama 25 tahun, John Major Jenkins mengatakan,  “Suku Maya tidak pernah mengatakan bahwa kiamat akan terjadi pada 2012. Mitos kiamat itu diciptakan oleh Hollywood. Tujuannya apa lagi selain uang,” kata Jenkins, seperti dimuat laman Cape Cop Times, Kamis 12 November 2009.

    Jadi, kiamat 2012 seperti yang telah difilmkan adalah hasil ramalan komersil insan film Hollywood. Bukan ramalan mistis suku Maya atau hasil peneitian ilmuwan terpercaya.

    NASA Membantah
    “Tidak ada kesejajaran galaksi pada tahun 2012, atau setidaknya tidak ada yang luar biasa,” bantah David Morrison, ilmuwan senior NASA. Tidak akan ada hal buruk yang terjadi pada Bumi pada 2012. Planet Bumi sudah bertahan selama 4 miliar tahun. Para ilmuwan terpercaya mengetahui bahwa tak ada ancaman untuk bumi yang terkait ‘2012′.

    Isu kiamat berawal dari perkiraan ada sebuah planet bernama Nibiru, temuan Bangsa Sumeria, yang posisinya berhadap-hadapan dengan bumi. Bencana dahsyat sebenarnya diramalkan terjadi pada 2003, namun ternyata tidak ada apa-apa.

    Nibiru atau cerita lain soal planet liar adalah cerita bohong (hoax). Tidak ada dasar ilmiah dan faktual yang jadi dasar klaim tersebut. Jika Nibiru atau planet X itu nyata dan berhadap-hadapan dengan bumi pada 2012, para astronom seharusnya bisa melacak itu sejak lama.

    Komentar Ilmuwan Indonesia
    Lalu apa komentar para ilmuwan kita? Menurut Dr. Budi Dermawan, peneliti asal Astronomi ITB, kabar tabrakan planet penyebab kiamat sudah mulai beredar sejak Zecharian Sitchin menulis buku ‘The Twelfth Planet’ di tahun 1976. Tabrakan tersebut merupakan terjemah sekaligus tafsir Sitchin atas tulisan ‘baji’ kuno bangsa Sumeria pada artefak yang telah berusia 6000 tahun.

    “2012 itu sebenarnya tahun yang didapat dari tafsir atas siklus berakhirnya kalender berdasar pada penanggalan suku Maya yang tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan planet-X (istilah Nibiru di kalangan peneliti),” ujar Budi Dermawan yang berbicara pada talkshow ‘Mengungkap Fakta Ilmiah di balik isu Kiamat 2012’ di Aula Timur ITB, Jln. Ganesha 10 Bandung, Ahad (14/6).

    Padahal menurut Budi, semenjak segolongan orang percaya akan planet Nibiru Sitchin di awal 1980an, para astronom mulai mencari kebenaran ramalannya. Namun hingga saat ini, ketika ilmuwan telah menjelajah dengan bermacam instrumen teleskop di luar angkasa yang bisa mencacah secara detail, benda langit seukuran tersebut tidak pernah tampak.

    Clara Y. Yatini, salah seorang pembicara dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada talkshow yang diselenggarakan Hima Astronomi ITB ini mengatakan bahwa fenomena luar angkasa yang dipediksikan akan terjadi 2011-2012 adalah datangnya siklus badai matahari. Peristiwa ini terjadi di matahari dengan kekuatan 66 juta kali bom hiroshima! Bila hal itu terjadi, akibatnya hanya akan merusak sistem telekomunikasi di bumi, satelit dan kelistrikan. Sebagai gambaran, badai Matahari 1989, -kekuatannya mampu membelokkan arah jarum kompas hingga 7 derajat dari ‘magnetic north’- menyebabkan sebagian AS dan Kanada mengalami mati listrik hingga 9 jam.

    Media Picu Kehebohan
    Media massa yang menyebabkan film “2012″ terkesan menghebohkan, karena terus-menerus diliput dan dibesar-besarkan, kata pengamat film dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Firly Annisa.

    “Jika film 2012 terkesan mendadak heboh di masyarakat, saya menilai kehebohan itu sebagai potret media massa,” katanya pada diskusi Film 2012 di Kampus Terpadu UMY Yogyakarta, Jumat.

    Ia mengatakan film 2012 memang hanya menang isu. Isu prediksi kiamat yang ditampilkan membuat banyak orang tertarik, apalagi dikaitkan dengan penghitungan ilmiah dan kecanggihan teknologi. “Padahal, kiamat itu tidak bisa diprediksi. Gempa bumi saja tidak bisa diprediksi, apalagi kiamat yang jauh lebih dahsyat,” katanya.

    Bisnis Dibalik Issu Kiamat
    Cirilo Perez, penasihat Presiden Guatemala, Alvaro Colom dan seorang ahli nujum terkemuka mengecam terjadinya eksploitasi komersial budaya suku Maya oleh pihak luar. “Ini semua menjadi bisnis, tanpa ada keinginan untuk mengerti,” katanya.

    Dr. Morrison justru menuding semua itu ulah skenario pembuatan film Hollywood 2012 yang dipicu oleh maraknya iklan film tersebut di dunia maya sebelum penayangan perdananya. Walhasil, menurutnya masyarakat menjadi ‘kosmophobia’, perasaan takut terhadap bencana-bencana kosmo yang menimpa manusia. “Saya hanya bisa berharap masyarakat mampu membedakan mana plot film Hollywood dan mana yang realita,” tandasnya.

    Berdasarkan kutipan INILAH.COM dari Hollywood Reporter, tiga hari penayangan di Amerika Utara 2012 diprediksi mampu meraup U$55 juta hingga U$65 juta. Prediksi itu didapatkan melalui hasil survei sebelumnya. Kenyataannya, Film 2012 telah meraup keuntungan hingga US$230,4 juta atau setara dengan Rp2,18 triliun di seluruh dunia pada pekan pertama dipasarkan.

    Sikap Mukmin
    Sebagai seorang mukmin, seharusnya kita tidak mudah percaya pada issu murahan, sebagai propaganda kapitalis sekuler untuk meraup keuntungan. Apalagi jika tema issu itu tentang bagian pokok dari rukun iman, yaitu kiamat.

    Ramalan akan datangnya hari kiamat seperti ini bukan kali pertama muncul. Sebelumnya juga pernah ada, bahkan banyak versi. Tapi keseluruhannya tidak ada yang benar alias tidak terbukti. Siapapun peramal itu, dari manapun ia berasal. Jibril, malaikat yang paling dekat dengan Allah. Muhammad bin Abdillah, manusia yang paling dekat dengan Allah. Keduanya saja tidak tahu, apalagi peramal (musuh Allah dan rasul Iblis)…

    Allah berfirman, “Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang kiamat: “Kapan terjadinya?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu hanya pada sisi Tuhanku. Tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu, melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu ada di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 187).

    Dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari, Muslim dan yang selainnya disebutkan: Malaikat Jibril bertanya kepada Nabi Muhammad, “Kapan kiamat terjadi?” Rasulullah menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya”. Artinya Jibril yang bertanya dan Nabi Muhammad sebagai orang yang ditanya sama-sama tidak tahu kapan kiamat terjadi, karena yang mengetahui hal itu hanyalah Allah.

    Akhirnya, marilah kita kembali ke syari’at kita, lalu bertanya kepada diri masing-masing: “Siapa yang lebih kita percaya dalam masalah ini? Allah dan Rasul-Nya, peramal dan ramalannya, atau ilmuwan dan rekayasa teorinya. Allohu a’lam”.

    (Dirangkum dari berbagai sumber)

    Posted in Artikel Asatidzah | 2 Comments »

    2 Responses to “Kiamat 2012, Ramalan atau Rekayasa?”

    1. rahman ihsan says:

      Holywood bisa di hukum gak ya dengan menyebarkan isu yang tidak benar dan menyebabkan keresahan seluruh warga didunia..???

    2. Hey mate. I don’t follow many blogs, but yours is of thelittle I read.Have a superb day!

    Leave a Reply