buka | tutup

  •    Online : 0
       Today : 34
       Total : 14385

       Your IP : 38.107.191.97
       Your OS :
       Your Browser :
  • Ramadhan, Peluang Emas Kebaikan

    Artikel, Artikel Asatidzah - 1 Comment » - Posted on August, 23 at 2:14 pm

    www.almanar.co.id – Waktu begitu cepat berlalu. Tak terasa kita akan bertemu kembali bulan berkah nan mulya yaitu bulan suci Ramadhan. Bulan di mana diturunkan di dalamnya “Al-Quran Al-Kariim” sebagai pedoman hidup manusia beriman. Bulan yang di mana terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Malam yang dikenal dengan sebutan “lailatul Qadr”. Dalam bulan ini, setiap hari para malaikat sibuk memberi kabar gembira kepada siapa saja dari orang-orang beriman yang mengerjakan kebaikan. Lalu pertanyaannya; mungkinkah kita biarkan bulan ini berlalu tanpa amal-amal unggulan yang kita bangun dalam diri kita? Sangat rugi bagi kita yang bertemu dengan bulan yang penuh berkah ini tanpa bisa mengoptimalkan potensi yang ada dalam dirinya untuk meraih keberkahan dan keagungannya.

    Oleh karenanya, setiap muslim harus mempersiapkan bekal untuk menyambut bulan suci Ramadhan ini. Ia harus mempersiapkan bekal “ruhiah imaniah” dengan banyak istighfar dan bertaubat, dengan meningkatkan “ma’iatullah” (kebersamaan Allah) dalam dirinya dan berlatih ibadah-ibadah sunnah lainnya. Selain bekal ini, ia juga harus memiliki bekal “fikriah” yang baik dengan menguatkan pemahamannya tentang permasalahn yang berkaitan dengan ibadah puasa. Dan untuk melengkapi dua bekal di atas, maka ia harus memiliki bekal “jasadiah” yang kokoh dengan menjaga kebugaran dan kesehatan raga/badan sebelum memasuki bulan suci ini. Persiapan ini merupakan inti do’a keberkahan dalam bulan Rajab dan Sya’ban
    yang dimunajatkan Rasulullah SAW.

    Peluang Emas Perbaikan dan Madrasah Pembinaan
    Ramadhan merupakan peluang emas perbaikan dan sekaligus pembinaan bagi seorang muslim.  Sudah seharusnya seorang muslim sebelum memasuki bulan ini, melakukan evaluasi diri untuk mengetahui kekurangan-kekurangan yang pernah terjadi pada tahun sebelumnya. Allah SWT. berfirman: “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (QS An-Nuur 31). Kemudian dengan segala persiapan dan bekal, ia harus memanfatkan hari dan malam Ramadhan seoptimal mungkin. Dengan semangat baru ia harus senantiasa mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaannya. Peningkatan keimanan dan ketakwaan ini merupakan cerminan dari citra dan pesona diri muslim. Bisa kita renungkan apa yang pernah dilakukan Rasulullah SAW selama Ramadhan. Beliau senantiasa mudaarasah (tadarus) bersama Jibril as, kecekatan dalam melakukan kebaikan mengalahkan hembusan angin, senantiasa mengoptimalkan ibadahnya, membangunkan keluarga untuk menghidupkan malam-malamnya, selalu ruku’ dan sujud panjang dalam setiap sholat.

    Pada saat pintu-pintu Surga dibuka, sementara pintu-pintu neraka dikunci rapat-rapat dan di saat para Malaikat menyeru untuk berhenti melakukan kemaksiatan dan kemungkaran, maka setiap muslim seyogjanya menyadari bahwa bulan Ramadhan ini adalah peluang emas untuk melakukan kebaikan dan perbaikan diri. Dan setiap kita harus mampu menjadikan bulan ini sebagai madrasah pembinaan ruhiah, penggemblengan sulukiah dan penguatan fikriah. Jangan ada kata malas dan letih dalam kamus diri kita untuk membangun amal unggulan di bulan agung ini. Hindari keloyoan dan keringkihan ruhiah pada saat-saat panen kebaikan. Allah berfiman: « Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri » (QS AR- Ra’du 11).

    “Pintu-pintu neraka ditutup, pintu-pintu surga dibuka dan setan-setan diikat di dalamnya (bulan Ramadhan). Beliau bersabda: “malaikat menyeru; wahai orang yang mencari kebaikan, berbahagialah kamu. Dan wahai orang yang melakukan keburukan, berhentilah kamu.”, sampai bulan Ramadhan habis.” HR Imam Ahmad dan An-Nasaai, sanadnya baik.

    FIQH PUASA
    Puasa: adalah ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dengan meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang lima. Rasulullah berkata: “Islam dibangun di atas lima dasar :  Kesaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat menunaikan zakat, puasa Ramadhaan dan haji “. (HR. Bukhari dan Muslim).

    Keutamaan Puasa
    Media peleburan dosa-dosa kecil
    “Shalat lima waktu, sahlat Jum’at ke Jum’at yang lain, Ramadlan ke Ramadlan yang lain mampu melebur dosa-dosa yang ada diantaranya selama dijauhi dosa-dosa besar.” (HR.Muslim)

    Benteng api neraka
    “Barang siapa yang berpuasa sehara karena Allah Azza wa Jalla, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dengan puasa tersebut dari api neraka selam tujuh puluh tahun.” (Muttafaqun alaih) “Puasa adalah benteng dari api neraka bagaikan benteng kamu di dalam peperangan.” (HR Ahmad dan yang lain)

    Sarana dikabulkan do’a
    “Sesungguhnya do’a menjelang berbuka bagi orang yang sedang berpuasa tidak pernah ditolak.” (HR Ibnu Majah dan al-Hakim)

    Sarana mendapatkan pintu “Ar-Rayyan”
    “Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut “Ar-Rayyan”, yang mana semua orang yang berpuasa masuk dari pintu tersebut pada hari kiamat. Dan selain mereka tidak diperbolehkan masuk dari pintu tersebut…” (HR Muttafaqun alaih)

    Syarat-Syarat Puasa
    Tidak semua orang harus melakukan ibadah puasa, kecuali telah memenuhi syarat-syarat berikut ini;
    o Islam, puasa tidak sah dilakukan oleh orang-orang kafir
    o Baligh, anak-anak yang belum mencapai usia baligh tidak wajib melakukan ibadah puasa, akan tetapi apabila ia berpuasa maka hukumnya sah
    o Berakal, orang-orang yang tidak berakal seperti orang gila, sakit ayan dan yang hilang akalnya tidak diwajibkan melakukan ibadah puasa. Rasulullah Saw bersabda: “Qolam (beban hokum itu) dihilangkan dari tiga golongan; orang yang gila sampai ia sembuh, orang yang tidur sampai ia bangun dan anak kecil sampai ia baligh.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)
    o Sehat dan mukim (tidak wajib bagi yang sakit dan musafir) (QS 2:184)

    Sunah-Sunah Puasa
    Beberapa amalan sunnah dalam berpuasa;
    Menyegerakan berbuka
    “Manusia (yang berpuasa) senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR Muttafaqun Alaih)

    “Sesungguhnya Rasulullah tidak melakukan shalat maghrib dulu sehingga ia berbuka, meskipun dengan setegukan air.” (HR At-Tirmidzi)

    Berbuka dengan ruthab
    Berbuka dengan ruthab (kurma tangkai yang masih muda), kurma dan atau air (HR Ahmad, At-Tirmidzi dan Abu Dawud)

    Berdo’a menjelang berbuka
    “Sesungguhnya do’a orang yang puasa saat berbuka tidak tertolak” (HR Ibnu Majah). “ Rasa dahaga sudah hilang, seluruh poripori sudah basah dan mudah-mudahan pahalapun sudah ditetapkan, insya Allah “ (HR. Abu Dawud).

    Sahur dan mengakhirkan sahur
    “Bersahurlah kamu, karena sesungguhnya sahur itu mengandung keberkahan.” (HR.Muttafaqun Alaih)
    “Ummatku senantiasa dalam kebaikan selama menyegerakan buka dan mengakhirkan sahur.” (HR Ahmad)

    Yang Membatalkan Puasa
    1. Masuknya sesuatu ke dalam lambung melalui lubang-lubang yang memiliki saluran khusus dengannya seperti anus, vagina, hidung, telinga dan lain-lain
    2. Keluarnya mani (seperma) akibat pandangan, khayalan, ciuman dan sentuhan
    3. Sengaja muntah
    4. Makan minum (dipaksa maupun tidak, menduga masih malam dan atau masuk maghrib)
    5. Berhubungan suami istri di siang hari

    Hal-hal yang harus ditinggalkan saat puasa
    · Berkata dusta. Rasulullah saw berkata: “ Barang siapa tidak bisa meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak perduli lagi terhadapnya dalam menahan lapar dan dahaga “ (HR. Bukhari).
    · Aktivitas & kata-kata tanpa manfaat. Rasulullah saw mengatakan: “ Puasa itu tidak sekedar menahan makan dan minum, akan tetapi juga menahan aktivitas dan katakata yang tidak bermanfaat, maka apabila
    ada orang yang mengumpat atau menjahilimu maka katakanlah kepadanya: maaf, aku sedang puasa “. (HR. Ibnu Huzdaifah).

    Hal-hal yang diperbolehkan saat berpuasa.
    1. Mulai puasa dalam keadaan junub. Aisyah ra meriwayatkan : “ sesungguhnya Nabi saw pernah memasuki waktu fajar dalam keadaan junub karena berhubungan dengan istrinya, lalu mandi dan berpuasa “. (Muttafaq Alaih).
    2. Siwak (gosok gigi).
    3. Berkumur & memasukkan air di hidung.
    4. Mencium dan bersentuhan dengan istri.
    5. Suntik atau sejenisnya yang tidak bertujuan memasukkan bahan makanan.
    6. Mencicipi makanan & memakai pasta gigi.
    Seperti yang pernah dikatakan oleh Ibnu Abbas ra : “ Seseorang boleh mencicipi cuka atau sesuatu yang lain selama tidak masuk ke tenggorokannya, sedang dia dalam keadaan berpuasa “. (HR. Bukhari).
    7. Memakai celak & obat cair dalam mata.
    Imam Bukhari dalam kitab Shahihnya mengatakan: “ Anas ra. Hasan dan Ibrahim berpendapat, memakai celak dan sejenisnya itu diperbolehkan untuk orang yang berpuasa “.

    Posted in Artikel, Artikel Asatidzah | 1 Comment »

    One Response to “Ramadhan, Peluang Emas Kebaikan”

    1. Ramadhan says:

      bulan ramadhan yang kita cinta hampir tiba :)

    Leave a Reply