Tutuplah Aib Seorang Muslim
Artikel Asatidzah, Mutiara Hadits - No Comments » - Posted on August, 6 at 8:30 pm
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- : « مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ »
Dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu, Rasulullah saw bersabda: “barang siapa menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat” (H.R Muslim)
Aib (cacat) apapun bentuknya, fisik, moral, dan lainnya tidak ada seorang pun pemiliknya yang ingin diketahui oleh orang lain. Oleh karena itu Islam sangat menekankan pentingnya seorang muslim yang mendapatkan aib saudaranya untuk menutupinya. Karena sangat mulianya perilaku ini sampai Rasulullah saw memberikan sebuah jaminan bagi seorang muslim yang mampu menutupi aib saudaranya di dunia mendapat jaminannya adalah dirahasiakan aibnya di dunia dan di akhirat.
Namun perilaku mulia ini tidak selalu mudah untuk direalisasikan dalam kehidupan. Terbukti masyarakat kita justru memiliki kecenderungan untuk mengungkap dan membongkar cacat yang dimiliki oleh orang lain. Bahkan sampai hal itu di adikan sebagai profesi. Sebuah cacat besar ketika justru seorang muslim sampai memiliki profesi yang bekerja untuk mengungkap aib orang lain, apalagi orientasi dari profesi ini hanya lah uang dan menyenangkan orang lain.
DR. Mustofa Al-Bugho mengatakan, bahwa mencari-cari kekurangan sesama muslim adalah satu tanda kemunafikan dan indikasi bahwa keimanan belum mengakar dalam hatinya. Jadi jelas bahwa hanya orang-orang yang lemah imannya dan di dalam hatinya terdapat sifat nifaq yang memiliki kecenderungan melakukan perbuatan yang tercela ini.
Ibnu Umar menuturkan bahwa, Rasullullah saw naik ke atas mimbar dan memanggil dengan suara keras, “Wahai orang-orang yang telah masuk Islam namun hanya sebatas lisan dan belum meyakini dengan hatinya, janganlah kalian menyakiti orangorang muslim, jangan menghina mereka dan jangan mencari aib-aib mereka. Karena siapapun yang mencari-cari aib sesama muslim, maka Allah akan mencari-cari aibnya, lalu Allah akan menghinakannya meskipun ia sedang berada di tengah perjalanan” (H.R Tirmidzi).
Fiqh Hadits
1. Larangan mencari-cari aib atau rahasia sesama muslim.
2. Jaminan Rasullullah atas orang yang menutupi aib saudaranya akan dirahasiakan dan ditutupnya aib yang dimilikinya di dunia dan akhirat.
3. Mencari-cari aib seorang muslim merupakan ciri orang yang lemah iman dan di dalam dirinya terdapat sifat nifaq.
Posted in Artikel Asatidzah, Mutiara Hadits | No Comments »


