<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ALMANAR &#187; Artikel Asatidzah</title>
	<atom:link href="http://www.almanar.co.id/category/artikel-asatidzah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.almanar.co.id</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 04:55:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bersiap Menghadapi Mati</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/bersiap-menghadapi-mati.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/bersiap-menghadapi-mati.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 07:34:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1284</guid>
		<description><![CDATA[Akhir kematian manusia hanya ada dua macam, yaitu husnul khatimah (akhir yang baik) dan su’ul khatimah (akhir yang buruk). Terserah kita akan memilih yang mana, yang pertama ataukah yang kedua. Jika kita memilih yang pertama, artinya kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapinya. Karena balasan husnul khatimah adalah surga, dan untuk menuju surga diperlukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Akhir kematian manusia hanya ada dua macam, yaitu husnul khatimah (akhir yang baik) dan su’ul khatimah (akhir yang buruk). Terserah kita akan memilih yang mana, yang pertama ataukah yang kedua. Jika kita memilih yang pertama, artinya kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapinya.<span id="more-1284"></span> Karena balasan husnul khatimah adalah surga, dan untuk menuju surga diperlukan perjuangan yang cukup berat. Bahkan Nabi menyebutkan bahwa surga adalah barang dagangan Allah yang sangat mahal harganya.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun jika memilih yang kedua, maka kita tidak perlu repot-repot mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Karena bagaimanapun juga berbuat kemaksiatan lebih mudah dari pada berbuat taat. Akan tetapi kita harus sadar betul bahwa pilihan ini sama saja dengan mengantarkan diri ke neraka. Artinya, apakah kita mau masuk neraka yang di dalamnya terdapat berbagai macam<br />
siksaan yang amat pedih dan apinya sangat panas membara? jawabannya tentu tidak!.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Rahasia Kematian</strong></span><br />
Kematian adalah sebuah keniscayaan yang tidak seorangpun mampu lari darinya. Allah berfirman tentang hal ini: ”Katakanlah, sungguh kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu..” (aljumu’ah (63)</p>
<p style="text-align: justify;">Peristiwa yang terjadi di Yogyakarta dan Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu merupakan pelajaran yang sangat mahal. Ketika saudara-saudara kita yang ada di sekitar gunung Merapi berusaha untuk menyelamatkan diri dengan cara bereksodus mencari zona aman yang agak jauh dari gunung tersebut. Namun apa yang terjadi, saat mereka merasa aman dari bencana tersebut, ternyata Allah kirimkan musibah lain yang mengakhiri hidup mereka yaitu terjadinya gempa bumi yang berkekuatan 5,8 skala Richter.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu rahasia kematian, tidak ada seorang pun yang bisa menduga, mengasumsikan dan juga menghindar dari kematian ketika ia datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sinilah rahasia kematian, sehingga kedatangannya yang tidak pernah memberi informasi kepada kita inilah yang seharusnya kita sering mengingatnya. Ibnu Umar radiyallahu ’anhu berkata: ”Aku datang menemui Nabi saw –bersamasepuluh orang- lalu salah seorang Anshar bertanya: ”Siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia wahai Rasulullah? Nabi saw menjawab: ”Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya; mereka itulah orang- orang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kehormatan akhirat.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah secara ringkas dan Ibnu Abu Dunya secara lengkap dengan sanad jayyid).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Dahsyatnya Sakaratul Maut</strong></span><br />
Detik-detik datangnya kematian pasti akan dijalani setiap manusia. Itulah yang disebut dengan sakaratul maut. Setiap kita pasti akan mencicipinya. Kita akan mereguknya sebagaimana yang dialami oleh para penguasa dan rakyat biasa, oleh si kaya dan si miskin papa.</p>
<p style="text-align: justify;">Marilah kita simak ungkapan-ungkapan para salafus shalih tentang sakaratul maut.</p>
<p style="text-align: justify;">Amru bin Ash ra sebagai seorang yang cerdik dan ahli strategi perang ditanya oleh putranya yang bernama Abdullah: ”Wahai ayah, ceritakanlah kepadaku tentang kematian karena engkau adalah orang yang paling jujur dalam melukiskannya”. Amru bin Ash bertutur, ”Wahai putraku, demi Allah, seakan-akan gunung menimpa dadaku dan sepertinya aku bernafas dalam lubang jarum!”.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibnu Rajab menyebutkan bahwa Ka’ab Al-Ahbar diminta oleh Umar ibnu Khattab untuk menceritakan tentang kematian. Ka’ab berkata’ perumpamaan kematian itu tidak lain seperti seseorang dipukul dengan batang berduri dari pohon bidara. Seluruh durinya menusuk urat, lalu batang duri itu ditarik kembali sampai setiap urat tertarik bersamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasan Al-basri menasihati anak-anak dan murid-muridnya dendam mengatakan, ”Para dokter tidak ada yang berdaya menghadapi kematian”.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh sakaraul maut adalah kejadian maha dahsyat, Allah telah menetapkan kematian ini bagi semua yang hidup. Allah berfirman: ”Semua yang ada di bumi akan binasa. Dan tetap kekal wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan” (Ar-Rahman: 26-27)</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Yang Mengingatkan Kita Kepada Kematian</strong></span><br />
Dr.’Aidh Abdullah Al-qarni dalam bukunya ”Wa jaat sakarat al-maut bi alhaq” menutur tentang hal-hal yang mengingatkan kita kepada kematian, yaitu:</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Ziarah kubur</strong></span><br />
Inilah yang harus sering kita lakukan. Masalahnya adalah manakala aktivitas kita yang begitu padat dan lebih berorientasi pada dunia akan melupakan kita pada orientasi akherat. Sehingga cara yang paling tepat adalah kita harus menyediakan waktu untuk melakukan ziarah kubur sebagai realisasi akan kecintaan kita terhadap sunnahnya dan sekaligus membangun antibodi keimanan pada diri kita agar tidak ja tuh pada lembah kemaksiatan yang menyebabkan hidup kita hina dina.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu ketika Umar bin Abdul Aziz, seorang khalifah yang terkenal dengan zuhudnya melaksanakan shalat Id dengan masyarakatnya.<br />
Ketika beliau pulang dari shalat Id melewati suatu kuburan, ia berhenti dan menangis lama. Lalu ia berkata: ”Saudara sekalian, ini adalah kuburan kakekku, kuburan bapakku, saudara-saudaraku serta tetanggaku. Tahukah kalian apa yang diperbuat kematian terhadap mereka?” Ia menangis lama.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagian yang hadir berkata, ”Apa yang diperbuat kematian kepada mereka, wahai Amirul mukminin?”. Umar menjawab, ”Kematian itu mengatakan: Aku telah menghancurkan biji mata, melumat kedua alat penglihatan, aku telah putuskan telapak tangan dari lengan, aku telah pisahkan lengan bawah dari lengan atas, aku ceraikan lengan dari bahunya, aku telah memutuskan tumit dari betis, aku telah pisahkan betis dari lutut dan aku hancur-remukkan segalanya!. Lalu Umar kembali menangis sehingga menangislah semua manusia yang baik dan yang durhaka.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Tilawah Al-Qur’an</strong></span><br />
Di antara kandungan Al-qur’an adalah ayat-ayat yang bertemakan tentang surga dan neraka serta kenikmatan dan azab. Para salafus shalih selalu berinteraksi secara maksimal dengan ayat-ayat tersebut. Karena ayat-ayat itu menjadi energi tersendiri dalam memotifasi amal-amal Islami.</p>
<p style="text-align: justify;">Umar ibnu Khattab seorang sahabat Rasullullah yang memiliki masa lalu kelam karena kebenciannya yang mendarah daging terhadap Islam. Beliau mampu melakukan perubahan hidupnya dengan memaksimalkan berinteraksi dengan ayat-ayat Al-Qur’an terutama ayat-ayat yang bertemakan azab. Beliau sempat berlinang air mata bahkan tak kuasa menahan tangisnya tatkala mendengar firman Allah: ”Sungguh azab Tuhanmu pasti terjadi” (Ath-Thur (52): 7) Di sinilah kita temukan bahwa ayat-ayat azab menjadi energi kebaikan bagi para pecinta Al-Qur’an.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;">Bergaul dengan orang-orang shalih<br />
</span>Hal yang menjadikan orang-orang shalih mengingatkan kita kepada kematian adalah karena mereka orang yang memenuhi aktivitas hidupnya dengan nilai-nilai islami, jauh dari permainan dan hiburan yang melalaikan manusia dari kematian. Di sinilah orang-orang shalih akan menjadi magnet bagi kia untuk melakukan amal-amal Islami.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka Allah memerintahkan kita untuk memfilter patner interaksi kita serta memerintahkan kita untuk belajar dari penyesalan hambanya yang salah dalam pergaulannya. Allah berfirman: ”Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab(ku)” (Al-Furqan (25): 28</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Jalan Menuju Surga</strong></span><br />
Komitmen terhadap risalah Islam itulah jalan menuju tempat yang terbaik dan terindah yaitu surga. Dengan risalah inilah kita harus isi jiwa kita. Imam Ibnu Taimiyah mengatakan, bahwa setiap jengkal tanah yang tidak disinari cahaya risalah, maka ia adalah tempat yang terkutuk. Dan setiap hati yang tidak mengambil petunjuk agama ini, maka ia adalah hati yang dibenci Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, Muadz bin Jabal sebagai seorang yang tumbuh dalam ilmu, kekuatan, cinta dan cita-cita tinggi, ia berkata, ”Aku pernah berjalan bersama Rasulullah di tengah malam yang gelap gulita. Di saat itulah saya bertanya kepada beliau, ”Wahai Rasulullah tunjukkanlah kepadaku satu amalan yang jika aku mengerjakannya, Allah memasukkan aku ke surga dan menjauhkan aku dari neraka”. Nabi menjawab, ”Sesungguhnya engkau telah menanyakan sesuatu yang sangat besar padahal ia ringan bagi orang yang diberi keringanan oleh Allah untuk mengamalkannya”. Lantas Rasulullah bersabda, ”Sembahlah Allah dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan haji ke Baitullah bila mampu”. Kemudian Rasulullah melanjutkan ucapannya dengan menggugah hati. ”Apakah engkau mau aku tunjukkan pokok segala perkara, tiang dan puncaknya? Pokok segala perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat sedang puncaknya adalah jihad fi sabilillah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/bersiap-menghadapi-mati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menatap Masa Depan Akhirat</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/buletin-almanar/menatap-masa-depan-akhirat.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/buletin-almanar/menatap-masa-depan-akhirat.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 04:06:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>
		<category><![CDATA[Buletin Almanar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1255</guid>
		<description><![CDATA[Hidup yang kita jalani saat ini mengandung tiga dimensi sekaligus ; masa lalu, masa kini, dan masa depan. Masa lalu sering kali menghanyutkan dengan bernostalgia dan mengenang keindahan atau kepahitan yang kita rasakan. Ia bergelayut dalam alam perasan, membuat kita tersenyum, juga bisa membuat menangis. Tapi satu hal yang pasti, masa lalu tak akan pernah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hidup yang kita jalani saat ini mengandung tiga dimensi sekaligus ; masa lalu, masa kini, dan masa depan. Masa lalu sering kali menghanyutkan dengan bernostalgia dan mengenang keindahan atau kepahitan yang kita rasakan. Ia bergelayut dalam alam perasan, membuat kita tersenyum, juga bisa membuat menangis. Tapi satu hal yang pasti, masa lalu tak akan pernah kembali.<span id="more-1255"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya, masa depan adalah ruang yang terbentang dan terhampar luas di hadapan kita. Di dalamnya ada kehidupan ukhrawi, kehidupan yang abadi. Rentang waktu yang memisahkan keduanya adalah proses. Proses itu adalah apa yang kita jalani hari ini, saat ini, di tempat kita berada.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada sebagian orang yang mengukur kebahagiaannya dengan sukses di dunia semata, sementara akhiratnya terbengkalai. Ada juga yang mengukur kebahagiaan dengan amal-amal akhirat saja, sedang kehidupan duniawinya tercerai berai. Keduanya tidak sehat. Yang sehat adalah bila kita bisa menjadikan sukses di dunia sebagai sarana untuk mencapai sukses di akhirat. Bahkan itulah sebenarya pola yang diinginkan oleh Islam.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Sukses Dunia Sukses Akhirat</strong></span><br />
Allah SWT menghendaki keseimbangan, sukses di dunia dan juga di akhirat, hal ini tergambar dalam doa yang diajarkan Allah kepada kita ketika menceritakan tipikal manusia, “Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka.” [Al Baqarah: 201]</p>
<p style="text-align: justify;">Indicator kesuksesan duniawi adalah ketika kita bisa menjadi hamba Allah SWT yang beriman dan beramal shalih, serta bermanfaat bagi manusia dengan saling memberi nasihat dalam kebenaran dan kesabaran. [QS. Al Ashr: 1-3] Sedangkan kesuksesan ukhrawi adalah ketika kita terbebas dari siksa Neraka dan dimasukkan ke dalam surga. “Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” [Ali Imran: Untuk mencapai kesuksesan ini hendaknya setiap kita menjadikan semua aktivitas duniawi memiliki nilai-nilai kesuksesan di akhirat. Banyak pekerjaan dan prestasi yang sepertinya duniawi semata, tetapi bila dijalankan dengan baik dan benar mulai dari niatnya hingga tata caranya akan menjadi prestasi sekaligus sukses di akhirat. Dengan demikian, sebenarnya kebutuhan kita kepada prestasi-prestasi duniawi sangat besar, dalam rangka kesuksesan akhirat tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang harus kita lakukan adalah mensinergikan amalan duniawi dengan ukhrawi, artinya semua perbuatan yang kita lakukan hendaknya bernilai pahala di sisi Allah SWT. Ibarat pepatah, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Dengan demikian, prestasi duniawi yang kita capai juga sekaligus cerminan kesuksesan ukhrawi. Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa “Sesungguhnya makna ibadah adalah semua hal yang diridhai Allah, dari perbuatan lahir dan batin. “</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Beberapa amalan duniawi berdimensi ukhrawi</strong></span><br />
Berikut ini adalah beberapa contoh prestasi dan amal duniawi yang bisa menjadi bagian untuk mencapai prestasi akhirat dengan catatan semuanya dilakukan dalam rangka mencari ridha Allah SWT:</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Mencari Nafkah</strong></span><br />
Sebagian orang yang mencari nafkah dan penghidupan mungkin semata-mata hanya pekerjaan duniawi. Artinya, itu hanya soal mencari makan dan minum. Atau mencari sesuap dua suap nasi, selembar dua lembar uang, untuk dirinya, maupun keluarganya. Kita tidak boleh membatasi status pencarian penghidupan itu sebagai karya duniawi semata. Tetapi sebaliknya, kita harus menjadikannya sebagai bagian dari tabungan untuk kehidupan akhirat. Dengan teori seperti itu sebenarnya kita mendapatkan dua keuntungan sekaligus: sukses di dunia, dan insya Allah SWT sukses pula di akhirat. Seperti dijelaskan oleh Nabi SAW, nafkah yang kita berikan kepada anak istri adalah berpahala. Bahkan, nafkah batin yang diberikan kepada istri sekalipun adalah tabungan untuk sukses akhirat.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Bersabar ketika mengalami musibah,</strong></span><br />
Musibah yang menimpa kita, seperti sakit, ditinggal mati orang-orang yang kita cintai, dan berbagai masalah hidup yang tidak enak merupakan peristiwa yang menghiasi kehidupan dunia kita. Sebagian orang secara sempit menganggapnya sebatas kejadian-kejadian alami. Tetapi kita harus menjadikan semua itu tabungan untuk kehidupan akhirat kelak. Dengan cara menyabarkan diri, memohon balasan dari Allah SWT serta menyimpannya sebagai tabungan di sisi-Nya. Pada saat yang sama kita berobat bila sakit, mencari jalan keluar bila ada kesulitan, serta berikhtiar menyelesaikan segala masalah dan musibah yang terjadi. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah kesulitan dan sakit menimpa seorang muslim, tidak juga kegalauan, kesedihan, duka dan beban, hingga duri yang mengenai kakinya, kecuali menjadi penebus sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam kesempatan lain, Rasulullah SAW juga menegaskan, bahwa Allah SWT dalam hadits Qudsi berfirman, “Tidaklah ada balasan bagi seorang hamba-Ku bila Aku panggil orang yang dicintainya dari dunia, lalu ia bersabar dan memohon balasan (kepada-Ku) kecuali baginya adalah surga”. (HR. Bukhari).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Menuntut Ilmu</strong></span><br />
Salah satu karya dan prestasi duniawi yang dilakukan banyak orang adalah menuntut ilmu. Dari ilmu itu orang lantas memiliki beragam keahlian, yang dengannya ia menopang tuntutan hidupnya di dunia. Tetapi kita harus menjadikannya sebagai kesuksesan akhirat. Dengan cara bersabar menekuni ilmu yang kita tuntut hingga sampai pada taraf ahli, mengajarkan ilmu tersebut, serta memanfaatkannya untuk maslahat Islam, kaum muslimin, dan kemanusiaan pada umumnya. Tak berlebihan, bila orang-orang yang berilmu, secara teori lebih bisa takut kepada Allah SWT. Tak berlebihan pula, bila Allah SWT menjanjikan derajat yang tinggi bagi orang-orang yang beriman dan berilmu.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Berbuat baik</strong></span><br />
Banyak pekerjaan duniawi yang terkesan kecil dan biasa. Tetapi ia sebenarnya bisa menjadi tabungan amal di akhirat. Seperti meminggirkan duri dari jalanan dll. dengan niat menabung amal di sisi Allah SWT, ia akan berubah menjadi amal shalih di sisi Allah SWT. Juga tersenyum kepada sesama saudara muslim, mengucapkan salam, mengasihi binatang. Rasulullah SAW pernah mengisahkan tentang wanita nakal yang di ampuni Allah SWT dan di masukan ke surga, setelah memberi air minum seekor anjing yang nyaris mati kelaparan. Sebaliknya, dalam riwayat lain, Imam Bukhari dan Muslim menyebutkan kisah seorang wanita yang masuk neraka karena menahan seekor kucing. Kucing itu tidak ia beri makan hingga mati.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Memakmurkan bumi.<br />
</strong></span>Dalam banyak ayat Allah SWT melarang kita melakukan kerusakan di muka bumi. Sebaliknya, Allah SWT menyuruh kita memakmurkan bumi, memanfaatkan sebaik mungkin. Bumi dan segala yang ada di atasnya di peruntukan Allah SWT bagi manusia. “Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu”. (QS Al-Baqarah: 29). Dalam ayat lain Allah berfirman, “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya, dan makanlah sebagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. “ (QS Al-Mulk: 15). Karenanya, segala profesi dan prestasi yang terkait dengan memakmurkan bumi bisa bernilai tabungan amal shalih di akhirat kelak.  Melindungi hutan dari penebangan liar, menjaga kebersihan kali, memaksimalkan kekayaan laut, mengeluarkan tambang dari perut bumi, memperjuangkan proyek-proyek penjagaan lingkungan, melakukan penyuluhan kesehatan masyarakat, juga memberdayakan potensi-potensi alam dengan teknologinya, demi maslahat kehidupan umat manusia adalah sedikit contoh dari memakmurkan bumi.</p>
<p style="text-align: justify;">Siapa saja dari kita yang menekuni profesiprofesi tersebut harus bangga dan bersyukur, karena punya tempat menabung amal shalih<br />
yang besar untuk hari akhir kelak melalui profesi-profesi tersebut. Yang dibutuhkan tinggal bagaimana menjalaninya dengan ikhlas untuk Allah SWT dan dengan tata cara yang halal, serta mendukung profesi tersebut dengan kemampuan dan keahlian yang semestinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Bermanfaat buat orang lain</strong></span><br />
Sukses akhirat juga bisa kita lakukan pada pekerjaan duniawi yang banyak bermanfaat buat orang lain. Pernahkah kita menyadari betapa berharganya pekerjaan para tukang sampah? Bukankah jerih payah mereka mengangkuti sampah menjadikan ribuan orang merasa nyaman? Demikian juga pekerjaan lain, para dokter yang dengan berani mengunjungi wilayah-wilayah konflik dan perang untuk menyelamatkan ratusan nyawa, mengobati ribuan korban luka-Iuka. Para guru yang tanpa pamrih menyebarkan ilmu. Atau mereka yang berada di tempat strategis yang berkait erat dengan maslahat orang banyak. Seperti dalam istilah Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Atau dalam bahasa al-Qur’an, beratnya timbangan amal tentu juga dipengaruhi oleh banyak sedikitnya amal. “Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. “ (QS Al-Qori ‘ah: 6- 7).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong><span style="color: #ff0000;">Mempunyai amal unggulan</span><br />
</strong></span>Untuk menunjang kesuksesan akhirat hendaknya setiap kita mencontoh amal shalih yang dilakukan oleh salafus shalih terdahulu dengan cara istiqamah melakukannya, seperti sahabat Bilal Ra, yang senantiasa shalat sunnah setiap kali selesai berwudhu sehingga suara terompahnya terdengar di surga ketika Nabi SAW isra mi’raj. Atau Abu Dzar dan Abu Darda yang senantiasa menjaga wasiat Nabi SAW selama hidup untuk tidak meninggalkan tiga hal: dua rakaat sunnah Duha, puasa tiga hari dalam sebulan dan shalat witir sebelum tidur. Atau kita dapat melakukan perintah Rasulullah SAW untuk mendapat tiket ke surga dengan damai yaitu menebarkan salam, memberi makan kepada orang yang membutuhkan dan shalat malam ketika orang lain tidur nyenyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang, tinggal kita yang harus mulai meretas kembali semua amal perbuatan itu, mudah- mudahan semua yang kita lakukan selalu berdimensi ukhrawi! Semoga…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/buletin-almanar/menatap-masa-depan-akhirat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fenomena Inkar Sunnah</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/fenomena-inkar-sunnah.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/fenomena-inkar-sunnah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 08:04:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1241</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:  Ust. Idrus Abidin, Lc. MA. 
 (Dosen PSI Al-Manar)


PENDAHULUAN
Sunnah Nabi, bagi umat Islam, adalah salah satu sumber dari dua sumber utama yang ada. Posisinya terhadap al-Qur&#8217;an sangat urgen. Ia menjelaskan apa yang masih mujmal (global), membatasi yang mutlak, dan mengkhususkan yang masih umum. Bahkan memperluas pembahasan hal-hal yang masih ringkas.
Banyak ayat menjelaskan urgensitas ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:  <a href="http://www.almanar.co.id/asatidza/idrus-abidin" target="_blank">Ust. Idrus Abidin, Lc. MA. </a></p>
<p style="text-align: justify;"><em> (Dosen PSI Al-Manar)<br />
</em></p>
<hr />
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>PENDAHULUAN</strong></span><br />
Sunnah Nabi, bagi umat Islam, adalah salah satu sumber dari dua sumber utama yang ada. Posisinya terhadap al-Qur&#8217;an sangat urgen. Ia menjelaskan apa yang masih mujmal (global), membatasi yang mutlak, dan mengkhususkan yang masih umum. Bahkan memperluas pembahasan hal-hal yang masih ringkas.<span id="more-1241"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak ayat menjelaskan urgensitas ini. Allah swt memerintahkan Rasul-Nya agar menjelaskan bahwa mematuhi-Nya berarti mutlak harus mengikutinya (QS.4:59). Keimanan seorang muslim tidaklah diangap sah jika tidak menjadikan Rasulullah saw sebagai pemutus atas berbagai masalah yang dihadapi, lalu kemudian menerima keputusan itu tanpa rasa berat dan terpaksa (QS.4:65).</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut al-qur&#8217;an menjelaskan, siapa yang mematuhi Rasulullah saw berarti ia telah mentaati Allah swt (QS.4:80). Bahkan Allah swt menegaskan bahwa apapun yang diperintahkan oleh Rasul-Nya, hendaknya dipegang erat-erat dan apa pun yang dilarang olehya sebaiknya ditinggalkan (QS.59:7). Peran Rasul yang demikian itu lalu dirangkum oleh Allah swt dengan menjelaskan bahwa Rasulullah merupakan panutan bagi orang-orang yang meyakini adanya hari akhirat (QS.33:21). Bahkan terdapat peringatan akan terjadinya azab atau pun fitnah terhadap orang-orang yang menyalahi ajaran Rasul-Nya (QS.24:63).</p>
<p style="text-align: justify;">Betapapun posisi sunnah yang demikian urgen, berdasarkan penuturan al-Qur&#8217;an, tetap saja ada orang dan komunitas tertentu yang hanya mencukupkan diri dengan al-Qur&#8217;an. Mereka itu sering dikenal dengan istilah Inkar Sunnah. Fenomena Inkar Sunnah ini sebenarnya telah diingatkan oleh Rasulullah saw. Beliau mengindikasikan bahwa orang-orang yang malas, yang tidak mempunyai cita-cita dalam menunut ilmu, tidak berusaha menggapai ilmu serta tidak mengarahkan kesungguhannya dalam menempuh kesulitan dalam menuntut ilmu akan mendapatkan kedudukan seperti kedudukan orang yang inkar sunnah, yaitu orang yang tidak menerima sunnah dan tidak berpegang pada kaidah-kaidah kritikan yang benar dan alur logika yang jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal itu diingatkan oleh Rasulullah saw dalam sabdanya, sebagaimana dituturkan oleh Abi Rafi&#8217; radiyallahu anhu :</p>
<p align="center">&#8220;لا ألفين أحدكم متكئا على أريكته يأتيه الأمر من أمري مما أمرت به أو نهيت عنه فيقول : لا أدري، ما وجدناه في كتاب الله اتبعناه&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya : &#8220;Jangan sekali-kali aku menjumpai salah seorang di antara kalian duduk bersandar di atas kursi panjangnya, lalu datang kepadanya suatu perintah dari perintahku, yakni dari yang aku diperintahkan dan aku dilarang, dan dia mengatakan, &#8220;Saya tidak tahu mengenai hal itu, tetapi apa yang kami temukan dalam kitab Allah swt maka itulah yang kami ikuti.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Inkar Sunnah adalah golongan yang tidak mengakui  Sunnah atau Hadits Nabi sebagai dasar hukum kedua setelah al-Qur&#8217;an.  Makalah sederhana ini berusaha menelusuri keberadaan faham Inkar Sunnah pada zaman klasik dan zaman mederen serta ajaran-ajaran yang dikembangkannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>RAGAM KELOMPOK INKAR SUNNAH</strong></span><br />
Secara umum, Inkar Sunnah terbagi menjadi tiga kelompok dengan tiga sikap yang berbeda :</p>
<p style="text-align: justify;">A.    Kelompok yang menolak hadits-hadits Rasulullah saw sebagai hujjah secara keseluruhan. Argumentasi kelompok pertama ini dalam menolak hadits sebagai sumber ajaran Islam adalah :</p>
<p style="text-align: justify;">- Al-Qur&#8217;an diturunkan oleh Allah swt dalam bahasa arab. Dengan penguasaan bahas arab yang baik maka al-Qur&#8217;an dapat dipahami dengan baik tanpa memerlukan bantuan penjelasan dari hadits-hadits.</p>
<p style="text-align: justify;">- Al-Qur&#8217;an, sebagaimana disebutkan oleh Allah swt, adalah penjelas segala sesuatu (QS.16:89). Hal ini menunjukkan bahwa penjelasan al-Qur&#8217;an telah mencakup segala sesuatu yang diperlukan oleh umat manusia. Dengan demikian maka tidak perlu lagi penjelasan lain selain al-Qur&#8217;an.</p>
<p style="text-align: justify;">-Hadits-hadits Rasulullah saw sampai kepada kita melalui proses periwayatan yang tidak dijamin besih dari kekeliruan, kesalahan, dan bahkan kedustaan terhadap Rasulullah saw. Oleh karena itu, kebenarannya tidak meyakinkan (zannii). Karena status ke-zanni-an ini, maka hadits tersebut tidak dapat dijadikan sebagai penjelas bagi al-Qur&#8217;an yang diyakini kebenarannya (qat&#8217;i).</p>
<p style="text-align: justify;">Hujjah kelompok ini telah dijawab oleh Imam Syafi&#8217;I pada kitab jima&#8217; al-ilm dalam kitab al-Umm. Jawaban tersebut berupa dialog antara beliau dengan kelompok yang dianggap olehnya sebagai kelompok orang-orang yang mengingkari hujjah Sunnah secara keseluruhan. Jawaban Imam Syafi&#8217;I tersebut disimpulkan oleh DR.Mustafa As-Siba&#8217;I dalam kitab As-Sunnah wa Makanatuha Fii al-Tasyri&#8217; al-Islami, setelah mengutip percakapan beliu dengan kelompok tersebut. Kesimpulan itu berupa :</p>
<p style="text-align: justify;">- Allah swt mengharuskan kita mengikuti Rasul-Nya. Hal ini bersifat umum dan mencakup orang-orang yang sezaman dengan beliau serta orang-orang yang datang kemudian. Tidak ada jalan bagi orang-orang yang tidak sezaman dengan Rasulullah saw untuk mengikutinya kecuali melalui perantaraan Sunnah. Dengan demikian, Allah swt telah memerintahkan kita untuk mengikuti Sunnah dan menerimanya. Karena apa pun yang menyebabkan kewajiban tidak bisa berjalan kecuali dengan keterlibatannya maka ia pun menjadi wajib adanya.</p>
<p style="text-align: justify;">- Menerima Sunnah merupakan suatu keharusan demi untuk mengetahui hukum-hukum yang terdapat di dalam al-qur&#8217;an itu sendiri. Karena nasikh dan mansukh yang terdapat padanya tidaklah bisa dilacak keberadaannya kecuali dengan kembali merujuk Sunnah.</p>
<p style="text-align: justify;">- Ada sejumlah hukum yang menjadi kesepakatan semua orang, termasuk pula kalangan Inkar Sunnah. Dan tidak jalan untuk mengetahui hukum-hukum tersebut melainkan melalui jalur Sunnah.</p>
<p style="text-align: justify;">-Syari&#8217;ah terkadang mengkhususkan hal yang qat&#8217;i dengan sesuatu yang zanni, seperti halnya saksi terhadap peristiwa pembunuhan dan masalah harta. Padahal kehormatan harta dan darah merupakan sesuatu yang pasti dengan perantaraan keduanya. Padahal pada kedua masalah tersebut persaksian dua orang bisa diterima, padahal itu, dengan tanpa keraguan, merupakan sesuatu yang zanni.</p>
<p style="text-align: justify;">- Walaupun sunnah memiliki kemungkinan salah, ngawur dan berisi kebohongan, namun kemungkinan demikian bisa dihindari dengan cara melakukan ricek terhadap keadilan seorang perawi. Selain itu, riwayatnya bisa dibandingkan dengan riwayat muhadits yang sekelas dengannya.</p>
<p style="text-align: justify;">B.    Kelompok yang menolak hadits-hadits Rasulullah saw yang kandungannya tidak disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an, baik secara implisit maupun eksplisit. Ini berarti hadits-hadits tidak punya otoritas untuk menentukan hukum baru diluar yang disinggung al-Qur&#8217;an. Argumentasi yang dikemukakan oleh kelompok ini sama dengan yang diajukan oleh kelompok pertama, yakni bahwa al-Qur&#8217;an telah menjelasakan segala sesuatu yang berhubungan dengan ajaran-ajaran Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">C.    Kelompok yang hanya menerima hadits-hadits mutawatir sebagai hujjah dan menolak kehujjahan hadits-hadits ahad, sekalipun ada di antara hadits-hadits ahad itu yang memenuhi syarat-syarat hadits shahih. Alasan utama yang mereka kemukakan adalah karena hadis-hadis ahad itu bernilai zanni (proses penukilannya tidak meyakinkan). Dengan demikian kebenarannya yang datang dari Rasulullah saw tidak dapat diyakini sebagaimana hadits mutawatir. Sedangkaan menurut mereka, urusan agama haruslah di dasarkan pada dalil qat&#8217;I yang disepakati kebenarannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">INKAR SUNNAH PADA ZAMAN KLASIK.<br />
</span> </strong>Kelompok ini disinyalir oleh Imam Syafi&#8217;I lahir pada penghujung abad kedua hijriah atau awal abad ketiga hijriah. Hanya saja Imam Syafi&#8217;i tidak memberikan penegasan tentang siapa mereka. Beliau hanya berusaha mematahkan argumentasi yang mereka bangun dalam rangka menolak Sunnah sebagai hujjah.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karenanya, Inkar Sunnah pada zaman Imam Syafi&#8217;i ini sukar untuk diidentifikasi. Menurut Khudari Bek, Inkar Sunnah pada zaman beliau adalah berasal dari kalangan teolog Mu&#8217;tasilah. Pendapat ini berdasarkan pada indikasai yang diberikan oleh Imam Syafi&#8217;i sendiri. Yaitu bahwa mereka berasal dari Basrah. Berdasarkan pada fakta sejarah, Basrah ketika itu merupakan pusat kegiatan ilmiah yang terkait dengan ilmu kalam (teologi). Dari kota inilah berkembang faham dari tokoh-tokoh Mu&#8217;tazilah. Sejarah pula mengenalkan kepada kita bahwa tokoh-tokoh mereka banyak yang mengkritisi ahli hadits.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun pendapat ulama tentang pandangan Mutazilah berbeda-beda,  namun konklusi yang ditarik oleh al-Khurzoni dari tulisan-tulisan Imam Syafi&#8217;i adalah bahwa seluruh pengikut kelompok Mu&#8217;tazilah telah menolak hadits, karena mereka menitik beratkan kemampuan akal dalam membahas masalah-masalah keagamaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedang menurut Abu Zahrah, kelompok Inkar Sunnah pada zaman Imam Syafi&#8217;i tersebut adalah orang-orang zindik, yang lahiriahnya mengaku Islam tetapi batinnya ingin menghancurkan Islam, mereka bukan bersal dari kalangan Mutazilah. Alasan Abu Zahrah adalah bahwa Mutazilah sendiri tetap mengakui dan menerima hadits-hadits Rasulullah saw sebagai sumber ajaran Islam. Asumsi Abu Zahrah adalah bahwa sebagian dari kelompok Inkar Sunnah tersebut berasal dari kalangan khawarij.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang disinyalir oleh Abu Zahrah tampaknya berdasarkan pada realitas bahwa khawarij banyak menolak hadits-hadits yang muncul setelah terjadinya fitnah, atau keikutsertaan perawi-perawinya dalam fitnah perselisihan antara Ali dan Muawiyah. Mereka beranggapan bahwa orang-orang yang terlibat dalam perang itu telah kehilangan keadilannya, bahkan sebagian dikafirkan dan sebagian lagi dianggap fasik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">INKAR SUNNAH PADA ZAMAN MODEREN.<br />
</span><span style="color: #ff0000;">DI MESIR, PAKISTAN, DAN MALAYSIA.<br />
</span> </strong>Tokoh-tokoh Inkar Sunnah pada zaman moderen yang terkenal adalah Taufiq Sidqi, Gulam Ahmad Parvez, Rasyad Khalifah, dan kassim Ahmad. Taufiq Sidqi berasalal dari Mesir. Ia meningal dunia pada tahun 1920. Ia berpendapat bahwa sumber ajara Islam hanyalah satu, yaitu al-Qur&#8217;an. Gulam Ahmad Parvez adalah orang yang berasal dari India dan lahir di sana pada tahun 1920. Ia merupakan pengagum dan pengikut setia ajaran Taifiq Sidqi. Pendapatnya yang terkenal adalah bahwa tata cara shalat hanya tegantung kepada para pemimpin umat. Merekalah yang berhak menentukannya dengan cara musyawarah dengan memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedang Rasyad Khalifah adalah seorang yang berasal dari Mesir dan menetap di Amerika Serikat. Ia berpendapat bahwa hadits-hadits hanyalah perilaku Iblis yang dibisikkan kepada Nabi Muhammad saw. Adapun Kassim Ahmad, dia berasal dari Malaysia dan dengan tegas mengatakan bahwa ia merupakan pengagum utama Rasyad Khalifah. Dalam bukunya Hadits Sebagai Suatu Penilaian Semula terdapat berbagai hujatan terhadap hadits-hadits Nabi. Dengan buku tersebut, ia berusaha mengajak Ummat Islam unutk meninggalkan hadits-hadits dan mencukupkan diri dengan al-Qur&#8217;an. Bahkan ia menuduh bahwa hadislan menjadisebab utama kemunduran Islam.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>DI INDONESIA.</strong></span><br />
Keberadaan Faham Inkar Sunnah di Indonesia berawal dari tahun 1980-an. Pengajian yang mereka mereka sebut Kelompok Qur&#8217;ani (kelompok pengikut al-Qur&#8217;an). Pengajian Inkar Sunnah ketika itu sangat ramai, bahkan memenguasai beberapa masjid. Di antara mesjid yang pernah dijadikan pusat pengajian adalah masjid Asy-Syifaa&#8217; yang terletak di Rumah Sakit Pusat Cipto Mangunkusumo Jakarta. Rumah Sakit tersebut menyatu dengan Universitas Indonesia serta tempat praktek Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Pengajian yang mereka adakan di pimpin oleh H. Abdurrahman pedurenan Kuningan Jakarta.  Pengajian ini biasanya dimulai setelah shalat magrib. Tetapi, lambat laun, pengajian ini tidak lagi mau menggunakan azan dan iqamat ketika shalat berjamaah hendak mereka laksanakan. Karena, menurut mereka, tata cara tersebut tidak ditemukan dalam al-Qur&#8217;an. Di samping itu, mereka juga menyeragamkan shalat dengan hanya dua rakaat.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, pengajian mereka ditemukan pula di proyek Pasar Rumput Jakarta Selatan. Tepatnya di Masjid al-Burhan yang dipimpin oleh ustasdz H.Sanwani, guru masyarakat setempat. Tetapi tidak lama kemudian, pengajian tersebut juga tidak mau menggunakan azan dan iqamat saat shalat hendak mereka laksanakan.  Bahkan jumlah rakaat shalatnya pun sama dengan yang diajarkan oleh H.Abdurrahman di kompleks Rumah sakit Cipto Mangunkusumo. Selain itu, mereka tidak mau berpuasa pada bulan ramadhan kecuali mereka-mereka yang melihat hilal secara langsung. Hal ini berdasarkan pada asumsi mereka terhadap al-Qur&#8217;an surah al-Baqarah ayat 185.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah diteliti lebih lanjut oleh H.M. Amin Jamaluddin selaku pengurus LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) ternyata ditemukan bahwa sponsor utama pengajian tersebut adalah Lukman Sa&#8217;ad. Orang tersebut berasal dari Padang Panjang, Sumatra Barat. Dia adalah lulusan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan gelar Sarjana Muda (BA). Pekerjaan sehari-harinya adalah direktur perusahaan penerbitan PT Ghalia Indonesia yang berlamat di Jl Pramuka Jakarta Timur.</p>
<p style="text-align: justify;">Lukman sa&#8217;ad berhubungan erat dengan Ir.Irham Sutarto, ketua serikat buruh Perusahaan Unilever Indonesia di Cibubur, Jawa Barat.  Irham Sutarto adalah tokoh Inkar Sunnah dan telah menulis beberapa buku tentan ajaran-ajaran inkar Sunnah dengan tulisan tangan. Peran Irham Sutarto sangat besar terhadap penyebaran faham ini. Perlu diketahui bahwa PT Unilever Indonesia, tempat Irham bekerja, merupakan salah satu perusahaan Belanda yang beroperasi di Indonesia. Semenatara itu, diketahui bahwa Lukman Saad, selaku direktur perusahaan penerbitan, mendapatkan alat percetakan moderen setelah kepergiannya ke Negeri Belanda yang di kemudian hari  digunakan untuk mencetak buku-buku Inkar Sunnah secara besar-besaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan penelitian lanjutan yang dilakukan H.M. Amin Jamaluddin ditemukan bahwa pelaku utama dari adanya Inkar Sunnah adalah Marinus Taka, keturunan Indo-Jerman yang bertempat tinggal di Jalan Sambas 4 No.54 Depok Lama, Jawa Barat.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>PELARANGAN TERHADAP INKAR SUNNAH DI INDONESIA.</strong></span><br />
Setelah berbagai ormas Islam dan masyarakat memperotes keberadaan Inkar Sunnah, maka pada tanggal 7 September 1985, aliran ini resmi dilarang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk buku-buku dan dan kaset rekaman yang mereka hasilkan. Larangan ini berdasarkan pada S.K. Jaksa Agung RI No.Kep-085/J.A/9/1985.</p>
<p style="text-align: justify;">Buku-buku karangan Nazwar Syamsu dan Dailami Lubis yang semuanya mnyebarkan faham Inkar Sunnah dinyatakan terlarang peredarannya di seluruh wilayah Republik Indonesia. Di antara buku-buku yang dilarang tersebut adalah :<br />
•    Terjemah Tafsir al-Qur&#8217;an jilid 1 dan 2.<br />
•    Tauhid dan Logika al-Qur&#8217;an Tentang Manusia dan Masyarakat.<br />
•    Tauhid dan Logika al-Qur&#8217;an Tentang Manusia dan Ekonomi.<br />
•    Tauhid dan Logika al-Qur&#8217;an al-Insan.<br />
•    Tauhid dan Logika al-Qur&#8217;an Tentang Makkah dan Ibadah Haji.<br />
•    Tauhid dan Logika al-Qur&#8217;an Tentang Shalat, Puasa dan Waktu.<br />
•    Tauhid dan Logika al-Qur&#8217;an Tentang Dasar Tanya Jawab Ilmiah.<br />
•    Tauhid dan Logika Pelengkap al-Qur&#8217;an. Dasar Tanya Jawab Ilmiah.<br />
•    Tauhid dan Logika al-Qur&#8217;an dan Sejarah Manusia.<br />
•    Tauhid dan Logika Perbandingan Agama (Al-Qur&#8217;an dan Bible).<br />
•    Kamus al-Qur&#8217;an (Diktionari).<br />
•    Koreksi Terjemah al-Qur&#8217;an Bacaan Mulia H.B. Yassin, karangan Nawar Syamsu.<br />
•    Alam Barzah (Alam Kubur). Karangan Dailami Lubis. Terbitan PT. Ghalia Indonesia dan Pustaka Sa&#8217;diyah 1916 Padang Panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain S.K. pelarangan Jaksa Agung Republik Indonesia di atas, juga Jaksa Agung mengeluarkan mengeluarkan SK tentang larangan peredaran kaset recorder keluaran PT. Ghalia Indonesia. SK tersebut dengan No.Kep-059/J.A/31984. Kemudian menyusul SK No.: Kep-085/J.A/9/1985 yang memuat tentang larangan peredaran kaset-kaset dan buku-buku karangan Nazwar Syamsu dan Dalimi Lubis. Bahkan sebelum keluarnya SK Jaksa Agung pada tahun 1984, Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa tentang kesesatan ajaran Inkar Sunnah dalam sidang Komisi Fatwa pada tanggal 16 Ramadhan 1403 H bertepatan dengan tanggal 27 Juni 1983.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">POKOK-POKOK AJARAN INKAR SUNNAH DI INDONESIA.<br />
</span> </strong>Berdasarkan pengamatan terhadap ajaran-ajaran yang dikembangkan oleh Inkar Sunnah Indonesia ditemukan bahwa secara umum mereka mengusung beberapa ajaran pokok, baik yang bersipat akidah maupun yang terkait dengan masalah fiqih. Ajaran-ajaran pokok itu adalah :<br />
- Dasar hukum dalam Islam hanyalah Al-Qur&#8217;an saja. Al-Qur&#8217;an adalah omongan Allah dan omongan Rasul. Mentaati al-Qur&#8217;an berarti mentaati omongan Allah dan omongan Rasul.<br />
- Tidak percaya kepada semua hadis Rasulullah saw. Menurut mereka, hadits adalah bikinan yahudi untuk menghancarkan Islam dari dalam. Bahkan hadits, bagi mereka, adalah dongeng-dongeng tentang Nabi yang didapat dari mulut ke mulut. Timbulnya berawal dari gagasan orang-orang yang hidup antara tahun 180 H. sampai dengan tahun 200 H setelah wafatnya Rasulullah. Semua keterangan yang berasal dari luar al-Qur&#8217;an adalah hawa. Jadi, hadits nabi pun termasuk hawa. Karena itu, tidakbisa diterima sebagai hujjah.<br />
-  Rasul akan tetap diutus hingga hari kiamat.<br />
-  Syahadat mereka adalah اشهدوا بأنا مسلمون<br />
- Nabi Muhammad tidak berhak untuk menjelaskan tentang ajaran Islam (kandungan isi al-Qur&#8217;an). Tugas Rasul hanyalah menyampaikan dan mengajarkan al-Qur&#8217;an kepada manusia. Bukan menerangkan sesuatu yang akan menimbulkan pengertian hukum baru seperti yang dikenal dengan sebutan as-Sunnah atau al-Hadits.  Mereka beralasan dengan firman Allah swt ليس لك من الأمر شيئ (QS.3:128).<br />
- Shalat mereka bermacam-macam. Ada yang sahalatnya dua rakaat saja dan bahkan ada pula yang hanya sekedar mengingat Allah saja. Bagi mereka, shalat cukup dengan dzikir. Membaca al-fatihah, ruku&#8217; dan sujud tidak mesti dilakukan, karena Allah swt hanya mengatakan اقم الصلاة لذكري<br />
- Puasa hanyalah diwajibkan bagi orang yang melihat hilal secara langsung. Jika hanya satu orang saja yang melihat bulan maka hanya dia yang wajib berpuasa. Alasqan mereka adalah firman Allah swt  فمن شهد منكم الشهر فليصمه<br />
- Haji boleh dilakukan selama empat bulan haram, yaitu Muharram, Rajab, Dzul Qaidah dan Dzul Hijjah.<br />
- Pakain ihram adalah pakaian orang arab dan merepotkan ketika dipakai. Oleh karena itu, ketika melaksanakan ihran boleh saja menggunakan celana panjang dan baju biasa serta memakai jas/dasi.<br />
- Orang yang meninggal dunia tidak dishalati karena tidak ditemukan perintahnya dalam al-Qur&#8217;an.<br />
- Orang yang telah meninggal tidak medapatkan apapun dari orang-orang hidup, baik berupa do&#8217;a, istigfar dan hadiah pahala.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">KESIMPULAN<br />
</span> </strong>Beberapa kesimpulan yang bisa disarikan dari uraian di atas adalah :<br />
- Inkar Sunnah adalah kelompok yang tidak menerima Sunnah sebagai sumber ajaran Islam.<br />
- Kemunculan Inkar Sunnah terbagi ke dalam dua periode, yaitu periode klasik maupun periode moderen.<br />
- Faham Inkar Sunnah medern tersebar di Mesir, Pakistan, Malaysia, Indonesia dan negeri-negeri Islam lainnya.</p>
<p style="text-align: center;"><em>- Wallahu A&#8217;lam -</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/fenomena-inkar-sunnah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makna Peringatan Maulid Nabi (Meneladani Rasulullah Sebagai Grand Master Ruqyah)</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/makna-peringatan-maulid-nabi.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/makna-peringatan-maulid-nabi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 08:11:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1216</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:  Ust. Hasan Bishri, Lc. 
 (Dosen PSI Al-Manar dan praktisi ruqyah Klinik Ghoib


Bismillah wal Hamdulillah, was Sholatu was Salamu ‘ala Rasulillah, Amma ba’du.
Definisi Ruqyah
Ruqyah menurut bahasa adalah bacaan, mantra atau jampi-jampi. Adapun ruqyah menurut istilah syari&#8217;at Islam, adalah &#8220;Bacaan yang terdiri dari ayat-ayat al-Qur&#8217;an dan hadits-hadits Rasulullah yang shahih, untuk memohon kesembuhan kepada Allah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:  <a href="http://www.almanar.co.id/asatidza/hasan-bisri-lc" target="_blank">Ust. Hasan Bishri, Lc. </a></p>
<p style="text-align: justify;"><em> (Dosen PSI Al-Manar dan praktisi ruqyah Klinik Ghoib<br />
</em></p>
<hr />
<p align="center">Bismillah wal Hamdulillah, was Sholatu was Salamu ‘ala Rasulillah, Amma ba’du.</p>
<p align="left">Definisi Ruqyah</p>
<p align="justify">Ruqyah menurut bahasa adalah bacaan, mantra atau jampi-jampi. Adapun ruqyah menurut istilah syari&#8217;at Islam, adalah &#8220;Bacaan yang terdiri dari ayat-ayat al-Qur&#8217;an dan hadits-hadits Rasulullah yang shahih, untuk memohon kesembuhan kepada Allah dari gangguan yang ada, atau memohon kepada-Nya perlindungan dari kejahatan yang akan datang atau yang dikhawatirkan.&#8221;<span id="more-1216"></span></p>
<p align="justify">Ruqyah dalam pengertian bahasa sudah ada sejak zaman dahulu, sebelum diutusnya Muhammad sebagai Nabi dan Rasul, bahkan ada yang mengatakan bahwa keberadaan ruqyah itu seiring dengan keberadaan manusia di bumi ini. Dalam suatu hadits dijelaskan bahwa Rasulullah meruqyah kedua cucunya (Hasan dan Husein radhiyallahu ‘anhuma) dengan ruqyah yang pernah dibaca oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam saat beliau meruqyah kedua anaknya (Isma&#8217;il dan Ishaq ‘alaihimas salam).</p>
<p align="center">عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ-رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا- قاَلَ: كَانَ النَّبِيُّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ، وَيَقُوْلُ: إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوِّذُ بِهَا إِسْمَاعِيْلَ وَإِسْحَاقَ: أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَّهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَّمَّةٍ. &#8211; رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ</p>
<p align="justify">Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah pernah membacakan isti’adzah (perlindungan) untuk kedua cucunya Hasan dan Husein, seraya bersabda, “Sesungguhnya bapak kalian (Nabi Ibrahim) telah membacakannya (juga) untuk kedua anaknya Isma’il dan Ishaq, yaitu ‘Aku mohon perlindungan untukmu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap (kejahatan) syetan dan binatang berbisa serta mata yang jahat (membahayakan).” (HR. Bukhari).</p>
<p align="justify">Perlu diketahui bahwa praktik riqyah itu ada dua macam, dari zaman dahulu sampai zaman sekarang. Yaitu ruqyah syirkiyah dan ruqyah syar’iyah. Ruqyah syirkiyah adalah ruqyah yang diharamkan, yaitu praktik ruqyah yang dilakukan seseorang dengan membaca bacaan yang mengandung syirik, atau mantra kesyirikan. Baik itu yang murni bacaan syirik, atau bacaan syirik yang dicampur aduk/dikombinasi dengan ayat al-Qur’an atau hadits Nabi. Sedangkan ruqyah syar’iyah adalah praktik ruqyah yang dilakukan seseorang dengan membaca bacaan yang terdiri dari ayat-ayat al-Qur’an atau hadits-hadits Rasulullah. Inti dari praktik riqyah ada pada bacaan serta mekanisme pelaksanaan yang sesuai dengan petunjuk Rasulullah.</p>
<p>Rasulullah Menfilter Bacaan Ruqyah.</p>
<p align="justify">Karena inti dari praktik ruqyah adalah jenis bacaan yang dibaca oleh si peruqyah, maka Rasulullah sangat perhatian dengan hal ini. Beliau menyeleksi bacaan ruqyah yang dimiliki oleh pra shahabat yang di masa Jahiliyyah sering melakukan praktik ruqyah, agar bacaan ruqyah mereka tidak tercampur dengan bacaan ruqyah yang mengandung syirik yang telah berkembang di masa Jahiliyyah.</p>
<p align="center">عَنْ عَوْفٍ بْنِ مَالِكٍ اْلأَشْجَعِيِّ –رَضِيَ اللهُ عَنْهُ- قَالَ: كُنَّا نَرْقِيْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ. فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَيْفَ تَرَى فِيْ ذَلِكَ؟ فَقَالَ: أَعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ، لاَ بَأْسَ بِالرُّقَى مَالَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ. (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)</p>
<p align="justify">Auf bin Malik al-Asyja’iy berkata, &#8220;Kami pada zaman jahiliyyah melakukan ruqyah, lalu kami berkata kepada Rasulullah, &#8216;Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang ruqyah?&#8217; Beliau bersabda, &#8216;Tunjukkanlah kepadaku ruqyah-ruqyah kalian, ruqyah-ruqyah itu tidak apa-apa selama di dalamnya tidak bermuatan syirik”. (HR. Muslim).</p>
<p align="center">عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ -رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا- قَالَ: كَانَ خَالِيْ مِنَ اْلأَنْصَارِ يَرْقِيْ مِنَ الْحَيَّةِ، فَنَهَى رَسُوْلُ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- عَنِ الرُّقَى. فَأَتَاهُ خَالِيْ فَقَالَ: يَارَسُوْلَ اللهِ، إِنَّكَ نَهَيْتَ عَنِ الرُّقَى، وَإِنِّيْ أَرْقِيْ مِنَ الْحَيَّةِ. قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: أَعْرِضْهَا عَلَيَّ. قَالَ: فَعَرَضَهَا عَلَيْهِ. قَالَ: لاَ بَأْسَ بِهَذِهِ، هَذِهِ مِنَ الْمَوَاثِيْقِ. (رَوَاهُ أَبُوْ يَعْلَى)</p>
<p align="justify">Jabir bin Abdullah berkata, &#8220;Pamanku dari kaum Anshar suka meruqyah dari gigitan ular. Saat Rasulullah melarang ruqyah, maka pamanku mendatanginya seraya berkata, &#8220;Wahai Rasulullah, engkau telah melarang ruqyah padahal saya suka meruqyah dari gigitan ular. Rasulullah berkata, &#8216;Tunjukkanlah ruqyahmu kepadaku.&#8217; Abu Hurairah berkata, &#8216;Maka pamanku pun menunjukkannya kepadanya.&#8217; Rasulullah bersabda, Ini tidak apa-apa, ini termasuk yang dibolehkan&#8217;.&#8221; (HR. Abu Ya&#8217;la).</p>
<p>Rasulullah juga Meruqyah</p>
<p align="justify">Ruqyah syar’iyah dalam syari’at Islam. tidak hanya teori. Rasulullah tidak hanya mengajarkan cara meruqyah yang benar kepada para shahabatnya, tapi beliau juga mempraktikkannya sendiri. Beliau sering meruqyah orang yang datang kepadanya dan mengeluhkan akan adanya suatu penyakit. Beliau dikenal sebagai praktisi ruqyah.</p>
<p align="center">فَقَالَ: ابْنُ أَبِي اْلعَاصِ؟ قُلْتُ: نَعَمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: مَا جَاءَ بِكَ؟ قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، عَرَضَ لِيْ شَيْئٌ فِيْ صَلاَتِيْ، حَتَّى مَا أَدْرِيْ مَا أُصَلِّيْ. قَالَ: ذَاكَ الشَّيْطَانُ, اُدْنُهُ. فَدَنَوْتُ مِنْهُ، فَجَلَسْتُ عَلَى صُدُوْرِ قَدَمَيَّ. قَالَ: فَضَرَبَ صَدْرِيْ بِيَدِهِ فَتَفَلَ فِيْ فَمِيْ، وَقَالَ: اُخْرُجْ عَدُوَّ اللهِ! فَفَعَلَ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ. (رواه ابن ماجة)</p>
<p align="justify">Beliau bersabda, “Ibnu Abil ‘Ash?&#8217; Aku menyahut, &#8216;Ya, wahai Rasulullah!&#8217; Beliau bertanya, &#8216;Apa yang membuatmu datang ke mari?&#8217; Aku menjawab, &#8216;Wahai Rasulullah aku mengalami suatu gangguan dalam shalatku, sehingga aku tidak tahu bacaan shalatku&#8217;. Rasulullah bersabda, &#8216;Itulah syetan, mendekatlah ke mari&#8217;. Maka aku pun mendekat kepadanya, dan aku duduk di atas kedua telapak kakiku. Beliau memukul dadaku dengan tangannya, dan meludahi mulutku seraya berkata, &#8216;Keluar! hai musuh Allah!&#8217; Beliau mengulanginya tiga kali. (HR. Ibnu Majah, no. 3538).</p>
<p align="justify">Karena perubahan fisik yang dialami oleh Utsman bin Abil ‘Ash akibat gangguan syetan yang dirasa sering mengganggu shalatnya, sampai-sampai rasulullah pangling, hamper saja tidak mengenal shahabatnya sendiri. Padahal dia adalah utusan khusus (juru dakwah) yang beliau utus ke daerah Thaif. Dan ketika dia mengalami gangguan syetan dalam tugasnya, dia kembali ke Madinah mengadu ke Rasulullah, lalu beliau sendiri yang meruqyahnya.</p>
<p>Rasulullah Meruqyah Dirinya Sendiri</p>
<p align="justify">Rasulullah tidak hanya melakukan praktik ruqyah syar’iyah kepada orang lain, tapi beliau juga meruqyah dirinya sendiri. Apabila beliau merasa dirinya sakit, beliau menerapi dirinya dengan terapi ruqyah syar’iyah.</p>
<p align="center">عَنْ عَائِشَةَ -رَضِي اللَّه عَنْهَا- أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ -صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- كَانَ إِذَا اشْتَكَى يَقْرَأُ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ، وَيَنْفُثُ. فَلَمَّا اشْتَدَّ وَجَعُهُ، كُنْتُ أَقْرَأُ عَلَيْهِ وَأَمْسَحُ بِيَدِهِ، رَجَاءَ بَرَكَتِهَا. (رواه البخاري)</p>
<p align="justify">Aisyah berkata, “Apabila Rasulullah merasa sakit, beliau membaca al-Mu’awwidzat (surat-surat perlindungan) lalu meniupkannya pada dirinya. Ketika sakit beliau makin gawat, maka akulah yang membaca untuknya, lalu kuusap beliau dengan tangannya sendiri untuk mengharap berkahnya.” (HR. Bukhari, no. 4629).</p>
<p align="center">عَنْ عَلِيٍّ –رَضِيَ اللهُ عَنْهُ- قَالَ: لَدَغَتْ النَّبِيَّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- عَقْرَبٌ وَهُوَ يُصَلِّيْ, فَلَمَّا فَرِغَ قَالَ: لَعَنَ الله عَلَى اْلعَقْرَبِ لاَ تَدَعُ مُصَلِّياً وَلاَ غَيْرَهُ, ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ وَمِلْحٍ فَجَعَلَ يَمْسَحُ عَلَيْهَا وَيَقْرَأُ: قُلْ ياَ أَيُّهَا اْلكَافِرُوْنَ, وَقُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ اْلفَلَقِ، وَقُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاِس. (رَوَاهُ الطَّبْرَانِيُّ وَصَحَّحَهُ اْلأَلْبَانِيُّ)</p>
<p align="justify">&#8216;Ali bin Abi Thalib berkata: &#8220;Seekor kalajengking telah menyengat Rasulullah di saat beliau shalat. Ketika selesai shalat, beliau berkata, “Semoga Allah melaknat kalajengking,  yang tidak membiarkan orang yang lagi shalat atau lainnya. Lalu beliau mengambil air yang dicampur dengan garam. Kemudian diusapkan ke bagian yang sakit sambil membaca surat al-Kafirun, surat al-Falaq dan surat an-Nas.” (HR. Ath-Thabrani dan dishahihkan oleh Syekh al-Albani hadits no. 548).</p>
<p>Rasulullah Meruqyah Keluarganya</p>
<p align="justify">Ruqyah telah menjadi bagian penting dalam kehidupan Rasulullah. Dan beliaupun aktif mengenalkan terapi ruqyah ini ke keluarganya, sehingga Rasulullah dan keluarganya sangat familier dengan terapi ruqyah syar’iyah. Jika ada keluarga beliau yang sakit, beliau sendiri yang meruqyahnya dengan harapan Allah segera memberikan kesembuhan pada si sakit.</p>
<p align="justify">Aisyah radhiyallohu ’anha berkata: Apabila ada seseorang yang sakit dari keluarga Rasulullah, beliau meniupnya dengan membaca surat-surat perlindungan. Dan ketika beliau yang sakit pada tahun kematiannya, akulah yang membacanya lalu aku tiupkan ke tangnnya, kemudian kuusapkan tangan itu ke tubuhnya, karena tangan beliau lebih banyak berkahnya daripada tanganku. (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Malaikat Jibril Meruqyah Rasulullah</p>
<p align="justify">Tidak hanya Rasulullah yang pro aktif mensosialisasikan praktik ruqyah syar’iyah, malaikat Jibril juga melakukan hal yang sama. Jika Rasulullah merasa sakit, terkadang dia datang dan meruqyah Rasulullah secara langsung. Ini merupakan pertanda bahwa terapi Ruqyah adalah perintah langsung dari Allah kepada para hamba-Nya untuk dijadikan sebagai solusi permasalahan hidup yang ada, karena tidaklah Malikat Jibril turun dan menemui Rasulullah kecuali atas perintah dari Allah.</p>
<p align="justify">Abu Sa’id al-Khudri radhiyallohu ’anhu berkata: Sesungguhnya Malaikat Jibril telah berkata: Wahai Muhammad, kamu merasa sakit? Beliau menjawab: Ya. Malaikat Jibril membaca: Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa atau mata yang dengki. Allah yang menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu. (HR. Muslim).</p>
<p align="justify">Rasulullah Meruqyah Shahabatnya</p>
<p>Terapi ruqyah syar’iyah yang diajarkan Rasulullah tidak hanya berlaku pada diri dan keluarga beliau saja, tapi juga berlaku kepada para shahabatnya. Terkadang beliau sendiri yang melakukan terapi ruqyah kepada shahabatnya yang memerlukan, tapi terkadang beliau memerintahkan shahabat lain untuk meruqyah temannya, bahkan terkadang beliau perintahkan shahabat yang sakit itu untuk melakukan terapi ruqyah secara mandiri. Beliau hanya mengajarkan cara atau teknik dan bacannya saja.</p>
<p align="justify">Abu Hurairah berkata, Rasulullah pernah datang menjengukku (saat sakit). Beliau bersabda: Maukah kamu aku ruqyah dengan ruqyah yang telah diajarkan malaikat Jibril kepadaku? Aku menjawab: Demi ayah dan ibuku, aku mau wahai Rasulullah. Lalu beliau membaca: Dengan nama Allah aku meruqyahmu, Allah-lah yang menyembuhkanmu dari segala macam penyakit yang ada padamu, dari kejahatan tukang kejahatan tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki apabila ia telah dengki. (3x). (HR. Ibnu Majah).</p>
<p align="center">عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ –رضي الله عنه- أَنَّهُ قَالَ: أَتَانِيْ رَسُوْلُ اللَّهِ -صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- وَبِيْ وَجَعٌ قَدْ كَانَ يُهْلِكُنِيْ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ -صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-: امْسَحْ بِيَمِيْنِكَ سَبْعَ مَرَّاتٍ، وَقُلْ: أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ وَسُلْطَانِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ. قَالَ: فَفَعَلْتُ، فَأَذْهَبَ اللَّهُ مَا كَانَ بِيْ، فَلَمْ أَزَلْ آمُرُ بِهِ أَهْلِيْ وَغَيْرَهُمْ. (رواه أحمد وأبو داود والترمذي)</p>
<p align="justify">Utsman bin Abil ‘Ash berkata, “Rasulullah pernah datang kepadaku, dan waktu itu saya lagi sakit yang sangat parah. Maka Rasulullah bersabda, ‘Usaplah (badanmu yang terasa sakit) dengan tangan kananmu sebanyak tujuh kali, seraya membaca, ‘Aku berlindung kepada Kemuliaan Allah dan Kekuasaan serta Kerajaan-Nya dari kejahatan yang aku temui.’ Lalu aku melakukan resep itu, dan Allah menghilangkan sakit yang ada pada diriku. Dan sejak itu aku selalu memerintahkan keluargaku untuk melakukannya juga begitu juga orang-orang lainnya.” (HR. Ahmad, no. 15677. Abu Daud, no. 3393. Tirmidzi, no. 2006 dan ia menyatakannya sebagai hadits hasan shahih).</p>
<p align="justify">Shahabat Meruqyah Temannya</p>
<p>Karena terapi ruqyah syar’iyah telah menjadi warisan Rasulullah kepada ummatnya, maka para shahabat selalu menjaga warisan tersebut. Yaitu dengan menjadikan terapi ruqyah sebagai solusi berobat di saat mereka memerlukan, dan mereka juga mengajarkan terapi ruqyah syar’iyah kepada teman, keluarga dan mereka yang memerlukan. Sehingga hadits-hadits tentang praktik ruqyah Rasulullah terpelihara dengan baik, yang akhirnya bisa sampai kepada kita yang notabene jarak masanya sangat jauh dengan masa beliau. Sehearusnya kita juga melakukan apa yang mereka lakukan agar terapi ruqyah syar’iyah ini tidak punah.</p>
<p align="center">عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ قَالَ: دَخَلْتُ أَنَا وَثَابِتٌ عَلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، فَقَالَ ثَابِتٌ: يَا أَبَا حَمْزَة،َ اشْتَكَيْتُ؟ فَقَالَ أَنَسٌ: أَلاَ أَرْقِيكَ بِرُقْيَةِ رَسُولِ اللَّهِ -صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-؟ قَالَ: بَلَى. قَالَ: اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِيْ لاَ شَافِيَ إِلاَّ أَنْتَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا. (رواه البخاري)</p>
<p align="justify">Abdul Aziz berkata, “Saya dan Tsabit pernah masuk ke rumah Anas bin Malik (salah seorang shahabat Rasulullah). Tsabit berkata, ‘Wahai Abu Hamzah (Anas), saya merasa sakit.’ Anas berkata, ‘Maukah kamu aku ruqyah dengan ruqyah Rasulullah?’ Tsabit berkata, ‘Ya, saya mau’. Anas membaca, ‘Ya Allah, Tuhan manusia, Penghilang (rasa) sakit. Sembuhkanlah (sakitnya), Engkau Maha Penyembuh, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit.” (HR. Bukhari).</p>
<p>Rasulullah Perintah Kita untuk Meruqyah</p>
<p align="justify">Tahukah Anda, bahwa kita diperintahkan rasulullah untuk belajar tentang ruqyah? Dan kalau kita sudah bisa, kita disuruh untuk membantu saudara-saudara kita yang kena gangguan dan memerlukan terapi ruqyah, dan kita juga diperintahkan Rasulullah untuk mengajarkan ruqyah yang syar’iyah kepada kaum muslimin lainnya. Begitu pentingnya ruqyah syar’iyah dalam kehidupan kita, sehingga Rasulullah memberikan intruksi secara langsung untuk mempelajari, mengamalkan, mempraktikkan dan mengajarkannya, sebagaimana yang terkandung dalam riwayat berikut.</p>
<p align="center">عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا-، أَنَّ النَّبِيَّ -صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- رَأَى فِيْ بَيْتِهَا جَارِيَةً فِيْ وَجْهِهَا سَفْعَةٌ. فَقَالَ: اسْتَرْقُوْا لَهَا فَإِنَّ بِهَا النَّظْرَةَ. (رواه البخاري ومسلم)</p>
<p align="justify">Dari Ummu Salamah, ia berkata, “Rasulullah pernah melihat seorang anak perempuan yang kulit wajahnya berubah menjadi kehitaman. Maka Rasulullah bersabda, ‘Carilah terapi ruqyah untuknya, karena ia terkena penyakit akibat pandangan mata (jahat).” (HR. Bukhari, no. 5298 dan Muslim, no. 4074).</p>
<p align="center">عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ –رضي الله عنه- أَنَّهُ قَالَ: أَتَانِيْ رَسُوْلُ اللَّهِ -صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- وَبِيْ وَجَعٌ قَدْ كَانَ يُهْلِكُنِيْ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ -صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-: امْسَحْ بِيَمِيْنِكَ سَبْعَ مَرَّاتٍ، وَقُلْ: أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ وَسُلْطَانِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ. قَالَ: فَفَعَلْتُ، فَأَذْهَبَ اللَّهُ مَا كَانَ بِيْ، فَلَمْ أَزَلْ آمُرُ بِهِ أَهْلِيْ وَغَيْرَهُمْ. (رواه أحمد وأبو داود والترمذي)</p>
<p align="justify">Utsman bin Abil ‘Ash berkata, “Rasulullah pernah datang kepadaku, dan waktu itu saya lagi sakit yang sangat parah. Maka Rasulullah bersabda, ‘Usaplah (badanmu yang terasa sakit) dengan tangan kananmu sebanyak tujuh kali, seraya membaca, ‘Aku berlindung kepada Kemuliaan Allah dan Kekuasaan serta Kerajaan-Nya dari kejahatan yang aku temui.’ Lalu aku melakukan resep itu, dan Allah menghilangkan sakit yang ada pada diriku. Dan sejak itu aku selalu memerintahkan keluargaku untuk melakukannya juga begitu juga orang-orang lainnya.” (HR. Ahmad, no. 15677. Abu Daud, no. 3393. Tirmidzi, no. 2006 dan ia menyatakannya sebagai hadits hasan shahih).</p>
<p align="center">عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ -رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا- قَالَ: كَانَ خَالِيْ يَرْقِيْ مِنَ اْلعَقْرَبِ، فَلَمَّا نَهَى رَسُوْلُ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- عَنِ الرُّقَى، أًَتاَهُ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّكَ نَهَيْتَ عَنِ الرُّقَى، وَإِنِّيْ أَرْقِيْ مِنَ اْلعَقْرَبِ؟ فَقَالَ: مَنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ، فَلْيَفْعَلْ (رَوَاهُ أَحْمَدُ)</p>
<p align="justify">Jabir bin Abdullah berkata, &#8220;Paman saya adalah orang yang suka melakukan ruqyah (untuk orang) yang tersengat kalajengking. Ketika Rasulullah melarang ruqyah, ia mendatanginya seraya berkata, &#8216;Ya Rasulullah, engkau telah melarang ruqyah, sedangkan saya suka meruqyah dari (sengatan) kalajengking.&#8217; Lalu Rasulullah bersabda, &#8216;Barangsiapa yang bisa memberi manfaat saudaranya, hendaklah ia melakukannya&#8217;. (HR. Ahmad).</p>
<p>Penutup</p>
<p align="justify">Kalau kita perhatikan dalil atau riwayat di atas secara seksama, maka kita tak akan ragu lagi pada satu kesimpulan bahwa terapi ruqyah syar’iyah adalah terapi pengobatan ala Nabi (Thibbin Nabawi), yang berarti menjadi bagian penting yang tak boleh dipisahkan dari ajaran Islam. Kita berkewajiban untuk melestarikannya dan juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari di saat kita memerlukan, dan juga mengajarkannya kepada masyarakat luas agar tidak punah atau hilang ditelan zaman. Sebagaimana yang telah dilakukan para shahabat Rasulullah.</p>
<p align="justify">Dalam rangka momentum peringatan Maulid Nabi yang setiap tahunnya diperingati oleh sebagaian besar masyarakat Indonesia dengan menggelar berbagai seremonial rutin, alangkah bijaknya kalau peringatan itu tak sebatas seremonial. Selesai acara selesai pula kita mengingat pribadi Rasulullah dan sunnah-sunnahnya.</p>
<p align="justify">Mulai sekarang, kaum muslim yang belum kenal ruqyah syar’iyah, mari kita mempelajarinya karena itu bagian dari kewajiban kita untuk menuntut ilmu. Bagi yang baru mengenal sekilas, mari kita perdalam atau kita kuasai materi ruqyah syar’iyah sebagai wujud konkrit untuk mewarisi peninggalan Rasulullah. Edan bagi yang sudah menguasai, mari kita praktikkan dalamkehidupan sehari-hari. Kita bantu saudara-saudara kita yang memerlukan agar mereka tidak lagi datang ke dukun, dan supaya mereka bisa keluar dari perangkap syetan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/makna-peringatan-maulid-nabi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makna Perayaan Valentine</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/makna-perayaan-valentine.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/makna-perayaan-valentine.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 08:14:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1146</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:  Ust. Hasan Bishri, Lc. 
 (Dosen PSI Al-Manar dan praktisi ruqyah Klinik Ghoib


Hari Valentine (Valentine&#8217;s Day) atau biasa disebut sebagai hari kasih sayang jatuh pada tanggal 14 Febuari. Hari tersebut sangat populer di negara-negara Eropa dan Amerika. Pada hari itu terutama kaum remaja merayakan dengan hura-hura. Mereka datang ke pesta-pesta, berdansa semalam suntuk, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:  <a href="http://www.almanar.co.id/asatidza/hasan-bisri-lc" target="_blank">Ust. Hasan Bishri, Lc. </a></p>
<p style="text-align: justify;"><em> (Dosen PSI Al-Manar dan praktisi ruqyah Klinik Ghoib<br />
</em></p>
<hr />
<p style="text-align: justify;">Hari Valentine (Valentine&#8217;s Day) atau biasa disebut sebagai hari kasih sayang jatuh pada tanggal 14 Febuari. Hari tersebut sangat populer di negara-negara Eropa dan Amerika. Pada hari itu terutama kaum remaja merayakan dengan hura-hura. Mereka datang ke pesta-pesta, berdansa semalam suntuk, saling memberi hadiah coklat, dan kegiatan-kegiatan yang beraroma jahiliyyah lainnya. Bahkan <span id="more-1146"></span>hal-hal yang hanya boleh dikerjakan oleh pasangan suami-istri juga mereka lakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana di Indonesia? Tampaknya tidak jauh berbeda dengan remaja-remaja luar negeri sana. Mereka yang notabenenya muslim-muslimah, menjiplak habis-habisan perilaku permisif dan serba halal yang dilakukan oleh orang barat. Hal ini, tentu saja sangat memprihatinkan karena kalau dilihat dari latar belakang sejarah perayaan Valentine bukan bersal dari ajaran Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemeriahan sambutan yang mereka lakukan terkadang melebihi perayaan hari raya lainnya. Mereka merasa hari Valentin adalah hari yang sangat tepat untuk mencari kekasih, atau mengungkap rasa sayang yang ada kepada orang yang kita puja. Hari yang tepat untuk bertukar kado, mengirim bunga, boneka, coklat, atau sekadar menyampaikan ucapan selamat. Biasanya kiriman dan ungkapan tersebut dibubuhi kata-kata, di antaranya, “Be my valentine” (jadilah valentinku).</p>
<p style="text-align: justify;">Tanggal 14 Februari punya arti khusus di kalangan banyak remaja, termasuk remaja Islam di negeri kita ini. Euforia tersebut tak luput dari pengamatan para pebisnis dan para pengusaha. Jauh sebelum bulan Februari datang, mereka telah ‘menyulap’ tempat bisnis mereka dengan warna pink atau merah jambu.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu juga insting para pengusaha, berbagai macam barang yang dibutuhkan masyarakat yang senang menyambut hari valentin disediakan, termasuk kado atau pernik-pernik lainnya. Lalu didukung oleh media massa yang ada, akhirnya valentin memjadi perayaan yang mewabah di hampir seluruh negara dunia. Dan hanya beberapa negara saja yang telah mengeluarkan larangan bagi para generasi Islam agar tidak merayakan hari valentin.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk &#8220;valentines&#8221;. Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal.</p>
<p style="text-align: justify;">The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.<br />
<span style="color: #0000ff;"><br />
<strong>Makna Kado Valentin Bagi Mereka</strong></span><br />
Mereka yang gemar merayakan Valentin mempunyai kebiasaan yang khas. Yang paling popular adalah tukar kado dengan berbagai ragam wujudnya. Mereka mengatakan, “Di saat Valentine&#8217;s day, paling tepat adalah Mawar atau Ros karena Mawar memiliki arti &#8216;I Love You,&#8217; kata mereka. Bunga Gladiol berarti &#8217;sedang patah hati&#8217;, bunga Lily berarti &#8216;keinginan untuk memperbaiki hubungan&#8217;, bunga Violet berarti &#8216;tidak bisa kuterima cintamu.&#8217; Dan seterusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka juga punya penafsiran tersendiri terhadap warna bunga Mawar.Bunga Mawar merah, berarti ia cinta dengan rasa respect yang tinggi. Mawar kuning, artinya fleksibelitas dan kebebasan. Mawar pink melambangkan terima kasih dan rasa syukur yang mendalam. Dan mawar putih menandakan ketulusan cinta dan peduli dengan orang lain. Begitulah kurang lebihnya mereka memanai bunga mawar yang diterima pada hari valentin.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di negara Paman Sam, Miss Esther Howland tercatat sebagai orang pertama yang mengirimkan kartu valentine pertama. Acara Valentine mulai dirayakan besar-besaran semenjak tahun 1800 dan pada perkembangannya, kini acara ini menjadi sebuah ajang bisnis yang menguntungkan.<br />
<strong><span style="color: #0000ff;"><br />
Siapakah Valentine itu? </span></strong><br />
Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine. Versi pertama, ia adalah seorang pendeta, Pendeta St. Valentine. Ia hidup di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St. Valentine karena menentang beberapa perintahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia mengajak manusia kepada agama Nasrani, dan menolak menyembah dewa-dewa Romawi. Ia lalu ditangkap dan dibunuh dan dikuburkan di Via Flaminia. Oleh pihak gereja ia dianggap sebagai norang suci. Sehingga namanya diabadikan menjadi nama sebuah gereja di Roma. Dan juga dijadikan sebagai nama gerbang, Gerbang St. Valentine. Tapi sekarang telah berubah nama menjadi Porta del Polopo.</p>
<p style="text-align: justify;">Versi kedua, St. Valentine adalah nama seorang pemuda yang mati diekskusi oleh Raja Romawi, Claudius II pada tanggal 14 Februari 269 M.. Nama aslinya Valentino. Karena pemuda itu telah menetang kebijakan Raja Claudius II, yang saat itu ingin membentuk pasukan yang tangguh, yang terdiri dari kaum pemuda. Agar mereka tidak loyo, maka Raja melarang mereka nikah.</p>
<p style="text-align: justify;">St. Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya Raja mengetahuinya, lalu ia dipenjarakan. Di penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan “Dari yang tulus cintanya, Valentine.”</p>
<p style="text-align: justify;">Versi ketiga, Valentin adalah nama seseorang yang meninggal sebagai martir (istilah yang dipakai untuk orang-orang yang mati mempertahankan prinsip-prinsipnya). Peristiwa itu terjadi di bagian provinsi Romawi. Ia meninggal pada abad ke-3 M.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Penyimpangan dalam Valentin’s Day</span></strong><br />
Dewasa ini, tidak jarang kita jumpai dalam perayaan Valentin terdapat pergaulan bebas antar lain jenis. Valentin bagi mereka bukanlah hari kasih sayang dengan memberikan perhatian kepada orangtua, guru, saudara, kaka dan adik atau kawan dan teman. Tidak hanya kirim ucapan selamat atau tukar kado. Tapi ada aktivitas yang lebih dari itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila perayaan Valentin itu dirayakan secara massal (jamaah), biasanya acara yang paling ditunggu oleh mereka adalah Love Lottery (undian cinta). Para wanita yang ada dicatat namanya di kertas, lalu dimasukkan ke botol atau tempat yang lain. Lalu kaum pria melakukan undian. Siapa yang keluar namanya, berarti ia menjadi pasangan pria yang mendapat undian tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian mereka bercengkeramah dan berdansa dengan pasangan masing-masing sesuai hasil undian. Minuman beralkohol atau narkoba biasanya menjadi yang ketiga bagi masing-masing pasangan. Ketika mereka sudah mabok atau setengah teler, acara dilanjutkan dengan berdua-duaan. Di pojok yang remang-remang atau di kamar yang telah disiapkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah penyimpangan serius dalam merayakan hari kasih sayang. Di Filipina misalnya, pernah mengadakan lomba ciuman selama 10 detik dalam rangka merayakan Valentin. Dan pesertanya saat itu sebanyak 5.300 pasangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi mereka Valentin tidak sekadar hari kasih sayang, tapi merupakan hari yang tepat untuk “Kasih Yayang”, atau mengasih orang yang dicintainya (yayang) apa saja yang diinginkannya. Termasuk memberikan keperawanan bagi si wanita, atau menghilangkan keperjakaan bagi si pria. Hari Valentin dijadikan sebagai ajang pelampiasan syahwat dan momentum untuk bermaksiat.</p>
<p style="text-align: justify;">Perayaan ala mereka seperti itu persis dengan asal muasal perayaan yang dilakukan oleh orang Romawi kuno pada tanggal 15 Februari, yang dikenal dengan perayaan Lupercalia. Berdasarkan yang dikutip dari Webster&#8217;s New 20th Century Dictionary perayaan Valentine munculnya bermula dari perayaan Lupercali. Yaitu upacara ritual yang dilakukan oleh orang-orang Romawi kuno setiap tanggal 15 Februari sebagai penghormatan kepada Lupercus, dewa padang rumput yang dideskripsikan mempunyai tanduk, kaki, dan telinga seperti kambing.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada perayaan itu nama-nama wanita dimasukkan kedalam jambangan bunga atau botol. Setiap pria yang hadir mengambil secarik kertas. Wanita yang namanya tertera dalam kertas itu menjadi teman kencannya semalam suntuk. Kemudian pada tahun 469 pihak gereja yakni Paus Celecius merubah menjadi tanggal 14 Februari untuk mengenang kematian seorang pendeta yang bernama Saint Valentine yang tewas sebagai martir pada abad III, dan menetapkan menjadi Saint Valentine&#8217;s Day.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan sumber lain, yang melakukan perubahan adalah Paus Galasium I seorang pimpinan dewan gereja. Pada tahun 494 M mengubah upacara tersebut dengan bentuk rutinitas seremoni porofikasi (pembersihan dosa) dan juga mengubah upacara Lupercalia yang biasanya tanggal 15 Februari menjadi 14 Februari yang secara resmi ditetapkan pada tahun 496 M sebagai Valentin day, untuk menggaet simpati para pemuda setempat agar mau ke gereja.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Ada Kesyirikan dalam Perayaan Valentine</strong></span><br />
Ken Sweinger berkata, “Kata ‘valentine’ berasal dari bahasa latin yang artinya “Yang Maha Kuasa, Yang Maha Perkasa atau Yang Maha Kuat”. Kata itu ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, dewa orang Romawi.”</p>
<p style="text-align: justify;">Maka disadari atau tidak, apabila serseorang mengucapkan kepada orang lain, “Be My Valentine”, berarti ia telah melakukan sesuatu yang sangat bertentangan dengan aqidah Islam. Karena ia meminta orang tersebut untuk menjadi “Yang Maha Kuasa” dalam kehidupannya. Itulah kesyirikan yang sering terjadi di hari Valentine, karena banyaknya ucapan itu bergulir dari remaja-remaja Islam saat merayakan hari tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau orang tersebut tidak mengucapkan “Be My Valentine”, tapi ia mengucapkan “Selamat hari Valentine” kepada orang lain, maka ia juga melakukan kesalahan yang sama. Memberi ucapan selamat atas ritual yang menjadi ajaran agama lain. Dan kalau ditelusuri asal-muasalnya, ternyata perayaan itu mulanya adalah perayaan orang paganis Romawi untuk memuja dewa-dewa mereka. Itu ibadahnya orang musyrik. Dengan ucapan selamat kita kepada mereka, berarti kita mengakui bahwa keyakinan mereka itu benar adanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun kado yang biasanya ada tambahan gambar bayi bersayap dengan membawa anak panah, atau yang sering disebut dengan Cupid, itu adalah putra Nimrod (Dewa Matahari). Ia dinobatkan sebagai dewa cinta, karena parasnya yang rupawan dan dalam masa hidupnya diburu banyak wanita. Bahkan dikabarkan bahwa ia pernah melakukan perzinaan dengan ibu kandungnya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kita ikut-ikutan mengusung symbol atau gambar tersebut, berarti kita juga meyakini kekuasaan mereka dan menduakan kekuasaan Allah atas Matahari dan Planet lainnya. Dan tanpa kita sadari, kita juga telah mengkampanyekan sosok yang dalam ajaran Islam adalah sosok yang tak bermoral.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Mitos Seputar Valentin’s Day</strong></span><br />
1. Pada jaman Romawi kuno, para gadis menuliskan namanya di kertas dan memasukkan ke dalam botol. lalu para pria akan mengambil sah satu kertas tersebut untuk melihat siapakan yang akan menjadi pasangan mereka dalam festifal tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Di Negara yang sama, para gadis akan menerima hadiah berupa busana dari para pria. Jika ia menerima hadiah tersebut, ini pertanda ia bersedia dinikahi pria tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Beberapa orang meyakini bahwa jika mereka melihat robin melayang di udara saat hari Valentine, ini berarti ia akan menikah dengan seorang pelaut. Sementara jika seorang wanita melihat burung pipit, maka mereka akan menikah dengan seorang pria miskin. Namun mereka akan hidup bahagia. Sementara jika mereka melihat burung gereja maka mereka akan menikah dengan jutawan.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Pikirkan lima atau enam nama pria (jika anda wanita) atau lima atau enam nama wanita (jika anda pria) yang ingin anda nikahi. Lalu putralah setangkai apel sambil menyebut nama tersebut satu persatu. Anda akan menikah dengan nama yang anda sebut saat tangkai tersebut lepas dari buahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Petiklah sekuntum bungan dandelion yang tengah mengembang. Tiuplah putik-putik pada bunga tersebut, lalu hitunglah putik yang tersisa. Itu adalah jumlah anak yang akan anda miliki setelah menikah.</p>
<p style="text-align: justify;">6. Jika anda memotong sebuah apel pada tengahnya dan menghitung jumlah biji di dalamnya, ini juga bisa menunjukkan jumlah anak yang akan anda miliki setelah menikah.<br />
<span style="color: #0000ff;"><strong><br />
Hukum Merayakan Valentine&#8217;s Day</strong></span><br />
Pada tahun 2005, Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan larangan jual-beli bunga Mawar untuk Valentine’s Day. Polisi keagamaan negara tersebut melakukan patroli setiap pagi dan petang guna memastikan bahwa tidak ada lagi took atau kedai yang menjual bunga untuk perayaan valentin. Dan para guru di sekolah-sekolah juga ikut aktif menyeru murid-muridnya untuk tidak ikut-ikutan merayakan Valentin.</p>
<p style="text-align: justify;">Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (ulama’ kharismatik setempat) sewaktu masih hidup juga mengeluarkan fatwa, “Hari Valentin yang kini dirayakan oleh banyak kaum sekuler sebagai cara jahiliyah Kristen. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ia tidak akan pernah ikut merayakannya”.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Malaysia, para ulama’ setempat juga telah sepakat untuk melarang kaum muslimin merayakan Valentine’s Day. Bahkan pada suatu kesempatan, Imam Jamal (seorang imam masjid di Amerika) melarang kaum muslimin setempat agar tidak ikut merayakan hari Valentin. “Kami, orang-orang Muslim tidak memerlukan budaya yang melanggar ajaran agama kami,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan kepada kaum Muslim bahwa perayaan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang, hukumnya haram, karena perayaan yang diadakan setiap 14 Februari banyak diisi hal yang tidak bermanfaat bahkan hal yang buruk seperti pesta mabuk-mabukan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dilihat dari perayaannya karena banyak pesta, mabuk-mabukan, sudah haram, jadi tanpa mengeluarkan fatwa secara khusus, sudah ketahuan,&#8221; kata Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Ma&#8217;ruf Amin kepada wartawan, Rabu (13/2/2008).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Saudara-saudariku Seiman… </strong></span><br />
Kalau kita sudah tahu asal muasal Valentin’s Day, masihkah kita ingin ikut serta merayakannya? Belum cukupkah bagi kita konsep kasih sayang yang telah diajarkan Rasulullah kepada kita? Atau keimanan di dada kita ini sudah menipis, digerus oleh arus globalisasi dan akulturasi budaya barat yang betentangan dengan syari’at? Sehingga kita tidak tahu lagi, mana ajaran syari’at dan mana ajakan barat yang sesat?</p>
<p style="text-align: justify;">Masihkah tersisa rasa takut adzab dalam relung hati kita? Kalau masih, maka pupuklah rasa takut tersebut dengan melaksanakan perintah syari’at Islam dan meninggalkan ajakan syetan, baik syetan jin atau syetan manusia, yang berasal dari Timur atau yang bersumber dari Barat. Cukuplah bagi kita Rasulullah sebagai teladan. Jangan mudah terbawa arus sesat, dan jangan gampang ikut-ikutan ajaran lain.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: 20pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;; font-weight: bold;"> عن ابن عمر قال : قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم- &#8220;من تشبه بقوم فهو منهم&#8221;. رواه أبو داود<br />
</span></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ibnu Umar berkata: Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Abu daud, no. 4460). Dan dalam riwayat lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Hudzaifah bin Yaman berkata: Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian menjadi orang-orang yang ikut-ikutan (tidak punya pendirian). Berprinsip, ‘Apabila orang-orang berbuat baik, maka kamipun berbuat baik. Apabila orang-orang berbauat zhalim, maka kamipun berbuat zhalim. Tapi berpegang teguhlah kalian pada pendirian. Apabila orang-orang berbuat baik, kami juga berbuat baik. Tapi jika mereka berbuat keburukan, maka janganlah menzhalimi diri (dengan ikut berbuat keburukan).” (HR. Tirmidzi, no. 1930).</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita telah tahu ternyata perayaan valentine itu bukan bagian budaya kita, dan juga bukan ajaran agama kita, lalu kenapa kita ikut merayakannya. Orang-orang Yahudi saja tidak mau merayakan hari Valentin. Seharusnya kita lebih tegas daripada mereka untuk menolak. Apalagi kalau dalam perayaan itu ada ritual syirik dan perbuatan amoral (asusila), yang menjurus pada free sex atau pergaulan bebas. Say No to Valentin&#8217;s Day.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga kita semua bisa menjaga jatidiri dan identitas kita sebagai ummat Muhammad (Rasulullah shollallohu &#8216;alaihi wa sallam), bukan ummat arus budaya yang berkembang, atau pengabdi trend yang sedang in. aamiiiiinn</p>
<p style="text-align: justify;">(Wallohu a&#8217;lam).</p>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none ; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;">
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> PR: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google pagerank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> L: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google links" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> LD: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.bing.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Bing index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Traffic: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Price: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic price" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> C: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Compete Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;"></div>
</td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"></td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"></td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/makna-perayaan-valentine.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Misi Kristen di Indonesia</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/misi-kristen-di-indonesia.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/misi-kristen-di-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 03:44:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1134</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:  Ust. Idrus Abidin, Lc. MA. 
 (Dosen PSI Al-Manar)


PENDAHULUAN
Pada dasarnya setiap komunitas memiliki keinginan kuat untuk memperbanyak jumlah keanggotaan dan pengikut selama keberadaannya dalam kancah kehidupan. Keinginan ini sebetulnya merupakan insting yang tertanam pada kedalaman jiwa masing-masing individu, mengigat bahwa manusia memang merupakan mahluk dengan naluri sosial yang tinggi. Jumlah yang banyak merupakan bagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:  <a href="http://www.almanar.co.id/asatidza/idrus-abidin" target="_blank">Ust. Idrus Abidin, Lc. MA. </a></p>
<p style="text-align: justify;"><em> (Dosen PSI Al-Manar)<br />
</em></p>
<hr />
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>PENDAHULUAN</strong></span><br />
Pada dasarnya setiap komunitas memiliki keinginan kuat untuk memperbanyak jumlah keanggotaan dan pengikut selama keberadaannya dalam kancah kehidupan. Keinginan ini sebetulnya merupakan insting yang tertanam pada kedalaman jiwa masing-masing individu,<span id="more-1134"></span> mengigat bahwa manusia memang merupakan mahluk dengan naluri sosial yang tinggi. Jumlah yang banyak merupakan bagian dari wujud eksistensi dan merupakan data dan fakta tentang keberadaan dan hak-hak untuk memiliki kehidupan yang layak ditengah masyarakat manusia. Maka tak heran jika agama sebagai identitas yang melekat pada manusia juga berusaha keras untuk mengumpulkan sesama dalam ruang lingkup keyakinan dan kepercayaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Islam sendiri menganggap bahwa missi untuk mengajak orang lain menuju pintu gerbang Islam adalah merupakan perintah Tuhan yang berlandaskan semangat kitab suci. Pandangan ini berdasarkan pada asumsi bahwa Islam adalah jalan keselamatan terakhir menuju Allah swt. Hanya saja, jika dibandingkan dengan seksama, missi dalam Islam hanyalah sebatas menawarkan dan tidak memiliki hak pemaksaan dan intimidasi. Penawaran di sini sebagai bukti bahwa kebenaran yang diyakini oleh seorang Muslim telah disampaikan kepada orang lain. Out put berupa ketertarikan dan pemilihan Islam sebagai agama tidaklah menjadi target utama dalam Islam. Sementara dalam Kristen, missi tidak sekedar menawarkan ajaran Kristen kepada pihak lain, tetapi juga mengadung keharusan agar objek missi benar-benar dapat dikatakan sebagai penganut Kristen secara formal. Dengan demikian, beban di pundak missonaris lebih berat dibanding beban da’i dalam Islam. Maka tidaklah mengherankan jika missi Kristen terkadang terkesan melalui cara-cara yang tidak lazim dilakukan oleh missionaris terhadap agama-agama lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Makalah ini berusaha menelusuri missi Kristen di Indonesia dengan berusaha menjawab pertanyaan, bagaimana bentuk missi Kristen di Indonesia dan pengaruhnya terhadap kehidupan keberagamaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>KRISTENISASI</strong></span><br />
Kata kristenisasi adalah padanan kata islamisasi. Keduanya mengadung upaya-upaya sistemis untuk mengajak pihak lain, baik kalangan internal maupun eksternal untuk menganut cara hidup masing-masing agama yang dipropagandakan. Namun, dari segi istilah, kristenisasi merupakan sebuah gerakan keagamaan yang yang bernuansa politik yang muncul setelah berakhirnya perang salib dengan tujuan menyebarkan agama Nasrani kepada semua komunitas manusia yang ada di dunia ketiga secara umum dan kepada kaum Muslim secara khusus, dengan harapan dapat menegaskan kekuasaan mereka terhadap bangsa-bangsa yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Kaum Kristen biasanya merujuk sejumlah ayat dalam Bibel sebagai legitimasi kewajiban menjalankan misi Kristen kepada bangsa-nagsa non-Kristen. Kitab markus, 16 : 15 misalnya, menyerukan, “pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada segala mahluk.” Maka baik kaum Kristen Protestan maupun Katolik sama menegaskan pentingnya misi dalam agama Kristen.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang pertama kali melakukan aktifitas Kristenisasi secara resmi adalah seorang warga Jerman bernama Raimon Lull (1890 M) setelah perang salib mengalami kegagalan. Raimon telah belajar bahasa Arab dan berkunjung ke beberapa Negara Arab sambil berdiskusi dengan beberapa kalangan ulama. Pada tahun 1924, Raymond Lull berhasil menemui Paulus V. Dia mengajukan dua buku yang mencakup dua rancangan Lull untuk mengkristenkan umat Islam.Pertama, menjadikan ilmu dan sekolahan sebagai sarana kristenisasi. Kedua, kristenisasi dengan kekerasan jika tidak dapat dicapai dengan cara halus.</p>
<p style="text-align: justify;">Semenjak itulah missionaris Kristen mengarahkan perhatiannya untuk menyebarkan agama Kristen kepada negara-negara ketiga yang mayoritas beragama Islam. Aktifitas Kristenisasi ini mengalamai momentum yang cukup baik karena ketika itu negara-negara Muslim masih diliputi oleh kebodohan dan kemiskinan. Belum lagi masalah kesehatan dan kelemahan penguasa negeri Muslim dalam mengatasi problem interen mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika diperhatikan dengan seksama, sebenarnya negara-negara barat banyak mengutus missonaris ke seluruh dunia dengan alasan untuk pengembangan kehidupan kerohanian dan sebagai upaya menciptakan keselamatan dunia, sebagaimana tampak di Perancis. Perancis secara terbuka memerangi missionaris dalam konteks negaranya tetapi berusaha memanfaatkan dan melindungi missionaris yang berada di Negara lain. Demikian pula Italia yang menampakkan permusuhannya terhadap Gereja tetapi memperkuat politik imprealisme mereka dengan bantuan para missionaris. Bahkan banyak kalangan militer di Inggris yang menasehati negaranya untuk mengutus missonaris ke seluruh dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam aktifitas ini, missionaris sangat menyadari bahwa kaum Muslim memiliki keteguhan yang tinggi dalam memegang keyakinan yang mereka anut. Dengan demikian beragam kedala mereka temui di lapangan. Dengan adanya kenyataan demikian, upaya dan segala yang dimiliki berupa kekuatan rohani dan jasmani mereka persiapakan untuk melancarkan aktifitas ini. Hal ini tampak dalam upaya missionaris untuk menaklukkan Indonesia dan Negara-negara Afrika.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>SEJARAH KRISTENISASI DI INDONESIA</strong></span><br />
Berdasarkan kutipan Lukman al-Hakim dari buku Sejarah Gereja Katolik di Indonesia, permulaan perkembangan agama Kristen di Indonesia sebagaimana ditunjukkan oleh Y Bakker terjadi pada pertengahan abad ke-7 dengan didirikannya episkopat Syria di Sumatra. Tetapi hasil krsitenisasi mulai tampak sejak dilakukannya secara gencar oleh orang-orang Portugis, terutama di Maluku pada abad ke-16.   Setelah itu, Organisasi dagang Belanda (VOC) yang didirikan pada tanggal 1602 memang tidak memiliki nuansa politik yang berusaha menciderai Islam. Namun ketika diminta untuk menyebarkan nilai-nilai Kristen di tanah jajahan, maka tidak ada cara lain kecuali mengikuti cara yang telah diperaktekkan oleh Portugis sebelumnya berupa pemaksaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai perwujudannya, sebagaimana dituturkan oleh Aqib Suminto dalam Politik Islam Hindia Belanda, pada tahun 1661 VOC melarang umat Islam melaksanakan ibadah haji. Kebijakan ini merupakan realisasi anjuran Bogart, seorang Katolik ekstrim di parlemen Belanda. Dalam asumsi Bogart, para jemaah haji tersebut sangat berbahaya secara politis. Karena itu, melarang perjalanan ibadah haji jauh lebih baik ketimbang menembak mati para haji itu. C. Guillot dalam Kiai Sadrach: Riwayat Kristenisasi di Jawa menuturkan bahwa pada awalnya pusat penyebaran Kristen adalah Maluku. Banyak orang Maluku yang menjadi tentara yang kemudian dikirim ke kawasan-kawasan utama militer Belanda di Jawa, seperti Batavia, Semarang, dan Surabaya. Mereka itulah yang pertama kali membentuk jemaah Kristen pribumi.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan  di atas, terdapat  analisa lain yang menganggap bahwa orang Kristen pertama yang sampai ke Nusantara  adalah pada abad 12 masehi. Yang mana, ia singgah di Sumatra Utara. Setelah itu missionaris yang bernama Fransiskan Ordorikus menyusul dan berusaha mengelilingi pulau Sumatra dan Pulau Jawa. Kemudian datang setelahnya missionaris Katolik yang sangat mashur yang bernama Fransiskus Oksafiarus pada tahun 1546 masehi. Ia memulai missinya di Ambon kemudian memperluasnya hingga mencakup Maluku Utara. Kemudian setelahnya datanglah orang-orang Belanda yang beragama Protestan ke pulau ini dan berusah menyaingi penganut Katolik. Namun kemudian perkembangan agama Protestan banyak terjadi di Nusa Tenggara Timur. Hal ini terjadi pada abad ke-17 hingga abad ke-18 masehi. Pada tahun 1904 M tibalah Fan Leis ke Yogyakarta dan berusaha mendirikan sekolah Kanisius yang berpusat di da’erah Muntilan dan Mendut.</p>
<p style="text-align: justify;">Keterkaitan antara kolonialisme dengan kristenisasi sebetulnya sangat sulit untuk dinafikan. Namun demikian tokoh-tokoh Kristen di Indonesia seperti TB Simatupang biasanya tidak setuju tentang adanya keterkaitan tersebut. Mereka menganggap bahwa misionaris sema sekali tidak terkait dengan ambisi duniawi para kolonialis. Penyebaran Kristen lebih disebabkan oleh kuasa Alkitab dan bukan semata-mata disebabkan oleh orang-orang Kristen. Namun anggapan semcam itu sulit diterima mengingat fakta-fakta sejarah bantuan dan sikap politik kaum kolonialis terhadap misi Kristen sangatlah nyata.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah Indonesia Merdeka, Indonesia menjadi sasaran misi Kristen dari segenap penjuru dunia. Beragam media digunakan seperti film, kaset, buku-buku, kapal-kapal penginjil yang mengitari pantai-pantai dan kepulauan seperti Lombok, Sumbawa, Sulawesi dan Kalimantan. Di daerah luar Jawa seperti NTT dan Kalimantan misi Kristen telah memiliki pemancar radio dan pesawat terbang cesna. Bahkan pada wilayah-wilayah tertentu , mereka mendirikan landasan pesawat khusus dengan izin dari Depertemen Perhubungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah sehingga agama Kristen berkembang di Indonesia terutama pada momen jatuhnya Sukarno pada peristiwa pemberontkan G 30 S PKI pada tahun 1965. Orang-orang Kristen memanpaatkan kesempatan ini dengan memasukkan para tawanan komunis ke dalam agama Kristen dengan beralasan bahwa para pelaku penyembelihan adalah orang-orang Islam. Sehingga mereka tidak bisa menyelamatkan diri kecuali dengan beralih keyakinan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>TARGET KRISTENISASI</strong></span><br />
Tujuan utama Kristenisasi sebenarnya adalah membongkar keyakinan yang dianut oleh kaum Muslim dan berusaha mengalihkan mereka dari sikap tegas dalam memegang keyakinan Islam sebagai pola hidup dan pola keyakinan. Jalan yang ditempuh untuk maksud tersebut berupa Kristenisasi dan penjajahan. Tetapi kemudian mendapatkan penetangan yang luar biasa dari pihak Muslim sehingga Samuel Zwemer menegaskan kepada missonaris untuk menguatkan semangat mereka dengan megatakan, “Tujuan Kristenisai di negara-negara Muslim yang ditugaskan kepada kalian oleh Negara-negara Kristen bukanlah bermaksud untuk memasukkan kaum Muslim ke dalam agama Kristen. Karena hal demikian merupakan kehormatan dan hidayah buat mereka. Tetapi tugas kalian adalah mengeluarkan mereka dari Islam sehingga mereka menjadi mahluk yang tidak memiliki hubungan dengan Tuhan dan tidak memiliki afiliasi terhadap nilai-nilai etika yang menjadi landasan utama kehidupan berbagai bangsa.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>SARANA DAN METODE KRISTENISASI</strong></span><br />
Sarana dan metode yang dijalankan missionaris di Indonesia sangatlah beragam. Di antara media dan metode yang digunakan di banyak Negara adalah :<br />
1.	Pendidikan dengan beragam bentuknya mulai dari TK hingga perguruan tinggi.<br />
2.	Seminar, ceramah dan kegiatan olah raga.<br />
3.	Penerbitan buku-buku dan pendirian percetakan modern.<br />
4.	Koran, majalah dan terbitan khusus.<br />
5.	Pendirian rumah sakit, tempat-tempat hiburan dan pondokan anak yatim.<br />
6.	Bantuan kemanusian dan hadiah, utamanya ketika terjadi bencana alam dan krisis ekonomi.<br />
7.	Gerakan politik.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengenal program Kristenisasi di Indonesia, yang pertama dilakukan adalah mengenal lembaga Kristenisasi yang memiliki peranan utama dalam memperluas cakupan missinya di Indonesia. Doulus World Mission Indonesia  adalah sebuah lembaga yang berusaha memperluas cakupan penganut Kristen kepada lebih dari 125 kelompok mayarakat terbelakang di pedalaman. Berangkat dari program ini, Doulus berusaha mendirikan sekolah tinggi bernama Sekolah Tinggi Teologi Doulus yang dijadikan sebagai sarana untuk menyiapkan sebanyak 2.500 missionaris Kristen. Berdasarkan pada program yang direncanakan, Doulus berharap dapat menyelesaikan missi ini pada tahun 2000 M.  Tetapi pada kenyataannya, masyarakat Indonesia makin terlihat bersemangat mepelajari Islam, terutama pasca jatuhnya soeharto dari tampuk kekuasaan pada tahun 1998.<br />
Berdasarkan penelitian lembaga ini, di Indonesia terdapat lebih dari 250 suku terasing yang belum tersentuh oleh Kasih Yesus dan nilai-nilai Kristen. Karena itulah, lembaga ini menyiapkan program khusus bagi masing-masing suku terasing tersebut, di antaranya :<br />
•	Proyek Yeriko 2000 untuk Jawa Barat.<br />
•	Proyek Karapan 2000 untuk Madura dan Jawa Timur secara umum.<br />
•	Proyek andalas 2000 untuk Sumatra Utara.<br />
•	Proyek Mandau 2000 untuk Kalimantan.<br />
•	Proyek Baju Bungku 2000 untuk Sulawesi Tenggara.<br />
•	Proyek Cenderawasih 2000 untuk Irian Jaya.<br />
•	Proyek Sriwijaya 2000 untuk Riau, Sumatra.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>METODOLOGI KRISTENISASI DI INDONESIA</strong></span><br />
Beragam cara yang dilakukan oleh missionaris dalam rangka menarik hati pemeluk Islam di Indonesia. Di antara metode yang digunakan dalam missi ini berdasarkan sejumlah penelusuran adalah :<br />
1.	Membagun Gereja di Lingkungan Muslim.<br />
Langkah ini merupakan cara lama yang masih dipraktekkan oleh missonaris untuk proyek Kristenisasi di Indonesia. Hanya saja resistensi yang ditampakkan oleh warga sekitar terhadap proyek pendirian Gereja menjadi masalah setiap kali hal ini dilakukan. Salah satu contoh adalah proyek pendirian Gereja terbesar di Asia Tenggara yang direncanakan oleh Jems Riyadi di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. Gereja ini dinamakan Gereja Pembaharuan Injil. Setelah bangunan Gereja mulai tampak, kelompok Muslim di Kemayoran mengadakan pertemuan khusus dan menyapakati beberapa langkah untuk menyetop pembangunan Gereja. Salah satunya adalah mengirim surat kepada Gubernur sebanyak tiga kali, tetapi hal tersebut tidak mendapatkan respon dari pemerintah setempat. Melihat sikap warga yang menolak proyek, pihak Kristen berusaha mendekati warga dengan membagikan alat perlengkapan shalat dan hewan kurban ketika tiba hari Idul Adha serta kunjungan ke beberapa pesantren. Hanya saja warga merasakan bahwa itu merupakan bentuk sogokan agar mereka tidak menolak kehadiran Gereja, sehingga cara ini tidaklah berhasil menghadang langkah warga untuk menolak pembangunan Gereja tersebut.<br />
Hal serupa juga terjadi di Depok, Jawa Barat ketika Gereja Sallom berhasil didirikan. Panitia berusaha mendatangkan jamaah dari da’erah lain untuk mengadakan acara di Gereja Sallom. Setiap minggu berbagai kegiatan ramai di adakan di Gereja sehingga beberapa warga sekitar mulai tertarik dengan kegiatan yang mereka lakukan. Keberadaan Gereja pun lambat laun mulai menimbulkan sikap antipati warga sehingga mereka melakukan sikap yang tidak baik terhadap Gereja tersebut di kemudian hari.</p>
<p style="text-align: justify;">2.	Menciderai Kehormatan Wanita Muslimah.<br />
Metode ini merupkan cara terbaru yang dilakukan oleh pihak missionaris di Indonesia. Pada awalanya cara ini ditujukan kepada putri-putri dari tokoh-tokoh keagamaan yang disegani oleh masyarakat. Sebagai contoh, seorang da’i bernama H Kasep dinodai kehormatan putrinya oleh salah seorang missionaris yang mengaku telah beragama Islam. Sehingga pada akhirnya sang gadis bunuh diri karena tidak bisa menaggung rasa malu akibat kejadian tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian berwal dari tahun 1420 H ketika seorang pemuda sering bertandan ke rumah sang gadis. Sejak itu kebersamaan keduanya makin terlihat mesra. Sang gadis beserta ayahnya tidak mengetahui kalau sang pemuda adalah seorang Kristen. Satu hari sang ayah menawarkan kepada pemuda tersebut agar hubungan dengan putrinya diresmikan melalui pernikahan. Tetapi sang pemuda mengajukan syarat agar acara pernikahan dilakukan di Gereja. Sejak saat itulah sang gadis kecewa dan hanya mengurung diri di kamar, hingga suatu ketika ia ditemukan meningal di ruang kamarnya dengan sebotol racun serangga.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tempat lain, seorang missionaris mengaku telah menjadi Muslim lalu mempersunting seorang gadis Muslimah yang berjilbab. Pada malam pertama perkawinannya, ia menugaskan salah seorang sahabatnya untuk mengambil gambar hubungan suami istri yang dilakukan pada malam itu. Setelah usia perkawinan berjalan beberapa bulan, sang suami meminta istrinya memilih antara masuk Kristen atau foto-foto hasil hubungannya pada malam pertama tersebut disebarkan ke halayak ramai. Sang istri pun tidak memiliki pilihan lain kecuali masuk Kristen demi menjaga kehormatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian serupa juga terjadi di Jakarta Timur. Seorang missionaris menikahi seorang gadis yang bernama Fatma. Setelah keduanya mendapatkan dua momongan, sang missionaris membuka kedoknya dan memaksa istrinya untuk memeluk agama Kristen. Setelah beberapa hari kejadian tersebut berlalu, sang missionaris ketahuan kedoknya. Ia ternyata salah satu alumni dari sekolah tinggi teologi yang berpusat di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.</p>
<p style="text-align: justify;">3.	Menyebarkan Narkoba.<br />
Penyebaran narkoba merupakan cara baru yang ditampilkan missionaris dalam menjaring pengikut baru. Cara ini mulai ditemukan hampir bersamaan dengan cara sebelumnya, menodai kehormatan Muslimah.  Cara ini terbilang ampuh, karena pengguna narkoba memiliki tingkat ketergantungan yang sangat besar terhadap obat-obatan yang mereka komsumsi dan berefek pada pelemahan jiwa. Sehingga pengguna dipastikan tidak bisa hidup kecuali dengan bantuan orang lain. Efek ini manarik perhatian missonaris sehingga secara tidak langsung, mereka mensuplai narkotika ke tempat nongkrong para pemuda pengangguran. Jika di masyarakat mulai muncul orang-orang yang memiliki tingkat ketergantungan obat yang tinggi, tempat-tempat rehabilitasi narkoba pun didirikan dengan berupaya menyusupkan nilai-nilai Kristen selama proses penyembuhan berlangsung. Setelah kesembuhan pasien, banyak di antara mereka yang telah menjadi pengikut Kristen.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal demikian ditemukan oleh Harian Republika di Bandung, Jawa Barat. Sekolah Tinggi Teologi Doulus berusaha melakukan missi dengan penyebaran narkotika kepada siswa yang berumur antara 15 hingga 18 tahun. Ketika terjadi ketergantunga obat, pusat-pusat rehabilitasi mental pengguna narkoba didirikan sekaligus menawarkan agama Kristen kepada para pasien.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikan pula dengan peristiwa yang dialami oleh salah seorang siswa sekolah Muhammadiyah di Semarang.  Pada awalnya ia disuguhi narkoba oleh salah seorang oknum sehingga ia menjadi pengguna. Setelah keadaannya demikian, ia diobati di salah satu rumah sakit Kristen. Beberapa hari kemudian tampilan sang siswa mulai berubah dari sebelumnya sering memakai baju koko, dengan tampilan yang lebih gaul dan dengan tanda salib di lehernya.</p>
<p style="text-align: justify;">4.	Mengkristenkan Pasien Muslim.<br />
Di antara metode ampuh yang dikembangkan oleh missionaris adalah mendirikan rumah sakit Kristen di berbagai belahan dunia Muslim. Rumah sakit seperti ini telah mencapai 213 buah pada tahun 1421 H.  pendirian rumash sakit demikian memang atas nama missi kemanusiaan, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa ia terkadang menjadi tempat terjadinya missi terselubung kepada pasien non Kristen. Betapa banyak kita dengar pasien dari kalangan ekonomi lemah direhabilitasi di rumah sakit-rumah sakit Kristen lalu dikemudian hari mereka berganti identitas keagamaan. Bahkan tidak cukup dengan pendirian rumah sakit-rumah sakit, missionaris juga berusaha membagikan brosur-brosur yang berisi ajaran ajaran Kristen serta adab-adab dalam Kristen bagi orang sakit kepada pasien Muslim.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal demikian terjadi di rumah sakit Advent di Bandung. Missionaris mengumpulkan pasien Muslim lalu mengadakan do’a bersama atas kesembuhan mereka kepada tuhan yesus. Di samping itu, mereka juga memberikan layanan gratis bagi mereka yang telah meninggal dunia keluarganya, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk membayar beban biaya rumah sakit.</p>
<p style="text-align: justify;">Cara seperti ini juga pernah dialami oleh seoraang tokoh Islam papan atas, Bapak Muhammad Natsir. Ketika menjelang kedatangan ajalnya, ia didtangi oleh missionaris dan menawarkan agama Kristen kepadanya. Padahal sang missinaris sangat mengetahui bahwa Natsir adalah seorang tokoh yang sangat kuat menentang uapaya Kristenisasi di Indonesia. Tetapi mereka berpura-pura tidak tahu dan berusaha melakukan kegiatan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">5.	Kesaksian Palsu yang Dilakukan oleh Oknum yang Mengaku Murtad dari Islam.<br />
Penomena menarik yang banyak terjadi dikalangan intelektuan non Muslim adalah ketertarikan mereka terhadap Islam yang diawali dengan rasa keingintahuan tentang makna kehidupan. Pengembaraan intelektual pun mereka lakukan dengan mencari jawaban dari berbagai agama, termasuk agama-agama abrahamaik selain Islam. Mereka menghindari Islam karena stigma media massa yang seolah telah menenmpatkan Islam sebagai agama kekerasan dan anti perempuan. Tetapi karena jawaban yang mereka temui selama pencarian tidaklah memuaskan dahaga intelektual mereka, sehingga Islam pun dilirik. Ketika mereka mulai banyak membaca literatul Islam, terutama terjemahan al-Qur’an, umumnya mereka tersadar bahwa ternyata Islam adalah jawaban dari berbagai kegelisahan yang mereka alami selama ini. Setelah mereka menemukan jawaban, pengakuan tentang proses yang mereka lalui hingga menemukan Islam mereka tulis atau umumkan kepada media Islam sehingga tidak sedikit menginspirasi non Muslim lainnya, bahkan termasuk orang Muslim sendiri untuk lebih mendalami Islam. Hal ini menimbulkan efek yang luar biasa kepada masyrakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat cara demikian banyak menarik perhatian masyarakat kaum beragama, terutama non Muslim, oknum dari pihak Kristen pun berusaha melakukan hal serupa. Sekali pun hal demikian sering kali didesain sendiri dan tidak mereperesentasikan keadaan sebenarnya. Mereka kemudian menulis kisah serupa pada beberapa majalah atau selebaran atau pada buku-buku tertentu dengan harapan dapat melakukan upaya tandingan terhadap apa yang terjadi pada intelektual non Muslim ketika memutuskan Islam sebagai pilihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Cara demikian mulai ditemukan di Indonesia pada tahun1974. Yang pertama melakukannya adalah seseorang yang bernama Kemas Abu Bakar. Pada awalnya, ia mengaku sebagai jebolan universitas Islam di Bandung dan pernah tercatat sebagai salah satu dewan juri pada penyelenggaraan MTQ tingkat Internasional. Ia berusaha menafsirkan al-qur’an berdasarkan kehendaknya semata kemudian menyebarkannya ke masyarakat dalam bentuk kaset. Tetapi setelah diadakan investigasi oleh kalangan Muslim ternyata terbukti ia melakukan kebohongan karena tidak mampu mendemonstrasikan kekmampuannya membaca al-qur’an. Karena tindakan ini ia dipenjara di Surabaya selama 8 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Jakarta pun kasus serupa ditemukan. Seseong bernama Yusuf Maulana mengaku murtad dari Islam dan masuk ke agama Kristen. Ia mengaku anak dari seorang dai terkenal, Qasim Nurseha. Karena pengakuan demikian, khotbah-khotbahnya di Gereja cepat beredar dengan menceritakan sebab-sebab ia memilih Kristen sebagai agamanya. Setelah dilakukan investigasi oleh kalangan Muslim terbukti bahwa ia bukanlah anak dari Qasim Nurseha, sebagaimana pengakuannya selama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu, kasus di Bandung dengan motif yag sama juga ditemukan. Ada seseorang mengaku saudara kandung dari Buya Hamka (Haji Abdul Karim Wadud Amrullah). Ia mengaku bernama Wili Abdul Wadud Karim Amrullah. Setelah pengakuannya tersebut, ia menjadi orang yang sangat terkenl di Bandung. Bahkan banyak dari kalangan kaum Muslim mulai terpropokasi dengan pengakuannya. Tetapi setelah investigasi dilakukan dengan seksama oleh kalangan Muslim terbukti ia hanya pembual layaknya pendahulu-pendahulunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa orang yang terhitung menyatakan diri murtad dari Islam dan beralih profesi sebagai missinaris Kristen di antaranya adalah :<br />
•	Purnama Winangun yang dijuluki sebagai haji Amos.<br />
•	Hajjah Kristina Fatimah yang disebut Tini Rustini.<br />
•	Rudi Muhammad Nurdin.<br />
•	Matius.<br />
•	Muhammad Sholihin.</p>
<p style="text-align: justify;">6.	Missi Kristen Atas Nama Bantun Kemanusiaan.<br />
Sebenarnya hal ini merupakan cara lama yang selalu digunakan oleh missonaris untuk malakukan missinya. Cara ini dianggap cocok untuk negeri-negeri Muslim mengingat kemiskinan menjadi penomena umum di banyak Negara Muslim. Jika dipetakan secara kasar, benua afrika yang nota bene banyak berpenduduk Muslim, banyak menjadi target utama cara ini. Kelaparan yang terjadi di mana-mana akibat perang yang berkanjangan menjadi lahan subur bagi missionaries untuk menjalankan aksinya. Analisa bahwa kemiskinan menjadi penyebab utama keberhasilan missi Kristen sangatlah relevan.  Apalagi jika dibuktikan dengan temuan-temuan lapangan, terutama ketika terjadi bencana alam pada level tinggi sehingga mengundang keterlibatan donor asing. Biasanya, mengalirnya dana kemanusian selalu dibarengi dengan missi sampingan yang melibatkan kepercayaan tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Cara seperti ini misalnya ditemukan di Tangerang. Yaitu sebuah pemberian beasiswa kepada 6 desa yang bertetangga dengan Lippo Karawaci, sebuah kawasan mewah di Tangerang. Sponsor utama beasiswa ini adalah Jems Riyadi, pemiliki bank Lippo. Pada ke-6 desa tersebut terdapat 26 SD dengan jumlah total siswa sebanyak kurang lebih 10.000. Semuan murid-murid tersebut diberikan beasiswa sebagai wujud bantuan kemanusiaan. Berdasarkan temuan Majalah Media Da’wah, salah satu media Islam yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan missi Kristen di Indonesi, bahwa para murid yang berada antara kelas 1 hingga kelas 3 masing-masing mendapatkan beasiswa sebesar Rp 1.179.000 per tahun.  Adapun murid-murid yang berada dalam bimbingan khusus mereka tentu mendapatkan lebih dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 1.539.000 per siswa per tahun. Hal yang tidak bisa dipungkiri adalah bahwa masyarakat miskin yang berada pad ke-6 desa tersebut merasa sangat terbantu dengan program demikian. Sekali pun, pada kenyataannya terdapat sekitar 500 lebih siswa yang aktif mengikuti berbagai kegitan di Gereja. Sementara di pihak lain, orang tua mereka tidak memiliki kemampuan untuk mencegah praktek demikian karena telah merasakan bantuan besar tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada lingkup lebih luas, terjadinya Tsunami di Aceh menjadi momen penting bagi kaum missionaries untuk melakukan aksi mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">7.	Kristenisasi Dengan Menggunakan Simbol-Simbol Islam.<br />
Metode ini merupakan cara terbaru yang dipraktekkan missonaris di Indonesia. Bahkan cara ini dilakukan secara masif dan agresif. Media yang digunakan seperti pelaksanaan ritual Kristen dengan dengan tampilan yang Islami. Misalnya perayaan natal dengan menampilkan pakaian adat betawi yang sangat kental nuansa Islamnya. Selain itu, missionaries juga melakukan penyebaran bulletin-bulletin yang mirip dengan bulletin da’wah yang memuat ayat-ayat al-qur’an disertai dengan ayat-ayat bible serta analisa yang mengunggulkan ajaran Kristen atas pandangan Islam tentang masalah-masalah tertentu. Hal lain yang juga tidak luput dari penyebaran missi denga cara ini adalah penerbitan buku-buku yang menampilkan judul-judul yang sangat bernuansa Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang Muslim banyak tertipu dengan cara-cara sperti ini, karena ketidakmampuan mereka membedakan antara Islam sebagai aksesoris dengan ritual keagamaan yang murni Kristen. Cara ini makin membingungkan masyarakat dengan adanya terjemahan bible yang berbahasa Arab dan kajian yang dilakukan di Gereja yang mirip bentuk masjid. Sementara para peserta kajian memakai pakaian layaknya seorang santri  dan para peserta membaca kitab bible berbahasa Arab layaknya orang yang sedang membaca al-qur’an dengan cara tartil.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>A.	Perayaan Natal dengan Tampilan Islami.</strong><br />
Cara seperti ini pernah dilakukan oleh pihak Kristen pada hari sabtu, 25 desember 2003. Mereka melakukan perayaan natal di Gereja ortodoks yang bernama Santovatius di Jakarta. Dalam perayaan ini mereka menampilkan peserta yang berbusana Islami mulai dari laki-laki, perempuan dan anak kecil. Bahkan acara inidissirkan secara langsung oleh salah satu televise swasta terkemuka di negeri ini dan disaksikan oleh banyak pemirsa di seluruh tanah air. Seperti yang diduga oleh pihak pelaksana sendiri, acara ini menui protes keras dari banyak pemirsa. Bahkan protes yang berbentuk ancaman dan terror sempat beredar sebagai wujud resitensi ummat Muslim di Indonesia terhadap acara-acara yang berpotensi mengancam hubungan antar ummat beragama di negeri ini.  Cara-cara demikian sebenarnya tida hanya terjadi sekali dan dua kali saja. Bahkan adanya upaya pembacaan bible berbahasa Arab dengan mengikuti metode tilawatil Qur’an dengan nada tertentu juga masuk dalam kategori ini. Belum lagi tata cara ibadah yang dipereaktekkan oleh Kristen Syria dengan meniru tata cara shalat dalam Islam. Semua fenomena tersebut merupakan metode penyebaran agama yang kurang menghargai aspek toleransi yang dibangun dalam lingkup keindonesiaan dan keragaman.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>B.	Penyebaran buku-buku Kristen yang menyerupai tampilan buku-buku Islam.</strong><br />
Para penulis beserta judul-judul yang sempat beredar di tengah masyarakat adalah sebagai berikut :<br />
1)	Karangan Purnama Winangun yang dikenal dengan nama Haji Amos.<br />
Beberapa tulisan Purnama yang ditemukan beredar di tengah masyakat adalah seperti, Upacara lbadah Haji, Ayat-ayat Al Qur&#8217;an Yang Menyelamatkan, Isa Alaihis Salam Dalam Pandangan Islam, dan Riwayat Singkat Pustaka Peninggalan Nabi Muhammad saw.<br />
2)	Karangan Danu Kholildinata yang dikenal dengan nama Amin Barkah.<br />
Kristus dan Kristen di Dalam Al-Qur&#8217;an (Al Masih Wal Masihiyun Fil<br />
Quur&#8217;an).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3)	Karangan Hamran Amri.<br />
</strong>Allah Sudah Pilihkan Saya Kasih Buat Hidup Baru Dalam Yesus Kristus, Keilahian Yesus Kristus dan Allah Tritunggal Yang Esa, Dengan Kasih Kita Jawab, Jawaban Atas Buku Bible Qur&#8217;an dan Science, Dialog Tertulis Islam-Kristen, Surat bari Mesir, Siap Sedia Menjawab Tantangan Benteng Islam, Sebuah Memori Yang Tak Terlupakan, dll.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4)	Karangan Muhammad Nurdin.</strong><br />
Ayat-Ayat Penting Di Dalam Al-Qur&#8217;an, Keselamatan Di Dalam Islam, Selamat Natal Menurut Al Qur&#8217;an, Kebenaran Yang Benar (As Shodiqul Mashduuq), Rahasia Allah Yang Paling Besar (Sirrullahil Akbar), Telah Kutemukan Rahasia Allah Yang Paling Besar, Ya Allah Ya Ruhul Qudus Aku Selamat Dunia dan Akhirat, Wahyu Tentang Neraka, Wahyu Keselamatan Allah, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5)	Terbitan yayasan pusat Kristen Nehemia.</strong><br />
Kerudung Yang Dikoyak, oleh Gulshan Ester; Seorang Gadis Kristen Mempertanggungjawabkan Imannya, oleh Nita; Apakah Al Qur&#8217;an Benar-benar Wahyu Allah, oleh Ev. J. Litik; Kebenaran Firman Allah, oleh Pdt. M. Matheus; Lima Alasan Pokok Tentang Isi Al Qur&#8217;an Yang Menyebabkan Saya Beralih Dari Islam ke Kristen, oleh Ev. J. Litik; dll.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6)	Cetakan yayasan Jalan Rahmat.</strong><br />
Sejarah Naskah Al Qur&#8217;an dan Alkitab, oleh John Gilchrist; Sulitkah Menjadi Orang Kristen, oleh Abdul Masih; Siapakah Kristus Selayaknya Menurut Anda, oleh Abdul Masih; Sudah Kutemukan, oleh Iskandar Jadeed; Benarkah Al kitab Dipalsukan, oleh Iskandar Jadeed; Injil Barnabas Suatu Kesaksian Palsu, oleh Iskandar Jadeed; Kesempurnaan Taurat dan Injil, oleh Iskandar Jadeed; Bagaimana Supaya Dosa Diampuni, oleh Iskandar Jadeed; Bagaimana Kita Berdoa, oleh Iskandar Jadeed; Kri stus Menurut Islam dan Kristen, oleh John Gilchrist, Benarkah Nabi Isa Disalib, oleh John Gilchrist; Allah Itu Esa di Dalam Tritunggal Yang Kudus, oleh Zachariah Butrus; Selidikilah, Anda Pasti Selamat, oleh Sultan Muhammad Paul.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7)	Brosur, kaset dan kaligrafi.</strong><br />
Brosur-brosur sperti: Brosur Dakwah Ukhuwah, Brosur Shirathal Mustaqim, Brosur Jalan Al Rachmat, dll. Kaligrafi dan kalender tulisan Arab yang berisikan ayat-ayat Injil tentang ketuhanan Yesus. Kaset: Kaset tilawatul Injil, Dzat dan Sirat Allah (ceramah Pendeta Kemas Abubakar Mashur Yusuf Roni), Kesaksian murtadin Muhammad Imran, Kesaksian murtadin Ikhwan Luqman, Kesaksian murtadin Pdt. Akmal Sani, Kesaksian murtadin Lies Saodah, Kesaksian murt adin Haji Ahmad Maulana yang mengaku-ngaku putera KH. Kosim Nurzeha, dll.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>PENGARUH KRISTENISASI DI INDONESIA.</strong></span><br />
Melihat penetrasi yang dilakukan oleh missonaris maka bisa dipastikan bahwa efek yang ditimbulkan dalam rangka perluasan dukungan dan pemeluk di Nusantara mengalami kenaikan secara signifikan dalam berbagai sektor kehidupan. Beberapa aspek yang hendak dipaparkan di sini adalah :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>•	Aspek Politik.</strong><br />
Aspek penting yang menjadi fokus utama missi Kristen pada banyak Negara Islam adalah aspek perpolitikan. Aspek ini menjadi penting mengingat beragam bentuk aturan lahir melalui mekanisme politik. Hal ini ditegaskan dalam sebuah hasil Muktamar Nasional Wali Gereja di Jakarta pada tahun 1976 M. Dalam hasil keputusan muktamar tersebut tercatat : Adalah merupakan kewajiban bagi kita komunitas Kristen untuk memastikan bahwa arah perpolitikan Negara tetap mengarah dan berkiblat ke Barat, terutama kepada Amerika Serikat. Kalian harus mengetahui bahwa Golkar dan pemerintahannya berkiblat ke Amerika. Inilah alasan mengapa kita mengarahkan para pengikut Kristen agar berafiliasi kepada Golkar dan berupaya untuk memenangkannya pada setiap Pemilu. Selayaknyalah para pengikut Kristen mengetahui bahwa Golkar adalah partai Kristen. Dialah yang bertanggung jawab penuh terhadap kesuksesan missi Kristen hingga batas-batas yang kita saksikan sekarang di Indonesia. Kita juga harus terus dapat memastikan bahwa media cetak Indonesia, siaran radio, dan Televisi menyiarkan tentang hal-hal yang kontroversi seputar Islam dan menyebarkan beragam fitnah terhadap barisan kaum Muslim agar mereka terpropokasi untuk melakukan pertengkaran sesama mereka. Adu dombalah, cerai beraikan, kuasai dan aturlah mereka sedemikian rupa. Itulah strategi dan taktik kita untuk dapat menundukkan kaum Muslim di Indonesia. Kita harus memanfaatkan beragam Koran dan media lainnya yang berada di bawah kendali kita untuk menyebarkan propaganda yang dapat mengoyak kesatuan kaum Muslim di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini sebanarnya sangat jelas mengingat peran politik mereka sangat kuat dalam bentangan sejarah Negara Indonesia. Salah satu peran politik kaum Kristen di Indonesia adalah masalah sila pertama dalam Pancasila. Pada awal pembentukannya, bunyi sila pertama adalah ketuhanan yang Maha Esa dengan kewajiban melaksanakan syari’at Islam bagi pemeluknya. Namun karena resistensi dari warga Indonesia bagian timur yang merupakan reperesentasi agama Kristen, penghapusan kata yang mengadung kewajiban melaksanaan syari’ah bagi pemeluk agama Islam pun dihapus. Yang menjadi masalah di sini bukanlah terkait penghapusan tersebut, tetapi terkait tentang betapa jangkaun politis kaum Kristen di Indonesia memang kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sisi lain, terelpasnya Timor Timur dari wilyah kesatuan Republik Indonesia juga berindikasi kuatnya peran politik kaum Kristen di Indonesia. Hal ini tentu tidak lepas dari peranan penting yang dimainkan oleh Uskup Belo dalam upaya penyebaran informasi subyektif tentang upaya-upaya licik ABRI untuk mengislamkan penduduk Timur Timor. Propaganda Uskup Belo tentang kondisi Kristen yang mengalami degradasi akibat upaya islamisasi yang dipelopori oleh ABRI tersebut berlangsung cukup lama. Sekali pun bukti lapangan menegaskan kondisi sebaliknya. Selama Timor Timur berada dalam wilayah NKRI pertumbuhan penduduk Kristen mengalami kenaikan secara signifikan.  Hal tersebut terbukti karena sensus penduduk pada tahun 1972 menunjukkan jumlah penganut Kristen berjumlah sekitar 187.540 jiwa dari jumlah total penduduk setempat yang mencapai 674.550 jiwa. Yakni bahwa persentase mereka pada tahun 1972 adalah 27,8 %. Lalu pada tahun 1994 jumlah penganut Kristen mencapai 722.789 jiwa dari jumlah total penduduk sekitar 783.086 jiwa. Ini berarti bahwa prosentase ummat Kristen berada pada kisaran 92,3 % sementara kaum Muslim hanya berjumlah 3,1 % saja.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>•	Aspek Kemasyarakatan.</strong><br />
Dalam aspek ini, pertumbuhan jumalah kaum Kristen di Indonesia dan terjadinya penurunan  persentase penganut agama Islam secara umum merupakan bukti nyata. Ada sebuah analisa yang menganggap bahwa hal tersebut terjadi sebagai akibat dari keberhasilan KB yang digencarkan oleh pemerintah terhadap masyarakat. Di sisi lain, menguatnya missionaries dalam menjalankan aktifitasnya juga ditengarai sebagai factor lain. Kedua alasan tersebut adalah sisi pandang yang dikemukakan oleh MUI dan sebagai temuan yang juga diperkuat oleh Deperetemen Agama.  Berdasarkan Survey Antar Sensus (Supas) yang pernah dilakukan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) pada tahun 1990 ditemukan fakta bahwa ddari 200 juta jiwa penduduk Indonesia, prosentase umat Islam mencapai 87, 3 %. Sementara ummat Kristen berjumlah 9,6 % (Portestan 6 % dan Katolik 3,6 %), Hindu 1,8 %, Budha 1% dan agama lain 0,3 %.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain hal di atas, fenomena libur Nasional  pekanan bagi semua aktifitas formal yang ditetapkan pada hari Minggu juga dianggap sebagai bagian dari pengaruh Kristen di Indonesia.  Tetapi asumsi demikian dianggap berlebihan mengingat perkembangan jumlah masjid terutama di wilyah perkantoran dan di kota-kota besar di Indonesia banyak diilhami oleh kebutuhan untuk melaksanakan ibadah shalat lima waktu dan terutama shalat jum’at di tempat kerja. Jika kemudian libur nasional dikaji ulang dan disepakati pada harui jum’at, lalu karena pertimbangan yang sama kaum Kristen di Indonesia meminta permbangunan gereja di lingkungan kerja tentu juga akan menjadi permsalahan baru. Belum lagi jika kita melihat fenomena perkembagan keislaman yang kini tumbuh dengan baik di kalangan professional perkantoran yang mengandalkan sisa-sisa waktu yang ada untuk melakukan kajian keislaman pekanan dengan mendatangkan nara sumber ahli.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi jika pada kenyataannya bahwa ummat Kristen memanfaatkan media televise dalam rangka penyampaian nilai-nilai kristiani kepada pemirsa yang baisanya dilakukan pada hari Minggu mungkin sedikit memiliki relevansi. Menginagat hari minggu sebagai hari liburan biasanya dimanfaatkan oleh banyak keluarga untuk duduk di depan tv. Tetapi sebagaimana kita saksikan setelah terjadinya reformasi, tampilnya ustadz kondang, terutama KH Gymnastiar juga mengambil bentuk yang sama. Sehingga penomena demikian sesungguhnya tidaklah bisa dipandang bias hanya karena adanya kemiripan semata.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>•	Aspek Pendidikan.</strong><br />
Salah seorang missionaries pernah berkata, sebagimana dikutip oleh Kholidi dari buku Re-Thingking Mission “sekolah-sekolah yang dikelola oleh missi Kristen di seluruh Negara haruslah memiliki tujuan  yang sama. Yag paling pokok adalah sekolah-sekolah haruslah berfungsi sebagai sarana utuk menciptakan pendeta-pendeta gereja. Sehingga materi-materi sekuler yang diambil dari buku-buku Barat dan diajarkan langsung oleh guru-guru dari Barat, harus membawa pola pemikiran Kristen.”</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>KESIMPULAN</strong></span><br />
Berdasarkan paparan di atas, kristenisasi sebagai lawan kata dari islamisasi adalah merupakan upaya untuk mengembangkan ajaran Kristen terhadap kalangan internal maupun kalangan eksternal. Dalam batasan demikian, missi Kristen dainggap tidak bermasalah karena itu merupakan perwujudan dari hak masing-masing agama untuk mengekspresikan dirinya kepada mayskarakar luas. Permasalahan terjadi ketika missi tersebut disertai dengan cara-cara yang tidak lazim, sebagaimana ditunjukkan dalam makalah, seperti pendirian gereja di kawasan yang tidak memiliki jumlah pengikut hingga jumlah tertentu, sebagimana telah disepakati bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">Cara-cara seperti menciderai kehormatan muslimah, bantuam kemanusian yang disertai missi terselubung, penyebaran narkoba, pelaksanaan ibadah Kristen dengan tampilan yang berwajah islami merupakan bagian dari tata cara yang berada di luar etika keagamaan yang disandang oleh masing-masing agama. Jika dirunut lebih jauh maka akar permaslahan sesungguhnya terkait denga toleransi adalah adanya pihak tertentu dari kalangan beragama yang melanggar kode etik penyiaran agama sehingga menimbulkan reaksi dari pihak lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan terkait dengan pengaruh missi Kristen di Indonesia maka aspek politik memiliki sisi yang kuat di tambah dengan efek yang besar terhadap aspek pendidikan dan kemasyarakatan. Wallahu a’lam.</p>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;">
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> PR: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google pagerank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> L: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google links" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> LD: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.bing.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Bing index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Traffic: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Price: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic price" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> C: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Compete Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;"></div>
</td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none ; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"></td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"></td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/misi-kristen-di-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramalan Awal Tahun</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/ramalan-awal-tahun.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/ramalan-awal-tahun.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 09:37:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1130</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:  Ust. Hasan Bishri, Lc. 
 (Dosen PSI Al-Manar dan praktisi ruqyah Klinik Ghoib


Mukaddimah
Seakan telah menjadi tradisi rutinitas di masyarakat Indonesia, praktik ramal-meramal di akhir tahun atau menjelang pergantian tahun. Berbagai media massa, baik daerah maupun nasional berlomba-lomba menyajikan menu ramalan tahunan. Tidak hanya peramal lokal yang mereka wawancarai sebagai pemateri, peramal mancanegara juga tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:  <a href="http://www.almanar.co.id/asatidza/hasan-bisri-lc" target="_blank">Ust. Hasan Bishri, Lc. </a></p>
<p style="text-align: justify;"><em> (Dosen PSI Al-Manar dan praktisi ruqyah Klinik Ghoib<br />
</em></p>
<hr />
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Mukaddimah<br />
</strong></span>Seakan telah menjadi tradisi rutinitas di masyarakat Indonesia, praktik ramal-meramal di akhir tahun atau menjelang pergantian tahun. Berbagai media massa, baik daerah maupun nasional berlomba-lomba menyajikan menu ramalan tahunan. Tidak hanya peramal lokal yang mereka wawancarai sebagai pemateri, peramal mancanegara juga tak luput dari kejaran mereka.<span id="more-1130"></span> Media elektronik lebih fulgar lagi, yaitu dengan mengahadirkan peramal langsung untuk meramal dan berdialog interaktif dengan para pemirsanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang tidak percaya begitu saja terhadap hasil ramalan, dan banyak yang percaya seratus persen akan kehebatan peramal dan akurasi ramalannya. Ada yang menganggap praktik ramal meramal sekadar iseng, tapi yang menganggap serius lebih banyak. Biasanya host atau si pembawa acara dan juga peramalnya, membuka dialog dengan pernyataan klasik: “Ini sekadar ramalan, boleh percaya dan boleh tidak percaya”. Atau: “Kami tidak bisa merubah nasib Anda, Anda sendiri yang bisa merubah nasib Anda.” Atau: “Kami hanya berusaha membantu Anda, Tuhanlah yang menentukan segalanya”. Itu hanyalah lipstik yang mengecoh orang awam.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka pikir dengan pernyataan seperti itu atau yang sejenisnya, bisa mensucikan diri mereka dan para penggila ramalan bisa bersih dari dosa, akidah tauhid yang sudah rusak bisa diperbaiki. Dan Allah tidak akan menghukum perbuatan mereka, baik si peramal, yang minta diramal atau yang percaya pada ramalan. Tidak…, sekali lagi, tidak. Praktik ramal meramal adalah perbuatan terlarang dan bisa merusak akidah kita pada Allah yang Maha Esa.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Ramalan 2010<br />
</strong></span>Tahun 2010 ini juga tak luput dari praktik ramal-meramal. Para peramal kenamaan negri ini telah menyiarkan hasil ramalan mereka. Di dunia maya misalnya, Permadi meramalkan bahwa Prabowo Subianto akan menjadi Presiden pada tahun 2010, seperti yang dirilis. Mama Lauren meramalkan di 2010 sebuah virus influenza jenis baru akan datang pada bulan Maret-April 2010 dan bakal menelan lebih banyak korban [detikHealth]. Ki Kusumo juga menyebutkan kejahatan akan meningkat. Angka kriminalitas terus merangkak naik. Korupsi, kolusi, skandal seks, hingga jual beli kasus hukum justru laris manis. Peramal Jucelino Nobrega da Luz asal Brasil, meramalkan: Temperatur beberapa negara Afrika kemungkinan besar meningkat hingga 58° Celcius, bersamaan itu terjadi kekurangan air bersih yang parah. Tanggal 15 Juni pasar saham di New York bakal runtuh, ekonomi dunia akan memasuki kondisi krisis.Suhu di Afrika bisa mencapai 58° Celcius. Peramal Vanga dari Bulgaria yang memiliki nama asli <em>Vangelia Gushterova</em>, meramalkan tahun 2010 akan terjadi perang dunia ke-3, Eropa akan musnah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Bahaya Percaya Ramalan</strong></span><br />
Percaya pada ramalan memang tidak boleh, alias haram hukumnya. Bukan boleh percaya boleh tidak. Terlepas dari apakah ramalan itu nanti terbukti atau tidak. Datang ke peramal saja tidak boleh hukumnya, baik itu datang seara langsung, menghubunginya via telephon, handphon, email atau sms. Apalagi bertanya atau konsultasi tentang nasib atau perjalanan hidup di masa mendatang, shalatnya tidak akan diterima selama 40 hari, 40 malam seperti yang ditegaskan rasulullah dalam hadits riwayat Imam Muslim dan Imam Ahmad. Lalu kalau dia membenarkan apa kata peramal dan mengikutinya, maka ia telah kufur pada al-Qur’an dan al-Hadits, seperti yang dijelaskan dalam hadits shahih riwayat Imam Ahmad.</p>
<p style="text-align: justify;">Imran bin Hushain berkata, Rasulullah bersabda, <em>“Bukan termasuk golongan kami orang yang melakukan tathayyur (meramal nasib lewat gerakan burung) atau minta dilakukan tathayyur untuk dirinya, berpraktik perdukunan atau minta bantuan dukun, berpraktik sihir atau memanfaatkan jasa mereka. Barang siapa mendatangi dukun, lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka ia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad (al-Qur’an dan al-Hadits).</em>” (HR. al-Bazzar. Imam al-Haitsami menyatakan bahwa perawinya shahih. <em>Kitab Majma’uz Zawaid</em>: 5/ 117).</p>
<p style="text-align: justify;">Abu Musa berkata, Rasulullah bersabda, “Ada tiga sosok ysng tidak akan masuk surga. Yaitu; pecandu arak (khamr), pemutus tali silaturrahim, dan orang yan percaya pada ramalan.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, al-Hakim dan dinyatakan shahih).</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin <em>rahimahullah</em>, “Yang dimaksud dengan kalimat ‘<em>Mushaddiqun bi sihri</em>’ dalam hadits tersebut, adalah orang yang percaya terhadap ramalan peramal. Karena dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa belajar ilmu perbintangan, sedikit banyaknya ia telah belajar bagian dari ilmu sihir’ (HR. Abu Daud dan dishahihkan Imam Nawawi). (<em>Kitab al-Qoulul Mufid</em>: 2/ 111).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Peramal dan Jin</span><br />
</strong>Keberadaan peramal sangat erat hubungannya dengan peran jin [syetan]. Hubungan keduanya adalah hubungan yang saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme. Peramal merasa diuntungkan dengan pasokan data atau info yang disampaikan jin, sehingga ia dapat berita yang tidak dapatkan manusia lain. Yang akhirnya tekesan kehebatannya akan hal-hal yang ghaib. Sementara jin diuntungkan dengan keberadaan peramal yang bisa jadi agen mereka untuk merusak akidah para hamba Allah. Dalam misi penyesatan dan pengrusakan akidah, syetan telah diwakili peramal dalam merealisasikan misi tersebut. Maka <em>klop</em>lah jadinya.</p>
<p style="text-align: justify;">A’isyah -<em>radhiyallahu ‘anha</em>- berkata, “Ada sekelompok orang bertanya kepada Rasulullah -<em>Shollallahu ‘alaihi wasallam</em>- tentang dukun (paramal). Beliau bersabda, “Mereka tidak ada apa-apanya”. Ada sahabat yang bertanya,”Wahai Rasulullah, mereka terkadang meramalkan sesuatu yang kemudian betul-betul terjadi? Beliau -<em>Shollallahu ‘alaihi wasallam</em>- menjawab,” Itu adalah kebenaran yang dicuri oleh jin (dari langit), lalu dibisikkan kepada wali-walinya (para peramal), tapi kebenaran itu telah dicampur dengan seratus kebohongan”. [HR. Al Bukhariy dalam Shohih-nya (5762), Muslim (2228)].</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Yang Terjadi Kehendak Allah<br />
</strong></span>Banyak orang yang percaya kepada hasil ramal-meramal akhirnya terpeleset akidahnya. Jika ramalan peramal itu terbukti atau terjadi, mereka semakin yakin akan kehebatan sang peramal dan makin percaya akan akurasi ramalannya. Mereka menganggap bahwa peristiwa itu terjadi sesuai dengan yang diramalkan. Media massa pun akan memblow-upnya secara besar-besaran, sehingga sang peramal makin terkenal. Tapi kalau ramalannya meleset, masyarakat bungkam, diam seribu bahasa. Begitu juga media massa. Paling-paling mereka berkomentar, “Namanya juga ramalan, bisa benar bisa salah, peramal kan manusia juga.” Padahal semua yang telah dikehendaki Allah, pasti akan terjadi. Meskipun tanpa diramal sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Esok Rahasia Allah</span><br />
</strong>Allah telah menegaskan, “Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dilakukan besok.” (QS. Luqman: 34).Dan dalam haditsnya, Rasulullah juga mengabarkan bahwa peramal itu tidak ada apa-apanya, sama seperti kita semua. Seandainya apa yang diramalkan itu betul-betul terjadi, itu adalah berita kebenaran yang telah dicuri jin dari langit, lalu dibisikkan ke telinga peramal atau dukun, yang sebelumnya dicampur dengan seratus kebohongan. Makanya bualan peramal banyak bohongnya daripada benarnya. Masak, kita lebih percaya omongan peramal daripada firman Allah dan hadits Rasul-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Amir bin Masruq berkata, “Aku pernah bertanya kepada Aisyah, ‘Wahai Ibuku, apakah Rasulullah pernah melihat Allah langsung? Dia menjawab, ‘Pertanyanmu itu membuat bulu kudukku merinding. Apakah kamu tidak tahu akan tiga hal. Barangsiapa yang membicarakannya berarti ia telah berdusta. (Di antaranya, red), “Siapa bilang bahwa Rasulullah mengetahui apa yang terjadi besok, maka ia telah berdusta. Lalu dia membaca ayat, “Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dilakukan besok.” (QS. Luqman: 34).” (HR. Bukhari).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Tingalkan Ramalan</span><br />
</strong>Kepada peramal, dimana pun Anda berada. Sampai kapan Anda bisa bertahan hidup dari hasil ramalan? Anda sendiri tidak rahu, kapan ajal Anda datang? Kalau Anda mengaku sebagai seorang muslim, segeralah berhenti dan bertaubat. Masih banyak profesi lain yang halal untuk menghidupi keluarga kita. Semakin banyak orang yang percaya kepada ramalan Anda, maka semakin banyak pula dosa yang Anda dapatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepada para pengguna jasa ramalan. Segeralah berhenti. Sebelum Allah mengakhiri hidup Anda, dan Allah bertanya tentang apa yang telah Anda lakukan di dunia. Jangan sepelekan dosa syirik, karena dosa itulah yang mengantarkan banyak orang ke neraka. Lantaran Allah tidak akan menampuninya. Gunakanlah HP dan pulsa yang Anda miliki untuk hal yang bermanfaat bagi dunia dan agama demi kehidupan akhirat yang abadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi yang sudah kecanduan dengan ramalan, masih ada kesempatan untuk bertaubat. Sebelum terlambat dan pintu taubat tertutup. Seberapa pun banyaknya dosa kita, Allah akan mengampuninya jika kita betul-betul bertaubat kepada-Nya. Termasuk dosa syirik. Tapi kalau kita biarkan dosa itu sampai ajal tiba, maka dosa akan menjadi tiket dan kunci pembuka pintu neraka. <em>Na’udzubillahi min dzalik.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Nasihat Ali bin Thalib<br />
</strong>Kepada para pecandu jasa ramalan, baik yang ia SMS atau via media lain, atau langsun ke peramalnya. Simaklah nasihat Ali bin Abi Thalib <em>radhiyalloohu’anhu</em>:</p>
<p style="text-align: justify;">“Wahai manusia, sesungguhnya peramal itu sama dengan tukang sihir, tukang sihir sama dengan dukun, dan dukun nasibnya sama dengan orang kafir, yaitu neraka sebagai tempatnya. Demi Allah, jika aku mendengar kamu menggunakan jasa ramalan, niscaya aku akan memenjarakanmu selamanya, dan aku boikot kebutuhanmu. Rasulullah tidak pernah memakai jasa peramal, begitu juga kami sebagai generasi setelahnya. Meskipun begitu, Allah telah memberi kemenangan kepada kami atas Kisra (Persi) dan Kaisar (Rumawi) serta negeri-negeri lain. Wahai manusia, bertawakkallah kalian kepada Allah dan percayalah akan kebesaran-Nya. Karena Dia akan mem-<em>beckup</em>-mu, sehingga kamu tidak perlu yan laini-Nya. ” (<em>Kitab al-‘Azhomah</em>: 4/ 1231, dan <em>Kitab al-‘Azhomah</em>: 4/ 1231).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Perkuat Tawakkal</span><br />
</strong>Jika kita mengaku sebagai seorang mukmin, marilah kita pupuk rasa tawakkal kita kepada Allah. karena tawakkal itu sebagai bukti iman kita yan sebenarnya, “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar sebagai orang yang beriman.” (QS. al-Maidah: 23). Semakin kuat iman seseorang, maka semakin kokoh tawakkalnya kepada Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Tawakkal kita kepada Allah tidak boleh menafikan usaha dan ikhtiar. Kita diperintahkan oleh Allah untuk berusaha untuk meraih sukses hidup dengan maksimal. Hidup harus kita rencanakan, agenda harus kita susun, langkah harus kita planning sebaik mungkin. Datang ke peramal untuk menguak tabir nasib di masa depan termasuk ikhtiar yang dilarang syariat. Karena itu bisa mencederai, bahkan menafikan tawakkal kita kepada Allah. Cepat atau lambat, sadar atau tidak. Kita akan bertawakkal kepada peramal dan hasil ramalannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jaga sikap tawakkal kita agar syetan tidak mudah menyetir dan mempermainkan hidup kita. Karena tawakkal kepada Allah secara benar akan menjadi benteng yang kokoh untuk mengahalau tipudaya syetan. “Sesungguhnya syetan itu tidak ada kekuasaanya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaan (syetan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya sebaai pemimpin dan atas orang-oran yang mempersekutukannya dengan Allah.” (QS. an-Nahl: 99-100).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Penutup</strong></span><br />
Perjalanan hidup kita telah ditentukan oleh Allah sejak kita berumur 120 hari dalam rahim ibu. Begitu juga alur perputaran dunia dan berlangsungnya kehidupan makhluk di dalamnya. Semuanya dalam aturan dan kekuasaan Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan begitu, keberadaan peramal atau hasil ramalan akan sia-sia belaka. Karena apa yang telah ditakdirkan oleh Allah akan terjadi sebagaimana kehendak-Nya. Peramal manapun dan sehebat apapun akurasi ramalannya, tidak akan bisa menghentikan alur takdir, apalagi menggantinya. Justru ramalan yang ada malah jadi bumerang bagi pikiran dan psikologi kita. Kalau buruk, jadi beban pikiran, padahal belum tentu terjadi. Kalau baik, jadi pengharapan. Jika realitanya meleset, maka ia akan stress dan tidak bisa menerima kenyataan. Ramalan memang tak ada faedahnya.</p>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none ; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;">
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> PR: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google pagerank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> L: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google links" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> LD: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.bing.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Bing index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Traffic: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Price: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic price" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> C: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Compete Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"></td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/ramalan-awal-tahun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiamat 2012, Ramalan atau Rekayasa?</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/kiamat-2012-ramalan-atau-rekayasa.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/kiamat-2012-ramalan-atau-rekayasa.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 06:14:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1124</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:  Ust. Hasan Bishri, Lc. 
 (Dosen PSI Al-Manar dan praktisi ruqyah Klinik Ghoib


Mukaddimah
Pada  bulan November 2009 seluruh dunia dihebohkan dengan issu kiamat 2012, termasuk kita yang berada di bumi Indonesia tercinta. Apalagi film Hollywood berjudul &#8216;2012&#8242; yang disutradarai Roland Emmerich telah  beredar di bioskop-bioskop seluruh dunia, sejak Jum’at 13 November 2009. Issu tersebut menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:  <a href="http://www.almanar.co.id/asatidza/hasan-bisri-lc" target="_blank">Ust. Hasan Bishri, Lc. </a></p>
<p style="text-align: justify;"><em> (Dosen PSI Al-Manar dan praktisi ruqyah Klinik Ghoib<br />
</em></p>
<hr />
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Mukaddimah<br />
</strong></span>Pada  bulan November 2009 seluruh dunia dihebohkan dengan issu kiamat 2012, termasuk kita yang berada di bumi Indonesia tercinta. Apalagi film Hollywood berjudul &#8216;2012&#8242; yang disutradarai Roland Emmerich telah  beredar di bioskop-bioskop seluruh dunia, sejak Jum’at 13 November 2009. Issu tersebut menjadi semakin nyata dan terkesan benar adanya.<span id="more-1124"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Karena hebohnya issu itu, para ilmuwan dunia berkomentar, tak terkecuali ilmuwa Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Ilmuwan Indonesia juga berkomentar, begitu juga para peramal atau paranormal. Lalu apa sikap kita seharusnya sebagai seorang mukmin. Percaya pada issu itu, atau mengabaikannya dan menganggapnya sebagai ocehan orang gila di jalanan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">2012 dan bantahan Suku Maya<br />
</span></strong>Mengapa tahun 2012? Berita yang beredar, issu itu dibangun di atas pondasi rapuh yang bernama ramalan, yaitu ramalan suku Maya. Suku yang tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian Utara Belize dan bagian Barat Honduras.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun ironisnya, suku Maya sendiri malah membantah adanya ramalan kiamat 2012. Apolinario Chile Pixtun, tetua Suku Maya mengatakan bahwa kiamat 2012 hanyalah gambaran orang-orang Barat, bukan berasal dari suku mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Simaklah pernyataan seorang pendeta suku Maya berikut, “Tidak ada konsep kiamat dalam budaya suku Maya,” kata  Jesus Gomez, ketua dari konfederasi pendeta dan pempimbing spiritual suku Maya di Guatemala, seperti yang dilansir dari The Sunday Telegraph.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Ramalan Hollywood</span><br />
</strong>Seorang ilmuwan peneliti suku Maya kuno selama 25 tahun, John Major Jenkins mengatakan,  &#8220;Suku Maya tidak pernah mengatakan bahwa kiamat akan terjadi pada 2012. Mitos kiamat itu diciptakan oleh Hollywood. Tujuannya apa lagi selain uang,&#8221; kata Jenkins, seperti dimuat laman <strong><em>Cape Cop Times</em></strong>, Kamis 12 November 2009.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, kiamat 2012 seperti yang telah difilmkan adalah hasil ramalan komersil insan film Hollywood. Bukan ramalan mistis suku Maya atau hasil peneitian ilmuwan terpercaya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">NASA Membantah</span><br />
</strong>&#8220;Tidak ada kesejajaran galaksi pada tahun 2012, atau setidaknya tidak ada yang luar biasa,&#8221; bantah David Morrison, ilmuwan senior NASA. Tidak akan ada hal buruk yang terjadi pada Bumi pada 2012. Planet Bumi sudah bertahan selama 4 miliar tahun. Para ilmuwan terpercaya mengetahui bahwa tak ada ancaman untuk bumi yang terkait &#8216;2012&#8242;.</p>
<p style="text-align: justify;">Isu kiamat berawal dari perkiraan ada sebuah planet bernama Nibiru, temuan Bangsa Sumeria, yang posisinya berhadap-hadapan dengan bumi. Bencana dahsyat sebenarnya diramalkan terjadi pada 2003, namun ternyata tidak ada apa-apa.</p>
<p style="text-align: justify;">Nibiru atau cerita lain soal planet liar adalah cerita bohong (<em>hoax</em>). Tidak ada dasar ilmiah dan faktual yang jadi dasar klaim tersebut. Jika Nibiru atau planet X itu nyata dan berhadap-hadapan dengan bumi pada 2012, para astronom seharusnya bisa melacak itu sejak lama.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Komentar Ilmuwan Indonesia</span><br />
</strong>Lalu apa komentar para ilmuwan kita? Menurut Dr. Budi Dermawan, peneliti asal Astronomi ITB, kabar tabrakan planet penyebab kiamat sudah mulai beredar sejak Zecharian Sitchin menulis buku ‘The Twelfth Planet’ di tahun 1976. Tabrakan tersebut merupakan terjemah sekaligus tafsir Sitchin atas tulisan ‘baji’ kuno bangsa Sumeria pada artefak yang telah berusia 6000 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;2012 itu sebenarnya tahun yang didapat dari tafsir atas siklus berakhirnya kalender berdasar pada penanggalan suku Maya yang tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan planet-X (istilah Nibiru di kalangan peneliti),&#8221; ujar Budi Dermawan yang berbicara pada talkshow ‘Mengungkap Fakta Ilmiah di balik isu Kiamat 2012’ di Aula Timur ITB, Jln. Ganesha 10 Bandung, Ahad (14/6).</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal menurut Budi, semenjak segolongan orang percaya akan planet Nibiru Sitchin di awal 1980an, para astronom mulai mencari kebenaran ramalannya. Namun hingga saat ini, ketika ilmuwan telah menjelajah dengan bermacam instrumen teleskop di luar angkasa yang bisa mencacah secara detail, benda langit seukuran tersebut tidak pernah tampak.</p>
<p style="text-align: justify;">Clara Y. Yatini, salah seorang pembicara dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada talkshow yang diselenggarakan Hima Astronomi ITB ini mengatakan bahwa fenomena luar angkasa yang dipediksikan akan terjadi 2011-2012 adalah datangnya siklus badai matahari. Peristiwa ini terjadi di matahari dengan kekuatan 66 juta kali bom hiroshima! Bila hal itu terjadi, akibatnya hanya akan merusak sistem telekomunikasi di bumi, satelit dan kelistrikan. Sebagai gambaran, badai Matahari 1989, -kekuatannya mampu membelokkan arah jarum kompas hingga 7 derajat dari ‘magnetic north’- menyebabkan sebagian AS dan Kanada mengalami mati listrik hingga 9 jam.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Media Picu Kehebohan</span><br />
</strong>Media massa yang menyebabkan film “2012″ terkesan menghebohkan, karena terus-menerus diliput dan dibesar-besarkan, kata pengamat film dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Firly Annisa.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jika film 2012 terkesan mendadak heboh di masyarakat, saya menilai kehebohan itu sebagai potret media massa,” katanya pada diskusi Film 2012 di Kampus Terpadu UMY Yogyakarta, Jumat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia mengatakan film 2012 memang hanya menang isu. Isu prediksi kiamat yang ditampilkan membuat banyak orang tertarik, apalagi dikaitkan dengan penghitungan ilmiah dan kecanggihan teknologi. “Padahal, kiamat itu tidak bisa diprediksi. Gempa bumi saja tidak bisa diprediksi, apalagi kiamat yang jauh lebih dahsyat,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Bisnis Dibalik Issu Kiamat</span><br />
</strong>Cirilo Perez, penasihat Presiden Guatemala, Alvaro Colom dan seorang ahli nujum terkemuka mengecam terjadinya eksploitasi komersial budaya suku Maya oleh pihak luar. &#8220;Ini semua menjadi bisnis, tanpa ada keinginan untuk mengerti,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dr. Morrison justru menuding semua itu ulah skenario pembuatan film Hollywood 2012 yang dipicu oleh maraknya iklan film tersebut di dunia maya sebelum penayangan perdananya. Walhasil, menurutnya masyarakat menjadi &#8216;kosmophobia&#8217;, perasaan takut terhadap bencana-bencana kosmo yang menimpa manusia. &#8220;Saya hanya bisa berharap masyarakat mampu membedakan mana plot film Hollywood dan mana yang realita,&#8221; tandasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan kutipan INILAH.COM dari Hollywood Reporter, tiga hari penayangan di Amerika Utara 2012 diprediksi mampu meraup U$55 juta hingga U$65 juta. Prediksi itu didapatkan melalui hasil survei sebelumnya. Kenyataannya, Film 2012 telah meraup keuntungan hingga US$230,4 juta atau setara dengan Rp2,18 triliun di seluruh dunia pada pekan pertama dipasarkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Sikap Mukmin</span><br />
</strong>Sebagai seorang mukmin, seharusnya kita tidak mudah percaya pada issu murahan, sebagai propaganda kapitalis sekuler untuk meraup keuntungan. Apalagi jika tema issu itu tentang bagian pokok dari rukun iman, yaitu kiamat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ramalan akan datangnya hari kiamat seperti ini bukan kali pertama muncul. Sebelumnya juga pernah ada, bahkan banyak versi. Tapi keseluruhannya tidak ada yang benar alias tidak terbukti. Siapapun peramal itu, dari manapun ia berasal. Jibril, malaikat yang paling dekat dengan Allah. Muhammad bin Abdillah, manusia yang paling dekat dengan Allah. Keduanya saja tidak tahu, apalagi peramal (musuh Allah dan rasul Iblis)…</p>
<p style="text-align: justify;">Allah berfirman, “Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang kiamat: “Kapan terjadinya?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu hanya pada sisi Tuhanku. Tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu, melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu ada di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 187).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari, Muslim dan yang selainnya disebutkan: Malaikat Jibril bertanya kepada Nabi Muhammad, “Kapan kiamat terjadi?” Rasulullah menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya”. Artinya Jibril yang bertanya dan Nabi Muhammad sebagai orang yang ditanya sama-sama tidak tahu kapan kiamat terjadi, karena yang mengetahui hal itu hanyalah Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, marilah kita kembali ke syari’at kita, lalu bertanya kepada diri masing-masing: “Siapa yang lebih kita percaya dalam masalah ini? Allah dan Rasul-Nya, peramal dan ramalannya, atau ilmuwan dan rekayasa teorinya. <em>Allohu a’lam”</em>.</p>
<p><strong>(Dirangkum dari berbagai sumber)</strong></p>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999; text-align: justify;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;">
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> PR: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google pagerank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> L: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google links" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> LD: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.bing.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Bing index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Traffic: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Price: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic price" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> C: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Compete Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;"></div>
</td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"></td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"></td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/kiamat-2012-ramalan-atau-rekayasa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sikap Mukmin Atas Film “Kiamat 2012”</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/sikap-mukmin-atas-film-%e2%80%9ckiamat-2012%e2%80%9d.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/sikap-mukmin-atas-film-%e2%80%9ckiamat-2012%e2%80%9d.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 04:32:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1103</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:  Ust. Hasan Bishri, Lc. 
(Dosen PSI al-Manar dan praktisi ruqyah Klinik Ghoib


Mukaddimah
Di awal bulan November 2009 ini seluruh dunia dihebohkan dengan issu kiamat 2012, termasuk kita yang berada di bumi Indonesia tercinta. Issu akan terjadinya kiamat di tahun 2012 itu begitu kuat menyeruak di media massa, menerobos sesaknya berita hot line media tentang ‘pertikaian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh:  <a href="http://www.almanar.co.id/asatidza/hasan-bisri-lc" target="_blank">Ust. Hasan Bishri, Lc. </a><em><br />
(Dosen PSI al-Manar dan praktisi ruqyah Klinik Ghoib<br />
</em></p>
<hr />
<p style="text-align: justify;"><strong>Mukaddimah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di awal bulan November 2009 ini seluruh dunia dihebohkan dengan issu kiamat 2012, termasuk kita yang berada di bumi Indonesia tercinta. Issu akan terjadinya kiamat di tahun 2012 itu begitu kuat menyeruak di media massa, menerobos sesaknya berita <em>hot line</em> media tentang <strong>‘pertikaian hukum’<span id="more-1103"></span></strong> antara KPK dan Polri yang makin seru. Apalagi film Hollywood berjudul &#8216;2012&#8242; yang disutradarai Roland Emmerich telah  beredar di bioskop-bioskop seluruh dunia, yaitu terhitung sejak Jum’at 13 November 2009.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuatnya issu itu cukup meresahkan banyak orang, sekaligus mengundang komentar beberapa pihak. Ada yang percaya, ada yang tidak percaya. Ada yang ragu, ada yang bingung. Ada yang menanggapinya serius, ada yang hanya <em>cengar-cengir</em> seraya mencibir. Para ilmuwan dunia berkomentar, tak terkecuali mereka yang tergabung dalam Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Ilmuwan Indonesia juga berkomentar, tak ketinggalan pula mereka yang selama ini menamakan diri sebagai peramal atau paranormal ikut meramaikan issu.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu apa sikap kita seharusnya sebagai seorang mukmin. Percaya pada ramalan atau teori dan analisa sebagian para ilmuwan? Atau dalam masalah ini, kita tidak boleh percaya kepada mereka? Tapi hanya percaya pada apa yang telah diajarkan agama (Islam)? Temukan jawabannya di tulisan ini, agar iman kita tak mudah digoyah oleh issu murahan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tahun 2012…?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa yang mereka pilih tahun 2012? Mereka yang percaya bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012, mendasarkan kepercayaan mereka pada kalender yang dibuat oleh suku Maya, yang ditemukan di reruntuhan di Mexico. Kebudayaan suku Maya kuno ini dikenal atas kemampuan mereka dalam ilmu matematika dan astronomi (ilmu nujum).</p>
<p style="text-align: justify;">Masyarakat Maya Kuno, mengikuti “perhitungan panjang” kalender yang mencapai 5.126 tahun. Ketika peta astronomi mereka dipindahkan ke kalender Gregorian, yang digunakan secara standar sekarang, waktu perhitungan bangsa Maya berhenti pada 21 Desember 2012.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut sebagian orang, dalam <em><strong>Metologi Bangsa Maya</strong></em>, sesuatu yang buruk bakal terjadi pada akhir kalender. Ada yang menyebut bumi diisap oleh lubang hitam dan ditabrak meteor. Juga ada yang mengatakan pada tanggal tersebut bumi akan ditabrak oleh <em>Planet Nibiru</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa kelompok dari seluruh dunia sedang berkumpul dan mulai menghitung mundur tanggal misterius yang telah dinanti-nanti ratusan tahun: 21 Desember 2012. Berbagai kelompok dari Amerika, Kanada dan Eropa, para pengikut sekte apokaliptis (kiamat) dan beberapa individu mengatakan bahwa hari tersebut adalah hari terakhir dunia ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Siapa Bangsa Maya?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bangsa Maya adalah Sekelompok masyarakat misterius yang tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras. Banyak sekali pyramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh suku Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan para Arkeolog percaya bahwa bangsa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi buku-buku mereka di perpustakaan Maya semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol ketika menyerang sesudah tahun 1517.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bualan Peramal</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di samping telah terbitnya beberapa buku yang meramalkan bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012, peran informasi via dunia maya (internet) atau  jejaring pertemanan (facebook) juga sangat besar untuk membuat issu kiamat 2012 makin kuat, seakan-akan pasti akan terjadi seperti yang diramalkan. Apalagi telah beredar film yang memvisualisasikan materi ramalan tersebut, issu kiamat jadi makin nyata di depan mata.</p>
<p style="text-align: justify;">Ramalan bangsa Maya (juga suku Hopi, Mesir Kuno, dan beberapa suku kuno lainnya) di dalam kalendernya dengan detil mengungkapkan jika tahun 2012 merupakan akhir sekaligus awal zaman baru. Bagaikan kelahiran seorang anak manusia, maka kelahiran zaman baru ini akan dipenuhi dengan darah.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang tokoh spiritual Yahudi dunia bernama Titzchak Qadduri, jauh-jauh hari sudah menyerukan kaum Yahudi agar sesegera mungkin meninggalkan daratan Amerika Serikat. Karena menurut perhitungannya, sebuah komet atau asteroid raksasa tengah meluncur di alam semesta dan mengarah serta akan menumbuk menuju daratan Amerika.</p>
<p style="text-align: justify;">Peramal Indonesia tak mau ketinggalan. Mama Lauren, peramal yang sering dijadikan rujukan selebritis negeri ini menjelaskan gambaran tentang apa yang akan terjadi di akhir 2012: “Kerusakan alam akibat gempa bumi yang maha dahsyat, dan adanya tabrakan benda angkasa meteor super besar! Yang cukup menakutkan adalah kemungkinan timbulnya kerusakan total setelah tubrukan yang berkuatan jutaan kali bom atom Hiroshima Nagasaki, dan Bumi bagaikan sebuah pipa yang berlubang di tengahnya. Mengerikan…!” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ocehan Ilmuwan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Buku teranyar yang mengulas tentang <strong>Hari Kiamat 2012 </strong>adalah karya <em>Lawrence E.Joseph</em> yang berjudul “<em>Apocalypse 2012 : A Scientific Invertigation into Civilization’s End</em> ” . Buku yang diterbitkan tahun 2007 dan juga telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul ” <em><strong>Hari Kiamat 20012 : Investigasi Akhir Zaman</strong></em> “</p>
<p style="text-align: justify;">Lawrence E.Joseph dalam bukunya menakut-nakuti dengan data-data sensasional seperti retaknya medan magnet yang melindungi bumi dari radiasi berbahaya dan rekahan itu terjadi di atas lautan antara Brazil dan Afrika Selatan yang terbentang sepanjang 160 ribu kilometer yang dikenal sebagai <em>anomali Atlantik Selatan</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis berdarah Lebanon yang menjabat sebagai Ketua Dewan Direksi Aerospace Consulting Corporation di New Mexico ini memaparkan dengan sangat jelas dan juga dianggap ilmiah tentang kemungkinan terjadinya bencana alam di tahun tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Bencana itu antara lain: siklus aktivitas matahari yang memuncak di tahun 2012 yang menyebabkan panas yang luar biasa di bumi, terlebih atmosfer kita sudah mengalami penipisan dan bolong di beberapa bagian sehingga selain memanaskan bumi dengan radikal juga melelehkan es di kutub dan juga menimbulkan badai serta topan yang dahsyat. Inilah ocehan murahan yang kebenarannya telah dibantah oleh ilmuwan ahli lainnya.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>NASA Membantah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tidak ada kesejajaran galaksi pada tahun 2012, atau setidaknya tidak ada yang luar biasa,&#8221; bantah David Morrison, ilmuwan senior NASA. Tidak akan ada hal buruk yang terjadi pada Bumi pada 2012. Planet Bumi sudah bertahan selama 4 miliar tahun. Para ilmuwan terpercaya mengetahui bahwa tak ada ancaman untuk bumi yang terkait &#8216;2012&#8242;.</p>
<p style="text-align: justify;">Isu kiamat berawal dari perkiraan ada sebuah planet bernama Nibiru, temuan Bangsa Sumeria, yang posisinya berhadap-hadapan dengan bumi. Bencana dahsyat sebenarnya diramalkan terjadi pada 2003, namun tak ada apa-apa yang terjadi sesuai ramalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dua ramalan itu terkait dengan satu putaran kalender milik Bangsa Maya dan adanya badai matahari (<em>winter soltice</em>) di tahun 2012. Dua hal itu  yang melatarbelakangi adanya issu kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012. <em>Yah</em>, sama halnya dengan kalender yang Anda pasang di dapur, waktunya tak akan berhenti sampai tanggal 31 Desember.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang 21 Desember 2012 adalah akhir dari periode panjang kalender Maya. Tapi seperti halnya kalender Masehi yang dimulai tiap 1 Januari. Periode kalender Maya juga akan dimulai lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Nibiru atau cerita lain soal planet liar adalah cerita bohong (<em>hoax</em>). Tidak ada dasar ilmiah dan faktual yang jadi dasar klaim tersebut. Jika Nibiru atau planet X itu nyata dan berhadap-hadapan dengan bumi pada 2012, para astronom seharusnya bisa melacak itu sejak lama.</p>
<p style="text-align: justify;">Planet itu seharusnya juga bisa kita lihat sekarang dengan mata telanjang. Kenyataannya, tidak. Planet Eris memang nyata, tapi itu adalah planet kerdil, sekecil Pluto yang masih berada di luar sistem tata surya kita. Perkiraan jarak terdekat planet itu dengan bumi adalah 4 miliar mil.</p>
<p style="text-align: justify;">Para ahli menertawakan hal ini. “Ramalan itu benar-benar tidak ada dasarnya sama sekali, apalagi di kebudayaan Maya yang kita kenal,” kata Stephen Houston, profesor antropologi di Brown University, yang adalah juga ahli tulisan hieroglif  Maya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Penggambaran bangsa Maya tidak pernah menyebut-nyebut hal ini.” katanya. Bangsa Maya melihat bahwa tanggal tersebut adalah tanggal kalender mereka, tapi kemudian mengulang kalender mereka kembali tanpa adanya bencana sama sekali.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bangsa Maya Bantah Ramalan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Meski prediksi kiamat 2012 mengatasnamakan ramalan Suku Maya, tapi baru-baru ini Apolinario Chile Pixtun, tetua Suku Maya justru menampik atau membantah hal itu. Ia mengatakan hal tersebut hanya gambaran orang-orang Barat dan bukan berasal dari suku mereka. Bahkan jika sukunya ditanyakan apakah mengerti benar hal tersebut, mereka justru tidak mengetahuinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Keraguan ini diperkuat dengan data pada <em>stone tablet</em> (tablet batu), yang menjadi dasar argumentasi kiamat, tidak terbaca semua karena ada bagian yang terlewatkan. Hal serupa juga dikatakan David Stuart, seorang peneliti Suku Maya dari Universitas Texas, Amerika Serikat. Baginya, ramalan kiamat 2012 tak berdasar. &#8220;Suku Maya tidak hendak mengatakan dunia akan berakhir, namun sekadar merekam ulang tahun penciptaan,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang ilmuwan yang mempelajari Bangsa Maya kuno selama 25 tahun, John Major Jenkins memberi pencerahan kepada kita semua. Dunia ini, katanya,  tidak akan berakhir pada 2012.  Sebab, &#8221; Bangsa Maya tidak pernah mengatakan bahwa kiamat akan terjadi pada 2012. Mitos kiamat diciptakan oleh Hollywood. Tujuannya apa lagi selain uang,&#8221; kata Jenkins, seperti dimuat laman <strong><em>Cape Cop Times</em></strong>, Kamis 12 November 2009.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut sang ahli, bangsa Maya justru memiliki keyakinan terbalik dari apa yang digambarkan dalam film itu. Bukan menuju kehancuran, 2012 justru diyakini Bangsa Maya sebagai awal kebangkitan atau kelahiran kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Bangsa Maya beranggapan 2012 adalah saat kelahiran kembali, ketimbang kematian. Kelahiran kembali, seperti yang diajarkan para spiritualis kepada kita.  Anda tak akan menemukan tentang wahyu tentang apa yang akan terjadi pada 2012,&#8221; tambah dia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Komentar Ilmuwan Indonesia</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Lalu apa komentar para ilmuwan kita? Menurut Dr. Budi Dermawan, peneliti asal Astronomi ITB, kabar tabrakan planet penyebab kiamat sudah mulai beredar sejak Zecharian Sitchin menulis buku ‘The Twelfth Planet’ di tahun 1976. Tabrakan tersebut merupakan terjemah sekaligus tafsir Sitchin atas tulisan ‘baji’ kuno bangsa Sumeria pada artefak yang telah berusia 6000 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;2012 itu sebenarnya tahun yang didapat dari tafsir atas siklus berakhirnya kalender berdasar pada penanggalan suku Maya yang tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan planet-X (istilah Nibiru di kalangan peneliti),&#8221; ujar Budi Dermawan yang berbicara pada talkshow ‘Mengungkap Fakta Ilmiah di balik isu Kiamat 2012’ di Aula Timur ITB, Jln. Ganesha 10 Bandung, Ahad (14/6).</p>
<p style="text-align: justify;">Secara ilmiah, tafsiran mistis Sitchin yang lebih banyak mirip film fantasi tidak bisa dipertanggungjawabkan. Begitu pun sistem penanggalan suku Maya yang berhenti siklus pada 21 Desember 2012, karena terbatasnya ilmu pengetahuan saat itu akan desimal.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal menurut Budi, semenjak segolongan orang percaya akan planet Nibiru Sitchin di awal 1980an, para astronom mulai mencari kebenaran ramalannya. Namun hingga saat ini, ketika ilmuwan telah menjelajah dengan bermacam instrumen teleskop di luar angkasa yang bisa mencacah secara detail, benda langit seukuran tersebut tidak pernah tampak.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Apalagi yang mengarah pada bumi dengan radius waktu tiga tahun dari sekarang,&#8221; kata Budi. Dosen satu-satunya prodi astronomi di Asia Tenggara ini menyatakan, sebuah benda bisa jadi luput dari pengamatan bila hanya berdiameter 5-10 meter. &#8220;Itu setiap hari juga masuk, tapi terbakar di atmosfer.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Clara Y. Yatini, salah seorang pembicara dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) pada talkshow yang diselenggarakan Hima Astronomi ITB ini mengatakan bahwa fenomena luar angkasa yang dipediksikan akan terjadi 2011-2012 adalah datangnya siklus badai matahari. Peristiwa ini terjadi di matahari dengan kekuatan 66 juta kali bom hiroshima!</p>
<p style="text-align: justify;">Namun bila hal itu terjadi, akibatnya di bumi hanya akan merusak sistem telekomunikasi, satelit dan kelistrikan. Sebagai gambaran, badai Matahari 1989, -kekuatannya mampu membelokkan arah jarum kompas hingga 7 derajat dari ‘magnetic north’- menyebabkan sebagian AS dan Kanada mengalami mati listrik hingga 9 jam. Dalam badai Matahari 2011-2012 (yang diperkirakan mampu membelokkan arah jarum kompas hingga 15 – 20 derajat), tentunya kerusakan itu bisa lebih luas.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah seorang anggota KPPI (Komisi Penyatuan Penanggalan Islam) Masjid Salman ITB yang juga alumnus Astronomi ITB, Ustadz Abu Yahya mengatakan bahwa urusan kiamat adalah domain agama. &#8220;Ilmu pengetahuan tidak pernah berani mengatakan pasti, hanya agama yang bisa mengatakan tanda-tandanya serta bagaimana cara menghadapinya,&#8221; ujar Abu yang skripsinya pernah dijadikan rujukan International Islamic Calender Program di Malaysia.</p>
<p style="text-align: justify;">Fenomena isu kiamat belakangan ini menurut Ustadz Abu Yahya utamanya disebabkan silaunya manusia pada teknologi modern sekaligus jiwa yang jauh dari nilai religi. &#8220;Padahal waktu pastinya, mutlak hanyalah Allah yang tahu, yang bisa kita tahu antara lain tanda-tanda besarnya saja seperti dengan datangnya Dajjal, Imam Mahdi dan turunnya Nabi Isa,&#8221; tutur Abu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bisnis Dibalik Issu Kiamat</strong></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Issu kiamat dijual. Histeria bisa diciptakan dengan mudah. Informasi yang sesungguhnya, bangsa Maya tak pernah meramalkan dunia berakhir pada 2012,&#8221; kata Jenkins, sang ilmuwan ahli sosilogi bangsa Maya kuno.</p>
<p style="text-align: justify;">Cirilo Perez, penasihat Presiden Guatemala, Alvaro Colom dan seorang ahli nujum terkemuka mengecam terjadinya eksploitasi komersial budaya suku Maya oleh pihak luar. &#8220;Ini semua menjadi bisnis, tanpa ada keinginan untuk mengerti,&#8221; katanya. &#8220;Ketika orang asing, atau bahkan saat beberapa orang Guatemala melihat, mereka berpikir lihatlah suku Maya, betapa baiknya, betapa cantiknya. Namun mereka tidak mengerti kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dr. Morrison justru menuding semua itu ulah skenario pembuatan film Hollywood 2012 yang dipicu oleh maraknya iklan film tersebut di dunia maya sebelum penayangan perdananya. Walhasil, menurutnya masyarakat menjadi &#8216;kosmophobia&#8217;, perasaan takut terhadap bencana-bencana kosmo yang menimpa manusia. &#8220;Saya hanya bisa berharap masyarakat mampu membedakan mana plot film Hollywood dan mana yang realita,&#8221; tandasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika benar bahwa misteri di balik issu <strong>“Kiamat 2012”</strong> adalah dollar (duit), maka para dalang dan provokator issu tersebut telah berhasil. Itu adalah jurus kotor marketing yang paling jitu di akhir 2009. Mengeruk keuntungan dengan menyebar kebingungan di tengah dangkalnya pengetahuan masyarakat, dan naifnya keyakinan mereka akan kebenaran sebuah ramalan. Yang lebih naïf lagi adalah yang termakan issu tersebut, lalu berbondong-bondong nonton film “2012” atau beli buku-buku yang berisi ‘kebenaran’ ramalan kiamat 2012.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanda keberhasilan dan kemenangan mereka dalam menjual issu murahan ini adalah berjubelnya masyarakat yang antri beli tiket bioskop, dan maraknya orang membeli kaset VCD-nya. Menurut berita di sebuah media massa, Jumat (13/11/2009), tiket &#8216;2012&#8242; hampir semuanya laku terjual di tiap jam pertunjukannya. Di antaranya, di Kelapa Gading, Cilandak Town Square dan Pejaten Village (Jakarta).  &#8220;Sudah full sampai malam,&#8221; ujar pihak bioskop Kelapa Gading XXI. Untuk mencegah bludaknya penonton, beberapa bioskop memutar film itu di dua studio sekaligus. Bahkan di Plaza Senayan XXI, &#8216;2012&#8242; tayang di empat studio. <em>Ruaaar biasa…!</em><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sikap mukmin</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai seorang mukmin, seharusnya kita tidak mudah percaya pada issu murahan, sebagai propaganda kapitalis sekuler untuk meraup keuntungan. Apalagi jika tema issu itu tentang bagian pokok dari rukun iman, yaitu kiamat. Karena Allah telah menegaskan dalam al-Qur’an, dan Rasulullah juga telah mengajarkan kita semua bahwa tidak ada yang tahu kapan terjadinya kiamat kecuali Allah sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Ramalan akan datangnya hari kiamat seperti ini bukan kali pertama muncul. Sebelumnya juga pernah ada, bahkan banyak versi. Tapi keseluruhannya tidak ada yang benar alias tidak terbukti. <strong>Omong kosong dan bohong besar…</strong>, itulah pernyataan yang tepat untuk kita berikan kepada para peramal terjadinya hari kiamat.  Siapapun peramal itu, dari manapun ia berasal. Jibril, malaikat yang paling dekat dengan Allah. Muhammad bin Abdillah, manusia yang paling dekat dengan Allah. Keduanya saja tidak tahu, apalagi peramal (musuh Allah dan karib Iblis)…</p>
<p style="text-align: justify;">Allah berfirman, “Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang kiamat: “Kapan terjadinya?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu hanya pada sisi Tuhanku. Tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan dating kepadamu, melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu ada di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 187).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari, Muslim dan yang selainnya disebutkan: Malaikat Jibril bertanya kepada Nabi Muhammad, “Kapan kiamat terjadi?” Rasulullah menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya”. Artinya Jibril yang bertanya dan Nabi Muhammad sebagai orang yang ditanya sama-sam tidak tahu kapan kiamat terjadi,karena yang mengetahui hal itu hanyalah Allah. <strong><em>Titik, gak ada koma atau pengecualian.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penutup</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika buku dan film tentang “Kiamat 2012” sumbernya bertumpu pada ramalan suku Maya, maka kita wajib tidak percaya. Karena suku Maya sendiri membantah ramalan itu. Dan yang harus kita garis bawahi, agama suku Maya itu bukanlah agama samawi. Jadi kemungkinan besar mereka tidak percaya pada hari kiamat, bagaimana mungkin mereka meramal datangnya kiamat?  Sebenarnya yang bodoh itu kita atau yang bikin issu murahan itu…?</p>
<p style="text-align: justify;">Simaklah pernyataan seorang pendeta suku Maya berikut, “Tidak ada konsep kiamat dalam budaya suku Maya,” kata  Jesus Gomez, ketua dari konfederasi pendeta dan pempimbing spiritual suku Maya di Guatemala, seperti yang dilansir dari The Sunday Telegraph.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika benar seperti itu, berarti membahas “Kiamat 2012” sama dengan membahas bualan yang jauh dari kebenaran. Yaitu <strong>bualan antara peramal sialan dan ilmuwan yang cari makan</strong>. Mereka makan nangkanya, kita disuruh jilatin getahnya. Gak ada manfaat, apalagi keuntungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Gak usah kita lanjutkan bahasan ini, hanya <em>nguras energy, buang waktu, ngotori pikiran, ngrusak akidah, apa untungnya…?</em> Yang jelas mereka yang untung, sedangkan kita tetap buntung. <em>Capek deh…! </em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> (Dirangkum dari berbagai sumber)</strong></p>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999; text-align: justify;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;">
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> PR: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google pagerank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> L: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google links" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> LD: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.bing.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Bing index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Traffic: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Price: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic price" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> C: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Compete Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;"></div>
</td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"></td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"></td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"></td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/sikap-mukmin-atas-film-%e2%80%9ckiamat-2012%e2%80%9d.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Jin Bisa Dilihat, Diburu, Ditangkap lalu Dibotolin?</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/apakah-jin-bisa-dilihat-diburu-ditangkap-lalu-dibotolin.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/apakah-jin-bisa-dilihat-diburu-ditangkap-lalu-dibotolin.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 07:21:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1098</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:  Ust. Hasan Bishri, Lc. 
(Dosen PSI al-Manar dan praktisi ruqyah Klinik Ghoib


Bismillah wal Hamdulillah, was sholatu was salamu ‘ala Rasulillah

Muqoddimah
Jin adalah makhluk ghoib yang diciptakan Allah dari api dan keberadaannya tersembunyi, tidak terlihat oleh mata kita (manusia). Sesuai dengan nama yang telah diberikan Allah kepadanya, yaitu Jin. Yang berasal dari kata, “Janna-Yajannu“ yang artinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh:  <a href="http://www.almanar.co.id/asatidza/hasan-bisri-lc" target="_blank">Ust. Hasan Bishri, Lc. </a><em><br />
(Dosen PSI al-Manar dan praktisi ruqyah Klinik Ghoib<br />
</em></p>
<hr />
<p style="text-align: justify;"><em>Bismillah wal Hamdulillah, was sholatu was salamu ‘ala Rasulillah<br />
</em><br />
<span style="color: #0000ff;"><strong>Muqoddimah</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Jin adalah makhluk ghoib yang diciptakan Allah dari api dan keberadaannya tersembunyi, tidak terlihat oleh mata kita (manusia). Sesuai dengan nama yang telah diberikan Allah kepadanya, yaitu Jin. Yang berasal dari kata, “Janna-Yajannu“ yang artinya menutup/ menyembunyikan. (Kamus al-Munawwir: 215)<span id="more-1098"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Allah berfirman, “Ketika malam telah menutupinya (gelap), dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: &#8220;Inilah Tuhanku&#8221;, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: &#8220;Saya tidak suka kepada yang tenggelam.” (QS. Al-An’am: 76).</p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Hanya Allah yang Tahu</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dunia jin adalah dunia ghoib, dan tidak ada yang paling mengetahui tentang karakter dan kehidupan mereka selain Allah. Muhammad sebagai manusia pilihan dan utusan mengetahui hal yang ghoib sebatas informasi yang didapatkan dari Allah melalui wahzu yang dia terima.</p>
<p style="text-align: justify;">Al-Qur‘an menegaskan, “Katakanlah: &#8220;Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghoib, kecuali Allah.&#8221; (QS. An-Naml: 65).</p>
<p style="text-align: justify;">Di ayat lain Rasulullah diperintahkan, “Katakanlah: ‘Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghoib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” (QS. An-Naml: 65).<br />
<span style="color: #0000ff;"><br />
<strong>Bukti Eksistensi Jin </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun jin itu makhluk yang tersembunyi, wujud aslinya tidak bias dilihat oleh mata, namun kita harus percaya bahwa mereka ada. Dan itu masuk bagian dari iman kepada yang ghoib. Allah telah menciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana Dia menciptakan manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah berfirman, “Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. Al-Hijr: 26-27).</p>
<p style="text-align: justify;">Allah telah berfirman, “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”(QS. Adz-Dzariyat: 56).</p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Jenis Sosok Jin</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Jin itu tidak hanya satu jenis, tapi ada banyak jenisnya. Kita bias mengetahui keberagaman mereka melalui sabda Rasulullah berikut ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Abu Tsa‘labah al-Khosyani berkata, Rasulullah bersabda, “Jin itu ada tiga jenis; Ada yang bersayap dan terbang di udara, dan ada yang berjenis ular dan kalajengking, dan ada yang menetap atau berpindah-pindah.” (HR. Thabrani dan al-Hakim dengan sanad yang shahih, dan dinyatakan shahih oleh Syekh al-Albani, lihat Kitab Shahihil Jami‘ as-Shaghir: 3/ 85).<br />
<span style="color: #0000ff;"><br />
<strong>Idiologi Jin</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Apa agama dan kezakinan jin? Meskipun tujuan diciptakan mereka untuk ibadah kepada Allah, tapi kenyataanya tidak semua jin taat dan mau menyembah Allah. Seperti halnya manusia. Agama jin juga berbeda, aliran keyakinan mereka juga berbeda-beda. Ada yang muslim, ada yang kafir. Ada yang shalih, ada yang thalih (suka bermaksiat).</p>
<p style="text-align: justify;">Allah telah berfirman, “Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang shalih, dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (QS. Al-Jin: 11).</p>
<p style="text-align: justify;">Allah berfirman, “Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api (bahan bakar) bagi neraka Jahannam.” (QS. Al-Jin: 14-15).</p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Manusia Bisa Melihat Jin?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Apakah manusia bias melihat wujud jin dalam bentuk aslinya? Mari kita tanyakan kepada Allah, karena Dialah yang paling paham akan keterbatasan jin dan manusia. Namun jika jin dalam wujud tidak aslinya, dalam penampakan alias telah berubah menjadi bentuk tertentu, maka kita bisa melihat mereka. Hanya saja sebagian hewan bias melihat jin dalam wujud aslinya, seperti yang dikabarkan Rasulullah berikut.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah berfirman, “…Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya kami telah menjadikan syetan-syetan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-A’raf: 27).</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah bersabda, “Apabila kalian mendengar ringkikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari (kejahatan) syetan. Karena ia telah melihat syetan.” (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah bersabda, “Jika kalian mendengar lolongan anjing dan ringkikan keledai di malam hari, maka berlindunglah kepada Allah. Karena mereka sedang melihat apa yang tidak kalian lihat.” (HR. Abu Daud, no. 5103).<br />
Imam Syafi’i rahimahulloh berkata, “Barangsiapa yang mengaku dirinya bisa melihat jin (dalam bentuk aslinya), maka kami tolak kesaksiannya kecuali dia seorang nabi.” (Kitab Fathul Bari: 4/ 489).</p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Jin Bisa Kita Buru?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Jin jahat (Iblis dan syetan) adalah musuh manusia. Oleh karena itu kita tidak usah disibukkan diri dengan memburu dan mengejar mereka untuk kita karantina atau kita binasakan. Kalau bisa jangan berharap bertemu dengan syetan jin. Mohonlah kepada Allah agar terhindar dari kejahatan mereka. Namun jika mereka menyerang dan mengganggu kita, maka kita harus melawan dan jangan takut, karena Allah bersama senantiasa kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (QS. Al-Anfal: 45).</p>
<p style="text-align: justify;">Allah berfirman, “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu). Karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam suatu hadits Rasulullah berpesan, “Wahai manusia, janganlah kalian berharap ketemu musuh, dan mohonlah kepada Allah perlindungan darinya. Tapi jika kalian bertemu mereka, maka bersabarlah (berteguh hati). Ketahuilah bahwa surga itu di bawah kilauan pedang.” (HR. Bukhari dari Salim).</p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Jin Bisa Ditangkap?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah tidak pernah menyuruh kita untuk berburu jin dan menangkapnya. Karena itu bukan wewenang kita. Jin itu makhluk ghoib, bagaimana kita akan menangkap hal yang ghoib. Dalam wujud aslinya, jin tidak bisa kita tangkap. Tapi jika mereka menampakkan diri atau menyerupai sesuatu, maka kita bias menangkapnya. Sebagaimana yang pernah dilakukan Abu Hurairah, Abu Ayyub al-Anshari, dan Mu’ady bin Jabal.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari, Rasulullah bercerita kepada para shahabatnya, &#8220;Sesungguhnya Ifrit dari golongan jin tadi malam telah datang kepadaku untuk mengganggu shalatku. Dan Allah memberiku kemampuan sehingga aku bisa menangkapnya. Aku berkeinginan untuk mengikatnya di salah satu tiang masjid, agar di pagi harinya kalian semua bisa melihatnya. Hanya saja saya ingat do&#8217;a saudaraku Sulaiman, &#8220;Ya Tuhanku anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki seorang juapun sesudahku. (QS. Shad: 35)&#8221; Abu Hurairah berkata, &#8220;Lalu Rasulullah melepasnya dalam keadaan hina&#8217;.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p style="text-align: justify;">Prof. Dr. M. Quraish Shihab berkata, “Apabila jin berubah bentuk, maka Anda dapat menangkap dan membunuhnya, karena pada saat seperti itu, ia tidak dapat berlepas diri dari hukum alam yang berkaitan dengan manusia. Itulah sebabnya, saat Rasulullah diganggu oleh jin yang berbentuk manusia, beliau bermaksud menangkap dan mengikatnya di tiang masjid agar dapat dilihat orang banyak.” (Buku; Yang Tersembunyi: 46-47, dan dia menukil penjelasan Syekh M. Mutawalli Sya‘rawi dalam Kitab as-Sihru wal Hasad).<br />
<span style="color: #0000ff;"><br />
<strong>Jin Bisa Dibotolin?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau secara hukum syari’at Islam, jin dalam wujud aslinya tidak bisa dilihat manusia, bagaimana kita akan memburu dan menangkap serta memasukkannya ke botol. Itu hanya bualan mereka yang terinspirasi dari kisah Aladin dan legenda lampu ajaibnya. Yang mana kisahnya, jin yang dalam lampu itu bisa dipanggil dan dimintai bantuan. Yang bisa menangkap, memenjarakan, menghukum jin hanyalah Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah bersabda, “Apabila telah datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan syetan-syetan dibelenggu.” (HR. Muttafaqun ‘alaih).</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya semalam syetan hendak menggangguku saat aku menyusuri bukit. Di antara mereka ada yang membawa obor-obor untuk membakar wajahku. Lalu malaikat Jibril mendatangiku dan menyeru, ‘Hai Muhammad, bacalah!: A‘udzu bi kalimatillahit tammati lati la yujawizuhunna barrun wa la fajir min syarri ma kholaqo wa dzaro-a wa barok&#8230;“. Ketika aku selesai membacanya, obor-obor mereka padam, dan Allah-pun mengalahkan mereka.” (HR. Ahmad).</p>
<p style="text-align: justify;">Abu Sa‘id al-Khudri berkata, “Adalah Rasulullah selalu beristi‘adzah dari kejahatan mata Jin dan kejahatan mata manusia. Ketika telah turun surat al-Mu‘awwidzatain, beliau lebih suka membaca dua surat tersebut dan meninggalkan yang lainnya.” (HR. Tirmidzi, dan dihasankannya).</p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Tujuan Jin (syetan) Menggoda manusia?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk Apa syetan mengganggu manusia? Jawabannya tidak lain tidak bukan, hanyalah ingin menyesatkan kita dari jalan yang benar, yang kelak Iblis bisa punya teman yang sebanyak-banyaknya dalam neraka Jahannam yang telah dijanjikan Allah</p>
<p style="text-align: justify;">Allah mengabarkan, “Dan syetan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa‘: 60).</p>
<p style="text-align: justify;">Di surat lain, Iblis berkata, &#8220;Demi Keagungan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya”. (QS. Shad: 82).</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya syetan telah berkata, ‘Wahai Tuhanku, demi Keagungan-Mu, aku akan terus-menerus menggoda hamba-hamba-Mu selama roh mereka berada dalam jasad mereka (masih hidup)…” (HR. Ahmad dan Hakim).<br />
<span style="color: #0000ff;"><br />
<strong>Cara Aman Melawan Syetan</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Masing-masing agama punya cara tersendiri untuk mengusir atau menghilangkan gangguan jin jahat (syetan). Namun kita sebagi ummat Islam tidak boleh memakai cara lain. Kita harus komitmen terhadap ajaran dan tuntunan Islam. Kita bangga jika menggunakan konsep sendiri, karena itulah konsep yang benar, yang lainnya salah.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah berfirman, “Dan jika kamu ditimpa suatu godaan syetan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 200).</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah bersabda, “Seorang hamba tidak bisa menjaga dirinya dari kejahatan syetan kecuali dengan dzikrulloh.” (HR. Tirmidzi, dan dinyatakan sebagai hadits hasan shahih).<br />
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya syetan akan kabur dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat al-Baqarah.” (HR. Muslim).</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya kamar kecil ini dihuni jin. Jika kalian masuk toilet, maka bacalah do’a; ‘Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan syetan laki-laki dan syetan perempuan’.” (HR. Abu Daud dan Ahmad, dari Zaid bin Arqom).</p>
<p style="text-align: justify;">Umar bin Khattab berkata, “Sesungguhnya seseorang tidak bisa berubah dari bentuk asli yang diciptakan Allah menjadi bentuk yang lain, tapi mereka punya tukang-tukang sihir seperti tukang-tukang sihir kalian. Apabila kalian melihat penampakan mereka, maka kumandangkanlah adzan.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, dan Imam Ibnu Hajar menyatakan sanadnya shahih/ Kitab Fathul Bari: 6: 344).</p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Penutup</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya yang paling paham akan karakter syetan adalah Allah sebagai Penciptanya. Yang paling tahu tentang apa saja yang membuat syetan takut, melemah, tidak betah, marah dan kabur hanyalah Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka dalam hal ini kita tidak boleh mendahulukan prasangka, kira-kira atau informasi yang tidak valid, daripada berpedoman pada nash atau dalil yang ada. Agar kita tidak terjebak dalam tipu muslihat syetan, entah itu syetan jin maupun syetan manusia. <em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Wallohu A‘lam bish Showab.</em></p>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999; text-align: justify;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;">
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> PR: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google pagerank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> L: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google links" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> LD: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.bing.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Bing index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Traffic: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Price: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic price" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> C: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Compete Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;"></div>
</td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"></td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/apakah-jin-bisa-dilihat-diburu-ditangkap-lalu-dibotolin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
