<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ALMANAR &#187; Artikel Asatidzah</title>
	<atom:link href="http://www.almanar.co.id/category/artikel-asatidzah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.almanar.co.id</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Dec 2011 02:29:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<div id='fb-root'></div>
					<script type='text/javascript'>
						window.fbAsyncInit = function()
						{
							FB.init({appId: null, status: true, cookie: true, xfbml: true});
						};
						(function()
						{
							var e = document.createElement('script'); e.async = true;
							e.src = document.location.protocol + '//connect.facebook.net/id_ID/all.js';
							document.getElementById('fb-root').appendChild(e);
						}());
					</script>	
						<item>
		<title>Mau Disayang Allah?</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/mau-disayang-allah.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/mau-disayang-allah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 02:27:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1567</guid>
		<description><![CDATA[Eksistensi kita di muka bumi saat ini adalah cerminan kasih sayang Allah, dari berjuta makhluknya, kita dipilih menjadi hambaNya yang beriman. Kita diberi kesempatan untuk menyaksikan keagungan Allah di alam semesta ini. Kita bermohon semoga diberikan kesempatan untuk memasuki surga Allah kelak. Amin ya Robbal alamin. Dari sekian makhluk yang Allah ciptakan, betapa kita jauh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Eksistensi kita di muka bumi saat ini adalah cerminan kasih sayang Allah, dari berjuta makhluknya, kita dipilih menjadi hambaNya yang beriman. Kita diberi kesempatan untuk menyaksikan keagungan Allah di alam semesta ini. Kita bermohon semoga diberikan kesempatan untuk memasuki surga Allah kelak. Amin ya Robbal alamin. Dari sekian makhluk yang Allah ciptakan, betapa kita jauh lebih sempurna. Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. [QS:At Tiin: 4]</p>
<p style="text-align: justify;">Dilengkapi dengan akal yang bisa berfikir, bisa memilih dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Diperindah dengan mata yang bisa melihat, lisan dan bibir untuk berbicara, telinga untuk mendengar. Mahabesar Allah yang telah menciptakan makhlukNya dengan sempurna.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukankah kami Telah memberikan kepadanya dua buah mata, Lidah dan dua buah bibir. Dan kami Telah menunjukkan kepadanya dua jalan. [QS: Al Balad: 8-10]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hidup sebagai ujian</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. [QS: Al Mulk: 2] Bagi mereka yang sukses disediakan surge yang luasnya seluas langit dan bumi, di dalamnya terdapat kenikmatan yang sempurna, mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar, dan belum pernah terbersit dalam hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi mereka yang gagal tempatnya adalah neraka, di dalamnya terdapat siksa yang amat pedih, api yang sangat panas, minumannya nanah yang sangat bau, dan segala macam siksa yang belum pernah terbayangkan. Allah sangat menyayangi kita dan masih memberikan kesempatan untuk memilih.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mensyukuri ni’mat Allah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bersyukur kepada Allah merupakan hal utama yang harus kita lakukan. Kesempatan hidup ini hanya sekali yang tidak boleh disia-siakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menggunakan semua anggota tubuh sesuai dengan amanah yang diembankan Allah kepada kita. Lisan banyak berdzikir, mata digunakan melihat hal-hal yang disukai Allah, telinga untuk mendengarkan ayat-ayat Allah, dan hati untuk tadabbur dan merenungkan keagungan ayat qauliyah [al Qur’an] dan alam semesta.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah sangat menyayangi kita, panca indra kita lengkap, dan bisa digunakan untuk bersyukur kepada Allah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manajemen waktu</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Aplikasi syukur nikmat haruslah dimbangi dengan manajemen waktu yang baik. Pesan Allah begitu banyak untuk memanfaatkan waktu dengan optimal. Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguhsungguh (urusan) yang lain. [QS; As Syarh: 7]</p>
<p style="text-align: justify;">Tugas dan amanah yang harus dikerjakan terkadang lebih banyak dari waktu yang kita miliki. Menentukan skala prioritas adalah tugas setiap muslim. Supaya dapat mengerjakan hal yang wajib dan juga yang sunnah. Betapa banyak orang yang gagal karena kurang cermat dalam menggunakan kesempatan. Membuat peta hidup atau jadwal aktifitas adalah gambaran yang rapi dari kehidupan seorang muslim.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelajaran ini kita dapati dari waktu-waktu yang disebutkan Allah dalam al Qur’an. Demi waktu, Demi waktu malam, Demi waktu duha, dll. Dari semua itu akan bermuara kepada optimalisasi waktu yang indah, semuanya bernilai pahala, dan tidak ada yang sia-sia.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena memang karakter orang beriman adalah meninggalkan hal yang sia-sia. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. {Al Mu’minun: 3]</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk memenej waktu dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Istiqomah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebentuk syukur kita kepada Allah adalah komitmen beribadah dengan kontinyu dan terus menerus. Kita berpacu dengan iblis dan pasukannnya, kita berpacu untuk mengendalikan hawa nafsu. Jangan sampai menjadi tentara iblis yang pasti menjadi penghuni neraka. Istiqomah mengaplikasikan peta hidup yang telah dirancang, disertai doa supaya diberikan kekuatan untuk istiqomah.</p>
<p style="text-align: justify;">Jalan panjang ujian dalam hidup harus ditempuh dengan penuh semangat. Jangan lemah dan putus asa untuk menyongsong surge Allah. Berjuang dengan giat untuk menjauhi neraka dan siksa Allah. Rasulullah Saw berpesan</p>
<p style="text-align: justify;">kepada kita untuk menguatkan keimanan dengan istiqomah. “Katakanlah, aku telah beriman kepada Allah. Kemudian beristiqomahlah”. Jalan istiqomah masih membentang di hadapan kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Menggapai Ridho Allah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Allah memilih kita dan memberikan hidayah Islam semenjak kita lahir, sungguh merupakan karunia yang sangat besar. Betapa banyak manusia yang sampai meninggal tidak mendapatkan hidayah Islam. Ada juga yang tergelincir dan murtad dari jalan Islam. Maka hanya ada satu cara yang harus kita tempuh, yaitu mencari keridhoan Allah dalam kehidupan sementara ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok yang diridhoi Allah adalah golongan Muttaqin. Ini beberapa karakternya yang dicatat Al Qur’an: Orang-orang yang takut dan bertakwa kepada Allah dalam setiap lingkup kehidupannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Meyakini dan beriman kepada yang ghaib, mendirikan sholat dalam kehidupan kesehariannya yang berimplikasi terhindarnya dari perbuatan keji dan munkar. Membayarkan zakat sebagai kewajiban harta dan juga sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">Beriman kepada kitab-kitab Allah yang diturunkan sebelum Al Qur’an, yaitu Taurat, Zabur dan Injil. Kita masih bisa menggapai Ridho Allah dan menjadikannya sebagai tujuan hidup</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengambil pelajaran dari sifat</strong> <strong>Allah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ruh yang menjadi inti jiwa kita berasal dari Allah SWT. Sejatinya kita bisa mengambil pelajaran dari beberapa sifat Allah SWT.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sifat Penyayang</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setiap kita dalam kapasitas masing-masing bisa menjadi seorang yang penyayang terhadap sesama. Dimulai dari lingkup keluarga, menyayangi orang tua, istri, anak, kakak, adik, kerabat dan saudaranya seagama. Sifat sayang ini akan melahirkan rasa cinta yang ikhlas karena Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah Saw memberikan gambaran bahwa tidak sempurna keimanan seseorang sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana halnya ia mencintai dirinya sendiri. Sebagai bukti rasa sayang, maka seorang muslim senang untuk berbagi, tidak rela melihat saudaranya kelaparan sementara dirinya kenyang. Oleh karena itu dalam hal muamalah ia lebih mendahulukan orang lain dibandingkan dirinya sendiri. Sungguh indah apa yang digambarkan Allah tentang sifat orang-orang Anshor yang lebih mendahulukan kebutuhan orang muhajirin dibandingkan diri mereka sendiri padahal sesungguhnya mereka pun membutuhkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sifat Pemaaf</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah Maha pemaaf terhadap kesalahan hambaNya. Kita sebagai orang yang tunduk kepada Allah hendaknya meniru sifat ini, kemudian diaplikasikan dalam keseharian ketika berinteraksi dengan sesama. Memaafkan orang lain yang mempunyai salah terhadap kita adalah akhlaq seorang muslim. Allah menggambarkan karakter orang bertakwa sebagai orang yang suka memaafkan manusia. Seperti halnya kita ingin dimaafkan oleh Allah, maka sudah seharusnya kita suka memaafkan orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan sampai kita menjadi penghalang bagi kebaikan orang lain yang ingin meminta maaf dari kita. Sebuah pelajaran berharga dapat kita ambil dari kisah seorang sahabat yang disebutkan oleh Rasulullah sebagai calon penghuni surga.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika diteliti ternyata tidak ada hal yang luar biasa dari ibadah ritualnya. Tetapi ternyata ada satu kebiasaan baik yang ia lakukan yaitu memaafkan orang lain sebelum ia tidur. Masih ada kesempatan untuk menjadi penyayang dan pemaaf</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Supaya Allah tetap menyayangikita</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa perbuatan yang dapat kita lakukan untuk menjadi orang yang senantiasa disayangi Allah:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rajin Berdo’a</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah menyukai orang-orang yang suka berdoa kepadaNya. Orang yang menumpahkan keluh kesahnya kepada Allah. Memohonkan solusi untuk persoalan hidupnya. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. {QS: Al Baqarah: 186]</p>
<p style="text-align: justify;">Doa yang disertai dengan ketaatan kepada perintah Allah dan dilandasi dengan keimanan yang sempurna akan menghasilkan doa yang terkabul. Dan bukan doa yang hanya sekadar permohonan lisan sementara hatinya lalai.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rajin menebar kebaikan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik. Kebaikan yang mencakup perbuatan lisan, tutur kata yang baik, tidak menyakiti orang lain, saling memberikan taushiyah dalam kesabaran dan kebenaran. Perkataan yang meneduhkan dan tidak memancing amarah orang lain. Berlandaskan kepada sabda Rasulullah Saw, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.” [HR. Muslim]</p>
<p style="text-align: justify;">Juga pergaulan yang baik dengan sesama. Menghormati dan menghargai orang lain, memuliakan tamu, tetangga dan saudara-saudaranya. Menjaga sifat toleransi dalam bermasyarakat. Menjauhi sikap egois dan sombong yang membawa kepada kondisi yang tidak harmonis dalam pergaulan hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Selagi usia masih di kandung badan, selalu ada kesempatan untuk berdoa dan berbuat baik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berhias diri dengan sifat sabar</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saat kita yakin bahwa keimanan akan mengalami ujian, maka bekal yang kita siapkan adalah sifat sabar. Allah menyukai orang-orang yang sabar. Kesabaran yang berlipat ganda.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesabaran yang ujungnya adalah kesuksesan. Ujian dunia seperti rasa cemas, takut, kekurangan harta benda dan kematian adalah hal biasa yang pasti dilalui. Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orangorang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: &#8220;Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji&#8217;uun&#8221;[QS; Al Baqarah: 155-156].</p>
<p style="text-align: justify;">Kesenangan yang kita peroleh atau penderitaan yang kita terima termasuk ujian. Jangan sampai melalaikan kita dari jalan Allah. Harta yang banyak dan anak-anak juga jangan sampai melalaikan kita dari mengingat Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita dituntut bersabar dalam beribadah kepada Allah, dalam menjauhi larangan Allah dan dalam menerima sesuatu yang kurang sesuai dengan selera kita. Sungguh, di sisi Allah ada pahala yang besar bagi mereka yang bersabar.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya Allah, Rahmati kami, sayangi kami dan</p>
<p style="text-align: justify;">berkahi hidup kami. Amin</p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/mau-disayang-allah.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/mau-disayang-allah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Dosa Dalam Kehidupan</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/pengaruh-dosa-dalam-kehidupan.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/pengaruh-dosa-dalam-kehidupan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 06:33:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1563</guid>
		<description><![CDATA[I. Mukadimah

Setiap ada pelanggaran sekecil apa pun,  pelanggaran itu pasti akan diberikan sanksi dan hukuman oleh Allah SWT. Tidak ada pelanggaran yang dilakukan manusia yang luput dari pantauan Allah dan pengawasann-Nya. Akan tetapi, hukuman yang Allah akan berikan dan timpakan kepada setiap pelanggar ketentuannya bisa dipercepat. Hal ini berarti hukumannya bisa didapatkan di dunia dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>I. Mukadimah</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Setiap ada pelanggaran sekecil apa pun,  pelanggaran itu pasti akan diberikan sanksi dan hukuman oleh Allah SWT. Tidak ada pelanggaran yang dilakukan manusia yang luput dari pantauan Allah dan pengawasann-Nya. Akan tetapi, hukuman yang Allah akan berikan dan timpakan kepada setiap pelanggar ketentuannya bisa dipercepat. Hal ini berarti hukumannya bisa didapatkan di dunia dalam bentuk yang ditentukan dan dikehendaki-Nya. Dari kebanyakan hukuman itu, ada yang ditangguhkan sampai datang hari pembalasan. Namun, pengaruh negatif dari segala bentuk dosa itu bisa dirasakan dan didapatkan oleh pelaku secara khusus, dan mungkin berimbas kepada masayarakat yang ada disekelilingnya secara umum.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>II. Pengaruh Dosa</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Segala bentuk kemaksiatan memiliki  pengaruh negatif dan berbahaya bagi hati dan jasmani,  baik di dunia maupun di akhirat. Kebanyakaan dari  pengaruh dosa itu tidak diketahui, kecuali oleh Allah SWT. Adapun pengaruh dari dosa itu adalah sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>1. Terhalang dari Cahaya Ilmu</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pelangaran atas setiap ketentuan Allah merupakan sebuah kebodohan. Ilmu adalah cahaya Allah yang disimpan di dalam hati seseorang yang dikehendaki-Nya, dan kemaksiatan bisa memadamkan cahaya ilmu.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu ketika Imam Syafi’i duduk dihadapan Imam Malik dan membacakan sesuatu kepadanya, maka Imam Malik merasa kagum dengan apa yang ia lihat dari kesempurnaan kecerdasan, kepandaian yang gemilang, dan pemahaman Imam Syafi’i atas ilmu yang paripurna. Imam Malik lalu berkata, ”Aku berkeyakinan bahwa Allah telah meletakkan cahaya di dalam hatimu, maka jangan padamkan cahaya itu dengan kegelapan kemaksiatan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun Imam Syafi’i  berkata dalam lantunan bait syairnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Aku mengadukan kekurangmantapan hapalanku kepada Imam Waki’i</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Maka, dia memberi nasehat untuk meninggalkan segala bentuk maksiat</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dan dia berkata, “Ketahuilah,  bahwasanya  ilmu adalah anugerah Ilahi</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dan anugerah Ilahi itu tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat.</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>2. Kegalauan Menyelimuti H</strong><strong>ati</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pelaku kemaksiatan akan menemukan kegalauan, ketakutan, dan kegundahan jiwa di salam hatinya. Pelaku dosa tidak akan menemukan kelezatan hati, walaupun segala bentuk keindahan dan saran hidup yang berbentuk materi dia miliki. Akan tetapi, kegundahan itu tidak akan hilang. Sebab, kelezatan hati  dan ketenangan jiwa hanya akan didapatkan oleh orang yang memiliki hati yang hidup, yang selalu disiram oleh iman dan keta’atan. Sebuah peribahasa Arab melukiskan, ”<em>Sakit karena luka tidak dirasakan oleh orang telah mati</em>”, dan  kemaksiatan merupakan sebab kematian hati seseorang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikisahkan oleh para ulama bahwa seseorang pernah mengadu kepada salah seorang dari mereka. Ia merasa dirinya menemukan kegalauan, kegundahan hidup, dan kengerian dalam hatinya. Maka, dikatakan kepadanya, “Sesungguhnya dosa–dosa telah membuat hatimu gundah gulana, maka tinggalkanlah dosa-dosa itu. Jika kamu menginginkan untuk melakukannya dan hiduplah dalam ketenangan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada dalam hidup ini yang paling menyakitkan hati, kecuali kegalauan dan  kegundahan hati yang diakibatkan oleh dosa yang menimpa pelakunya. Semoga Allah menolong kita dari hal tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>3. Ketakutan untuk Berinteraksi dengan Orang Lain</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada ketakutan yang dirasakan oleh pelaku dosa untuk melakukan hubungan dengan orang lain, terutama dengan para pelaku kebaikan dan orang-orang soleh. Seolah  ada penghalang dan jurang yang sangat dalam, yang memisahkan antara dirinya dengan orang-orang yang baik dan soleh. Ketika kekhawatiran itu semakin kuat, maka semakin jauh pula hubungan dirinya dengan mereka. Akibatnya, dia tidak akan mendapatkan manfaat dan keberkahan dan kebaikan dari mereka. Oleh karena itu, dia akan semakin dekat dengan tentara syetan (<em>hizbusysyaithan</em>) sesuai dengan kejauhan dirinya dari wali-wali Allah (<em>hizbullah</em>), dan sekaligus jauh dari Allah  Yang Maha Rahman, dikarenakan kemaksiatan yang dia lakukan. Akhirnya, dia merasa terisolasi dari kehidupan bermasayarakat terutama dengan orang-orang soleh, bahkan sampai terhadap istri, orang tua, anak, dan keluarga secara luas.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah seorang ulama soleh terdahulu mengatakan, “<em>Aku bisa melihat akibat perbuatan maksiatku  pada perilaku kendaran dan istriku.”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>4. Kesulitan dalam Setiap Urusan</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Pelaku kemaksiatan akan menemukan segala bentuk kesulitan dalam setiap urusannya. Apabila dia dihadapkan dengan sebuah urusan, maka seolah semua pintu penyelesaiannya tertutup dan terkunci rapat. Hal ini kebalikan orang yang dekat dengan Allah (orang bertaqwa), karena orang seperti itu akan selalu diberikan jalan keluar dari setiap permalasannya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>“&#8230;Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar bagi dirinya.” </em><strong>(ath-Thalaaq:  2)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Adapun barangsiapa yang mematikan ketakwaannya dan menggantikannya  dengan kemaksiatan terhadap Rabb-nya, maka Allah akan menjadikan segala urusannya sulit. Sungguh mengherankan, bagaimana kehidupan seorang hamba—yang semua pintu kebaikan dan ketakwaan tertutup rapat bagi dirinya serta seluruh jalan menujunya sulit ditempuh dan ditelusuri, tetapi dirinya tidak mengetahui penyebab semua itu. Ketahuilah, wahai hamba Allah, bahwa kemaksiatanlah penyebabnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>5. Kegelapan yang Hakiki di dalam Hati</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Pelanggaran terhadap ketentuan Allah adalah kedzaliman, dan kedzaliman adalah kegelapan bagi pelakunya. Pelaku maksiat akan merasakan kegelapan hati, sebagaimana dirinya merasakan gelap gulita di malam hari. Seorang pendosa akan menemukan kegelapan hati seperti kenyataan keseharian dikala malam tiba dengan gelap gulita yang menakutkan, sehingga dirinya tidak bisa melihat kebenaran yang semestinya dia lakukan. Cahaya ketaatan yang diperlukan untuk menempuh kehidupan sudah ditutupi oleh kelamnya kemaksiatan. Bahkan ketika kegelapan bertambah, maka bertambah pula kebingungan, dan ia akhirnya terjerumus pada <em>bid’ah,</em> kesesatan, dan  hal-hal yang membinasakan, sementara ia tidak menyadarinya. Perumpamannya seperti orang buta yang keluar sendirian dimalam hari. Kekuatan kegelapan maksiat ini bisa tampak pada sorot mata serta raut muka dan setiap orang bisa melihatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Abdullah bin Abbas ra berkata,  “Sesungguhnya kebaikan itu memberikan cahaya pada wajah pelakunya, menjadi pelita bagi hati, memberi kelapangan rizqi, membentuk kekuatan jasad, dan membuat orang-orang mencintainya. Adapun sesungguhnya kejahatan itu membuat muka carut marut, memberi kegelapan dalam hati, kelemahan pada badan, mengurangi pintu rizqi, dan membuat orang lain membencinya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>6. Memperlemah Hati dan Jasad</strong></span><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Pengaruh kemaksiatan terhadap hati merupakan hal yang sangat mudah kita temukan. Hal ini disebabkan karena  kelemahan hati itulah seseorang bisa terjerumus dan berani melanggar aturan Allah dengan melakukan kemaksiatan. Adapun bila kemaksiatan  terus menerus dilakukan, maka ia bisa mematikan hati secara keseluruhan. Artinya, hati tidak akan memiliki saluran untuk program kebaikan sedikit pun. Maksiat mempunyai  pengaruh terhadap daya tahan tubuh, dikarenakan kekuatan tubuh tertumpu pada kekuatan hati. Dikala hati memiliki kekuatan, maka tubuh secara spontan akan memiliki daya tahan yang kokoh. Inilah hati dan badan hamba-hamba Allah yang taat an soleh. Adapun orang jahat, walaupun tubuhnya kekar, pada hakekatnya dirinya adalah orang yang paling lemah dikala dihadapkan dengan kebutuhan. Cukuplah sejarah menjadi bukti kongkrit yang bisa dijadikan dalil atas hal dia atas. Betapa kuatnya Bangsa Romawi dan Persia secara fisik, namun mereka dikalahkan oleh orang-orang yang beriman yang memiliki kekuatan tubuh, terutama kekuatan hati.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>7. Menjauhkan Seseorang dari Ketaatan</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Keta’atan dan kemaksiatan adalah dua hal yang saling bersebrangan. Tidak akan terjadi perkumpulan diantara keduanya, bahkan yang akan terjadi adalah pergumulan yang saling mengalahkan. Maka, apabila seseorang terjerumus dengan kemaksiatan berarti dirinya sudah mengalahkan ketaatan. Seandainya kemaksiatan tidak memiliki hukuman—kecuali terhalangnya seseorang dari ketaatan, maka sebagai pengganti dosa itu adalah menghalangi ketaatan selanjutnya, kemudian dari ketaatan yang ketiga, dan terus seperti itu, sehingga tidak ada ketaatan lagi, kecuali terputus dan terhalang oleh kemaksiatan yang sudah dilakukannya. Dengan demikian, kemaksiatan itu akan menghalangi dari ketaatan yang demikian banyak jumlahnya, padahal setiap bentuk kebaikan yang terhalang itu memiliki pahala yang lebih baik dari dunia beserta isinya ini. Perumpamaan dosa yang menghalangi ketaatan itu persis seperti seseorang yang memakan satu hidangan  yang menimbulkan penyakit yang cukup lama, sehingga memaksa dirinya untuk tidak makan hidangan-hidangan selanjutnya, padahal kualitas hidangan itu lebih enak dan lezat dari yang ia makan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>8. Melakukan Kemaksiatan Memberikan Celah Kemaksiatan Lain. </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya segala bentuk kemaksiatan merupakan  satu proyek yang dibangun oleh iblis dengan seluruh bala tentaranya. Oleh sebab itu, melakukan satu kemaksiatan merupakan bibit unggul yang akan melahirkan kemaksiatan lainnya, sehingga apabila seseorang sudah tertawan oleh kemaksiatan, maka sulit kiranya untuk melepaskan dari genggamannya. Sebagian ulama <em>salaf </em>mengatakan, ”Sesungguhnya sebagian dari hukuman kejahatan adalah timbulnya kejahatan  lainnya.” Demikianlah seterusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini disebabkan segala bentuk ketaatan dan kemaksiatan itu laksana karakter yang sudah mendarah daging dan menempel pada setiap pelakunya. Apabila orang soleh yang taat meninggalkan ketaatan, maka dirinya akan merasa tersiksa dikarenakan hilangnya satu kesempatan untuk mendapatkan kebaikan, seolah dirinya adalah ikan yang berpisah dengan air yang merupakan tempat hidupnya. Demikian pulalah orang yang jahat, apabila dirinya tidak melaksanakan kemaksiatan, maka dadanya merasa sesak. Semua jalan kebaikan yang ada dihadapannya buntu dan tetutup, karena kemaksiatan sudah menjadi makanan dan minuman kesehariannya. Apabila seseorang terbiasa dengan kemaksiatan, maka setan akan datang memberikan bantuan, sekaligus mengangkatnya menjadi prajurit yang siap diperintah untuk menyesatkan manusia lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>9. Kemaksiatan memperpendek umur dan menghapus kebarakahannya</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Para ulama berbeda pendapat tentang pengaruh maksiat terhadap perpendekan umur pelakunya. Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan memperpendek umur adalah hilangnya kebarakahan dari umur yang Allah berikan kepadanya. Sebab, pada dasarnya umur sebagai amanat Allah apabila dipergunakan untuk melakukan pengabdian dan ketaatan, maka walaupun umurnya pendek, dia akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda seolah-olah dia hidup lebih dari itu. Sebagian lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud memperpendek umur memiliki makna yang sebenarnya, sebagaimana kemaksiatan mengurangi rezeki pelakunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagian dari mereka berpendapat bahwa yang dimaksud dengan memperpendek umur akibat maksiat adalah kematian hati. Sebab, hakikat kehidupan menurut mereka adalah kehidupan hati. Oleh sebab itu, Allah menganggap orang kafir sebagai orang mati. Setidaknya, demikian yang Allah SWT firmankan dalam surah an-Nahl ayat 21.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara keseluruhan, pendapat para ulama di atas menunjukkan bahwa seseorang yang berpaling dari Allah dan sibuk dengan kemaksiatan akan hilang hari-hari kehidupannya yang sebenarnya, dan kelak dirinya akan menyesali perilaku yang dipertontonkannya tatkala berada di dunia. Dari gambaran ekspresi penyesalan itu, Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, ‘Ya, Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?’” <strong>(al-Munaafiquun: 10)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“…dan orang kafir berkata, ‘Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.’” </em><strong>(an-Naba`: 40)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dalam ayat yang lain Allah menggambarkan ekspresi penyesalan itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dia mengatakan, ‘Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.’” </em><strong>(al-Fajr: 24)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Rahasia permasalahan ini adalah bahwasanya umur manusia selama hayatnya—dan tidak ada kehidupan melainkan untuk menghadap Allah dengan segala yang ada pada dirinya, dan merasa nikmat dengan mencintai dan mengingat-Nya, serta mendahulukan keridhaan-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">10. Kemaksiatan penyebab kehinaan pelakunya di hadapan Allah dan manusia</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berkata Al-Hasan al-Bashri, ”Mereka menghinakan Allah, maka mereka bermaksiat kepada-Nya. Seandainya mereka memuliakan-Nya, niscaya Dia akan menjaga mereka. Dan apabila seseorang menghinakan Allah dengan bermaksiat kepada-Nya, maka tidak akan ada seorang pun yang memuliakannya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>“…Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorang pun yang memuliakannya….” </em> <strong>(al-Hajj: 18)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>11. Meremehkan dosa pertanda kehancuran</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Apabila seseorang tidak henti-hentinya melakukan dosa hingga dirinya menganggap kecil dosa yang dilakukannya, maka hal tersebut merupakan tanda kehancuran dirinya oleh karena dosa, manakala dianggap kecil oleh manusia, justru semakin besar di hadapan Allah SWT. Rasulullah saw. Bersabda,</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>“Sesungguhnya, orang mukmin melihat dosa seolah-olah dia berada di bawah gunung. Dia merasa ngeri apabila gunung itu menimpanya. Adapun orang jahat melihat dosa seolah-olah lalat yang hinggap di batang hidungnya. Maka, dia mengatakan dengannya demikian hingga lalat itu terbang.” </em><strong>(HR Bukhari)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>12. Dosa membuat pelakunya dilaknat Allah dan Rasul-Nya</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Sesungguhnya, dosa memaksa pelakunya untuk masuk dalam laknat Allah dan Rasul-Nya. Allah melaknat pencuri, peminum khamar, pemberinya, pemerasnya, penjualnya, pembeli, pemakan harga, pembawanya, dan setiap pihak yang membantu terjadinya kemaksiatan khamar. Allah juga melaknat orang yang menghardik kedua orang tuanya dan pelaku dosa-dosa lainnya. Rasulullah saw. pun telah melaknat pelaku dosa seperti melaknat laki-laki yang menggunakan pakaian wanita, dan wanita yang memakai pakaian lakai-laki, pemberi suap dan yang menerima suap, serta perantara yang menimbulkan pelanggaran berupa suap-menyuap, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">13. Terhalang dari doa Rasulullah saw. dan doa para malaikat yang mulia</span> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya, Allah SWT telah memerintahkan kepada Nabi-Nya untuk memintakan ampun bagi orang mukmin laki-laki dan perempuan. Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan), ‘Ya, Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala. Ya, Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara  bapak-bapak  mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Mahaperkasa  lagi Mahabijaksana, dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang- orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar.’”</em> <strong>(al-Mukmin: 7-9)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Inilah doa para malaikat Allah bagi orang-orang mukmin yang bertobat dan mengikuti kitab-Nya dan sunnah Rasulullah, yang tidak ada petunjuk selain keduanya. Maka, orang-orang yang tidak memiliki sifat yang didoakan di atas, termasuk pelaku kemaksiatan, tidak berhak mendapatkan kebaikan doa para makhluk Allah yang mulia itu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>14. Terjadinya kehancuran di muka bumi </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Apabila skala pembangkangan semakin meluas, maka skala akibat yang akan terjadi dari pembangkangan itu pun menjadi luas. Lihatlah, betapa banyak bencana yang terjadi di darat, di laut, dan di udara. Kita pun ikut merasakan itu semua sebagai pengaruh dan akibat para pelaku kejahatan yang sudah memperluas radius kejahatannya. Oleh sebab itu, Allah SWT menjelaskan semua kehancuran yang ada di atas planet bumi ini akibat ketidakcocokan perilaku pengurusnya dengan keinginan Allah SWT. Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan  manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” </em><strong>(ar-Ruum: 41)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah saw. bersabda,</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>“Wahai, kaum Muhajirin, ada lima hal yang aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak menemukannya. Tidaklah perzinaan merajalela dalam suatu kaum sehingga mereka melakukannya dengan terang-terangan, kecuali mereka akan ditimpa oleh bermacam-macam penyakit yang belum pernah terjadi pada kaum pendahulu mereka. Dan tidak ada suatu kaum melakukan kecurangan dengan mengurangi ukuran dan timbangan, kecuali akan ditimpakan kepada mereka keadaan paceklik dan mahalnya harga kehidupan, dan akan diangkatnya pemimpin yang zalim. Dan tidaklah suatu kaum menahan kewajiban harta mereka, kecuali mereka tidak akan diberi curah hujan dari langit. Seandainya saja tidak ada binatang ternak, niscaya tidak akan ada curah hujan. Dan tidaklah mereka melanggar perjanjian dengan Allah dan Rasul-Nya, kecuali Allah akan mengirim musuh dari selain mereka dan merampas sebagian yang mereka miliki. Seandainya para pemimpin mereka tidak mau berhukum dengan apa yang diturunkan Allah di dalam kitab-Nya, kecuali Allah akan menjadikan perseteruan dan pertempuran di antara mereka sendiri.” </em><strong>(HR Ibnu Majah)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;">Itulah beberapa akibat pelanggaran yang sangat mengerikan dan menakutkan dikarenakan sifatnya luas menjangkau seluruh manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>15. Kemaksiatan memadamkan api cemburu serta menghilangkan rasa malu </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kecemburuan laksana pemanas insting bagi kehidupan seluruh badan. Cemburu adalah panasnya tubuh yang bisa menimbulkan sifat busuk dan tercela, sebagaimana menghilangkan kotoran dari emas perak dan tembaga. Adapun orang yang paling mulia dan paling tinggi keinginannya adalah orang yang paling memiliki kecemburuan terhadap dirinya dan umumnya manusia. Oleh sebab itu, Nabi adalah orang yang paling cemburu atas umatnya, dan Allah SWT lebih pencemburu lagi daripada Nabi-Nya. Rasulullah saw. bersabda,</p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Apakah kalian terkejut melihat kecemburuan Sa’ad? Sesungguhnya aku lebih pencemburu darinya dan Allah lebih pencemburu daripada aku.”</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dalam hadits sahih lainnya, Rasulullah saw. bersabda,</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>“Wahai umat Muhammad, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah SWT ketika hamba-Nya laki-laki berzina dan hamba-Nya yang wanita berzina.”</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Adapun sifat malu adalah sesuatu yang inheren dengan keimanan. Di kala keimanan masih menempel pada diri seseorang, maka yakinlah rasa malunya masih bisa ditemukan. Akan tetapi, di kala salah satu dari keduanya hilang, maka jangan diharapkan yang lainnya bisa ditemukan. Rasulullah saw. bersabda,</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>“Dari sebagian yang didapatkan manusia dari perkataan kenabian yang pertama adalah, ‘Apabila kamu tidak memiliki rasa malu, maka berbuatlah sesuai dengan keinginanmu.’”</em> <strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>III. </strong><strong>Penutup </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<ol style="text-align: justify;"></ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Semoga Allah memberikan pertolongan dan kekuatan  kepada kita untuk senantiasa mampu melawan setan dan kemaksiatan: dengan memberikan ilmu, ketenangan jiwa, kekuatan hati dan menyinari dengan cahaya-Nya yang tak pernah redup. Semoga taufiq dan hidayah-Nya juga senantiasa melimpah, agar kita mampu untuk melakukan segala bentuk ketaatan demi memperoleh kebaikan, keberkahan, dan keridhaan Allah <em>Rabbul ’Alamin</em>. <em>Amiin</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Waallahu a’lam bish-shawwab</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/pengaruh-dosa-dalam-kehidupan.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/pengaruh-dosa-dalam-kehidupan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IBLIS, SETAN, DAN PERTARUNGAN IMAN</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/iblis-setan-dan-pertarungan-iman.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/iblis-setan-dan-pertarungan-iman.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 07:25:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1556</guid>
		<description><![CDATA[I. Mukadimah
Kata pertarungan bermakna pertempuran dan peperangan. Satu kata yang siapapun juga pasti tidak menyukainya. Namun manusia mau tidakmau harus melakukannya, paling tidak ia harus menghadapi serangan dan godaan musuh utama hidupnya yaitu Iblis dan setan yang senantiasa berusaha untuk menyesat dan menghancurkannya. Karena itulah Al-Qur’an meanyatakan kepada kita, bahwa kita harus berperang.
“Diwajibkan atas kamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>I. Mukadimah</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kata pertarungan bermakna pertempuran dan peperangan. Satu kata yang siapapun juga pasti tidak menyukainya. Namun manusia mau tidakmau harus melakukannya, paling tidak ia harus menghadapi serangan dan godaan musuh utama hidupnya yaitu Iblis dan setan yang senantiasa berusaha untuk menyesat dan menghancurkannya. Karena itulah Al-Qur’an meanyatakan kepada kita, bahwa kita harus berperang.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu Benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”</em> <strong>(al-Baqarah (2) : 216)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> <span style="color: #000080;">II. Iblis, Setan, dan Pasukannya</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Iblis adalah satu makhluk dari bangsa jin yang diciptakan oleh Allah dari api yang sangat panas. Penciptaannya lebih dahulu dari manusia (Adam). Hal ini dijelaskan oleh Al-Qur`an.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan  Kami telah  menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.”</em> <strong>(al-Hjir (15) : 27)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: &#8220;Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.”</em> <strong>(al-Kahfi (18) : 50)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Awalnya, ia hidup bersama-sama dengan satu komunitas malaikat. Namun akhirnya ia terusir, disebabkan kesombongannya untuk menaati perintah Allah agar sujud kepada Nabi Adam. Ia merasa lebih baik dan lebih senior sehingga tidak laik bagi dirinya untuk tunduk kepada perintah tersebut. Hal ini dinyatakan dalam firman Allah Ta’ala.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, ‘Bersujudlah kamu kepada Adam&#8221;, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman, ‘Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?’ Menjawab iblis, ‘Saya lebih baik daripadanya. Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.’”</em> <strong>(al-A’raaf (7) : 11-12)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saat iblis diusir dari surga, ia mendapat jaminan usia hidup sampai hari kiamat dan kebebasan menggoda untuk menyesatkan Adam dan keturunannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Allah berfirman, ‘Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.’ Iblis menjawab, ‘Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.’ Allah berfirman, ‘Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.’ Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).’”</em> <strong>(al-A’raaf (7) : 13-17)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Adam dan istrinya adalah dua orang pertama yang berhasil digoda oleh Iblis yang menyebabkan keduanya harus keluar dari surga dan turun ke bumi.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan Kami berfirman, ‘Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang  kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.’ Lalu keduanya digelincirkan oleh seitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman, ‘Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.’”</em> <strong>(al-Baqarah (2) : 35-36)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak saat itu dimulailah pertarungan abadi antara umat manusia melawan iblis dan balatentaranya. Hal  ini dijelaskan oleh Al-Qur`an.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.”</em> <strong>(al-A’raaf (7) : 27)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selama pertarungan itu, selain berusaha untuk menyesatkan manusia, iblis juga melakukan rekruitmen dari bangsanya sendiri (jin) dan manusia.  Mereka yang berhasil direkrut itu disebut setan. Jadi, dalam hal ini setan bukanlah sejenis makhluk, melainkan sifat-sifat buruk yang tidak ada kebaikannya sama sekali pada bangsa jin dan manusia yang menjadi anak buah iblis atau paling tidak dipengaruhinya (al-An’aam: 112 dan al-Anfaal: 48). Kelompok ini di dalam Al-Qur`an disebut <em>hizbusy-syaithan</em> yang berarti “Partai Setan” (al-Mujaadilah: 19). Lawannya adalah <em>hizbullah</em> atau “Partai Allah” (al-Mujaadilah: 22 dan al-Maa`idah: 56).</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok setan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyelewengkan anak manusia yang beriman agar berpaling dari ajaran Islam. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sabrah bin Fakih, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda,</p>
<p style="text-align: justify;">“Sesungguhnya setan itu duduk untuk menghadang manusia di beberapa jalan. Ia duduk di jalan keislaman. Ia berkata kepada orang yang hendak memeluk agama Islam, ‘Apakah engkau akan masuk agama Islam? Apakah engkau akan meninggalkan agamamu sendiri dan agama nenek moyangmu?’ Orang itu tidak mempedulikannya lalu terus saja memeluk Islam. Lalu ia duduk di jalan hijrah. Ia berkata di jalan hijrah, ‘Apakah engkau hendak berhijrah? Apakah engkau akan meninggalkan bumi dan langitmu?’ Orang itu tidak memperhatikan seruannya dan terus saja berhijrah. Ia duduk di jalan jihad. Ia berkata kepada orang yang hendak berjihad, ‘Apakah engkau hendak berjihad?’ Padah jihad itu adalah kebinasaan harta dan jiwa. Apakah engkau hendak berperang lalu engkau dibunuh, istrimu lalu kawin lagi dan hartamu dibagi-bagi?’ Orang itu tidak mempedulikannya dan terus saja berjihad. Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda, ‘Maka, barangsiapa yang melakukan demikian (yakni tidak mengikuti ajakan setan) kemudian meninggal dunia, maka haknyalah bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga.’” <a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p style="text-align: justify;">Adapun beberapa hal yang harus kita ketahui mengenai setan dan iblis adalah sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Setan identik dengan iblis</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setan identik dengan iblis. Namun, dengan menyandang nama setan, ia bukan hanya membangkang atas perintah Allah SWT, tetapi sebagaimana iblis, ia juga sebagai penggoda manusia. Kegiatan setan menggoda itu adalah tugas iblis, setelah manusia diciptakan. Hal ini tercantum dalam firman Allah.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Hai  iblis, apa  sebabnya kamu  tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?&#8221; Berkata  Iblis: &#8220;Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang  Engkau telah  menciptakannya dari  tanah  liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk&#8221; Allah     berfirman:  &#8220;Keluarlah  dari  surga,  karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat&#8221;. Berkata  iblis: &#8220;Ya  Tuhanku, (kalau  begitu) maka  beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan  Allah berfirman: &#8220;(Kalau begitu) maka sesungguhnya  kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan. Iblis   berkata:  &#8220;Ya  Tuhanku,  oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik  (perbuatan ma&#8217;siat)  di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,  kecuali  hamba-hamba Engkau  yang mukhlis  di antara mereka.&#8221; </em><strong>(al Hjir (15) : 32-40)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Diantara jin dan manusia, ada yang menjadi setan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Katakanlah: &#8220;Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia.  Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” </em><strong>(an-Naas (114) : 1-6)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut keterangan ahli hadits dari kalangan tabi’in, antara lain Abu Qatadah ( 61-118 H) dan Hasan al Bashri (21-110 H), di antara jin dan manusia ada yang menjadi setan. Pendapat ini diperkuat oleh dialog Abu Dar dengan Nabi Muhammad saw.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Rasulullah saw. bertanya, “Wahai, Abu Dar, apakah kamu telah memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan-kejahatan setan yang berasal dari jin dan manusia?” Abu Dar bertanya, ” Ya Rasulullah, adakah setan-setan berasal dari manusia ?” Nabi saw. bersabda, “Ya, benar-benar ada.” </em><strong>(HR Ahmad bin Hambal) </strong><a href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Dalam diri setiap manusia ada setan yang berjalan sesuai dengan aliran darah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Diriwayatkan dari Aisyah r.a., istri Rasulullah, ia berkata, <em>”Pada suatu malam Rasulullah keluar dari rumahku dan aku cemburu kepadanya. Maka, aku pun mengikutinya. Rasulullah mengetahui apa yang aku perbuat, hingga ia bersabda, ‘Apa yang terjadi denganmu, apakah engkau cemburu.?’ Maka, aku menjawab, ’Bagaimana orang seperti aku tidak cemburu kepada orang seperti engkau, ya Rasulullah?’ Maka Rasulullah bersabda, ‘Atau telah datang kepadamu setanmu?’ Maka, Aku berkata, ’Ya Rasulullah, apakah bersamaku ada setan?’ Rasulullah menjawab, ‘Ya.’ Aku berkata lagi, ‘Dan apakah bersama setiap manusia ada setan?’ Rasulullah  menjawab, ‘Ya.’ Aku pun brertanya lagi kepadanya, ‘Apakah beramamu jua ada setan?’ Dia menjawab, ‘Ya. Akan tetapi, Allah  menolongku untuk mengalahkannya hingga setan itu menyerah.’”</em> <strong>(HR. Muslim) </strong><a href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setan yang ada bersama manusia itu bejalan sesuai dengan aliran darah dalam tubuh. Diriwayatkan dari Shafiyah, istri Rasulullah saw., ia berkata, <em>”Pernah Rasulullah beri’tikaf, dan aku pun datang mengunjunginya di malam hari. Maka, aku berbincang bersamanya, kemudian aku bangkit untuk pulang, dan beliau pun mengikutiku bangkit untuk menemaniku pulang. Konon, rumah Shafiyah itu berada di perkampungan Usamah bin Zaid. Saat itu, lewatlah dua orang dari Kaum Anshor. Ketika mereka melihat Rasulullah, keduanya bergegas, maka Nabi pun berkata, ‘Kalian jangan terburu-buru, sesungguhnya dia adalah Shafiyah binti Huyay. Maka, keduanya berkata, ‘Maha Suci Allah, wahai Rasulullah!’ Rasulullah lalu bersabda, ‘Sesungguhnya setan berjalan pada manusia  dalam aliran darah, dan Aku khawatir setan itu telah meletakan kejahatan pada hati kalian.’”</em> <strong>(HR. Bukhari dan Muslim)</strong> <a href="#_ftn4">[4]</a><strong> </strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>I. LANGKAH-LANGKAH SETAN DALAM MENYESATKAN MANUSIA</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam operasinya menjerumuskan manusia pada jurang kesesatan dan kejahatan, setan mengunakan strategi dan langkah yang sesuai dengan obyek yang akan disesatkannya. Apabila level manusia dari sisi keimanannya lemah, maka strateginya berbeda dengan orang-orang yang memiliki keimanan dan keyakinan yang tinggi kepada Allah. Untuk orang yang memiliki keimanan dan keyakinan yang tinggi, setan akan mengunakan metode yang jitu, dan apabila yang dihadapi setan adalah  orang level tinggi dari orang yang beriman, maka dia akan mengerahkan segala kemampuan dan segala sarananya untuk bisa menggoda dan menyesatkan sehingga berhasil mengalahkannya. Adapun dalil yang menjelaskan bahwa setan memilki strategi dalam menyesatkan anak cucu Adam adalah firman Allah.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” </em><strong>(al-Baqarah (2) : 208)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Adapun langkah-langkah setan dalam menyesatkan manusia adalah sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>1. Menimbulkan      rasa was-was.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Was-was adalah sebuah  strategi  yang  dihembuskan setan pada hati manusia, sehingga apabila sifat was-was ini menguasai hati sesorang, maka akan lahir rasa ragu-ragu atas setiap perbuatan, perkataan, keyakinan. Akhirnya, rasa was-was itu akan merasuk pada tingkat keimanan kepada Allah, serta segala sesuatu yang berkaitan erat dengan keimanan kepada Allah tersebut. Apabila was-was sudah sampai pada tingkat tersebut, maka orang yang terjangkitnya mudah untuk tergelincir pada kekufuran, pembangkangan, dan akhirnya jadi pengikut setan. Strategi was-was ini Allah jelaskan dalam ayat-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">“<em>Katakanlah: &#8220;Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia.  Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” </em><strong>(al-Naas (114) : 1-6)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>2. Menghilangkan      ingatan (lupa).</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setan berusaha menjauhkan manusia dari Allah SWT dari semua aktifitasnya. Salah satu cara yang paling ampuh yang dilakukan setan adalah menghilangkan keterkaitan  manusia dengan Allah dalam semua keadaan dan situasi. Dengan demikian, rasa kebersamaan dengan Allah dan rasa dipantau oleh-Nya lenyap dari kehidupan manusia. Karenanya, manusia yang lupa Allah akan mudah melakukan pelanggaran, kejahatan,dan kemaksiatan. Hal itu dikarenakan nama Allah dan keagungan-Nya hilang dari dirinya. Hal  itu merupakan ulah setan dengan cara membuat manusia lupa.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> “Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat diantara mereka berdua,  &#8221;Beritahukanlah keadaanku kepada tuanmu.&#8221;  Maka, syaitan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya.  Karena itu, tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya.” </em><strong>(Yusuf (12) : 42)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam ayat yang lain, Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Muridnya menjawab, “Tahukah kamu tatkala kita mecari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu  dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya, kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.&#8221; </em><strong>(al-Kahfi (18) : 63)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>3. Memanjangkan      angan-angan.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kehidupan dunia ini sangatlah pendek dan singkat. Maka, kerugian lah bagi orang yang memperpanjang hidup ini dengan angan-angan. Karena, dengan panjang angan-angan, seseorang akan terbuai dengan indahnya kata seandainya. Sementara, dirinya lupa bahwa ajal selalu mengintainya. Karenanya, sementara dirinya dalam keadaan lalai dan santai, ia tidak akan bersegera mempersiapkan untuk menghadapi kehidupan yang  lebih menentukan dan abadi, yaitu kehidupan ukhrawi. Setan sangatlah cerdik dan  licik, ia selalu mencari kelemahan manusia, dan diantaranya adalah suka menikmati indahnya angan-angan. Dari titik itu lah, setan memyesatkan manusia.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan  membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar- benar memotongnya , dan akan aku suruh mereka (mengubah  ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya &#8220;.Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” </em><strong>(an-Nisaa’ (4) : 119)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam ayat yang lain, Allah menjelaskan,</p>
<p style="text-align: justify;"><em> “Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka<strong>.” </strong></em><strong>(Muhammad (47) : 25)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>4. Memperindah      perbuatan maksiat.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tabiat manusia adalah sangat mencintai kehidupan dunia. Wanita, anak, binatang ternak, emas perak, dan sebagainya adalah hal-hal yang sangat mereka cintai. Akan tetapi, bagi Allah, kehidupan dunia yang kelihatan gemerlap ini—yang membuat terperangah bagi siapa yang terpedaya olehnya, tidak memiliki nilai apabila dibandingkan dengan kehidupan surgawi yang ada di sisi-Nya di hari akhirat nanti. Namun, setan tidak rela apabila manusia meninggalkan kehidupan dunia dan  berbondong-bondong menuju kebahagiaan yang hakiki yang ada di sisi Allah kelak. Oleh karenanya,  setan berusaha memperdaya manusia dengan cara menampilkan wajah dunia yang mereka cintai seolah-olah dunia ini akhir segala-galanya, tidak ada sesuatu yang lain yang seindah kehidupan dunia yang ada, dan kegemerlapan dunia hanyalah satu-satunya tujuan hidup. Sementara itu,  mereka melupakan sebuah kehidupan yang  sangat berbeda dengan kehidupan ada. Itulah cara setan untuk menyesatkan manusia. Dalam hal ini, Allah menjelaskan dalam kitab-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Iblis   berkata, &#8220;Ya  Tuhanku,  oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik  (perbuatan ma&#8217;siat)  di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.”<strong> </strong></em><strong>(al-Hijr (15) : 39)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>5. Memberikan      janji-janji palsu.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Apabila jiwa manusia sudah dirasuki setan, maka dirinya akan mudah untuk melakukan pelanggaran. Ketika dia melakukan pelanggaran tersebut, maka setan akan kembali datang untuk mendukung perbuatan tersebut dengan membawa janji-janji. Setan akan membisikan janji-janji itu kepada segenap pelaku kemaksiatan. Dia akan datang kepada penjudi dengan mengatakan <em>teruskan perjudianmu</em>, karena hanya dengan judi kamu bisa kaya. Setan pun akan datang kepada peminum khamr dan mengatakan  <em>minumlah sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin</em>, karena dengan hal itu  kamu akan mendapatkan ketenangan hidup. Setan juga akan datang kepada perampok, pezina, pembunuh, dan sebagainya dengan janji palsu sebagai pembenaran dan dukungan atas aksinya, sehingga mereka betul-betul menjadi pengikutnya yang setia dan menjadi temannya kelak di neraka.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: &#8220;Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun  telah  menjanjikan  kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak  dapat menolongmu dan kamupun  sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu&#8221;. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.” </em><strong>(Ibrahim (14) : 22)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>6. Membuat      tipu daya.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setan adalah makhluk jahat. Dalam melakukan aksi kejahatannya, setiap penjahat selalu melakukan tipu daya yang licik untuk mengelabui mangsanya. Setan memasang ranjau-ranjau tipu dayanya agar manusia terpedaya dengannya, sehingga ia tergelincir ke dalam jebakannya. Akhirnya,  ia bertekuk lutut dihadapannya dan men jadi pengikut setia setan, bahkan menjadi tentaranya. Jauh dari Allah serta melangar aturan-aturan-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya &#8216;auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin- pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” </em><strong>(al-A’raaf (7) : 27)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>7. Menghalang-halangi      manusia untuk melakukan kebajikan.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setan sangatlah komitmen dengan tekadnya untuk  menyesatkan manusia. Seandainya dia tidak bisa  menjuerumuskan manusia kejurang kenistaan dan kemaksiatan, maka dia berusaha dengan sekuat tenaga dan strategi yang canggih agar manusia tidak melakukan kebajikan samaa sekali. Setan menghalangi hamba Allah untuk shalat, berdzikir, bersedekah, berjihad, dan dari segala bentuk kebajikan yang Allah perintahkan dan anjurkan. Sekecil apa pun kebaikan itu,  setan pasti  akan merintangi hamba Allah melakukannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> “Apabila dikatakan kepada mereka, &#8220;Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul&#8221;, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan  sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” </em><strong>(an-Nisaa’ (4) : 61)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>8. Menyulut      api permusuhan.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em> </em></strong>Visi setan adalah menjadikan seluruh anak cucu Adam pengikutnya. Maka, apabila hal itu tidak terealisasi secara keseluruhan, perlu ada langkah agar manusia hancur berantakan. Cara yang dilakukannya adalah mengadu domba manusia. Langkah ini diprogram sehebat mungkin, baik personil  yang memprovokasi maupun  programnya yang berbentuk fitnah-fitah, yang disebar diantara manusia atau program-program yang lainnya yang rentan terhadap pertikaian, seperti perjudian, program minuman keras, dan sebagainya. Langkah setan ini Allah jelaskan dalam firman-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">“<em>Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: &#8220;Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya  syaitan   itu adalah   musuh  yang nyata bagi manusia.” </em><strong>(al-Israa’ (17) : 53)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>9. </em></strong><strong><em>Menyuruh manusia berbuat keji dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak ia ketahui.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah SWT. selalu memerintahkan manusia untuk melakukan kebaikan, dan untuk selalu berkata berdasarkan ilmu. Akan tetapi, setan ingin menyesatkan manusia. Maka, ia  memutarbalikkan perintah Allah itu dengan  menyuruh manusia berbuat keji dan mengatakan terhadap Allah apa yang ia tidak ketahui. Oleh karenanya, Allah mengingatkan hamba-Nya akan langkah setan itu dengan firman-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” <strong> </strong></em><strong>(al-Baqarah (2) : 169</strong>)</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>II. AKIBAT YANG TIMBUL DARI LANGKAH-LANGKAH SETAN</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong> </strong></span>Adapun akibat dari langkah-langkah setan yang bersifat  terus menerus dan fariatif adalah penyesetan manusia dari jalan Allah.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Yang dila&#8217;nati Allah dan syaitan itu mengatakan, &#8220;Saya benar- benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya)  dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan  membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar- benar memotongnya , dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya]&#8221;. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka  sesungguhnya  ia  menderita kerugian yang nyata.” </em><strong>(an-Nisaa` (4) : 118-119 )</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Apabila usaha penyesatan ini berhasil, maka ia berakibat pada penyamaran kebenaran.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu.  Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” </em><strong>(al-Baqarah (2) : 85)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat keberadaan kebenaran sudah disamarkan  melalui aksi setan, maka pada akhirnya akan terjadi percampuradukan antara kebenaran dan kebathilan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.” </em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>(al-Baqarah (2) : 42 )</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kebenaran menjadi samar—hingga terjadi percampuradukan dengan kebathilan, maka orang yang terpedaya oleh setan tidak akan memiliki pegangan kuat. Oleh karenanya, dia mudah untuk ditakut-takuti, sehingga timbul ketakutan yang sifatnya syar’i kepada selain Allah. Efeknya adalah hilang keberanian untuk mengungkapkan kebenaran dan lebih memilih untuk menyembunyikannya. Adapun korban dari program setan yang berupa penyesatan dan menakut-nakuti adalah pribadi-pribadi yang tidak memilki prinsip. Sifat yang paling menonjol adalah pengecut, stagnan (<em>jumud</em>), serta penakut. Apabila pribadi-pribadi tersebut bersatu, maka terbentuk sebuah komunitas yang kita sebut partai setan (<em>hizbusysyaithan</em>), yang berkarakter setan dalam segala halnya, baik pemikiran, kejiwaan, penampilan, gagasan, keilmuan, maupun metode hidupnya. Semuanya bersumber dari konstitusi setan.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>III. SOLUSI</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah SWT. menciptakan manusia dilengkapi dengan dua macam nafsu. <strong><em>Pertama</em></strong>, nafsu tinggi, ia menyadarkan manusia akan kehidupan yang tinggi atau kehidupan rohani. <strong><em>Kedua</em></strong>, nafsu rendah, ia berhubungan dengan kehidupan jasmani. Berhubungan dengan dua nafsu itu lah,  Allah SWT. menciptakan dua makhluk, malaikat dan setan. Nafsu rendah sangat penting bagi manusia. Akan tetapi, selama nafsu rendah itu tidak terkendalikan dan dibiarkan berbuat semau-maunya, nafsu itu akan menjadi rintangan bagi manusia untuk mencapai tingkat kehidupan yang tinggi. Manusia harus mampu mengekang nafsu rendah ini. Dalam pengertian ini lah, kisah Nabi Adam as, dituangkan dalam Al-Qur`an. Mula-mula iblis menolak untuk bersujud, dan akhirnya ia mencoba segala macam jalan untuk menyesatkan Adam untuk membangkitkan nafsu rendahnya. :</p>
<p style="text-align: justify;">“<em>yang dila&#8217;nati Allah dan syaitan itu mengatakan : &#8220;Saya benar- benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya)  dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan  membangkitkan angan-angan kosong pada mereka….” </em><strong>(an-Nisaa’ (4) : 118-119)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Namun, setan dapat dikalahkan dengan bantuan wahyu Allah SWT. Barangsiapa yang mengikuti wahyu ilahi, maka ia tidak akan merasa  takut terhadap  godaan setan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Kami berfirman: &#8220;Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” </em><strong>(al-Baqarah (2): 37-38)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #ff0000;">IV.  PENUTUP</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kembali kepada wahyu ilahi, dengan perngertiannya yang luas, kita memahami bahwa kebenaran yang mutlak datang dari Allah semata. Kita mentaatinya dengan melakukan segala perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, selalu meminta perlindungan-Nya, dan tidak ada yang kita takuti, kecuali dzat Allah SWT.</p>
<hr style="text-align: justify;" size="1" />
<p style="text-align: justify;"><a href="#_ftnref1">[1]</a>. Imam Ahmad. <em>Musnad</em>. Juz 3, hlm.483</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="#_ftnref2">[2]</a> . <em>Ibid</em>, Juz 5 hlm. 178</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="#_ftnref3">[3]</a> . <em>Shahih Muslim.</em> Juz 2, hlm. 632 No Hadist  2815</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="#_ftnref4">[4]</a> . Al-Bukhari<em>. Bi Hasyiyatis Sindi.</em> Juz 1, hlm. 523. No Hadist 2038</p>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 65px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden; text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>AR-SA</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" Name="footnote text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" Name="footnote reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" Name="Body Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" Name="Body Text Indent" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif";} --> <!--[endif] --></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN;mso-no-proof:yes" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="text-indent:-25.2pt;mso-text-indent-alt:-14.4pt"><span style="mso-list:Ignore"><span style="font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;"> </span>I.<span style="font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;"> </span></span> Iblis, Setan, dan Pasukannya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-no-proof:yes">Iblis adalah satu makhluk dari bangsa jin yang diciptakan oleh Allah dari api yang sangat panas. Penciptaannya lebih dahulu dari manusia (Adam). Hal ini dijelaskan oleh Al-Qur`an.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-no-proof:yes">“Dan<span style="mso-spacerun:yes"> </span>Kami telah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.”</span></em><span style="mso-no-proof:yes"> <strong>(al-Hjir (15) : 27)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-no-proof:yes">“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: &#8220;Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.”</span></em><span style="mso-no-proof:yes"> <strong>(al-Kahfi (18) : 50)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-no-proof:yes">Awalnya, ia hidup bersama-sama dengan satu komunitas malaikat. Namun akhirnya ia terusir, disebabkan kesombongannya untuk menaati perintah Allah agar sujud kepada Nabi Adam. Ia merasa lebih baik dan lebih senior sehingga tidak laik bagi dirinya untuk tunduk kepada perintah tersebut. Hal ini dinyatakan dalam firman Allah Ta’ala.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-no-proof:yes">“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, ‘Bersujudlah kamu kepada Adam&#8221;, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman, ‘Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?’ Menjawab iblis, ‘Saya lebih baik daripadanya. Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.’”</span></em><span style="mso-no-proof:yes"> <strong>(al-A’raaf (7) : 11-12)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-no-proof:yes">Saat iblis diusir dari surga, ia mendapat jaminan usia hidup sampai hari kiamat dan kebebasan menggoda untuk menyesatkan Adam dan keturunannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-no-proof:yes">“Allah berfirman, ‘Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.’ Iblis menjawab, ‘Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.’ Allah berfirman, ‘Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.’ Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).’”</span></em><span style="mso-no-proof:yes"><span style="mso-spacerun:yes"> </span><strong>(al-A’raaf (7) : 13-17)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-no-proof:yes">Adam dan istrinya adalah dua orang pertama yang berhasil digoda oleh Iblis yang menyebabkan keduanya harus keluar dari surga dan turun ke bumi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-no-proof:yes">“Dan Kami berfirman, ‘Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang<span style="mso-spacerun:yes"> </span>kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.’ Lalu keduanya digelincirkan oleh seitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman, ‘Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.’”</span></em><span style="mso-no-proof:yes"> <strong>(al-Baqarah (2) : 35-36)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-no-proof:yes">Sejak saat itu dimulailah pertarungan abadi antara umat manusia melawan iblis dan balatentaranya. Hal<span style="mso-spacerun:yes"> </span>ini dijelaskan oleh Al-Qur`an.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-no-proof:yes">“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.”</span></em><span style="mso-no-proof:yes"> <strong>(al-A’raaf (7) : 27)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-no-proof:yes">Selama pertarungan itu, selain berusaha untuk menyesatkan manusia, iblis juga melakukan rekruitmen dari bangsanya sendiri (jin) dan manusia.<span style="mso-spacerun:yes"> </span>Mereka yang berhasil direkrut itu disebut setan. Jadi, dalam hal ini setan bukanlah sejenis makhluk, melainkan sifat-sifat buruk yang tidak ada kebaikannya sama sekali pada bangsa jin dan manusia yang menjadi anak buah iblis atau paling tidak dipengaruhinya (al-An’aam: 112 dan al-Anfaal: 48). Kelompok ini di dalam Al-Qur`an disebut <em>hizbusy-syaithan</em> yang berarti “Partai Setan” (al-Mujaadilah: 19). Lawannya adalah <em>hizbullah</em> atau “Partai Allah” (al-Mujaadilah: 22 dan al-Maa`idah: 56). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-no-proof:yes">Kelompok setan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyelewengkan anak manusia yang beriman agar berpaling dari ajaran Islam. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sabrah bin Fakih, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent">“Sesungguhnya setan itu duduk untuk menghadang manusia di beberapa jalan. Ia duduk di jalan keislaman. Ia berkata kepada orang yang hendak memeluk agama Islam, ‘Apakah engkau akan masuk agama Islam? Apakah engkau akan meninggalkan agamamu sendiri dan agama nenek moyangmu?’ Orang itu tidak mempedulikannya lalu terus saja memeluk Islam. Lalu ia duduk di jalan hijrah. Ia berkata di jalan hijrah, ‘Apakah engkau hendak berhijrah? Apakah engkau akan meninggalkan bumi dan langitmu?’ Orang itu tidak memperhatikan seruannya dan terus saja berhijrah. Ia duduk di jalan jihad. Ia berkata kepada orang yang hendak berjihad, ‘Apakah engkau hendak berjihad?’ Padah jihad itu adalah kebinasaan harta dan jiwa. Apakah engkau hendak berperang lalu engkau dibunuh, istrimu lalu kawin lagi dan hartamu dibagi-bagi?’ Orang itu tidak mempedulikannya dan terus saja berjihad. Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda, ‘Maka, barangsiapa yang melakukan demikian (yakni tidak mengikuti ajakan setan) kemudian meninggal dunia, maka haknyalah bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga.’” <a style="mso-footnote-id:ftn1" name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-style:normal"><span style="mso-special-character:footnote"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language: EN-US;mso-bidi-language:AR-SA;mso-no-proof:yes">[1]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"><span style="mso-tab-count:1"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Adapun beberapa hal yang harus kita ketahui mengenai setan dan iblis adalah sebagai berikut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN">1. Setan identik dengan iblis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="mso-ansi-language:IN; font-style:normal" lang="IN">Setan identik dengan iblis. Namun, dengan menyandang nama setan, ia bukan hanya membangkang atas perintah Allah SWT, tetapi sebagaimana iblis, ia juga sebagai penggoda manusia. Kegiatan setan menggoda itu adalah tugas iblis, setelah manusia diciptakan. Hal ini tercantum dalam firman Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">&#8220;Hai<span style="mso-spacerun:yes"> </span>iblis, apa<span style="mso-spacerun:yes"> </span>sebabnya kamu<span style="mso-spacerun:yes"> </span>tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?&#8221; Berkata<span style="mso-spacerun:yes"> </span>Iblis: &#8220;Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang<span style="mso-spacerun:yes"> </span>Engkau telah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>menciptakannya dari<span style="mso-spacerun:yes"> </span>tanah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk&#8221; Allah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>berfirman:<span style="mso-spacerun:yes"> </span>&#8220;Keluarlah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>dari<span style="mso-spacerun:yes"> </span>surga,<span style="mso-spacerun:yes"> </span>karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat&#8221;. Berkata<span style="mso-spacerun:yes"> </span>iblis: &#8220;Ya<span style="mso-spacerun:yes"> </span>Tuhanku, (kalau<span style="mso-spacerun:yes"> </span>begitu) maka<span style="mso-spacerun:yes"> </span>beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan <span style="mso-spacerun:yes"> </span>Allah berfirman: &#8220;(Kalau begitu) maka sesungguhnya<span style="mso-spacerun:yes"> </span>kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan. Iblis<span style="mso-spacerun:yes"> </span>berkata:<span style="mso-spacerun:yes"> </span>&#8220;Ya<span style="mso-spacerun:yes"> </span>Tuhanku,<span style="mso-spacerun:yes"> </span>oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik<span style="mso-spacerun:yes"> </span>(perbuatan ma&#8217;siat)<span style="mso-spacerun:yes"> </span>di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, <span style="mso-spacerun:yes"> </span>kecuali<span style="mso-spacerun:yes"> </span>hamba-hamba Engkau<span style="mso-spacerun:yes"> </span>yang mukhlis<span style="mso-spacerun:yes"> </span>di antara mereka.&#8221; </span></em><strong><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN">(al Hjir (15) : 32-40)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN">2. Diantara jin dan manusia, ada yang menjadi setan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">“Katakanlah: &#8220;Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. <span style="mso-spacerun:yes"> </span>Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” </span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(an-Naas (114) : 1-6)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Menurut keterangan ahli hadits dari kalangan tabi’in, antara lain Abu Qatadah ( 61-118 H) dan Hasan al Bashri (21-110 H), di antara jin dan manusia ada yang menjadi setan. Pendapat ini diperkuat oleh dialog Abu Dar dengan Nabi Muhammad saw.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Rasulullah saw. bertanya, “Wahai, Abu Dar, apakah kamu telah memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan-kejahatan setan yang berasal dari jin dan manusia?” Abu Dar bertanya, ” Ya Rasulullah, adakah setan-setan berasal dari manusia ?” Nabi saw. bersabda, “Ya, benar-benar ada.” </span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(HR Ahmad bin Hambal) </span></strong><a style="mso-footnote-id:ftn2" name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-special-character:footnote"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12.0pt;font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-ansi-language: IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA" lang="IN">[2]</span></span></span></span></span></a><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">3. Dalam diri setiap manusia ada setan yang berjalan sesuai dengan aliran darah.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Diriwayatkan dari Aisyah r.a., istri Rasulullah, ia berkata, <em>”Pada suatu malam Rasulullah keluar dari rumahku dan aku cemburu kepadanya. Maka, aku pun mengikutinya. Rasulullah mengetahui apa yang aku perbuat, hingga ia bersabda, ‘Apa yang terjadi denganmu, apakah engkau cemburu.?’ Maka, aku menjawab, ’Bagaimana orang seperti aku tidak cemburu kepada orang seperti engkau, ya Rasulullah?’ Maka Rasulullah bersabda, ‘Atau telah datang kepadamu setanmu?’ Maka, Aku berkata, ’Ya Rasulullah, apakah bersamaku ada setan?’ Rasulullah menjawab, ‘Ya.’ Aku berkata lagi, ‘Dan apakah bersama setiap manusia ada setan?’ Rasulullah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>menjawab, ‘Ya.’ Aku pun brertanya lagi kepadanya, ‘Apakah beramamu jua ada setan?’ Dia menjawab, ‘Ya. Akan tetapi, Allah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>menolongku untuk mengalahkannya hingga setan itu menyerah.’”</em> <strong>(HR. Muslim) </strong><a style="mso-footnote-id:ftn3" name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="mso-special-character:footnote"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12.0pt;font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-ansi-language: IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA" lang="IN">[3]</span></span></span></span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Setan yang ada bersama manusia itu bejalan sesuai dengan aliran darah dalam tubuh. Diriwayatkan dari Shafiyah, istri Rasulullah saw., ia berkata, <em>”Pernah Rasulullah beri’tikaf, dan aku pun datang mengunjunginya di malam hari. Maka, aku berbincang bersamanya, kemudian aku bangkit untuk pulang, dan beliau pun mengikutiku bangkit untuk menemaniku pulang. Konon, rumah Shafiyah itu berada di perkampungan Usamah bin Zaid. Saat itu, lewatlah dua orang dari Kaum Anshor. Ketika mereka melihat Rasulullah, keduanya bergegas, maka Nabi pun berkata, ‘Kalian jangan terburu-buru, sesungguhnya dia adalah Shafiyah binti Huyay. Maka, keduanya berkata, ‘Maha Suci Allah, wahai Rasulullah!’ Rasulullah lalu bersabda, ‘Sesungguhnya setan berjalan pada manusia<span style="mso-spacerun:yes"> </span>dalam aliran darah, dan Aku khawatir setan itu telah meletakan kejahatan pada hati kalian.’”</em> <strong>(HR. Bukhari dan Muslim)</strong> <a style="mso-footnote-id: ftn4" name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="mso-special-character:footnote"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12.0pt;font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-ansi-language: IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA" lang="IN">[4]</span></span></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"> </span></p>
<h1><span lang="IN"><span style="mso-list:Ignore">I.<span style="font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;"> </span></span></span> <span lang="IN">LANGKAH-LANGKAH SETAN DALAM MENYESATKAN MANUSIA</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Dalam operasinya menjerumuskan manusia pada jurang kesesatan dan kejahatan, setan mengunakan strategi dan langkah yang sesuai dengan obyek yang akan disesatkannya. Apabila level manusia dari sisi keimanannya lemah, maka strateginya berbeda dengan orang-orang yang memiliki keimanan dan keyakinan yang tinggi kepada Allah. Untuk orang yang memiliki keimanan dan keyakinan yang tinggi, setan akan mengunakan metode yang jitu, dan apabila yang dihadapi setan adalah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>orang level tinggi dari orang yang beriman, maka dia akan mengerahkan segala kemampuan dan segala sarananya untuk bisa menggoda dan menyesatkan sehingga berhasil mengalahkannya. Adapun dalil yang menjelaskan bahwa setan memilki strategi dalam menyesatkan anak cucu Adam adalah firman Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” </span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(al-Baqarah (2) : 208)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Adapun langkah-langkah setan dalam menyesatkan manusia adalah sebagai berikut.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<ol style="margin-top:0cm" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo3;      tab-stops:list 36.0pt"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Menimbulkan      rasa was-was.</span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Was-was adalah sebuah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>strategi<span style="mso-spacerun:yes"> </span>yang<span style="mso-spacerun:yes"> </span>dihembuskan setan pada hati manusia, sehingga apabila sifat was-was ini menguasai hati sesorang, maka akan lahir rasa ragu-ragu atas setiap perbuatan, perkataan, keyakinan. Akhirnya, rasa was-was itu akan merasuk pada tingkat keimanan kepada Allah, serta segala sesuatu yang berkaitan erat dengan keimanan kepada Allah tersebut. Apabila was-was sudah sampai pada tingkat tersebut, maka orang yang terjangkitnya mudah untuk tergelincir pada kekufuran, pembangkangan, dan akhirnya jadi pengikut setan. Strategi was-was ini Allah jelaskan dalam ayat-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>“<em>Katakanlah: &#8220;Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. <span style="mso-spacerun:yes"> </span>Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” </em><strong>(al-Naas (114) : 1-6)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<ol style="margin-top:0cm" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo3;      tab-stops:list 36.0pt"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Menghilangkan      ingatan (lupa).</span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Setan berusaha menjauhkan manusia dari Allah SWT dari semua aktifitasnya. Salah satu cara yang paling ampuh yang dilakukan setan adalah menghilangkan keterkaitan<span style="mso-spacerun:yes"> </span>manusia dengan Allah dalam semua keadaan dan situasi. Dengan demikian, rasa kebersamaan dengan Allah dan rasa dipantau oleh-Nya lenyap dari kehidupan manusia. Karenanya, manusia yang lupa Allah akan mudah melakukan pelanggaran, kejahatan,dan kemaksiatan. Hal itu dikarenakan nama Allah dan keagungan-Nya hilang dari dirinya. Hal<span style="mso-spacerun:yes"> </span>itu merupakan ulah setan dengan cara membuat manusia lupa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span>“Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat diantara mereka berdua, <span style="mso-spacerun:yes"> </span>&#8220;Beritahukanlah keadaanku kepada tuanmu.&#8221;<span style="mso-spacerun:yes"> </span>Maka, syaitan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya.<span style="mso-spacerun:yes"> </span>Karena itu, tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya.”<span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(Yusuf (12) : 42)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Dalam ayat yang lain, Allah berfirman,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">“Muridnya menjawab, “Tahukah kamu tatkala kita mecari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu<span style="mso-spacerun:yes"> </span>dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya, kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.&#8221;<span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></em><strong><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN">(al-Kahfi (18) : 63)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<ol style="margin-top:0cm" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo3;      tab-stops:list 36.0pt"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Memanjangkan      angan-angan.</span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Kehidupan dunia ini sangatlah pendek dan singkat. Maka, kerugian lah bagi orang yang memperpanjang hidup ini dengan angan-angan. Karena, dengan panjang angan-angan, seseorang akan terbuai dengan indahnya kata seandainya. Sementara, dirinya lupa bahwa ajal selalu mengintainya. Karenanya, sementara dirinya dalam keadaan lalai dan santai, ia tidak akan bersegera mempersiapkan untuk menghadapi kehidupan yang<span style="mso-spacerun:yes"> </span>lebih menentukan dan abadi, yaitu kehidupan ukhrawi. Setan sangatlah cerdik dan<span style="mso-spacerun:yes"> </span>licik, ia selalu mencari kelemahan manusia, dan diantaranya adalah suka menikmati indahnya angan-angan. Dari titik itu lah, setan memyesatkan manusia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">“Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan <span style="mso-spacerun:yes"> </span>membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar- benar memotongnya , dan akan aku suruh mereka (mengubah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya &#8220;.Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” </span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(an-Nisaa’ (4) : 119)</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36.0pt"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN">Dalam ayat yang lain, Allah menjelaskan,</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span>“Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka<strong>.” </strong></span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(Muhammad (47) : 25)</span></strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<ol style="margin-top:0cm" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo3;      tab-stops:list 36.0pt"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Memperindah      perbuatan maksiat.</span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Tabiat manusia adalah sangat mencintai kehidupan dunia. Wanita, anak, binatang ternak, emas perak, dan sebagainya adalah hal-hal yang sangat mereka cintai. Akan tetapi, bagi Allah, kehidupan dunia yang kelihatan gemerlap ini—yang membuat terperangah bagi siapa yang terpedaya olehnya, tidak memiliki nilai apabila dibandingkan dengan kehidupan surgawi yang ada di sisi-Nya di hari akhirat nanti. Namun, setan tidak rela apabila manusia meninggalkan kehidupan dunia dan<span style="mso-spacerun:yes"> </span>berbondong-bondong menuju kebahagiaan yang hakiki yang ada di sisi Allah kelak. Oleh karenanya,<span style="mso-spacerun:yes"> </span>setan berusaha memperdaya manusia dengan cara menampilkan wajah dunia yang mereka cintai seolah-olah dunia ini akhir segala-galanya, tidak ada sesuatu yang lain yang seindah kehidupan dunia yang ada, dan kegemerlapan dunia hanyalah satu-satunya tujuan hidup. Sementara itu,<span style="mso-spacerun:yes"> </span>mereka melupakan sebuah kehidupan yang<span style="mso-spacerun:yes"> </span>sangat berbeda dengan kehidupan ada. Itulah cara setan untuk menyesatkan manusia. Dalam hal ini, Allah menjelaskan dalam kitab-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">“Iblis<span style="mso-spacerun:yes"> </span>berkata, &#8220;Ya<span style="mso-spacerun:yes"> </span>Tuhanku,<span style="mso-spacerun:yes"> </span>oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik<span style="mso-spacerun:yes"> </span>(perbuatan ma&#8217;siat)<span style="mso-spacerun:yes"> </span>di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.”<strong><span style="mso-spacerun:yes"> </span></strong></span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(al-Hijr (15) : 39)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<ol style="margin-top:0cm" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo3;      tab-stops:list 36.0pt"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Memberikan      janji-janji palsu.</span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Apabila jiwa manusia sudah dirasuki setan, maka dirinya akan mudah untuk melakukan pelanggaran. Ketika dia melakukan pelanggaran tersebut, maka setan akan kembali datang untuk mendukung perbuatan tersebut dengan membawa janji-janji. Setan akan membisikan janji-janji itu kepada segenap pelaku kemaksiatan. Dia akan datang kepada penjudi dengan mengatakan <em>teruskan perjudianmu</em>, karena hanya dengan judi kamu bisa kaya. Setan pun akan datang kepada peminum khamr dan mengatakan<span style="mso-spacerun:yes"> </span><em>minumlah sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin</em>, karena dengan hal itu<span style="mso-spacerun:yes"> </span>kamu akan mendapatkan ketenangan hidup. Setan juga akan datang kepada perampok, pezina, pembunuh, dan sebagainya dengan janji palsu sebagai pembenaran dan dukungan atas aksinya, sehingga mereka betul-betul menjadi pengikutnya yang setia dan menjadi temannya kelak di neraka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">“Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: &#8220;Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun<span style="mso-spacerun:yes"> </span>telah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>menjanjikan<span style="mso-spacerun:yes"> </span>kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak<span style="mso-spacerun:yes"> </span>dapat menolongmu dan kamupun<span style="mso-spacerun:yes"> </span>sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu&#8221;. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.” </span></em><strong><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN">(Ibrahim (14) : 22)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></em></p>
<ol style="margin-top:0cm" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo3;      tab-stops:list 36.0pt"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Membuat      tipu daya.</span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Setan adalah makhluk jahat. Dalam melakukan aksi kejahatannya, setiap penjahat selalu melakukan tipu daya yang licik untuk mengelabui mangsanya. Setan memasang ranjau-ranjau tipu dayanya agar manusia terpedaya dengannya, sehingga ia tergelincir ke dalam jebakannya. Akhirnya,<span style="mso-spacerun:yes"> </span>ia bertekuk lutut dihadapannya dan men jadi pengikut setia setan, bahkan menjadi tentaranya. Jauh dari Allah serta melangar aturan-aturan-Nya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span>“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya &#8216;auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin- pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” <span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(al-A’raaf (7) : 27)</span></strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></p>
<ol style="margin-top:0cm" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo3;      tab-stops:list 36.0pt"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Menghalang-halangi      manusia untuk melakukan kebajikan.</span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Setan sangatlah komitmen dengan tekadnya untuk<span style="mso-spacerun:yes"> </span>menyesatkan manusia. Seandainya dia tidak bisa<span style="mso-spacerun:yes"> </span>menjuerumuskan manusia kejurang kenistaan dan kemaksiatan, maka dia berusaha dengan sekuat tenaga dan strategi yang canggih agar manusia tidak melakukan kebajikan samaa sekali. Setan menghalangi hamba Allah untuk shalat, berdzikir, bersedekah, berjihad, dan dari segala bentuk kebajikan yang Allah perintahkan dan anjurkan. Sekecil apa pun kebaikan itu,<span style="mso-spacerun:yes"> </span>setan pasti<span style="mso-spacerun:yes"> </span>akan merintangi hamba Allah melakukannya.<span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span><span style="mso-tab-count:1"> </span>“Apabila dikatakan kepada mereka, &#8220;Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul&#8221;, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan <span style="mso-spacerun:yes"> </span>sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” </span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(an-Nisaa’ (4) : 61)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></em></p>
<ol style="margin-top:0cm" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo3;      tab-stops:list 36.0pt"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Menyulut      api permusuhan.</span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span></span></em></strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Visi setan adalah menjadikan seluruh anak cucu Adam pengikutnya. Maka, apabila hal itu tidak terealisasi secara keseluruhan, perlu ada langkah agar manusia hancur berantakan. Cara yang dilakukannya adalah mengadu domba manusia. Langkah ini diprogram sehebat mungkin, baik personil<span style="mso-spacerun:yes"> </span>yang memprovokasi maupun<span style="mso-spacerun:yes"> </span>programnya yang berbentuk fitnah-fitah, yang disebar diantara manusia atau program-program yang lainnya yang rentan terhadap pertikaian, seperti perjudian, program minuman keras, dan sebagainya. Langkah setan ini Allah jelaskan dalam firman-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span>“<em>Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: &#8220;Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya <span style="mso-spacerun:yes"> </span>syaitan<span style="mso-spacerun:yes"> </span><span style="mso-spacerun:yes"> </span>itu adalah<span style="mso-spacerun:yes"> </span><span style="mso-spacerun:yes"> </span>musuh<span style="mso-spacerun:yes"> </span>yang nyata bagi manusia.” </em><strong>(al-Israa’ (17) : 53)</strong></span></p>
<p class="MsoBodyText"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-list: l0 level1 lfo3;tab-stops:list 36.0pt"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-list:Ignore">9.<span style="font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;"> </span></span></span></em></strong> <strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Menyuruh manusia berbuat keji dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak ia ketahui.</span></em></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:18.0pt"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN">Allah SWT. selalu memerintahkan manusia untuk melakukan kebaikan, dan untuk selalu berkata berdasarkan ilmu. Akan tetapi, setan ingin menyesatkan manusia. Maka, ia<span style="mso-spacerun:yes"> </span>memutarbalikkan perintah Allah itu dengan<span style="mso-spacerun:yes"> </span>menyuruh manusia berbuat keji dan mengatakan terhadap Allah apa yang ia tidak ketahui. Oleh karenanya, Allah mengingatkan hamba-Nya akan langkah setan itu dengan firman-Nya.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">“Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” <strong><span style="mso-spacerun:yes"> </span></strong></span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(al-Baqarah (2) : 169</span></strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">)</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<h1><span lang="IN"><span style="mso-list:Ignore">II.<span style="font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;"> </span></span></span> <span lang="IN">AKIBAT YANG TIMBUL DARI LANGKAH-LANGKAH SETAN</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span></span></strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Adapun akibat dari langkah-langkah setan yang be</span></p>
</div>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/iblis-setan-dan-pertarungan-iman.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/iblis-setan-dan-pertarungan-iman.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sinergikan Kata &amp; Amal</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/buletin-almanar/sinergikan-kata-amal.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/buletin-almanar/sinergikan-kata-amal.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 01:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>
		<category><![CDATA[Buletin Almanar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1517</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara, bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang mengasyikkan bahkan menjadi sebuah hobi tersendiri. Padahal orang yang diam, belum tentutidak mengetahui permasalahan yang dibicarakan. Malah bisa jadi orang yang diam sesungguhnya lebih memahami persoalan yang diperbincangkan tersebut. Jika kita perhatikan kondisi bangsa kita akhir-akhir ini, maka kita lihat betapa banyak orang mengobral pembicaraan, mulai para tokoh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berbicara, bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang mengasyikkan bahkan menjadi sebuah hobi tersendiri. Padahal orang yang diam, belum tentutidak mengetahui permasalahan yang dibicarakan. Malah bisa jadi orang yang diam sesungguhnya lebih memahami persoalan yang diperbincangkan tersebut. Jika kita perhatikan kondisi bangsa kita akhir-akhir ini, maka kita lihat betapa banyak orang mengobral pembicaraan, mulai para tokoh dan pakar, pejabat hingga rakyat kecil. Para pakar sangat pandai berkomentar mengenai suatu peristiwa, namun sedikit sekali memberikan solusi atas persoalan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka sering berkomentar dan berdebat di televisi, namun kenyataannya tidak ada aksi yang diperbuatnya. Para pakar dan ahli sering diminta gagasan dan ide-ide terhadap suatu permasalahan masyarakat, bahkan mereka sering berdebat dan berbantah-bantahan me ngadu argumen masing-masing untuk memberikan komentar dan pendapat mereka namun hanya sedikit dari komentar mereka dibuktikan dengan perbuatan. Para pejabat juga demikian, mereka banyak mengobral berbagai macam janji kepada rakyat, mulai perbaikan sarana dan prasarana, pendidikan gratis, jaminan kesehatan, peningkatan pelayanan publik, kesempatan kerja yang lebih banyak, peningkatan pendapatan dan sebagainya. Namun ternyata janji-janji itu sangat sedikit yang direalisasikan. Para pejabat nampaknya lebih senang untuk banyak bicara daripada banyak berbuat.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian pula masyarakat lapis bawah, mereka sudah pandai berdebat dengan sesama temannya. Di warung-warung, di pangkalan ojek, dan dimana saja, tempat mereka nongkrong sering kita jumpai mereka sedang berdebat tentang berbagai macam tema. Mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga masalah-masalah politik serta ngrasani orang lain. Padahal mereka adalah orang awam yang tidak ada keterkaiatnnya dengan persoalan persoalan yang mereka debatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sering kali kita mendengar mereka berdebat sengit tentang politik, padahal pembicaraan mereka hanyalah debat kusir belaka.</p>
<p style="text-align: justify;">Sistem demokrasi, dimana kebebasan untuk berpendapat dilindungi oleh undang-undang dijadikan alasan untuk mengobral komentar dan berdebat mengadu argumen bagi para ahli dan pakar, atau mengobral janji-janji bagi para pejabat atau pun mengobral ucapan dan debat kusir bagi masyarakat awam. Sehingga mereka kelihatannya lebih senang dan merasa akan dianggap hebat kalau komentarnya lebih banyak atau merasa hebat jika dia menang dalam berdebat.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibatnya adalah para ahli tersebut kurang disegani oleh rakyat, para pejabat tidak memiliki kewibawaan dan masyarakat awam tidak punya harga diri, karena mereka semua terlalu banyak bicara dari pada berbuat yang konkret.</p>
<p style="text-align: justify;">Bisa jadi, permasalahan-permasalahan yang menimpa bangsa kita tercinta ini seperti maraknya KKN, suap-menyuap, penipuan, dan meningkatnya kemiskinan, kebodohan, kemunafikan, serta kemusyrikan disebabkan karena banyak pemimpin bangsa ini hanya sekadar mengumbar janji tanpa dibarengi dengan perbuatan nyata, atau karena banyak para ahli dan pakar hanya bisa mengobral ide dan gagasan namun tidak membuktikannya dengan perbuatan, ataupun masyarakat awam yang bergaya seperti para pakar dan ahli, sehingga mereka senang ngrasani dan juga memang kebiasaan masyarakat suka nongkrong dan berdebat padahal bukan urusan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Berani Berbicara Berani Berbuat</strong></span><br />
Islam mengajarkan kepada umatnya untuk tidak menjadi orang yang banyak bicara tetapi sedikit beramal (berbuat). Karena sikap seperti ini, banyak bicara sedikit berbuat sangat dibenci oleh Allah SWT. Firman Nya, Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (QS. Ash Shaf : 2-3).</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat ini diturunkan Allah SWT. Ketika ada sekelompok orang meminta kepada Rasul SAW agar diberitahukan tentang amal perbuatan yang paling dicintai Allah SWT. Kemudian Allah SWT menurunkan ayat yang berisi tentang perintah untuk berjihad, namun kenyataannya mereka yang menawarkan diri akan melakukan amal perbuatan yang paling afdhal, justru tidak mau berangkat untuk jihad membela agama Allah SWT. Mereka enggan berjihad dan banyak beralasan untuk lari dari jihad. Padahal mereka sendiri yang meminta untuk ditunjukkan amal yang paling baik. Namun tidak mau mengerjakannya. Sehingga hal itu sangat dibenci oleh Allah SWT dan tentu hal itu adalah benar-benar suatu keburukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang Islam dituntut agar setiap kata yang diucapkan dari bibirnya sesuai dengan perbuatannya. Tidaklah patut seorang muslim hanya pandai bicara tapi tidak mau beramal. Lebih tidak patut lagi jika seseorang hanya bisa menyuruh tapi tidak bisa memberi contoh. Banyak orang merasa bahwa lebih tinggi kedudukannya sehingga dia lebih senang menyuruh dari pada memberi contoh.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita bercermin kepada pribadi Rasulullah SAW, maka kita akan menemukan pada diri Beliau sebuah teladan yang sangat sempurna. Setiap kali beliau memerintahkan suatu amal atau ibadah maka beliaulah yang memulai pekerjaan tersebut. Rasulullah SAW selalu berbuat terlebih dahulu sebelum memerintahkan sahabat-sahabatnya, Beliau selalu memberi contoh sebelum sahabatnya melakukan pekerjaan tersebut. Sehingga tidak ada suatu amal apapun yang dikerjakan para sahabat kecuali hal itu telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.</p>
<p style="text-align: justify;">Pernah pada suatu ketika, Rasulullah SAW memerintahkan kepada para sahabat untuk mencukur rambut dan diteruskan memotong kambing setelah melakukan ibadah melempar jumrah di Mina. Namun para sahabat tidak kunjung melakukan perintah tersebut. Hingga Rasulullah SAW nampak agak kurang senang, karena perintahnya tidak segera dilaksanakan oleh para sahabatnya. Kemudian ada salah satu Istri Rasul mengusulkan agar Beliau memberi<br />
contoh terlebih dahulu sebelum sahabat. Kemudian Beliau menuruti usulan tersebut, lalu Beliau mencukur rambut dan memotong kambing. Segera setelah itu, para sahabat menirukan apa yang telah dicontohkan Rasul.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari kejadian tersebut, maka kita harus membuktikan segala ucapan kita dengan perbuatan yang nyata. Jangan sampai kita hanya bisa bicara tapi tidak bisa berbuat. Janganlah kita seperti sebuah pepatah yang mengatakan ’Tong kosong nyaring bunyinya’. Dimana orang yang banyak bicara, pandai berdebat dan senang ngrumpi itu biasanya tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya pandai bicara namun sedikit berbuat. Seorang muslim harus selaras antara ucapan dan perbuatannya. Jika dia berani berbicara maka dia harus juga berani berbuat.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Sedikit Bicara</strong></span><br />
Setiap kita, hendaknya mengetahui situasi dan kondisi, kapan saat harus bicara dan kapan saatnya harus diam. Sebelum berbicara, seseorang sebaiknya memahami atau paling tidak mengetahui persoalan apa yang akan dibicarakannya. Selain itu, yang juga lebih harus diperhatikan adalah apakah yang akan dibicarakan itu suatu kebaikan atau keburukan. Jika sesuatu itu baik dan dirasa perlu untuk menyampaikan (mengkomunikasikan), maka sampaikanlah dengan penuh kebaikan. Tetapi sebaliknya, jika sesuatu yang ingin disampaikan itu suatu keburukan dan bisa menimbulkan fitnah, maka sebaiknya tidak perlu dibicarakan dengan jelas, tepat dan apa adanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbicara yang baik atau diam adalah suatu kebaikan yang untuk saat ini sedikit sekali orang yang melakukannya. Terkait dengan hal itu Rasulullah SAW pernah menyampaikan dalam sebuah haditsnya, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir (kiamat), hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari).</p>
<p style="text-align: justify;">Lidah secara fisik hanya pendek dan lunak. Bahkan sudah ditutup rapat dalam mulut dan dibatasi oleh barisan gigi yang kokoh dan kuat. Namun begitu, masih saja lidah ini sewaktuwaktu menjadi bahaya laten. Ternyata dia bisa lebih panjang dari jalanan yang ada. Setiap kata dan ucapan yang keluar dari mulut diterbangkan ke mana-mana. Terkadang masih terus diabadikan, bahkan hingga pemilik lidah itu tiada. Ketajamannya juga bisa melebihi mata pisau. Hanya karena ucapan, maka korban bisa berjatuhan, meninggalkan luka berkepanjangan. Bahkan melahirkan pendendam dan orang-orang yang sakit hati. Lidah juga bisa lebih berbisa dari ular yang lebih berbisa sekalipun.</p>
<p style="text-align: justify;">Betapa banyak orang tidak menyadari, alangkah banyak dosa yang telah dikoleksi melalui lisannya. Lebih dari itu, tak jarang kehancuran seseorang terjadi karena kurang hati-hatinya dalam menyusun kata-kata di atas lidahnya, karena terlalu banyak bicara akan mengakibatkan kemampuan otak menurun, membuatnya lemah, sehingga kata-katanya keluar begitu saja tanpa kontrol dari si pembicaranya. Padahal, ucapan apa pun yang kita ucapkan, baik yang diucapkannya itu baik ataupun busuk, semuanya tercatat, semuanya terekam oleh malaikat pencatat. Sebagaimana yang dikatakan oleh Allah SWT dalam firmanNya : “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Infithar (82) : 10-12). “Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan kepada kalian dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang kalian telah kerjakan.” (QS.Al-Jatsiyah (45) : 29).</p>
<p style="text-align: justify;">Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan ucapan atau perbuatan yang tidak bermanfaat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Diriwayatkan dari Abi Hurairah radhiyallah ‘anhu , ia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: “Termasuk dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak penting baginya.” (HR At-Tirmidzi). Imam Ibnu Rajab rahimahullah (wafat 795H) mengatakan: “Hadits ini merupakan pondasi yang sangat agung di antara pondasi-pondasi adab.” Dia mengatakan pula tentang pengertian hadits ini: “Sesungguhnya barang siapa yang baik keislamannya pasti ia meninggalkan ucapan dan perbuatan yang tidak penting baginya; ucapan dan perbuatannya terbatas dalam hal yang penting baginya.” (Kitab Jami’ul ‘Ulum wal Hikam).</p>
<p style="text-align: justify;">Ukuran penting di sini bukan menurut rasa atau rasio/ akal kita yang tidak lepas dari pengaruh hawa nafsu, akan tetapi berdasarkan tuntunan syari’at Islam. Termasuk meninggalkan ucapan dan perbuatan yang tidak penting adalah meninggalkan hal-hal yang haram, atau hal yang masih samar, atau sesuatu yang makruh, bahkan berlebihan dalam perkara-perkara yang mubah sekalipun, sedangkan apabila tidak dibutuhkan maka termasuk kategori hal-hal yang tidak penting.</p>
<p style="text-align: justify;">Imam Ibnu Rajab rahimahullah menambahkan pula: “Kebanyakan pendapat yang ada tentang maksud meninggalkan apa-apa yang tidak penting adalah menjaga lisan dari ucapan yang tidak berguna, sebagaimana disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala :</p>
<p style="text-align: justify;">“Tidaklah seorang mengucapkan satu ucapan kecuali padanya ada malaikat yang mengawasi dan mencatat.” (Qaaf: 18).</p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/buletin-almanar/sinergikan-kata-amal.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/buletin-almanar/sinergikan-kata-amal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dahsyatnya Pengobatan Ruqyah dan Bekam</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/dahsyatnya-pengobatan-ruqyah-dan-bekam.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/dahsyatnya-pengobatan-ruqyah-dan-bekam.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 04:58:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1500</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:  Ust. Hasan Bishri, Lc.
 (Ketua Yayasan ad-Dawa’ Senen, Jakarta Pusat)

Muqoddimah
Pengobatan dengan metode Ruqyah Syar’iyyah belum banyak dikenal oleh masyarakat luas, bahkan kaum muslimin sendiri masih merasa asing dengan kata ruqyah syar’iyyah. Padahal itu adalah pengobatan yang telah diajarkan Rasulullah dan diwariskan ke kita sebagai ummatnya. Begitu pula bekam. Namun akhir-akhir ini pengobatan metode [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh:  Ust. Hasan Bishri, Lc.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> (</em>Ketua Yayasan ad-Dawa’ Senen, Jakarta Pusat<em>)</em></p>
<hr style="text-align: justify;" />
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Muqoddimah</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pengobatan dengan metode Ruqyah Syar’iyyah belum banyak dikenal oleh masyarakat luas, bahkan kaum muslimin sendiri masih merasa asing dengan kata ruqyah syar’iyyah. Padahal itu adalah pengobatan yang telah diajarkan Rasulullah dan diwariskan ke kita sebagai ummatnya. Begitu pula bekam. Namun akhir-akhir ini pengobatan metode bekam sudah mulai dikenal masyarakat, sehingga klinik-klinik bekam bisa kita jumpai di mana-mana, terutama di tengah masyarakat kota seperti jabodetabek. Kedua metode pengobatan itu sangat direkomendasikan oleh Rasulullah sebagai solusi pengobatan bagi ummatnya.<span id="more-1500"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Pengertian Ruqyah</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ruqyah menurut bahasa adalah bacaan, mantra atau jampi-jampi. Sedangkan menurut syari’at Islam Ruqyah Syar’iyyah adalah, &#8220;Do&#8217;a yang dibaca untuk memohon kesembuhan yang terdiri dari ayat-ayat al-Qur&#8217;an dan hadits Rasulullah yang shahih.&#8221; (Kitab Dha&#8217;ifu Sunanit Tirmidzi: 231, karya Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah).</p>
<p style="text-align: justify;">Perlu diketahui bahwa praktik ruqyah itu ada dua macam, dari zaman dahulu sampai sekarang. Yaitu ruqyah syirkiyah dan ruqyah syar’iyyah. Ruqyah syirkiyah adalah ruqyah yang diharamkan, karena yang dibaca adalah bacaan yang mengandung kesyirikan, atau mengandung unsur syirik. Sedangkan ruqyah syar’iyyah adalah bacaan yang murni terdiri dari ayat-ayat al-Qur’an atau hadits-hadits Rasulullah, dan tidak dicampur dengan bacaan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Pengertian Bekam</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bekam (al-Hijamah) merupakan metode pengobatan yang sangat popular sejak dahulu, sebelum Muhammad diutus Allah sebagai Nabi dan Rasul. Istilah “bekam” diambil dari bahasa Melayu yang berarti “pelepasan darah kotor”, dan dalam bahasa Arab disebut “al-Hijamah” atau dalam bahasa inggris disebut “cupping”. Sementara di Indonesia dikenal dengan istilah “kop” atau “cantuk”.</p>
<p style="text-align: justify;">Bekam adalah pengobatan rekomendasi Rasulullah dengan cara detoksifikasi, yaitu mengeluarkan darah kotor atau darah statis yang ada di bawah permukaan kulit. Akibat adanya penumpukan toksid (racun) di dalam tubuh, yang berasal dari makanan dan minuman instan berbahan kimia, seperti pewarna, pengawet, perasa makanan (MSG), zat pengembang, polusi udara, zat-zat itu mengendap dalam tubuh, karena tidak dapat diurai oleh system pencernaan tubuh dan tidak dapat dikeluarkan melalui system pembuangan kotoran (BAB).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Legalitas Ruqyah dan Bekam</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Allah swt. berfirman, “Dan Kami turunkan dari al-Qur&#8217;an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur&#8217;an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zhalim selain kerugian.” (QS. al-Isra’: 82).</p>
<p style="text-align: justify;">Aisyah ra., istri Rasulullah saw. berkata, “Apabila Rasulullah merasa sakit, Malaikat Jibril meruqyahnya dengan membaca, “Dengan nama Allah yang menciptakanmu, dan Dia menyembuhkanmu dari segala macam penyakit, dan dari kejahatan orang yang dengki saat ia dengki, dan dari kejahatan setiap orang yang bermata jahat.” (HR. Muslim).</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Ummu Salamah ra., ia berkata, “Rasulullah saw. pernah melihat seorang anak perempuan yang kulit wajahnya berubah menjadi kehitaman. Maka Rasulullah bersabda, ‘lakukanlah terapi ruqyah untuknya, karena ia terkena penyakit akibat pandangan mata (jahat).” (HR. Bukhari, no. 5298 dan Muslim, no. 4074).</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah saw. bersabda, “Kesembuhan itu ada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dengan kay.” (HR Bukhari). Di riwayat lain, “Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah al-hijamah (bekam) dan al-fashdu (venesection).” (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi, ruqyah syar’iyyah dan bekam adalah pengobatan yang rekomended.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Dahsyatnya Ruqyah</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">“Dan aku perintahkan kalian untuk selalu berdzikrullah (menyebut nama Allah). Sesungguhnya perumpamaan orang yang sering dzikrulloh seperti orang yang sedang dicari dan dikejar-kejar musuh. Sampai orang itu menjumpai benteng yang sangat kokoh sehingga bisa melindunginya dari para musuh. Begitulah perumpamaan seorang hamba, ia tidak melindungi dirinya dari kejahatan syetan, kecuali dengan dzikrulloh.” (HR. Tirmidzi).</p>
<p style="text-align: justify;">Utsman bin Abil ‘Ash berkata, “Rasulullah pernah datang kepadaku, dan waktu itu saya lagi sakit yang sangat parah. Maka Rasulullah bersabda, ‘Usaplah (badanmu yang terasa sakit) dengan tangan kananmu sebanyak tujuh kali, seraya membaca, ‘Aku berlindung kepada Kemuliaan Allah dan Kekuasaan serta Kerajaan-Nya dari kejahatan yang aku temui.’ Lalu aku melakukan resep itu, dan Allah menghilangkan sakit yang ada pada diriku. Dan sejak itu aku selalu memerintahkan keluargaku untuk melakukannya juga begitu juga orang-orang lainnya.” (HR. Ahmad, no. 15677. Abu Daud, no. 3393. Tirmidzi, no. 2006 dan ia menyatakannya sebagai hadits hasan shahih).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Dahsyatnya Bekam</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bekam diyakini mampu menyembuhkan banyak penyakit secara lebih efektif dan aman dibanding metode kedokteran modern. Sehingga di kota-kota besar Amerika dan eropa saat ini banyak bermunculan ahli bekam serta klinik bekam. Bahkan akhir-akhir ini pengobatan dengan metode bekam telah dipelajari dalam kurikulum fakultas kedokteran di Amerika Serikat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Kitab ad-Dawa-ul ‘Ajib, ilmuwan Damaskus Muhammad Amin Syaikhu menyatakan bahwa pada tahun 2001 M, telah dilakukan penelitian terhadap 300 kasus. Dan hasilnya; setelah menjalani terapi bekam, mereka yang menderita tekanan darah rendah, tekanan darahnya naik hingga batas normal. Begitu juga sebaliknya, mereka yang mengalami darah tinggi, tekanannya turun hingga batas normal. Dan mereka yang terjangkiti penyakit Diabetes (kencing manis), 92,5%  kadar gulanya turun. Yang terkena asam urat, 83,68% sembuh.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Penutup</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Subhanalloh…, apapun yang kita butuhkan, Islam telah menyediakannya. Termasuk dalam hal pengobatan. Apa yang disabdakan Rasulullah pasti benar adanya, apa yang beliau rekomendasikan pastilah yang terbaik. Sudah jutaan orang membuktikan dahsyatnya pengobatan dengan metode ruqyah syar’iyah dan bekam. Kini giliran Anda untuk membuktikan keampuahannya.</p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/dahsyatnya-pengobatan-ruqyah-dan-bekam.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/dahsyatnya-pengobatan-ruqyah-dan-bekam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Musibah</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/belajar-dari-musibah.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/belajar-dari-musibah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Mar 2011 05:53:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1481</guid>
		<description><![CDATA[Hidup di dunia adalah ujian, Allah swt berfirman: “Dialah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia lebih perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Al- Mulk/67:2). Maka peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia ini adakalanya terasa manis, atau sebaliknya ada yang terasa pahit. Ada kejadian-kejadiannya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hidup di dunia adalah ujian, Allah swt berfirman: “Dialah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia lebih perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Al- Mulk/67:2). Maka peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia ini adakalanya terasa manis, atau sebaliknya ada yang terasa pahit. Ada kejadian-kejadiannya yang tampak indah dan menyenangkan, atau sebaliknya ada yang tampak jelek dan menakutkan.<span id="more-1481"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Semua yang manis, indah dan menyenangkan, itulah mungkin yang kita sebut kenikmatan dan karunia. Adapun semua yang pahit, jelek dan menakutkan dari peristiwa yang menimpah kita, itulah mungkin yang kita sebut musibah.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang perlu kita bangun dalam diri kita adalah bahwa dibalik peristiwa itu ada hikmah, baik yang dinilai sebagai keburukan atau kebaikan, bukankah Allah mengatakan dalam Al-Qur’an bahwasannya: “Dialah yang membuat segala sesuatu dengan sebaik-baiknya” (QS. Al-sajdah/32:7).</p>
<p style="text-align: justify;">Prof. M. Quraiys Shihab mengatakan: “Segala yang diciptakan oleh Allah semuanya adalah baik. Keburukan adalah akibat keterbatasan pandangan. Ia sebenarnya tidak buruk, tetapi nalar manusia mengiranya demikian. Keterbatasan pandangan pada objek tersebut menjadikan si pemandang melihatnya buruk. Tetapi jika wajah dipandang secara menyeluruh, maka titik hitam tersebut justru menjadi unsur kecantikannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itulah, maka Allah mengingatkan bahwa: “Boleh jadi engkau tidak senang kepada sesuatu, padahal dia itu baik untuk kamu, dan boleh jadi juga engkau menyenangi sesuatu padahal itu buruk untuk kamu, Allah mengatahui dan kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah/2:216). (Jurnal Studi Al-Qur’an, Januari 2006).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Musibah dan Bala’ (ujian) Pasti Datang.<br />
</strong></span>“Dan aku pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS. Al-Baqarah/2:155).</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah beberapa musibah atau bala’ yang dapat menimpah semua orang. Baik disebabkan karena ulah jahat manusia atau memang sudah kehendak Allah swt, untuk menjelaskan bahwa kehidupan ini adalah ujian. “Tak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah” (QS.Al- Taghaabun/64:11).</p>
<p style="text-align: justify;">Musibah pada dasarnya didatangkan Allah karena ulah atau kesalahan manusia. Sedangkan bala’ tidak mesti demikian, dan bahwa tujuan bala’ adalah peningkatan derajat seseorang di hadapan Allah SWT.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka kita dapat mendengar, melihat, bahkan mungkin merasakannya sendiri adanya musibah atau bala’. Orang yang tinggal di daerah dataran tinggi, dengan mudah terkena musibah longsor. Yang tinggal di daerah dataran rendah, dengan mudah tersapu musibah banjir. Dan yang merasa aman, karena ia tinggal di daerah yang dipandang aman, jauh dari longsor ataupun banjir, kalau waktunya sudah tiba, musibah pasti datang kepadanya, atau justru ia yang mendatangi musibah.</p>
<p style="text-align: justify;">Musibah itu bisa berupa kebakaran, kecelakaan, sakit, kematian dan yang lainnya. Dan cukuplah sebagai pelajaran yang tak terlupakan sekaligus peringatan bagi kita semua, ketika Allah swt menunjukkan kembali sedikit keagungan dan kebesaran- Nya, dengan tsunami yang terjadi di Jepang yang mengakibatkan banyak korban jiwa. Sungguh merupakan peristiwa yang sangat luar biasa serta menimbulkan dampak yang amat besar.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Musibah, bala’ &amp; Sikap seorang Muslim</strong></span><br />
Karena ujian dan musibah merupakan sebuah kepastian, maka tak seorangpun yang luput darinya. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin berat pula ujiannya. Karena itu, Rasulullah saw pernah mengajarkan jurus jitu kepada umat Islam dalam menjalani ujian hidup ini, terutama untuk menghadapi musibahnya, sekaligus sebagai pujian bagi seorang mukmin yang telah berhasil mendapatkan manisnya keimanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah saw mengatakan: “Orang mukmin itu memiliki keunikan, sehingga suluruh urusannya menjadi baik untuknya, dan keunikan ini tidak dimiliki oleh siapapun kecuali oleh orang yang mukmin. Yaitu; apabila ia mendapatkan kenikmatan, ia pandai bersyukur, hal ini baik baginya, dan apabila ia mendapatkan musibah, ia tegar bersabar, hal ini juga baik baginya” (HR. Muslim, riwayat dari sahabat Abu Yahya Shuhaib bin Sinan ra).</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan di dalam hadits qudsiy, Rasulullah menerangkan, bahwa Allah berfirman:  “Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang mukmin dari penduduk dunia, ketika Aku mengambil kesenagannya lalu ia merelakannya, kecuali surga” (HR. Bukhari, riwayat dari Abu Hurairah ra).</p>
<p style="text-align: justify;">Sehingga seorang muslim dengan keimanan yang ia miliki dapat melihat ujian atau bala’ sebagai hal yang menyenangkan. Allah berfirman: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Aku akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai fitnah. Dan hanya kepada Akulah kamu dikembalikan” (QS. Al-Anbiya/21:35). Nabi Sulaiman as, misalnya, yang diberi aneka kuasa dan kenikmatan, menyadari fungsi nikmat sebagai ujian sehingga beliau berkata sebagimana diabadikan Al-Qur’an: “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmatnya)?” (QS. Al-Naml/27:40).</p>
<p style="text-align: justify;">Maka cukuplah sebagai solusi terapi mental yang paling manjur bagi orang-orang yang beriman ketika musibah dunia menguncangnya, pesan Allah berikut ini: “… Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu, orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata:”Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un” (sesungguhnya kami milik Allah, dan kepada-Nya kami kembali). Mereka itulah orang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. Al-Baqarah/2:155-157).</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan ingat dan sadar, dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup dan kemana kita akan kembali? seseorang akan mendapatkan kembali kekuatan dan staminanya untuk terus bertahan dan melanjutkan sisa perjalanan hidupnya untuk menjadi lebih baik. Sementara ajaran idiologi selain Islam tidak sanggup menyelamatkan pemeluknya dari keterpurukan moral dan mental bahkan bunuh diri, di saat peristiwa dunia menghimpitnya dan musibah mengguncang kehidupannya. Maha Suci Engkau ya Allah, yang seluruh penghuni langit dan bumi selalu bertasbih kepada-Mu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Musibah Adalah Ujian</span></strong><br />
Musibah ini diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk menguji keimanan mereka, agar di ketahui siapa di antara mereka yang imannya benar-benar mutiara dan yang imannya hanya sekedar beling pecahan kaca.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah berfirman: ”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan “kami telah beriman” sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” (QS. )</p>
<p style="text-align: justify;">Maka musibah ini bertujuan untuk menempa manusia beriman, agar tidak berputus asa akibat jatuhnya musibah, walau hal tersebut terjadi karena kesalahan sendiri. Sebab boleh jadi ada kesalahan yang tidak disengaja atau karena kelengahan. Dalam Al-Qur’an Allah SWT menjelaskan: “Tidak suatu musibah pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudh) sebelum Aku menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Aku jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Al-Hadid/57:22)</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Musibah adalah peringatan &amp; peghapus dosa</strong></span><br />
Musibah ini diberikan kepada orang-orang mukmin yang telah melakukan dosa dan berhak untuk disiksa, lalu Allah ingin menghapus dosa-dosanya dengan musibah ini agar selamat dari siksa-Nya. “dan musibah apapun yang menimpa kamu, maka ia disebabkan oleh perbuatan tangan kamu sendiri, dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Al-Syura/42:30).</p>
<p style="text-align: justify;">“Tak satupun musibah yang menimpah orang mukmin, seperti sakit, rasa lelah, duka, cemas dan kesedihan sampai duri yang menusuknya, kecuali dosa-dosanya akan dihapus dengannya” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan ahmad. Riwayat dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah ra).</p>
<p style="text-align: justify;">Di ayat yang lain Allah berfirman: “Nikmat apa saja yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja yang menimpamu, maka dari (keselahan) dirimu sendiri” (QS. Al-Nisa’/4:79).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Musibah adalah adzab<br />
</strong></span>Musibah ini datang sebagai tanda murka Allah kepada orang-orang pelaku dosa dan jauh dari keimanan dan taqwa. “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. Pastilah Aku akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat-Ku) itu, maka Aku siksa mereka disebabkan perbuatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan-Ku di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan-Ku di waktu pagi hari ketika mereka sedang bermain?</p>
<p style="text-align: justify;">Maka apakah mereka merasa aman dari Adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang yang merugi. (QS. Al-A’rof/7:96-99).</p>
<p style="text-align: justify;">Menghadapi musibah ini, masyarakat pelaku kejahatan dan dosa harus segera kembali kepada ajaran Allah dan syari’at-Nya, dengan bertaubat secara serius dan istighfar sebanyak-banyaknya.</p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/belajar-dari-musibah.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/belajar-dari-musibah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ruqyah untuk Segala Penyakit</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/ruqyah-untuk-segala-penyakit.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/ruqyah-untuk-segala-penyakit.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 02:40:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1477</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:  Ust. Hasan Bishri, Lc. 
 (Dosen Pusat Studi Islam Al-Manar dan Praktisi Ruqyah Klinik Ghoib)

Banyak orang yang salah pahamakan kegunaan terapi ruqyah. Mereka mengira bahwa ruqyah hanya untuk terapi gangguan jin, penyakit non medis atau sakit jiwa. Padahal ruqyah itu adalah bagian dari do’a. Sebagaimana kita berdo’a kepada Allah, kita memohon kepada-Nya tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh:  <a href="../asatidza/hasan-bisri-lc" target="_blank">Ust. Hasan Bishri, Lc. </a></p>
<p style="text-align: justify;"><em> (Dosen Pusat Studi Islam Al-Manar dan Praktisi Ruqyah Klinik Ghoib)</em></p>
<hr style="text-align: justify;" />
<p style="text-align: justify;">Banyak orang yang salah pahamakan kegunaan terapi ruqyah. Mereka mengira bahwa ruqyah hanya untuk terapi gangguan jin, penyakit non medis atau sakit jiwa. Padahal ruqyah itu adalah bagian dari do’a. Sebagaimana kita berdo’a kepada Allah, kita memohon kepada-Nya tidak hanya masalah akhirat, tapi juga masalah dunia. Selamat dari petaka dan bencana, lancar rizki, badan sehat, sukses dalam bekerja dan berkarir, lancar dalam usaha dan bisnis, serta hajat duniawi lainnya. Semua itu kita mohonkan kepada Allah melalui do’a-do’a.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu juga terapi ruqyah syar’iyah, dengan terapi tersebut kita memohon kepada Allah akan kesembuhan dari penyakit-penyakit yang kita derita, baik itu penyakit rohani atau jasmani, penyakit fisik atau non fisik, penyakit medis atau non medis, penyakit akibat ganbgguan jin (syetan) atau akibat gangguan makhluk lainnya. Karena segala macam penyakit itu terjadi karena kehendak (taqdir) Allah, dan dengan memohon kepada-Nya kita berobat dan mengharap turunnya kesembuhan, karena Dialah yang Maha Penyembuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Kitab Tuhfatul Maridh (Anugerah Terindah bagi Orang yang Sakit), Syekh Abdullah bin Ali al-Ju’aitsin hafizhoholloh berkata, “Termasuk sebab datangnya kesembuhan adalah berobat dengan Ruqyah Ilahiyah dengan bacaan ayat-ayat al-Qur’an dan do’a-do’a. karena ruqyah itu punya pengaruh yang sangat kuat untuk kesembuhan orang yang sakit atau menghilangkan penyakitnya. Jika seseorang berobat dengan ruqyah syar’iyah secara benar, maka ia akan melihat pengaruh ruqyah yang dahsyat dalam kesembuhannya dari segala macam penyakit, baik itu sakit fisik, jiwa atau hati.” (Kitab Tuhfatul Maridh: 80-81).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Ruqyah Terapi Holistik</strong></span><br />
Allah berfirman, “Dan Kami al-Qur’an suatu yang jadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…”. (QS. Al-Isra’: 82). Di surat lain, “Katakanlah, al-Qur’an itu adalah petunjuk dan kesembuhan bagi orang-orang yang beriman…”. (QS. Fushshilat: 44).</p>
<p style="text-align: justify;">Imam as-Syinqithi rahimahulloh berkata, “Kesembuhan yang dikandung al-Qur’an meliputi kesembuhan hati dari penyakit-penyakitnya seperti keraguan dan kemunafikan serta yang lainnya. Dan ia juga meliputi kesembuhan untuk badan apabila al-Qur’an itu dipakai untuk meruqyahnya, sebagaimana disebut dalam hadits shahih yang mengisahkan seorang shahabat Rasulullah meruqyah orang yang tersengat kalajengking dengan membaca surat al-Fatihah.” (Kitab Tafsir Adhwa-ul Bayan: 3/ 624).</p>
<p style="text-align: justify;">Imam Ibnul Qoyyim al-Jauziyah rahimahulloh berkata, “Sebagaimana diketahui banyak orang, bahwa sebagian ucapan (perkataan) punya kekhususan dan bermanfaat secara nyata. Lalu bagaimana dengan ucapan Allah, Rabb semesta alam. Yang notabene keutamaannya dibanding dengan ucapan selain-Nya seperti keutamaan Allah dibanding para makhluk ciptaan-Nya. Al-Qur’an merupakan obat yang sempurna, perlindungan yang kuat, cahaya yang terang benderang, dan rahmat yang menyeluruh.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang mana kalau diturunkan pada gunung, niscaya gunung itu akan runtuh karena keagungan dan kebesaran-Nya. Allah berfirman, “Dan Kami al-Qur’an suatu yang jadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…”. (QS. Al-Isra’: 82). Dan kata “Min” dalam ayat tersebut berfungsi untuk menjelaskan jenis (lil jinsi), bukan bermakna memparsialkan (lit tab’idh). Itulah pendapat yang paling valid.” (Kitab Zadul Ma’ad: 4/ 177).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Rasulullah Berobat dengan Ruqyah</strong></span><br />
Orang yang paling faham akan hakikat ruqyah, manfaat dan keguanaannya adalah Rasulullah. Beliau telah mencontohkan secara nyata bagaimana berobat dengan terapi ruqyah secara benar. Tidak hanya teori atau retorika, tapi dibuktikan dengan praktik dan tindakan nyata. Beliau meruqyah dirinya saat sedang sakit, beliau juga meruqyah keluarganya saat mereka sakit. Beliau juga meruqyah shahabatnya saat mereka datang kepadanya dan mengeluh sakit, sebagaimana beliau mengajarkan shahabatnya untuk melakukan terapi ruqyah mandiri. Bahkan malaikat Jibril turun dari langit hanya untuk meruqyah Rasulullah. Dan tidaklah malaikat Jibril turun, kecuali telah mendapatkan perintah dari Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Simaklah hadits-hadits shahih berikut, agar kita tidak ragu untuk menjadikan terapi ruqyah sebagai bagian dari pengobatan atau mencari kesembuhan atas penyakit yang ada. Kita berusaha berobat dengan ruqyah, dan Allahlah yang menyembuhkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aisyah berkata, “Apabila Rasulullah merasa sakit, beliau meruqyah dirinya sendiri dengan membaca ayat-ayat perlindungan lalu meniupnya.” (HR. Ahmad, no. 24308).</p>
<p style="text-align: justify;">Aisyah berkata, “Rasulullah, apabila ada keluarganya yang sakit, maka ia meniupnya dengan membaca al-Mu’awwidzat (surat-surat perlindungan). Dan ketika beliau sakit saat menjelang kematiannya, maka akulah yang meruqyahnya (meniupnya) dan aku usap dengan tangan beliau sendiri, karena tangannya lebih besar berkahnya daripada tanganku. (HR. Muslim).</p>
<p style="text-align: justify;">Aisyah, istri Rasulullah berkata, “Apabila Rasulullah merasa sakit, Malaikat Jibril meruqyahnya dengan membaca, “Dengan nama Allah yang menciptakanmu, dan Dia menyembuhkanmu dari segala macam penyakit, dan dari kejahatan orang yang dengki saat ia dengki, dan dari kejahatan setiap orang yang bermata jahat.” (HR. Muslim).</p>
<p style="text-align: justify;">Utsman bin Abil ‘Ash berkata, “Rasulullah pernah datang kepadaku, dan waktu itu saya lagi sakit yang sangat parah. Maka Rasulullah bersabda, ‘Usaplah (badanmu yang terasa sakit) dengan tangan kananmu sebanyak tujuh kali, seraya membaca, ‘Aku berlindung kepada Kemuliaan Allah dan Kekuasaan serta Kerajaan-Nya dari kejahatan yang aku temui.’ Lalu aku melakukan resep itu, dan Allah menghilangkan sakit yang ada pada diriku. Dan sejak itu aku selalu memerintahkan keluargaku untuk melakukannya juga begitu juga orang-orang lainnya.” (HR. Ahmad, no. 15677. Abu Daud, no. 3393. Tirmidzi, no. 2006 dan ia menyatakannya sebagai hadits hasan shahih).</p>
<p style="text-align: justify;">Riwayat-riwayat shahih tersebut menjelaskan bahwa Rasulullah dan para shahabatnya menggunakan terapi ruqyah syar’iyah sebagai obat penyakit fisik dan non fisik. Siapa yang beranggapan bahwa ruqyah tidak bisa dipakai untuk pengobatan penyakit medis (fisik), berarti anggapan itu menyalahi dalil yang shahih dan praktik nyata yang dilakukan oleh sang guru ruqyah syar’iyah, yaitu Rasulullah Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah dan para shahabatnya telah membuktikan dahsyatnya terapi RUQYAH SYAR&#8217;IYYAH. Kini giliran Anda untuk membuktikannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Wallohu a’lam.</em></p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/ruqyah-untuk-segala-penyakit.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/ruqyah-untuk-segala-penyakit.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Crop circle, Jejak UFO atau JIN?</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/crop-circle-jejak-ufo-atau-jin.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/crop-circle-jejak-ufo-atau-jin.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Jan 2011 10:44:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1413</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:  Ust. Hasan Bishri, Lc. 
 (Dosen Pusat Studi Islam Al-Manar dan Praktisi Ruqyah Klinik Ghoib)

Muqoddimah
Crop circle merupakan salah satu misteri yang paling menarik di zaman modern ini. Dan di Indonesia sekarang menjadi tema panas yang diangkat oleh berbagai macam media massa, dan jadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. mungkin ini adalah satu-satunya misteri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh:  <a href="../asatidza/hasan-bisri-lc" target="_blank">Ust. Hasan Bishri, Lc. </a></p>
<p style="text-align: justify;"><em> (Dosen Pusat Studi Islam Al-Manar dan Praktisi Ruqyah Klinik Ghoib)</em></p>
<hr style="text-align: justify;" />
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Muqoddimah</strong></span><br />
Crop circle merupakan salah satu misteri yang paling menarik di zaman modern ini. Dan di Indonesia sekarang menjadi tema panas yang diangkat oleh berbagai macam media massa, dan jadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. mungkin ini adalah satu-satunya misteri yang sejalan dengan seni yang indah.<span id="more-1413"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Crop circle atau yang lebih dikenal dengan sebutan lingkaran ladang gandum adalah sebuah pola yang muncul dalam semalam pada ladang gandum dengan ciri merunduknya batangan gandum tersebut. Pada awalnya, crop circle hanya berbentuk lingkaran-lingkaran sederhana, namun memasuki tahun 1980-an, crop circle berkembang hingga memiliki pola yang rumit dan tidak hanya berbentuk lingkaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Istilah Crop circle pertamakali diperkenalkan oleh Colin Andrew, salah satu peneliti crop circle ternama di dunia. Mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui, namun crop circle ternyata tidak hanya muncul di ladang gandum, melainkan juga di ladang jagung, keledai, sawah dan kebun bunga.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Crop circle telah mendunia</strong></span><br />
Crop circle mulai mendunia pada tahun 1980-an ketika media melaporkan banyak crop circle muncul di wilayah pedesaan Inggris, terutama di Wiltshire dan Hampshire. Bersamaan dengan kemunculan di Inggris, fenomena yang sama dilaporkan muncul di Australia dan Amerika Serikat.</p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia memang agak telat untuk membahas fenomena ini, mungkin karena belum mengalami langsung, baru Minggu pagi 20 Januari 2011, di area persawahan desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Padahal hingga saat ini paling tidak ada sekitar 12.000 Crop circle yang telah ditemukan di seluruh dunia, seperti Inggris, Rusia, Amerika Serikat, Kanada dan bahkan Jepang.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Crop circle karya siapa?<br />
</strong></span>Keberadaan Crop circle di Indonesia semakin menambah gejolak kontroversi yang selama ini berkembang di kalangan masyarakat dunia. Saat mereka membicarakan status keberadaan Crop circle. Apakah karya seni yang indah dan mengagumkan itu sebagai karya manusia yang terlatih dan ahli di bidangnya, atau itu merupakan jejak pesawat makhluk luar angkasa (Alien) yang dikenal dengan UFO, atau itu merupakan karya Iblis (jin) sebagai makhluk ghaib yang menyimpan sejuta misteri?</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Crop Circle buatan Iblis…?<br />
</strong></span>Sejarah Crop circle dapat dilacak hingga tahun 1678. Pada abad tersebut, ada sebuah ukiran kayu yang disebut &#8220;Mowing Devil&#8221; yang menggambarkan iblis sedang menggambar desain oval di sebuah ladang gandum.</p>
<p style="text-align: justify;">Kisahnya mungkin sedikit mistik. Sang petani yang menolak tuntutan pekerjaan sang majikan, mengatakan bahwa lebih baik iblis yang mengerjakan tugasnya. Pada malam itu juga, Ladang gandum tersebut terlihat terbakar oleh api. Paginya lingkaran misterius berbentuk oval muncul di ladang tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Entahlah ini kisah nyata atau tidak (sepertinya mitos aja sih, pen.) tidak ada yang bisa mengkonfirmasinya. Laporan crop circle yang lebih modern dipublikasikan di majalah Nature edisi 29 Juli 1880. Pada tahun itu, seorang peneliti bernama John Rand Capron melaporkan adanya tanaman-tanaman gandum yang merunduk dan membentuk lingkaran sirkular.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Crop circle buatan manusia<br />
</strong></span>Bagi mereka yang menyimpulkan bahwa Crop circle buatan manusia didukung oleh berbagai macam data dan aargumentasi yang kuat. Termasuk fenomena keberadaan Crop circle yang ada di Yogyakarta. Mereka mengatakan, &#8221; Setelah mendapat berita dari sumber yang terpercaya, pada Senin siang tim Indonesian Rasionalist Institute (IRIs) bergerak ke lokasi ditemukannya crop circle (Yogyakarta). Berdasarkan literature dan sumber ilmiah yang telah dimiliki IRIs sebelumnya, kami memiliki dugaan awal bahwa Crop Circle ini bukan merupakan fenomena alam ataupun hasil dari mahkluk luar angkasa, namun merupakan hasil rekayasa manusia, seperti ribuan kasus crop circle di negara lain yang sudah terbongkar sebelumnya di seluruh belahan dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Data-data yang dihimpun dari pengamatan visual pada akhirnya membuat kami mengambil kesimpulan bahwa crop circle ini tidak lebih misterius dan tidak lebih canggih dari crop circle yang muncul di eropa sejak tiga dasawarsa terakhir yang merupakan hasil seni dari beberapa grup rahasia seniman pembuat crop circle.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Terbongkarnya Misteri Crop Circle<br />
</strong></span>Misteri crop circle mulai terungkap ketika sekelompok peneliti dari MIT dan discovery channel mencoba merekonstruksi pola rumit crop circle. Tim tersebut mengungkap bahwa crop circle ternyata dapat dibuat oleh manusia dengan cara yang tidak terlalu sulit meskipun membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan yang menuntut kecermatan dan kesabaran tinggi. Zat-zat kimia, radiasi, dan serpihan logam dapat direkayasa dengan bahan bahan yang dapat ditemui sehari-hari atau dibeli di toko bahan kimia.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1991, dua orang bernama Doug Bower dan Dave Chorley menyatakan bahwa mereka telah memulai aktivitas pembuatan crop circle sejak 1978 dengan menggunakan peralatan sederhana, Setelah pernyataan tersebut mereka membuktikannya dengan membuat crop circle dalam waktu kurang dari satu jam. Bower dan chorley bukan satu satunya grup yang mampu membuat crop circle. Secara rahasia baanyak seniman pembuat crop circle yang melakukannya secara rahasia demi kepuasan pribadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah hal ini diekspose di media dan menjawab semua fenomena crop circle, kelompok crop circle maker menjadi profesi baru yang kerap diminta banyak perusahaan untuk membuat logo mereka diatas ladang gandum di dekat area bandara agar terlihat oleh siapapun yang menggunakan penerbangan pesawat. Firefox adalah salah satu perusahaan yang menggunakan jasa ini. Logo Firefox pada crop circle bahkan tertangkap di google earth.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 11-12 juli 1992 sudah diselenggarakan kompetisi membuat crop circle diselenggarakan di Berkshire Inggris. Pemenangnya adalah tiga orang insinyur pembuat Helikopter yang juga merupakan crop circle maker. Grup-grup ini memandang crop circle sebagai sebuah karya seni tingkat tinggi yang memiliki tingkat kerumitan dalam pembuatannya. Tantangan serta sensasi misterius yang muncul membuat banyak crop circle maker ingin mengulanginya di banyak tempat.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Bagaimana Crop Circle dibuat?<br />
</strong></span>Rahasia dan tekhnik cara membuat crop circle telah diungkap dan dijelaskan seccara mendetail di banyak website. Bahkan ada panduan video untuk membuatnya. Cukup dengan mengetikkan “how to make crop circle” di search engine seperti google, anda akan menemukan banyak sekali panduan. Bahkan ada versi bahasa Indonesianya dengan cara mengetik “cara membuat crop circle” di google.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu web yang secara baik membahas cara membuatnya adalah wikihow.Terlebih dahulu, crop circle maker harus mencari lokasi yang ideal yang akan digunakan sebagai target/kanvas pembuatan crop circle. Beberapa persyaratan lokasi yang ideal meliputi:</p>
<p style="text-align: justify;">* Areanya luas agar leluasa dalam mendesain.<br />
* Area yang sepi dan atau sangat sepi untuk meminimalisir potensi ketahuan saat operasi.<br />
* Memiliki jenis gandum/padi yang sudah hampir mongering dan memiliki kerapatan yang tinggi agar mudah dirubuhkan.<br />
* Memiliki jenis tanah yang relatif kering.<br />
* Dekat dengan tempat yang tinggi seperti menara/bukit agar hasil karyanya bisa dengan mudah dilihat. (Semua kriteria ini ada pada area lokasi Crop Circle di Sleman Yogyakarta).</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya pembuat crop circle harus membuat peta lokasi untuk menentukan luas area, akses masuk, jalan atau batas batas masing masing petak sawah/lading gandum secara akurat. Gunakan peta elektronik seperti google map untuk membuat kalkulasi yang lebih akurat. Jika anda mengukurnya secara manual, ini akan mengundang kecurigaan.Gunakan komputer untuk mendesain gambar/pola yang akan dibuat. Sesuaikan dengan tingkat kesulitan yang sudah dikuasai dan jumlah personil yang akan dikerahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Semakin sedikit personil semakin baik untuk meminimalisir potensi ketahuan saat operasi (Banyak grup crop circle berpengalaman di Eropa yang hanya beranggotakan 2-3 orang). Sesuaikan peralatan dengan desain yang dibuat. Beberapa peralatan standar meliputi: Roll pita pengukur tanah, alas kaki khusus agar tidak terdapat jejak kaki manusia, protaktor untuk mengukur sudut, laser pointer untuk membantu memberikan petunuj lokasi pada rekan satu tim, tali tambang yang kuat namun ringan, dan night google (optional).</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika di lapangan, gunakan pancang penanda (pastikan ini dihilangkan dan dihapus jejaknya seusai operasi) dan pasang secara akurat dengan menggunakan meteran proyek. Untuk meratakan padi/gandum ada banyak metode termasuk dengan roller atau secara tradisional diinjak dengan alas kaki buatan yang berkontur lebar dan tidak berbentuk alas kaki normal. Secara umum ada 2 tekhnik yakni plank flattening dan roller flattening.Hapus semua jejak, cabut semua pancang penanda/tali atau apapun. Untuk mengaburkan jejak dan membingungkan penonton, gunakan bahan bahan tambahan seperti serbuk logam atau barang barang tidak lazim lain untuk memberikan efek sisa radiasi UFO.</p>
<p style="text-align: justify;">Tunggu sampai media meliputnya, anda bisa mempercepatnya dengan menghubungi salah satu media besar dan berpura pura sebagai penduduk lokal.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Apa Kata LAPAN?<br />
</strong></span>Apa kata LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) tentang adanya Crop Circle yang ada di Yogyakarta?  Menurut LAPAN, &#8220;Crop circle&#8221; yang ditemukan di Dusun Rejosari, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, bukan jejak &#8220;unidentification flying objek&#8221; atau UFO.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dari hasil pengamatan dan penyelidikan kami di lokasi, kami tidak sependapat atau setuju jika `crop circle` merupakan jejak UFO, karena ini murni buatan manusia,&#8221; kata Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa LAPAN, Sri Kaloka, di lokasi di Desa Jogotirto, Selasa sore seperti yang dikutip ANTARA.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut dia, pola-pola &#8220;crop circle&#8221; semacam ini sebelumnya banyak ditemukan di sejumlah negara di Eropa, dan beberapa negara lain. &#8220;Pola-pola semacam ini banyak ditemukan di Eropa, dan sejumlah negara di benua lain, ini buatan manusia, hanya saja jika di luar negeri dibuat di area tanaman gandum, tebu atau jagung, sedangkan di sini dibuat di area tanaman padi,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Kesimpulan</span><br />
</strong>Kami yakin, tidak semua orang sependapat bahwa Crop Circle itu murni hasil karya manusia. Karena sampai saat ini Crop Circle masih menyimpan seribu satu misteri. Itu merupakan tantangan bagi para ilmuan dan cendekiawan. Namun apapun kesimpulan yang pembaca ambil, pesan kami jangan sampai fenomena Crop Circle menyeret kita pada keyakinan yang sarat mistik dan syirik.</p>
<p style="text-align: justify;">Silakan mengagumi hasil karya tersebut, namun seharusnya kita lebih kagum kepada Dzat yang mnciptakan dan memelihara alam semesta ini, yaitu Allah. Crop Circle hanyalah bagian kecil dari fenomena alam yang luas membentang. Kalaupun nantinya terbukti bahwa itu buatan Jin (Iblis), toh mereka adalah makhluk ciptaan Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau itu hasil karya Alien (UFO) yang sekarang masih jadi perdebatan di antara para ilmuan akan keberadaannya, mereka juga makhluk ciptaan Allah. Kalau itu terbukti buatan manusia, kita hargai karya mereka. Dan mari kita agungkan Dzat yang telah menciptakan mereka semua, dan mengajarkan sebagian kecil dari ilmu-Nya kepada makhluk yang dikehendaki-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Wallohu &#8216;alam.</p>
<p style="text-align: justify;">(Dari berbagai Sumber).</p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/crop-circle-jejak-ufo-atau-jin.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/crop-circle-jejak-ufo-atau-jin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramalan 2011, Virus Danger</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/ramalan-2011-virus-danger.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/ramalan-2011-virus-danger.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 07:16:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1401</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:  Ust. Hasan Bishri, Lc. 
 (Dosen Pusat Studi Islam Al-Manar dan Praktisi Ruqyah Klinik Ghoib)

Muqoddimah
Bismillah wal hamdulillah, was sholatu was salamu &#8216;ala Rosulillah. Tahun baru Masehi tiba, virus akidah menyebar di sekitar itu, melalui media massa yang ada di rumah kita. Virus ini lebih bahaya dari pada HIV AIDS. Virus HIV menyerang sitem [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:  <a href="../asatidza/hasan-bisri-lc" target="_blank">Ust. Hasan Bishri, Lc. </a></p>
<p style="text-align: justify;"><em> (Dosen Pusat Studi Islam Al-Manar dan Praktisi Ruqyah Klinik Ghoib)</em></p>
<hr />
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Muqoddimah</strong></span><br />
Bismillah wal hamdulillah, was sholatu was salamu &#8216;ala Rosulillah. Tahun baru Masehi tiba, virus akidah menyebar di sekitar itu, melalui media massa yang ada di rumah kita. Virus ini lebih bahaya dari pada HIV AIDS. Virus HIV menyerang sitem kekebalan tubuh (imunitas) kitan sehingga kita rentan penyakit di dunia ini. Kalau kita sembuhn selesailah sudah penderitaan kita. Atau kalau kita meninggal, selesai pula kinerja ganasnya virus HIV.<span id="more-1401"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan virus yang sedang kita bicarakan ini lebih ganas dan sangat berbahaya (Danger). Virus ini menyerang kekebalan (keselamatan) akidah kita. Kalau kita bertahan hidup lebih lama dengan adanya virus ini, berarti makin banyak dosa kita. Kalau kita mati, dan virus ini masih bersarang dalam tubuh kita, penderitaan kita tak akan berakhir. Justru kita akan masuk dalam penderitaan lebih dahsyat, yaitu siksa alam kubur. Dan kita akan merasakan penderitaan yang kekal, yaitu siksa neraka. Sungguh mengerikan virus yang satu ini. Tahukah Anda, apa virus yang kita maksud…? Ya, betul. Ia adalah Virus Ramalan. Virus ini telah menyebar di mana-mana, termasuk di media massa, terutama saat menjelang tahun baru atau pergantian tahun masehi. Waspadalah…!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Ramalan berasal dari kata “ramal” yang artinya adalah suatu ilmu untuk menafsir, menilik, melihat atau memprediksi nasib seseorang, atau apa yang akan terjadi di masa depan. Ramalan juga merupakan salah satu cabang dari okultisme. Okultisme sendiri adalah ilmu atau permainan di dunia atau alam ghaib.</p>
<p style="text-align: justify;">Ramalan banyak ragamnya, di antaranya adalah ramalan bintang (zodiac), tanggal lahir (kwa mia), garis tangan (palmistry), huruf nama seseorang (numerology), nama tahun dan unsur hewannya (shio dan fengshui), kartu tarot, bola kristal, kerikil berabjad (runes), koin (i-ching), mimpi (tafsir mimpi), bahkan ada juga ramalan yang menggunakan analisa sisa (ampas) kopi atau teh yang telah diminum seseorang. Dan masih ada lagi ragam ramalan yang banyak digunakan peramal hingga saat ini, ada yang tradisional dan banyak yang sudah modern dan dipadukan dengan alat tekhnologi yang super mutakhir (high-tech).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Benarkah Peramal itu Sesat?<br />
</strong></span>Sampai saat ini masih banyak orang yang ragu akan kesesatan seorang peramal. Sehingga masih banyak orang yang punya prinsip tentang praktik ramal-meramal, &#8220;Itu kan hanya ramalan, boleh percaya, boleh tidak&#8221;. Padahal ini adalah masalah akidah, yang tidak bisa dipakai main-main. Salah dikit, fatal akibatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa faktor yang menyebabkan banyaknya masyarakat yang masih berkeyakinan seperti itu. Di antaranya adalah banyaknya media yang mengekspos kehebatan peramal dan menyuguhkan menu ramalan yang membanjiri masyarakat melalui media massa. Apa yang sering terjadi dan tidak diprotes atau dikriminalkan, maka akan menjadi hal yang biasa dalam hidup kita, bahakan kita anggap bagian dari hidup yang tidak mungkin kita pisahkan, meskipun hal itu secara syari&#8217;at hukumnya haram.</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya, seorang yang mengaku muslim tapi tidak shalat wajib (lima waktu). Saat ini banyak orang muslim yang tidak shalat wajib, secara sebagian atau keseluruhan. Karena hal itu dibiarkan, tidak ada tuntutan hukumnya di dunia ini, maka para pelakunya menganggap itu hal biasa dan lumrah. Padahal itu adalah prilaku haram dan pelakunya berdosa besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu pula praktik ramal-meramal. Itu pelanggaran akidah Islam yang serius dan pelakunya berdosa besar, tapi oleh sebagian besar masyarakat kita dianggap biasa. &#8220;Percaya silakan, gak percaya silakan, namanya juga ramalan&#8221;. Itu slogan yang sesat menyesatkan, sehingga banyak orang merasa tidak bersalah dan tidak berdosa saat minta diramal peramal, atau bertanya kepada peramal.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal Rasulullah telah menegaskan, &#8220;Barangsiapa mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu membenarkan perkataannya, berarti itu telah kufur kepada apa yang telah diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam (al-Qur&#8217;an dan al-Hadits).” (HR. Ahmad, no. 9541).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Ramalan yang terbukti<br />
</strong></span>Termasuk yang membuat masyarakat bimbang akan sesatnya ramalan adalah terbuktinya hasil ramalan para peramal terkenal. Di antara kita mungkin ada yang bertanya-tanya; kalau peramal itu sesat, kenapa apa yang dikatakan peramal itu sering terbukti kebenarannya, dan jarang yang meleset? Terbuktinya suatau ramalan bukankah itu pertanda bahwa praktik mereka diridhoi Tuhan?<br />
Kita tidak memungkiri adanya hal itu, yaitu terbuktinya kebenaran sebuah ramalan. Namun hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk membenarkan praktik ramal-meramal itu sendiri. Karena dalam konsep Islam, yang menentukan haram dan halal itu syari&#8217;at, bukan realita. Merampok, berjudi, mencuri, korupsi dan yang sejenisnya itu haram secara syari&#8217;at. Tapi realitanya, banyak orang jadi kaya harta dengan cara tersebut. Kalau kita hanya melihat realita, maka kita akan melegalkan cara bekerja (mencari uang) dengan cara yang haram seperti itu. Karena realitanya, terbukti lebih cepat untuk dapat uang dari pada mengajar, jadi PNS dan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Mekanisme Ramalan<br />
</strong></span>Inilah salah satu rahasianya, kenapa ramalan terkadang benar (terbukti sesuai kenyataan). Rahasianya adalah adanya kerjasama antara jin dan manusia untuk menyesatkan kita semua. Itu kalau tukang ramalnya sungguhan, bukan peramal palsu atau gadungan. Rasulullah telah membuka rahasia peramal yang dalam praktinya dibantu oleh jin (syetan).</p>
<p style="text-align: justify;">A’isyah -radhiyallahu ‘anha- berkata, “Ada sekelompok orang bertanya kepada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- tentang dukun (paramal). Beliau bersabda, “Mereka tidak ada apa-apanya”. Ada sahabat yang bertanya,”Wahai Rasulullah, mereka terkadang meramalkan sesuatu yang kemudian betul-betul terjadi? Beliau -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menjawab,” Itu adalah kebenaran yang dicuri oleh jin (dari langit), lalu dibisikkan kepada wali-walinya (para peramal), tapi kebenaran itu telah dicampur dengan seratus kebohongan”. [HR. al-Bukhari, no. 5762, dan Muslim, no.  2228].</p>
<p style="text-align: justify;">Ada mantan seorang peramal yang sudah bertaubat, tapi ia tidak mau disebut namanya. Suatu saat ia memberikan kesaksian akan kebenaran adanya kerja sama antara peramal dengan jin seperti yang disabdakan Rasulullah dalam hadits di atas. &#8220;Ketika seseorang memutuskan dirinya untuk diramal, maka jin yang dipelihara oleh peramal tersebut akan mengikat atau berkomunikasi dengan jin (qarin) si pasien (yang minta diramal). Pada saat itu jin pasien akan memberitahukan kepada jin peramal segala sesuatu mengenai pasien (masa lalu, obsesi, cerita-cerita lainnya)&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Semua peramal pakai jin<br />
</strong></span>Ada seseorang pernah bertanya kepada penulis, &#8220;Apakah semua peramal pakai bantuan jin dalam praktik ramalannya?&#8221; Penulis menjawabnya, &#8220;Tidak&#8221;. Karena tidak semua peramal dibantu jin, atau punya koneksi dengan jin. Ada peramal yang dipasok data oleh jin, ada peramal yang menggunakan analisa berdasarkan data dan pengalaman saat ia berpraktik sebagai peramal. Ada juga peramal yang ramalannya tidak akurat sama sekali, karena dia tidak punya koneksi dengan jin, dan juga tidak punya data yang bisa dijadikan bahan analisa ramalan. Peramal jenis terakhir ini hanya membual dan omong besar, karena dia peramal palsu alias gadungan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Jenis Peramal<br />
</strong></span>Yang banyak bermunculan di negeri kita ini adalah peramal jenis terakhir ini (peramal palsu atau gadungan). Dia hanya membual dan melontarkan hasil ramalan yang bersifat umum dan multi tafsir, sehingga ia punya ruang yang longgar untuk mencari alasan atau ngeles. Misalnya, tahun depan (2011) akan terjadi banyak bencana, praktik korupsi masih marak, krisis ekonomi masih berkelanjutan. Itu ramalan normatif dan multi tafsir, dan tidak membutuhkan data atau analisa jlimet. Kalau dia mengatas namakan dirinya sebagai peramal, kita tidak boleh bertanya atau mendatangi peramal jenis ini berdasarkan keumuman larangan dalam hadits Rasulullah yang shahih.</p>
<p style="text-align: justify;">Peramal jenis kedua tidak berbeda dengan seorang pengamat secara substansial. Hanya saja seorang pengamat akan menyampaikan hasil pengamatan (prediksi) suatu hal yang akan terjadi berdasarkan keilmuan yang dimilikinya. Misalnya, ekonom berbicara tentang prospek ekonomi masa depan. Politikus menggambarkan perkembangan politik di tahun mendatang. Dan lain sebagainya. Itu bukanlah ramalan, tapi hasil pengamatan berdasarkan data ilmiah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan seorang peramal jenis ini tidak punya basic ilmu akademik yang berkaitan dengan apa yang akan diramalkan. Dengan casing dan predikat &#8217;seorang peramal&#8217; yang ia sandang, ia meramalkan sesuatu yang secara akademis (disiplin keilmuan) ia bukanlah ahlinya. Berdasarkan data seadanya, ia sudah berani berbicara. Kalaupun ia punya ilmu, paling ilmu trik ramal-meramal. Dan peramal jenis ini juga banyak di negeri ini, tapi tak sebanyak jenis sebelumnya. Banyak orang percaya bukan karena dia seorang pakar atau pengamat, tapi karena ia seorang peramal. Terkadang ramalannya meleset, dan terkadang cocok. Kita juga dilarang untuk bertanya tentang ramalan kepadanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan jenis peramal yang ketiga ini sangat jarang keberadaannya alias langka. Hasil ramalannya banyak yang terbukti karena ia punya kerjasama dengan jin. Jin-jin tersebut berusaaaha mencuri berita (informasi) dari langit, lalu di bisikkan ke telinga para peramal yang telah menjadi agen resmi jin dalam rangka menyesatkan akidah anak manusia. Agar mereka lebih bergantung kepada peramal daripada bertawakkal kepada Allah. Meskipun tak jarang juga hasil ramalan peramal jenis ini juga meleset. Karena jin telah mencampur berita yang berhasil dia curi dengan berita-berita bohong seperti yang disabdakan Rasulullah dalam haditsnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Kebohongan Peramal<br />
</strong></span>Sebenarnya banyak kebohongan yang dilontarkan para peramal, sekondang apapun peramal tersebut. Hanya saaja yang diekspos oleh media massa biasanya hanya hasil ramalan yang cocok atau terbukti (terjadi). Sedangkan yang meleset tidak pernah dibahas atau dipublikasikan. Sehingga masyarakat luas yang selama ini maniak ramalan semakin yakin pada kesaktian dan kehebatan si peramal.</p>
<p style="text-align: justify;">Simaklah hasil ramalan peramal yang tidak sesuai dengan kenyataan, alias tidak terbukti. Permadi meramalkan bahwa Prabowo Subianto akan menjadi Presiden pada tahun 2010 akibat muncul goro-goro. Mama Lauren meramalkan di 2010 sebuah virus influenza jenis baru akan datang pada bulan Maret-April 2010 dan bakal menelan lebih banyak korban. [sumber: detikHealth].</p>
<p style="text-align: justify;">Kenyataannya, presiden RI sampai akhir 2010 tetap SBY, bukan Parbowo seperti yang diramalkan Permadi. Dan realitanya, sampai akhir 2010 ini tidak ada virus flu yang melebihi dahsyatnya flu burung dan flu babi. Justru malah Mama Lauren yang meninggal secara mengejutkan. Barangkali meninggalnya Mama Lauren disebabkan virus misterius yang ia ramalkan sendiri saat itu. Wallohu &#8216;alam.</p>
<p style="text-align: justify;">Peramal Jucelino Nobrega da Luz asal Brasil, meramalkan: Temperatur beberapa negara Afrika kemungkinan besar meningkat hingga 58 Celcius, bersamaan itu terjadi kekurangan air bersih yang parah. Tanggal 15 Juni pasar saham di New York bakal runtuh, ekonomi dunia akan memasuki kondisi krisis. Peramal Vanga dari Bulgaria yang memiliki nama asli Vangelia Gushterova, meramalkan tahun 2010 akan terjadi perang dunia ke-3, Eropa akan musnah.</p>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah, Dzat yang mengatur dunia seisinya, langit dan semua makhluk yang ada padanya, bumi dan semua makhluk yang melata padanya, Maha Kuasa Allah yang telah memelihara kita dari keburukan seperti yang mereka ramalkan. Merugilah mereka yang selama ini percaya pada ramalan, telah dihinggapi kecemasan yang berkepanjangan sampai akhir 2010. Dan beruntunglah kita yang tidak percaya ramalan, karena kita yakin bahwa apa yang terjadi di bumi ini (baik atau buruk), semua telah diatur Allah. Semua terjadi atas kehendak-Nya, walaupun tanpa ada ramalan. Hanya kepada Allah, kita berlindung dari berbagai macam keburukan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Esok, tak perlu diramal<br />
</strong></span>Apa yang akan terjadi esok hari, pada diri kita, orang-orang di sekitar kita, atau pada lingkungan yang kita tempati, tiada yang tahu detailnya selain Allah. Kita tidak pernah menyangka di tahun 2010 ini, letusan Gunung Merapi sedahsyat itu sehingga banyak korban berjatuhan. Tsunami di Mentawai-Sumatra Barat sebesar itu sehingga meluluh lantakkan infrastruktur yang ada. Banjir bandang di Wasior secepat itu sehingga memporak-porandakan bangunan yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita tidak pernah tahu kalau Mbah Marijan (Kuncen Gunung Merapi) dan Mama Lauren (si peramal kondang) pergi secepat itu meninggalkan kita dan dunia ini. Tidak ada peramal yang meramalkan tragedi itu sebelumnya, sampai Mama lauren sendiri tidak tahu kalau ajalnya datang di pertengahan tahun 2010. Semua berjalan sesuai dengan Kehendak-nya. Dan satu lagi, di tahun 2010 ini kita dikejutkan dengan prestasi gemilang Tim Nasional Sepak Bola Indonesia, sehingga mereka masuk Final Piala AFF. Meskipun tidak satu peramal-pun yang meramalkan hal itu sebelumnya. Itu berkat kerja keras Tim dan rahmat Allah yang menyertai mereka. Semoga mereka bisa jadi juara. Juara piala AFF yang kali pertama, insya Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Al-Qur&#8217;an telah memberitakan, “Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.” (Ali ‘Imran: 179).</p>
<p style="text-align: justify;">Amir bin Masruq berkata, “Aku pernah bertanya kepada Aisyah, ‘Wahai Ibuku, apakah Rasulullah pernah melihat Allah langsung? Dia menjawab, ‘Pertanyanmu itu membuat bulu kudukku merinding. Apakah kamu tidak tahu akan tiga hal. Barangsiapa yang membicarakannya berarti ia telah berdusta. (Di antaranya, red), “Siapa bilang bahwa Rasulullah mengetahui apa yang terjadi besok, maka ia telah berdusta. Lalu dia membaca ayat, “Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dilakukan besok.” (QS. Luqman: 34).” (HR. Bukhari).</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan takut untuk berusaha dan bankit dari keterpurukan untuk meraih kesuksesan di tahun 2011 atau 2012, dan seterusnya. Waktu adalah masa yang dianugerahkan Allah kepada kita, entah itu yang mereka sebut tahun macan logam atau tahun kelinci. Shio-shio yang banyak di yakini masyarakat dalam setiap tahun hanyalah formulasi manusia, bukan ketentuan Allah. Kita berhak untuk meraih kesuksesan kapanpun, tidak hanya di tahun tertentu. &#8220;…Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.&#8221; (QS. Ali Imran: 139).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Bahaya Percaya Ramalan<br />
</strong></span>Salah besar kalau ramalan itu boleh kita percaya dan boleh tidak percaya. Memang kita tidak boleh percaya pada ramalan, itulah ajaran Islam yang disampaiakan oleh Rasulullah kepada kita sebagai Ummatnya. Kalau kita mengaku sebagai ummat Rasulullah, jangan percaya kepada hasil ramalan peramal, siapapun peramal itu. Kalau kita ingin diakui sebagai ummat Rasulullah, jangan percaya pada bualan peramal, dari manapun datangnya peramal itu. Kita perlu Allah yang mengatur hidup kita. Bukan peramal, yang notabene tidak tahu jalan hidupnya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Imran bin Hushain berkata, Rasulullah bersabda, “Bukan termasuk golongan kami orang yang melakukan tathayyur (meramal nasib lewat gerakan burung) atau minta dilakukan tathayyur untuk dirinya, berpraktik perdukunan atau minta bantuan dukun, berpraktik sihir atau memanfaatkan jasa mereka. Barangsiapa mendatangi dukun, lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka ia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad (al-Qur’an dan al-Hadits).” (HR. al-Bazzar. Imam al-Haitsami menyatakan bahwa perawinya shahih. Kitab Majma’uz Zawaid: 5/ 117).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Penutup<br />
</strong></span>Abu Musa berkata, Rasulullah bersabda, “Ada tiga sosok yang dijamin tidak akan masuk surga. Yaitu; pecandu khomr (arak/ narkoba), pemutus tali silaturrahim, dan mushoddiqun bis sihri (orang yang percaya pada ramalan).” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, al-Hakim dan dinyatakan shahih).</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah, “Yang dimaksud dengan kalimat ‘Mushaddiqun bis sihri’ dalam hadits tersebut, adalah orang yang percaya terhadap ramalan peramal. Karena dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa belajar ilmu perbintangan, sedikit banyaknya ia telah belajar bagian dari ilmu sihir’ (HR. Abu Daud dan dishahihkan Imam Nawawi). (Kitab al-Qoulul Mufid: 2/ 111).</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga kita tidak termasuk tiga golongan di atas. Maka dari itu, mulai sekarang tinggalkan minuman keras dan narkoba, jalin silaturrahim dan perbanyak jaringan (relasi) dan persahabatan, serta tinggalkan praktik ramal-meramal. Ucapkan: &#8220;Selamat tinggal wahai para peramal, saya tidak ingin menjadi teman kalian di neraka kelak&#8221;. Mari kita kuatkan iman dan tawakkal kita, dengan melaksanakan perintah Allah dan mengikuti sunnah-sunnah Rasul-Nya, sehingga kita tidak gampang dibujuk rasul Iblis (yaitu; para peramal).</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Wallohu a&#8217;lam.</em></p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/ramalan-2011-virus-danger.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/ramalan-2011-virus-danger.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refleksi Piala AFF dan Ramalan Gudel</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/refleksi-piala-aff-dan-ramalan-gudel.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/refleksi-piala-aff-dan-ramalan-gudel.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Dec 2010 14:30:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1407</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:  Ust. Hasan Bishri, Lc.
(Dosen Pusat Studi Islam Al-Manar dan Praktisi Ruqyah Klinik Ghoib)

Sejarah Piala AFF
Piala AFF merupakan perjalanan panjang sebuah asosiasi persebakbolaan Asean, Federasi Sepak Bola ASEAN (dalam bahasa Inggris: ASEAN Football Federation atau AFF) adalah bagian dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang terdiri dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. &#8220;ASEAN&#8221; adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh:  <a href="../asatidza/hasan-bisri-lc" target="_blank">Ust. Hasan Bishri, Lc.</a><em><br />
(Dosen Pusat Studi Islam Al-Manar dan Praktisi Ruqyah Klinik Ghoib)</em></p>
<hr />
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong></strong></span><span style="color: #0000ff;"><strong>Sejarah Piala AFF</strong></span><br />
Piala AFF merupakan perjalanan panjang sebuah asosiasi persebakbolaan Asean, Federasi Sepak Bola ASEAN (dalam bahasa Inggris: ASEAN Football Federation atau AFF) adalah bagian dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang terdiri dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. &#8220;ASEAN&#8221; adalah singkatan dari Association of South East Asian Nations. AFF didirikan pada tahun 1984 oleh Thailand, Filipina, Brunei, Singapura, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Kamboja, Laos dan Myanmar.<span id="more-1407"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1996, AFF menyelenggarakan Kejuaraan Sepak Bola ASEAN pertama (waktu itu bernama &#8220;Piala Tiger&#8221;) dan sejak saat itu terus diselenggarakan secara rutin. Piala Tiger dimulai pada tahun 1996 di Singapura. Pada kejuaraan pertama tersebut, Thailand berhasil merebut juara setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 1-0.</p>
<p style="text-align: justify;">Piala Tiger berikutnya 1998 berlangsung di Vietnam, Juaranya adalah Singapura yang mengalahkan Vietnam di babak final. Dua Piala Tiger (2000 &amp; 2002) berikutnya dimenangkan oleh Thailand secara berturut-turut. Sejak tahun 2004, babak semifinal dan final Piala Tiger diselenggarakan dengan sistem tandang-kandang. Pada tahun ini juga untuk pertama kalinya Piala Tiger diselenggarakan di dua negara.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Piala AFF 2010 Istimewa<br />
</strong></span>Turnamen sepak bola Piala AFF 2010 jadi fenomena yang sangat menarik dan sangat istimewa bagi masyarakat Indonesia. Apalagi setelah Timnas Indonesia yang diperkuat dua pemain hasil naturalisasi (Cristian Gonzales dan Irfan Bachdim) berhasil menjadi juara Group dengan gemilang. Lalu dengan mantapnya melangkah ke Final setelah menekuk Filipina dengan dua gol tanpa balas. Eforia masyarakat Indonesia semakin menggila. Mereka berbondong-bondong memadati stadion GBK untuk menyaksikan aksi Timnas secara langsung.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertandingan Sepakbola ini dieksploitir sedemikian rupa, melalui semua media, terutama telivisi. Emosi rakyat yang sudah ambruk akibat berbagai macam bencana (bencana alam, bencana politik, bencana birokrasi, bencana kemanusian dan lainnya yang terjadi di negeri ini) diaduk-aduk sampai menggelegak. Apalagi dikaitkan dengan nasionalisme, saat berlangsung final melawan negeri Jiran Malaysia. Sangat luar biasa liputan media telivisi dan media cetak terhadap peristiwa sepak bola, wa bil khusus piala AFF 2010.</p>
<p style="text-align: justify;">Rakyat yang sudah terhimpit oleh berbagai kepenatan hidup dan bencana, berhasil digiring dan dialihkan kepada sepakbola. Semua elemen bangsa diarahkan untuk memberikan dukungan kepada tim Garuda Indonesia. Presiden SBY, Ibu Ani, para pejabat negara, anggota legislatif, menteri, dan para kepala lembaga tinggi negara, termasuk Ketua MK Mahfud MD, ikut memberikan dukungan tim sepak bola Indonesia. Setidaknya enam menteri yang ikut menyaksikan langsung pertandingan final di Malaysia.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Proyek Gagal<br />
</strong></span>Perisitiwa final tim sepak bola Garuda Indonesia melawan Malaysia menutup semua peristiwa besar di penghujung akhir tahun. Seperti konflik antara Presiden SBY dengan Sultan, terkait dengan RUU DIY. Peristiwa hukum yang berkait dengan Gayus, dan dikaitkan dengan isu pajak yang tak terlepas dari politik, yang juga dikaitkan dengan perusahaan keluarga Aburizal Bakrie, dan sejumlah parisitwa hukum lainnya, yang lebih besar dan tak tersentuh seperti mega skandal Bank Century. Semuan peristiwa politik itu ditutup dengan peristiwa sepak bola.</p>
<p style="text-align: justify;">Peristiwa sepak bola yang berlangsung hari-hari ini, terus diarahkan untuk melupakan penderitaan rakyat, akibat kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Termasuk kenaikan BBM, tarif dasar listrik (TDL), dan sejumlah kenaikan lainnya, yang menggencet kehidupan rakyat kecil. Semuanya ingin dipupus dengan permainan si kulit bundar di lapangan hijau.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi realita berkata lain, Allah telah menujukkan kuasa-Nya. Indonesia yang sudah &#8216;matia-matian&#8217; (dengan berbagai macam opini yang dibangun) untuk menjadikan ‘proyek&#8217; final sepak bola gagal menawarkan harapan baru bagi rakyat. Justru tim Garuda Indonesia yang bermain di stadion Bukit Jalil Malaysia digayang dengan skor 3-0.  Sementara pada leg ke-2 di stadion GBK, Indonesia hanya menang tipis atas Malaysia dengan skor 2-1.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil pertandingan itu membuat harapan para sutradara proyek pengalihan penderitaan masyarakat jadi luruh, mereka telah &#8216;gatot&#8217; alias gagal total. Rakyat kembali ingat akan penderitaan mereka, carut-marut birokrasi dan menjamurnya praktik korupsi kembali menari di depan mata mereka lagi. Sepak bola yang diproyeklsikan jadi kaktalisator dan absorber bagi penderitaan rakyat telah gagal. Karena Indonesia menang di leg ke-2, tapi tidak jadi juara seperti yang kita harapkan dan kita impikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Malaysia menggayang Indonesia. Bukannya Indonesia yang mengganyang Malaysia. Mulai pulau Sipadan-Ligitan diganyang oleh Malaysia, dan kedua pulau itu sekarang menjadi milik negeri jiran. Kebun-kebun kelapa sawit sepanjang pantai timur Sumatera juga sudah menjadi milik para investor Malaysia. Para TKI dan TKW Indonesia diperlakukan oleh majikan Malaysia seenaknya, tanpa Indonesia bisa melakukan apapun yang berarti. Orang-orang Indonesia di Malaysia disebut sebagai ‘Indon’ alias budak. Ini sebutan yang amat hina bagi orang Indonesia. Tapal batas antara Indonesia–Malaysia terus bergeser, dan Indonesia tak mampu berbuat terhadap Malaysia, menghadapi negeri yang hanya berpenduduk 17 juta jiwa.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Peramal di Piala AFF<br />
</strong></span>Hingar bingar turnamen Piala AFF sangat heboh, membahana di seluruh penjuru negeri, di kota maupun di desa dan pelosok. Semua ikut bersorak, semua bersemarak, semua bergerak mengukung Timnas Indonesia tampil sebagai juaranya. Para pemain Timnas sibuk latihan menempa fisik dan mental untuk meraih piala. Pelatih Alfred Riedl dan jajarannya sibuk mengatur strategi untuk memenangkan pertandingan. Sebagian politikus juga tak kalah sibuknya untuk &#8216;numpang&#8217; tenar dan &#8216;dompleng&#8217; nama. Masyarakat rela antri berhari-hari untuk mendapatkan tiket masuk GBK. Tokoh agama juga ikut berdo&#8217;a mendukung Timnas jadi juara.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Pondok Pesantren As-Shidiqiyah, berlangsung istighosah, di mana tampil Kiai Nur Iskandar SQ, Yusuf Mansur, dan sejumlah kiai dan ulama lainnya, ikut hadhir dalam acara itu. Ribuan santri dan santriwati, melakukan wirid dan do’a bersama para kiai yang dipimpin Kiai Yusuf Mansur. Mereka membacakan do’a agar tim sepakbola Indonesia menang malawan Malaysia. Sebuah pragmen yang tak pernah terjadi sebelumnya, di mana para kiai mendoakan sepakbola. Acara itu disiarkan langsung oleh sebuah stasiun televisi. Tapi doa mereka belum maqbul.</p>
<p style="text-align: justify;">Para peramal tak mau ketinggalan untuk ikut serta meramaiakan suasana. Dari peramal sungguhan sampai beramal dadakan antusias mempublikasikan hasil ramalan mereka. Mungkin karena hasil ramalan manusia dirasa belum cukup, para maniak ramalan melibatkan hewan-hewan untuk &#8216;dipaksa&#8217; memberikan ramalan tentang hasil perhelaatan sepakbola di piala AFF 2010. Ada gajah, burung, kucing, gurita atau mungkin masih ada juga hewan lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Gurita Peramal<br />
</strong></span>Saat Piala Dunia kemarin, banyak orang terhenyak dengan sosok gurita peramal bernama Paul yang sukses memprediksi kemenangan Spanyol atas Jerman di Final Piala Dunia 2010. Di antara hewan yang dipaksa untuk meramal hasil pertandingan final piala AFF antara Indonesia dan Malaysia adalah Gurita. Hewan laut yang diberi nama Gudel (Gurita Dewa Laut) yang berbobot 6 kg ini baru saja diimpor dari perairan Hokaido Jepang. Gurita betina berumur 18 bulan dan panjang rentangnya 1,5 meter telah menjadi penghuni baru di aquarium Sea World Ancol Jakarta. Sejak saat itu pula, ia menjadi icon baru dalam dunia ramal-meramal, jadi pesaing para peramal lain yang sudah lebih dalu eksis di negeri yang mayoritas muslimnya terbesar di dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada Selasa (28/12) petang, Gudel menunjukkan aksi meramalnya di hadapan pengunjung Sea World, Taman Impian Jaya Ancol, Ancol, Jakarta Utara. Saat meramal Gudel memilih tabung berbendera Indonesia. Artinya, Timnas Indonesia diprediksi Gudel menang di Final Piala AFF 2010 leg kedua yang berlangsung Rabu (29/12) malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum meramal, kedua tabung berbendera Indonesia dan Malaysia diberi ikan dan kepiting. &#8220;Semoga ramalan Gudel bukan takhayul tapi menjadi kenyataan,&#8221; kata Direktur Operasional Sea World, Taman Impian Jaya Ancol. Kendati ramalan tersebut belum tentu benar, namun para pengunjung mengaku terhibur dan berharap ramalan itu terbukti. (Liputan6.com).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Sikap yang Bijak<br />
</strong></span>Realita yang pahit tak bisa kita elakkan. Tim Garuda yang kita harapkan bisa membalas kekalahan di Bukit Jalil hanya menang tipis atas Malaysia di GBK, dengan skor 2-1. Indonesia menang tapi belum menjadi juaranya. Menghadapi kenyataan ini tentu kita harus bersikap bijak, sebijak para suporter Indonesia yang menyaksikan langsung kemenangan tipis Indonesia di GBK pada leg II. Kegagalan Indonesia dalam menggondol piala yang diprediksikan jadi pemicu kemarahan dan rusuh suporter tidak terjadi. Ini suatu kemenangan dan prestasi tersendiri yang harus diacungi jempol.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita berharap kegagalan Indonesia untuk momboyong piala AFF 2010 bisa jadi obat. Memang pahit rasanya, tapi manis akibatnya. Seperti halnya obat. Ketika diminum oleh orang yang sakit, pahit rasanya. Tapi hasilnya manis, orang yang sakit tersebut akan sembuh dengan izin Allah. Itulah manisnya hidup, sembuh dari sakit.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu apa manisnya kita kalah dari Malaysia? Banyak sekali manis (nikmat) yang diberikan oleh Allah atas pahitnya kegagalan Timnas kita. Di antaranya, para pemain Timnas harusnya tidak cepat puas. Apa yang mereka raih selama ini belum maksimal. Sehingga mereka harus terus giat berlatih untuk meraih kualitas permainan yang maksimal, sehingga nantinya tidak hanya menjadi jawara tingkat Asean atau Asia, tapi di tingkat dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Terungkapnya &#8216;belang&#8217; para politikus yang berusaha memanfaatkan prestasi Timnas di kancah Asean. Betapa cerdiknya mereka memanfaatkan momentum dan melihat peluang untuk membangun citra pribadi atau partai. Memoles citra dengan keringat rakyat, melipstik tampilan dengan gincu prestasi yang notabene belum seberapa. Itulah bagian kecil dari intrik yang selama ini mereka jalani untuk raih simpati kita, rakyat Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit sombong yang telah merayap dan mengalir di mayoritas penduduk Indonesia terhenti seketika, saat Malaysia menggayang Indonesia dengan skor telak 3-0 pada final leg I di stadion Bukit Jalil. Pesan itu telah ditangkap oleh pemain Timnas, Ahmad Bustomi. &#8220;Ini tamparan dari Allah atas takabbur kita&#8221;, begitulah pemain asal Jombang itu menulis di Twitternya. Semoga yang lainnya juga merasakan tamparan yang sama, sehingga tidak cepat puas dan tidak mudah sombong. &#8220;Ojo Dumeh&#8221;, kata orang-orang Jawa. Karena sombong itu penyakit hati yang sangat berbahaya bagi manusia, dan Allah telah menyelamatkan kita darinya. Alhamdulillah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bangkitnya rasa nasionalisme rakyat Indonesia, dan semoga ini bisa menjadi titik tolak dari nasionalisme positif yang selama ini kita harapkan. Tidak hanya nasionalisme sesaat, tapi berkepanjangan dan menghunjam dalam sanubari masing-masing rakyat. Indikasi itu sudah terlihat, yaitu dari sikap bijak mereka yang tidak bikin rusuh dalam menghadapi kegagalan Timnas meraih juara, meskipun di final leg I, pihak Malaysia berbuat curang untuk peroleh kemenangan. Suporter Indonesia siap menang dan juga siap kalah. Semoga di kompetisi lain juga begitu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentang praktik ramal-meramal yang telah diramkan Islam. Meskipun telah muncul di media massa, banyaknya peramal yang memprediksikan Indonesia akan jadu juara Piala AFF 2010, baik peramal dari kalangan manusia atau pun hewan, pada kenyataannya takdir Allah-lah yang berbicara. Mereka pandai meramalkan, tapi ketentuan Allah yang jadi pemenang.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu pelajaran bagi kita semua. Dalam mengukir prestasi dan meraih sukses, bukan keberadaan peramal yang kita perlukan. Tapi usaha yang maksimal, kerja yang optimal, serta doa yang dibarengi tawakkal, itulah yang harus kita lakukan. Memanfaatkan jasa peramal atau meyakini &#8216;kesaktian&#8217; mereka hanya akan merusak akidah dan membatalkan pahala dari usaha dan ibadah kita. Tidak ada untungnya. Kalau kita bisa mereguk manisnya kegagalan turnamen AFF kali ini, berarti kitalah pemenangnya yang sejati. Indonesia menang meskipun tanpa piala.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Penutup<br />
</strong></span>Marilah kita renungkan firman Allah berikut, “Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik (efeknya) bagi kalian. Dan boleh jadi kalian menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk (dampaknya) bagi kalian. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahuinya.” (QS. Al-Baqoroh: 216). Kekalahan memang suatu yang kita benci, tapi kekalahan kita kali ini semoga berdampak kebaikan untuk masa depan bangsa dan rakyat semuanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga kegagalan Timnas di piala AFF di akhir tahun 2010 ini menjadi kado terindah bagi kita semua, untuk menyongsong esok yang lebih baik di tahun 2011. Dengan tamparan ini semoga prestasi kita di segala lini kehidupan makin bersinar di masa mendatang, tidak hanya di dunia bola. Dan semoga kekalahan kemarin bisa jadi obat mujarab bagi mereka yang telah nampak terjangkiti penyakit menular dari Barat, yaitu menjadikan sepak bola sebagai agama baru, yang dengan mudahnya bisa merubah pola hidup dan jadwal aktifitas duniawi mereka, termasuk merubah jadwal shalat dan ibadah mereka. Wallohu a&#8217;alam, hanya kepada Allah kita minta pertolongan dan hanya kepada-Nya kita bertawakkal.</p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/refleksi-piala-aff-dan-ramalan-gudel.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/refleksi-piala-aff-dan-ramalan-gudel.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

