Muhammad bin Ad-dury berkata:
“Iblis celaka dengan lima hal;
tidak mengakui dosanya,
tidak menyesalinya,
tidak menghakimi dirinya,
enggan bertaubat dan putus asa akan rahmat Allah.
Sedangkan Nabi Adam as bahagia dengan lima hal;
mengakui dosanya,
menyesalinya,
menghakimi dirinya,
segera bertaubat
dan tidak pernah putus asa akan rahmat Allah.”
(Al-Munabbihat ‘Alaa Al-Isti’dad Li Yaumil Maa’ad, Ibnu Hajar Al-Asqalani)
Ibnu Qayyim Rahimahullah berkata,
“Barang siapa mengagungkan Allah dalam hatinya,
kemudian terbersit untuk bermaksiat kepada-Nya,
maka perlu ditakutkan jika Allah
mengilhamkan kehinaanbaginya di hati hambahamba-Nya.
Kitab Al Fawaid, Ibnu Qayyim Al Jauziyyah
Salman Al-Farisi Radiyallahu ’anhu berkata:
Ada tiga hal yang membuatku heran
sehingga membuatku tertawa;
1. Orang yang mengangankan dunia
padahal kematian telah memburunya,
2. Orang yang lalai
padahal ia tidak pernah dilupakan
3. Orang yang tertawa sepenuh mulutnya
sementara dia tidak mengetahui apakah dia
membuat murka Tuhan alam semesta
terhadapnya atau ridhanya.
(al-Mustakhlas fii at-tazkiyah an-nafs)
Imam Hasan Al Bashri ra berkata:
“Seorang mukmin bertanggung jawab atas dirinya,
ia mengevaluasi dirinya karena Allah SWT.
Di akhirat ia akan menerima hisab yang ringan.
Dan hisab yang berat akan diterima oleh
orang yang tidak mengevaluasi dirinya di dunia. ”
(Sifatus Shafwah, Ibnu al-Jauzi)
Mu’adz bin Jabal r.a.:
“Pelajarilah ilmu…
mempelajari ilmu karena Allah mencerminkan ketakutan,
mencarinya adalah ibadah,
mengkajinya adalah tasbih,
mencarinya adalah jihad,
mengajarkannya kepada orang lain adalah shadaqah,
membelanjakannya untuk keluarga adalah taqarrub.
Ilmu adalah pendamping saat sendirian dan teman saat sepi”
— Minhajul Qashidin, Ibnu Quddamah, edisi Indonesia Hal.11
Ibnul Qayyim Al Jauziyah:
Temukanlah hatimu pada tiga kondisi:
1. di saat membaca Al Qur’an,
2. di kala sedang sendiri,
3. di tengah majelis dzikir.
Jika kau tidak menemukan hatimu hadir pada tiga kondisi itu, maka mintalah
kepada Allah agar diberikan hati yang baru, karena yang lama telah mati. ”
Imam Ibnu Qoyyim:
Di dalam hati itu ada kekacauan yang tidak dapat dirapikan
kecuali dengan menghadap kepada Allah.
Di dalam hati itu ada sifat liar yang tidak dapat dijinakkan
kecuali dengan bersikap ramah kepada Allah saat berkhalwat dengan Nya.
Di dalam hati ada kesedihan yang tidak dapat dihilangkan
Kecuali dengan mengenal dan berinteraksi dengan Allah secara baik.
Di dalam hati ada kegelisahan yang tidak dapat ditenangkan
kecuali dengan lari dari kegelisahan itu menuju kepada Allah swt.
(‘ibadah al-Mu’min, ‘Amru Khalid)
Sahabat Utsman bin Affan berkata:
“Seorang mukmin itu sangat takut pada enam hal;
Takut dari Allah sekiranya diambil imannya pada saat mati, baca selengkapnya
Seorang hakim ditanya tentang bekal terbaik bagi seseorang. Ia pun
menjawab:
Akal, yang dengannya ia hidup, bila ia tidak punya Maka saudara yang menutupi aib dan celanya, bila tidak punya
Maka harta yang membuat manusia cinta kepadanya, bila tidak punya baca selengkapnya
9 Manfaat Penyakit yang diderita:
1. Membersihkan dan menyucikan jiwa daridosa dan kesalahan.
2. Adanya ganjaran pahala sangat besar dari Allah bila bersabar.
3. Mendekatkan diri kepada Allah Taala.
4. Menjadikan Allah sebagai tempat bersandar dan berpasrah diri. baca selengkapnya