Oleh: Ust. Hasan Bishri, Lc.
(Dosen Pusat Studi Islam Al-Manar dan Praktisi Ruqyah Klinik Ghoib)
Muqoddimah
Bismillah wal hamdulillah, was sholatu was salamu ‘ala Rosulillah. Muharram dalam kalender hijriyah adalah bulan yang pertama, sebagaimana Januari sebagai bulan pertama dalam hitungan kalender Masehi. Sedangkan Asyura adalah istilah untuk hari kesepuluh dari bulan Muharram, alias tanggal 10 Muharram. Yang mana sepuluh dalam bahasa Arab disebut dengan ‘Asyroh. Sedangkan hitungan baca selengkapnya
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلىَ صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ
وَإِنَّمَايَنْظُرُ إِلىَ قُلُوْبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ – رواه مسلم
Dari Abu Hurairah Ra, ia berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan hartamu, tetapi Allah melihat kepada hati dan perbuatanmu.” (HR. Muslim) baca selengkapnya
Ramadhan merupakan anugerah besar bagi kaum muslimin. Beragam jenis ibadah di dalamnya dapat mengantarkan setiap muslim kepada kesucian jiwa, agar dimensi ruhani lebih dominan dan dimensi jasmani dapat dikendalikan. Ramadhan adalah proses sempurna untuk meningkatkan kesucian jiwa. baca selengkapnya
Begitu cepat perputaran waktu kehidupan kita. Tak terasa kita akan bertemu kembali bulan yang penuh berkah dan bulan penuh dengan kebaikan. Itulah bulan suci Ramadhan. Perputaran waktu ini menyadarkan kita kembali bahwa kehidupan ini akan berlalu dan fana, bahwa kehidupan ini adalah sementara bukan abadi dan bahwa kita harus mengisi ruang-ruang kehidupan ini dengan banyak beramal shalih. baca selengkapnya
Akhir kematian manusia hanya ada dua macam, yaitu husnul khatimah (akhir yang baik) dan su’ul khatimah (akhir yang buruk). Terserah kita akan memilih yang mana, yang pertama ataukah yang kedua. Jika kita memilih yang pertama, artinya kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapinya. baca selengkapnya
Salman Al-Farisi Radiyallahu ’anhu berkata:
Ada tiga hal yang membuatku heran
sehingga membuatku tertawa;
1. Orang yang mengangankan dunia
padahal kematian telah memburunya,
2. Orang yang lalai
padahal ia tidak pernah dilupakan
3. Orang yang tertawa sepenuh mulutnya
sementara dia tidak mengetahui apakah dia
membuat murka Tuhan alam semesta
terhadapnya atau ridhanya.
(al-Mustakhlas fii at-tazkiyah an-nafs)
Imam Hasan Al Bashri ra berkata:
“Seorang mukmin bertanggung jawab atas dirinya,
ia mengevaluasi dirinya karena Allah SWT.
Di akhirat ia akan menerima hisab yang ringan.
Dan hisab yang berat akan diterima oleh
orang yang tidak mengevaluasi dirinya di dunia. ”
(Sifatus Shafwah, Ibnu al-Jauzi)
عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اَلْكَيِّسُ مَنْ دَانَ
نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَاْلعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا
وَتَمَنَّى عَلَى اللهِ
“Dari Syaddad bin Aus, Nabi SAW bersabda, “Orang yang cerdik adalah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya dan menyiapkan diri untuk hari akhirat. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berandai-andai kepada Allah.” [Hadis Hasan riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah] baca selengkapnya
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ
وَشَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى وَشَرِّ فِتْنَةِ الْفَقْرِ
“Ya Allah, Aku berlindung kepadaMu dari fitnah neraka dan siksanya, dari fitnah kubur dan siksanya, dari buruknya fitnah kekayaan dan dari buruknya fitnah kemiskinan”.
[HR. Bukhari]
Hidup yang kita jalani saat ini mengandung tiga dimensi sekaligus ; masa lalu, masa kini, dan masa depan. Masa lalu sering kali menghanyutkan dengan bernostalgia dan mengenang keindahan atau kepahitan yang kita rasakan. Ia bergelayut dalam alam perasan, membuat kita tersenyum, juga bisa membuat menangis. Tapi satu hal yang pasti, masa lalu tak akan pernah kembali. baca selengkapnya