Imam Hasan Al Bashri ra berkata:
“Seorang mukmin bertanggung jawab atas dirinya,
ia mengevaluasi dirinya karena Allah SWT.
Di akhirat ia akan menerima hisab yang ringan.
Dan hisab yang berat akan diterima oleh
orang yang tidak mengevaluasi dirinya di dunia. ”
(Sifatus Shafwah, Ibnu al-Jauzi)
عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اَلْكَيِّسُ مَنْ دَانَ
نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَاْلعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا
وَتَمَنَّى عَلَى اللهِ
“Dari Syaddad bin Aus, Nabi SAW bersabda, “Orang yang cerdik adalah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya dan menyiapkan diri untuk hari akhirat. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berandai-andai kepada Allah.” [Hadis Hasan riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah] baca selengkapnya
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ
وَشَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى وَشَرِّ فِتْنَةِ الْفَقْرِ
“Ya Allah, Aku berlindung kepadaMu dari fitnah neraka dan siksanya, dari fitnah kubur dan siksanya, dari buruknya fitnah kekayaan dan dari buruknya fitnah kemiskinan”.
[HR. Bukhari]
Hidup yang kita jalani saat ini mengandung tiga dimensi sekaligus ; masa lalu, masa kini, dan masa depan. Masa lalu sering kali menghanyutkan dengan bernostalgia dan mengenang keindahan atau kepahitan yang kita rasakan. Ia bergelayut dalam alam perasan, membuat kita tersenyum, juga bisa membuat menangis. Tapi satu hal yang pasti, masa lalu tak akan pernah kembali. baca selengkapnya
Mu’adz bin Jabal r.a.:
“Pelajarilah ilmu…
mempelajari ilmu karena Allah mencerminkan ketakutan,
mencarinya adalah ibadah,
mengkajinya adalah tasbih,
mencarinya adalah jihad,
mengajarkannya kepada orang lain adalah shadaqah,
membelanjakannya untuk keluarga adalah taqarrub.
Ilmu adalah pendamping saat sendirian dan teman saat sepi”
— Minhajul Qashidin, Ibnu Quddamah, edisi Indonesia Hal.11
تَفَكَّرُوْا فِي خَلْقِ الله وَلاَ تَفَكَّرُوْا فِي اللهِ
(رواه أبو نعيم عن ابن عباس)
Artinya “Berfikirlah kamu tentang ciptaan Allah dan janganlah kamu berfikir tentang Dzat Allah” (HR. Abu Nu’aim dari Ibnu Abbas). Hadits ini dihasankan Syaikh Nashiruddin Al-Albani dalam Shahihul Jami’sh Shaghir (2976) dan Silsilatu Ahadits Ash-Shahihah (1788). baca selengkapnya
Allah Ta’ala berfirman “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali kepada jalan yang benar” (QS. Ar-ruum: 41). baca selengkapnya
Adakah manusia yang tidak mencintai keindahan? Jawabannya tentu saja tidak. Bahwa siapa pun dia, muslim atau bukan, penjahat atau orang baik-baik, semuanya cinta pada keindahan yang sejalan dengan fitrahnya sebagai manusia. Itulah salah satu karunia yang Allah Ta’ala berikan kepada manusia. baca selengkapnya
عن عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ.
وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. قَالَ فَيُشَفَّعَانِ»
“Dari Abdullah bin Amr, sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Puasa dan Al-Quran akan menolong seorang hamba pada hari kiamat. baca selengkapnya
www.almanar.co.id – Waktu begitu cepat berlalu. Tak terasa kita akan bertemu kembali bulan berkah nan mulya yaitu bulan suci Ramadhan. Bulan di mana diturunkan di dalamnya “Al-Quran Al-Kariim” sebagai pedoman hidup manusia beriman. Bulan yang di mana terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Malam yang dikenal dengan sebutan “lailatul Qadr”. baca selengkapnya