<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ALMANAR</title>
	<atom:link href="http://www.almanar.co.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.almanar.co.id</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Dec 2011 02:29:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<div id='fb-root'></div>
					<script type='text/javascript'>
						window.fbAsyncInit = function()
						{
							FB.init({appId: null, status: true, cookie: true, xfbml: true});
						};
						(function()
						{
							var e = document.createElement('script'); e.async = true;
							e.src = document.location.protocol + '//connect.facebook.net/id_ID/all.js';
							document.getElementById('fb-root').appendChild(e);
						}());
					</script>	
						<item>
		<title>Mau Disayang Allah?</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/mau-disayang-allah.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/mau-disayang-allah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 02:27:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1567</guid>
		<description><![CDATA[Eksistensi kita di muka bumi saat ini adalah cerminan kasih sayang Allah, dari berjuta makhluknya, kita dipilih menjadi hambaNya yang beriman. Kita diberi kesempatan untuk menyaksikan keagungan Allah di alam semesta ini. Kita bermohon semoga diberikan kesempatan untuk memasuki surga Allah kelak. Amin ya Robbal alamin. Dari sekian makhluk yang Allah ciptakan, betapa kita jauh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Eksistensi kita di muka bumi saat ini adalah cerminan kasih sayang Allah, dari berjuta makhluknya, kita dipilih menjadi hambaNya yang beriman. Kita diberi kesempatan untuk menyaksikan keagungan Allah di alam semesta ini. Kita bermohon semoga diberikan kesempatan untuk memasuki surga Allah kelak. Amin ya Robbal alamin. Dari sekian makhluk yang Allah ciptakan, betapa kita jauh lebih sempurna. Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. [QS:At Tiin: 4]</p>
<p style="text-align: justify;">Dilengkapi dengan akal yang bisa berfikir, bisa memilih dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Diperindah dengan mata yang bisa melihat, lisan dan bibir untuk berbicara, telinga untuk mendengar. Mahabesar Allah yang telah menciptakan makhlukNya dengan sempurna.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukankah kami Telah memberikan kepadanya dua buah mata, Lidah dan dua buah bibir. Dan kami Telah menunjukkan kepadanya dua jalan. [QS: Al Balad: 8-10]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hidup sebagai ujian</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. [QS: Al Mulk: 2] Bagi mereka yang sukses disediakan surge yang luasnya seluas langit dan bumi, di dalamnya terdapat kenikmatan yang sempurna, mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar, dan belum pernah terbersit dalam hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi mereka yang gagal tempatnya adalah neraka, di dalamnya terdapat siksa yang amat pedih, api yang sangat panas, minumannya nanah yang sangat bau, dan segala macam siksa yang belum pernah terbayangkan. Allah sangat menyayangi kita dan masih memberikan kesempatan untuk memilih.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mensyukuri ni’mat Allah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bersyukur kepada Allah merupakan hal utama yang harus kita lakukan. Kesempatan hidup ini hanya sekali yang tidak boleh disia-siakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menggunakan semua anggota tubuh sesuai dengan amanah yang diembankan Allah kepada kita. Lisan banyak berdzikir, mata digunakan melihat hal-hal yang disukai Allah, telinga untuk mendengarkan ayat-ayat Allah, dan hati untuk tadabbur dan merenungkan keagungan ayat qauliyah [al Qur’an] dan alam semesta.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah sangat menyayangi kita, panca indra kita lengkap, dan bisa digunakan untuk bersyukur kepada Allah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manajemen waktu</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Aplikasi syukur nikmat haruslah dimbangi dengan manajemen waktu yang baik. Pesan Allah begitu banyak untuk memanfaatkan waktu dengan optimal. Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguhsungguh (urusan) yang lain. [QS; As Syarh: 7]</p>
<p style="text-align: justify;">Tugas dan amanah yang harus dikerjakan terkadang lebih banyak dari waktu yang kita miliki. Menentukan skala prioritas adalah tugas setiap muslim. Supaya dapat mengerjakan hal yang wajib dan juga yang sunnah. Betapa banyak orang yang gagal karena kurang cermat dalam menggunakan kesempatan. Membuat peta hidup atau jadwal aktifitas adalah gambaran yang rapi dari kehidupan seorang muslim.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelajaran ini kita dapati dari waktu-waktu yang disebutkan Allah dalam al Qur’an. Demi waktu, Demi waktu malam, Demi waktu duha, dll. Dari semua itu akan bermuara kepada optimalisasi waktu yang indah, semuanya bernilai pahala, dan tidak ada yang sia-sia.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena memang karakter orang beriman adalah meninggalkan hal yang sia-sia. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. {Al Mu’minun: 3]</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk memenej waktu dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Istiqomah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebentuk syukur kita kepada Allah adalah komitmen beribadah dengan kontinyu dan terus menerus. Kita berpacu dengan iblis dan pasukannnya, kita berpacu untuk mengendalikan hawa nafsu. Jangan sampai menjadi tentara iblis yang pasti menjadi penghuni neraka. Istiqomah mengaplikasikan peta hidup yang telah dirancang, disertai doa supaya diberikan kekuatan untuk istiqomah.</p>
<p style="text-align: justify;">Jalan panjang ujian dalam hidup harus ditempuh dengan penuh semangat. Jangan lemah dan putus asa untuk menyongsong surge Allah. Berjuang dengan giat untuk menjauhi neraka dan siksa Allah. Rasulullah Saw berpesan</p>
<p style="text-align: justify;">kepada kita untuk menguatkan keimanan dengan istiqomah. “Katakanlah, aku telah beriman kepada Allah. Kemudian beristiqomahlah”. Jalan istiqomah masih membentang di hadapan kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Menggapai Ridho Allah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Allah memilih kita dan memberikan hidayah Islam semenjak kita lahir, sungguh merupakan karunia yang sangat besar. Betapa banyak manusia yang sampai meninggal tidak mendapatkan hidayah Islam. Ada juga yang tergelincir dan murtad dari jalan Islam. Maka hanya ada satu cara yang harus kita tempuh, yaitu mencari keridhoan Allah dalam kehidupan sementara ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok yang diridhoi Allah adalah golongan Muttaqin. Ini beberapa karakternya yang dicatat Al Qur’an: Orang-orang yang takut dan bertakwa kepada Allah dalam setiap lingkup kehidupannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Meyakini dan beriman kepada yang ghaib, mendirikan sholat dalam kehidupan kesehariannya yang berimplikasi terhindarnya dari perbuatan keji dan munkar. Membayarkan zakat sebagai kewajiban harta dan juga sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">Beriman kepada kitab-kitab Allah yang diturunkan sebelum Al Qur’an, yaitu Taurat, Zabur dan Injil. Kita masih bisa menggapai Ridho Allah dan menjadikannya sebagai tujuan hidup</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengambil pelajaran dari sifat</strong> <strong>Allah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ruh yang menjadi inti jiwa kita berasal dari Allah SWT. Sejatinya kita bisa mengambil pelajaran dari beberapa sifat Allah SWT.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sifat Penyayang</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setiap kita dalam kapasitas masing-masing bisa menjadi seorang yang penyayang terhadap sesama. Dimulai dari lingkup keluarga, menyayangi orang tua, istri, anak, kakak, adik, kerabat dan saudaranya seagama. Sifat sayang ini akan melahirkan rasa cinta yang ikhlas karena Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah Saw memberikan gambaran bahwa tidak sempurna keimanan seseorang sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana halnya ia mencintai dirinya sendiri. Sebagai bukti rasa sayang, maka seorang muslim senang untuk berbagi, tidak rela melihat saudaranya kelaparan sementara dirinya kenyang. Oleh karena itu dalam hal muamalah ia lebih mendahulukan orang lain dibandingkan dirinya sendiri. Sungguh indah apa yang digambarkan Allah tentang sifat orang-orang Anshor yang lebih mendahulukan kebutuhan orang muhajirin dibandingkan diri mereka sendiri padahal sesungguhnya mereka pun membutuhkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sifat Pemaaf</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah Maha pemaaf terhadap kesalahan hambaNya. Kita sebagai orang yang tunduk kepada Allah hendaknya meniru sifat ini, kemudian diaplikasikan dalam keseharian ketika berinteraksi dengan sesama. Memaafkan orang lain yang mempunyai salah terhadap kita adalah akhlaq seorang muslim. Allah menggambarkan karakter orang bertakwa sebagai orang yang suka memaafkan manusia. Seperti halnya kita ingin dimaafkan oleh Allah, maka sudah seharusnya kita suka memaafkan orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan sampai kita menjadi penghalang bagi kebaikan orang lain yang ingin meminta maaf dari kita. Sebuah pelajaran berharga dapat kita ambil dari kisah seorang sahabat yang disebutkan oleh Rasulullah sebagai calon penghuni surga.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika diteliti ternyata tidak ada hal yang luar biasa dari ibadah ritualnya. Tetapi ternyata ada satu kebiasaan baik yang ia lakukan yaitu memaafkan orang lain sebelum ia tidur. Masih ada kesempatan untuk menjadi penyayang dan pemaaf</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Supaya Allah tetap menyayangikita</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa perbuatan yang dapat kita lakukan untuk menjadi orang yang senantiasa disayangi Allah:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rajin Berdo’a</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah menyukai orang-orang yang suka berdoa kepadaNya. Orang yang menumpahkan keluh kesahnya kepada Allah. Memohonkan solusi untuk persoalan hidupnya. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. {QS: Al Baqarah: 186]</p>
<p style="text-align: justify;">Doa yang disertai dengan ketaatan kepada perintah Allah dan dilandasi dengan keimanan yang sempurna akan menghasilkan doa yang terkabul. Dan bukan doa yang hanya sekadar permohonan lisan sementara hatinya lalai.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rajin menebar kebaikan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik. Kebaikan yang mencakup perbuatan lisan, tutur kata yang baik, tidak menyakiti orang lain, saling memberikan taushiyah dalam kesabaran dan kebenaran. Perkataan yang meneduhkan dan tidak memancing amarah orang lain. Berlandaskan kepada sabda Rasulullah Saw, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.” [HR. Muslim]</p>
<p style="text-align: justify;">Juga pergaulan yang baik dengan sesama. Menghormati dan menghargai orang lain, memuliakan tamu, tetangga dan saudara-saudaranya. Menjaga sifat toleransi dalam bermasyarakat. Menjauhi sikap egois dan sombong yang membawa kepada kondisi yang tidak harmonis dalam pergaulan hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Selagi usia masih di kandung badan, selalu ada kesempatan untuk berdoa dan berbuat baik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berhias diri dengan sifat sabar</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saat kita yakin bahwa keimanan akan mengalami ujian, maka bekal yang kita siapkan adalah sifat sabar. Allah menyukai orang-orang yang sabar. Kesabaran yang berlipat ganda.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesabaran yang ujungnya adalah kesuksesan. Ujian dunia seperti rasa cemas, takut, kekurangan harta benda dan kematian adalah hal biasa yang pasti dilalui. Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orangorang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: &#8220;Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji&#8217;uun&#8221;[QS; Al Baqarah: 155-156].</p>
<p style="text-align: justify;">Kesenangan yang kita peroleh atau penderitaan yang kita terima termasuk ujian. Jangan sampai melalaikan kita dari jalan Allah. Harta yang banyak dan anak-anak juga jangan sampai melalaikan kita dari mengingat Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita dituntut bersabar dalam beribadah kepada Allah, dalam menjauhi larangan Allah dan dalam menerima sesuatu yang kurang sesuai dengan selera kita. Sungguh, di sisi Allah ada pahala yang besar bagi mereka yang bersabar.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya Allah, Rahmati kami, sayangi kami dan</p>
<p style="text-align: justify;">berkahi hidup kami. Amin</p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/mau-disayang-allah.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/mau-disayang-allah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Dosa Dalam Kehidupan</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/pengaruh-dosa-dalam-kehidupan.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/pengaruh-dosa-dalam-kehidupan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 06:33:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1563</guid>
		<description><![CDATA[I. Mukadimah

Setiap ada pelanggaran sekecil apa pun,  pelanggaran itu pasti akan diberikan sanksi dan hukuman oleh Allah SWT. Tidak ada pelanggaran yang dilakukan manusia yang luput dari pantauan Allah dan pengawasann-Nya. Akan tetapi, hukuman yang Allah akan berikan dan timpakan kepada setiap pelanggar ketentuannya bisa dipercepat. Hal ini berarti hukumannya bisa didapatkan di dunia dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>I. Mukadimah</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Setiap ada pelanggaran sekecil apa pun,  pelanggaran itu pasti akan diberikan sanksi dan hukuman oleh Allah SWT. Tidak ada pelanggaran yang dilakukan manusia yang luput dari pantauan Allah dan pengawasann-Nya. Akan tetapi, hukuman yang Allah akan berikan dan timpakan kepada setiap pelanggar ketentuannya bisa dipercepat. Hal ini berarti hukumannya bisa didapatkan di dunia dalam bentuk yang ditentukan dan dikehendaki-Nya. Dari kebanyakan hukuman itu, ada yang ditangguhkan sampai datang hari pembalasan. Namun, pengaruh negatif dari segala bentuk dosa itu bisa dirasakan dan didapatkan oleh pelaku secara khusus, dan mungkin berimbas kepada masayarakat yang ada disekelilingnya secara umum.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>II. Pengaruh Dosa</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Segala bentuk kemaksiatan memiliki  pengaruh negatif dan berbahaya bagi hati dan jasmani,  baik di dunia maupun di akhirat. Kebanyakaan dari  pengaruh dosa itu tidak diketahui, kecuali oleh Allah SWT. Adapun pengaruh dari dosa itu adalah sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>1. Terhalang dari Cahaya Ilmu</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pelangaran atas setiap ketentuan Allah merupakan sebuah kebodohan. Ilmu adalah cahaya Allah yang disimpan di dalam hati seseorang yang dikehendaki-Nya, dan kemaksiatan bisa memadamkan cahaya ilmu.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu ketika Imam Syafi’i duduk dihadapan Imam Malik dan membacakan sesuatu kepadanya, maka Imam Malik merasa kagum dengan apa yang ia lihat dari kesempurnaan kecerdasan, kepandaian yang gemilang, dan pemahaman Imam Syafi’i atas ilmu yang paripurna. Imam Malik lalu berkata, ”Aku berkeyakinan bahwa Allah telah meletakkan cahaya di dalam hatimu, maka jangan padamkan cahaya itu dengan kegelapan kemaksiatan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun Imam Syafi’i  berkata dalam lantunan bait syairnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Aku mengadukan kekurangmantapan hapalanku kepada Imam Waki’i</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Maka, dia memberi nasehat untuk meninggalkan segala bentuk maksiat</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dan dia berkata, “Ketahuilah,  bahwasanya  ilmu adalah anugerah Ilahi</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dan anugerah Ilahi itu tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat.</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>2. Kegalauan Menyelimuti H</strong><strong>ati</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pelaku kemaksiatan akan menemukan kegalauan, ketakutan, dan kegundahan jiwa di salam hatinya. Pelaku dosa tidak akan menemukan kelezatan hati, walaupun segala bentuk keindahan dan saran hidup yang berbentuk materi dia miliki. Akan tetapi, kegundahan itu tidak akan hilang. Sebab, kelezatan hati  dan ketenangan jiwa hanya akan didapatkan oleh orang yang memiliki hati yang hidup, yang selalu disiram oleh iman dan keta’atan. Sebuah peribahasa Arab melukiskan, ”<em>Sakit karena luka tidak dirasakan oleh orang telah mati</em>”, dan  kemaksiatan merupakan sebab kematian hati seseorang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikisahkan oleh para ulama bahwa seseorang pernah mengadu kepada salah seorang dari mereka. Ia merasa dirinya menemukan kegalauan, kegundahan hidup, dan kengerian dalam hatinya. Maka, dikatakan kepadanya, “Sesungguhnya dosa–dosa telah membuat hatimu gundah gulana, maka tinggalkanlah dosa-dosa itu. Jika kamu menginginkan untuk melakukannya dan hiduplah dalam ketenangan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada dalam hidup ini yang paling menyakitkan hati, kecuali kegalauan dan  kegundahan hati yang diakibatkan oleh dosa yang menimpa pelakunya. Semoga Allah menolong kita dari hal tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>3. Ketakutan untuk Berinteraksi dengan Orang Lain</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada ketakutan yang dirasakan oleh pelaku dosa untuk melakukan hubungan dengan orang lain, terutama dengan para pelaku kebaikan dan orang-orang soleh. Seolah  ada penghalang dan jurang yang sangat dalam, yang memisahkan antara dirinya dengan orang-orang yang baik dan soleh. Ketika kekhawatiran itu semakin kuat, maka semakin jauh pula hubungan dirinya dengan mereka. Akibatnya, dia tidak akan mendapatkan manfaat dan keberkahan dan kebaikan dari mereka. Oleh karena itu, dia akan semakin dekat dengan tentara syetan (<em>hizbusysyaithan</em>) sesuai dengan kejauhan dirinya dari wali-wali Allah (<em>hizbullah</em>), dan sekaligus jauh dari Allah  Yang Maha Rahman, dikarenakan kemaksiatan yang dia lakukan. Akhirnya, dia merasa terisolasi dari kehidupan bermasayarakat terutama dengan orang-orang soleh, bahkan sampai terhadap istri, orang tua, anak, dan keluarga secara luas.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah seorang ulama soleh terdahulu mengatakan, “<em>Aku bisa melihat akibat perbuatan maksiatku  pada perilaku kendaran dan istriku.”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>4. Kesulitan dalam Setiap Urusan</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Pelaku kemaksiatan akan menemukan segala bentuk kesulitan dalam setiap urusannya. Apabila dia dihadapkan dengan sebuah urusan, maka seolah semua pintu penyelesaiannya tertutup dan terkunci rapat. Hal ini kebalikan orang yang dekat dengan Allah (orang bertaqwa), karena orang seperti itu akan selalu diberikan jalan keluar dari setiap permalasannya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>“&#8230;Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar bagi dirinya.” </em><strong>(ath-Thalaaq:  2)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Adapun barangsiapa yang mematikan ketakwaannya dan menggantikannya  dengan kemaksiatan terhadap Rabb-nya, maka Allah akan menjadikan segala urusannya sulit. Sungguh mengherankan, bagaimana kehidupan seorang hamba—yang semua pintu kebaikan dan ketakwaan tertutup rapat bagi dirinya serta seluruh jalan menujunya sulit ditempuh dan ditelusuri, tetapi dirinya tidak mengetahui penyebab semua itu. Ketahuilah, wahai hamba Allah, bahwa kemaksiatanlah penyebabnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>5. Kegelapan yang Hakiki di dalam Hati</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Pelanggaran terhadap ketentuan Allah adalah kedzaliman, dan kedzaliman adalah kegelapan bagi pelakunya. Pelaku maksiat akan merasakan kegelapan hati, sebagaimana dirinya merasakan gelap gulita di malam hari. Seorang pendosa akan menemukan kegelapan hati seperti kenyataan keseharian dikala malam tiba dengan gelap gulita yang menakutkan, sehingga dirinya tidak bisa melihat kebenaran yang semestinya dia lakukan. Cahaya ketaatan yang diperlukan untuk menempuh kehidupan sudah ditutupi oleh kelamnya kemaksiatan. Bahkan ketika kegelapan bertambah, maka bertambah pula kebingungan, dan ia akhirnya terjerumus pada <em>bid’ah,</em> kesesatan, dan  hal-hal yang membinasakan, sementara ia tidak menyadarinya. Perumpamannya seperti orang buta yang keluar sendirian dimalam hari. Kekuatan kegelapan maksiat ini bisa tampak pada sorot mata serta raut muka dan setiap orang bisa melihatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Abdullah bin Abbas ra berkata,  “Sesungguhnya kebaikan itu memberikan cahaya pada wajah pelakunya, menjadi pelita bagi hati, memberi kelapangan rizqi, membentuk kekuatan jasad, dan membuat orang-orang mencintainya. Adapun sesungguhnya kejahatan itu membuat muka carut marut, memberi kegelapan dalam hati, kelemahan pada badan, mengurangi pintu rizqi, dan membuat orang lain membencinya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>6. Memperlemah Hati dan Jasad</strong></span><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Pengaruh kemaksiatan terhadap hati merupakan hal yang sangat mudah kita temukan. Hal ini disebabkan karena  kelemahan hati itulah seseorang bisa terjerumus dan berani melanggar aturan Allah dengan melakukan kemaksiatan. Adapun bila kemaksiatan  terus menerus dilakukan, maka ia bisa mematikan hati secara keseluruhan. Artinya, hati tidak akan memiliki saluran untuk program kebaikan sedikit pun. Maksiat mempunyai  pengaruh terhadap daya tahan tubuh, dikarenakan kekuatan tubuh tertumpu pada kekuatan hati. Dikala hati memiliki kekuatan, maka tubuh secara spontan akan memiliki daya tahan yang kokoh. Inilah hati dan badan hamba-hamba Allah yang taat an soleh. Adapun orang jahat, walaupun tubuhnya kekar, pada hakekatnya dirinya adalah orang yang paling lemah dikala dihadapkan dengan kebutuhan. Cukuplah sejarah menjadi bukti kongkrit yang bisa dijadikan dalil atas hal dia atas. Betapa kuatnya Bangsa Romawi dan Persia secara fisik, namun mereka dikalahkan oleh orang-orang yang beriman yang memiliki kekuatan tubuh, terutama kekuatan hati.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>7. Menjauhkan Seseorang dari Ketaatan</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Keta’atan dan kemaksiatan adalah dua hal yang saling bersebrangan. Tidak akan terjadi perkumpulan diantara keduanya, bahkan yang akan terjadi adalah pergumulan yang saling mengalahkan. Maka, apabila seseorang terjerumus dengan kemaksiatan berarti dirinya sudah mengalahkan ketaatan. Seandainya kemaksiatan tidak memiliki hukuman—kecuali terhalangnya seseorang dari ketaatan, maka sebagai pengganti dosa itu adalah menghalangi ketaatan selanjutnya, kemudian dari ketaatan yang ketiga, dan terus seperti itu, sehingga tidak ada ketaatan lagi, kecuali terputus dan terhalang oleh kemaksiatan yang sudah dilakukannya. Dengan demikian, kemaksiatan itu akan menghalangi dari ketaatan yang demikian banyak jumlahnya, padahal setiap bentuk kebaikan yang terhalang itu memiliki pahala yang lebih baik dari dunia beserta isinya ini. Perumpamaan dosa yang menghalangi ketaatan itu persis seperti seseorang yang memakan satu hidangan  yang menimbulkan penyakit yang cukup lama, sehingga memaksa dirinya untuk tidak makan hidangan-hidangan selanjutnya, padahal kualitas hidangan itu lebih enak dan lezat dari yang ia makan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>8. Melakukan Kemaksiatan Memberikan Celah Kemaksiatan Lain. </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya segala bentuk kemaksiatan merupakan  satu proyek yang dibangun oleh iblis dengan seluruh bala tentaranya. Oleh sebab itu, melakukan satu kemaksiatan merupakan bibit unggul yang akan melahirkan kemaksiatan lainnya, sehingga apabila seseorang sudah tertawan oleh kemaksiatan, maka sulit kiranya untuk melepaskan dari genggamannya. Sebagian ulama <em>salaf </em>mengatakan, ”Sesungguhnya sebagian dari hukuman kejahatan adalah timbulnya kejahatan  lainnya.” Demikianlah seterusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini disebabkan segala bentuk ketaatan dan kemaksiatan itu laksana karakter yang sudah mendarah daging dan menempel pada setiap pelakunya. Apabila orang soleh yang taat meninggalkan ketaatan, maka dirinya akan merasa tersiksa dikarenakan hilangnya satu kesempatan untuk mendapatkan kebaikan, seolah dirinya adalah ikan yang berpisah dengan air yang merupakan tempat hidupnya. Demikian pulalah orang yang jahat, apabila dirinya tidak melaksanakan kemaksiatan, maka dadanya merasa sesak. Semua jalan kebaikan yang ada dihadapannya buntu dan tetutup, karena kemaksiatan sudah menjadi makanan dan minuman kesehariannya. Apabila seseorang terbiasa dengan kemaksiatan, maka setan akan datang memberikan bantuan, sekaligus mengangkatnya menjadi prajurit yang siap diperintah untuk menyesatkan manusia lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>9. Kemaksiatan memperpendek umur dan menghapus kebarakahannya</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Para ulama berbeda pendapat tentang pengaruh maksiat terhadap perpendekan umur pelakunya. Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan memperpendek umur adalah hilangnya kebarakahan dari umur yang Allah berikan kepadanya. Sebab, pada dasarnya umur sebagai amanat Allah apabila dipergunakan untuk melakukan pengabdian dan ketaatan, maka walaupun umurnya pendek, dia akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda seolah-olah dia hidup lebih dari itu. Sebagian lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud memperpendek umur memiliki makna yang sebenarnya, sebagaimana kemaksiatan mengurangi rezeki pelakunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagian dari mereka berpendapat bahwa yang dimaksud dengan memperpendek umur akibat maksiat adalah kematian hati. Sebab, hakikat kehidupan menurut mereka adalah kehidupan hati. Oleh sebab itu, Allah menganggap orang kafir sebagai orang mati. Setidaknya, demikian yang Allah SWT firmankan dalam surah an-Nahl ayat 21.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara keseluruhan, pendapat para ulama di atas menunjukkan bahwa seseorang yang berpaling dari Allah dan sibuk dengan kemaksiatan akan hilang hari-hari kehidupannya yang sebenarnya, dan kelak dirinya akan menyesali perilaku yang dipertontonkannya tatkala berada di dunia. Dari gambaran ekspresi penyesalan itu, Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, ‘Ya, Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?’” <strong>(al-Munaafiquun: 10)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“…dan orang kafir berkata, ‘Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.’” </em><strong>(an-Naba`: 40)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dalam ayat yang lain Allah menggambarkan ekspresi penyesalan itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dia mengatakan, ‘Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.’” </em><strong>(al-Fajr: 24)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Rahasia permasalahan ini adalah bahwasanya umur manusia selama hayatnya—dan tidak ada kehidupan melainkan untuk menghadap Allah dengan segala yang ada pada dirinya, dan merasa nikmat dengan mencintai dan mengingat-Nya, serta mendahulukan keridhaan-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">10. Kemaksiatan penyebab kehinaan pelakunya di hadapan Allah dan manusia</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berkata Al-Hasan al-Bashri, ”Mereka menghinakan Allah, maka mereka bermaksiat kepada-Nya. Seandainya mereka memuliakan-Nya, niscaya Dia akan menjaga mereka. Dan apabila seseorang menghinakan Allah dengan bermaksiat kepada-Nya, maka tidak akan ada seorang pun yang memuliakannya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>“…Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorang pun yang memuliakannya….” </em> <strong>(al-Hajj: 18)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>11. Meremehkan dosa pertanda kehancuran</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Apabila seseorang tidak henti-hentinya melakukan dosa hingga dirinya menganggap kecil dosa yang dilakukannya, maka hal tersebut merupakan tanda kehancuran dirinya oleh karena dosa, manakala dianggap kecil oleh manusia, justru semakin besar di hadapan Allah SWT. Rasulullah saw. Bersabda,</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>“Sesungguhnya, orang mukmin melihat dosa seolah-olah dia berada di bawah gunung. Dia merasa ngeri apabila gunung itu menimpanya. Adapun orang jahat melihat dosa seolah-olah lalat yang hinggap di batang hidungnya. Maka, dia mengatakan dengannya demikian hingga lalat itu terbang.” </em><strong>(HR Bukhari)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>12. Dosa membuat pelakunya dilaknat Allah dan Rasul-Nya</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Sesungguhnya, dosa memaksa pelakunya untuk masuk dalam laknat Allah dan Rasul-Nya. Allah melaknat pencuri, peminum khamar, pemberinya, pemerasnya, penjualnya, pembeli, pemakan harga, pembawanya, dan setiap pihak yang membantu terjadinya kemaksiatan khamar. Allah juga melaknat orang yang menghardik kedua orang tuanya dan pelaku dosa-dosa lainnya. Rasulullah saw. pun telah melaknat pelaku dosa seperti melaknat laki-laki yang menggunakan pakaian wanita, dan wanita yang memakai pakaian lakai-laki, pemberi suap dan yang menerima suap, serta perantara yang menimbulkan pelanggaran berupa suap-menyuap, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">13. Terhalang dari doa Rasulullah saw. dan doa para malaikat yang mulia</span> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya, Allah SWT telah memerintahkan kepada Nabi-Nya untuk memintakan ampun bagi orang mukmin laki-laki dan perempuan. Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan), ‘Ya, Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala. Ya, Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara  bapak-bapak  mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Mahaperkasa  lagi Mahabijaksana, dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang- orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar.’”</em> <strong>(al-Mukmin: 7-9)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Inilah doa para malaikat Allah bagi orang-orang mukmin yang bertobat dan mengikuti kitab-Nya dan sunnah Rasulullah, yang tidak ada petunjuk selain keduanya. Maka, orang-orang yang tidak memiliki sifat yang didoakan di atas, termasuk pelaku kemaksiatan, tidak berhak mendapatkan kebaikan doa para makhluk Allah yang mulia itu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>14. Terjadinya kehancuran di muka bumi </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Apabila skala pembangkangan semakin meluas, maka skala akibat yang akan terjadi dari pembangkangan itu pun menjadi luas. Lihatlah, betapa banyak bencana yang terjadi di darat, di laut, dan di udara. Kita pun ikut merasakan itu semua sebagai pengaruh dan akibat para pelaku kejahatan yang sudah memperluas radius kejahatannya. Oleh sebab itu, Allah SWT menjelaskan semua kehancuran yang ada di atas planet bumi ini akibat ketidakcocokan perilaku pengurusnya dengan keinginan Allah SWT. Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan  manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” </em><strong>(ar-Ruum: 41)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah saw. bersabda,</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>“Wahai, kaum Muhajirin, ada lima hal yang aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak menemukannya. Tidaklah perzinaan merajalela dalam suatu kaum sehingga mereka melakukannya dengan terang-terangan, kecuali mereka akan ditimpa oleh bermacam-macam penyakit yang belum pernah terjadi pada kaum pendahulu mereka. Dan tidak ada suatu kaum melakukan kecurangan dengan mengurangi ukuran dan timbangan, kecuali akan ditimpakan kepada mereka keadaan paceklik dan mahalnya harga kehidupan, dan akan diangkatnya pemimpin yang zalim. Dan tidaklah suatu kaum menahan kewajiban harta mereka, kecuali mereka tidak akan diberi curah hujan dari langit. Seandainya saja tidak ada binatang ternak, niscaya tidak akan ada curah hujan. Dan tidaklah mereka melanggar perjanjian dengan Allah dan Rasul-Nya, kecuali Allah akan mengirim musuh dari selain mereka dan merampas sebagian yang mereka miliki. Seandainya para pemimpin mereka tidak mau berhukum dengan apa yang diturunkan Allah di dalam kitab-Nya, kecuali Allah akan menjadikan perseteruan dan pertempuran di antara mereka sendiri.” </em><strong>(HR Ibnu Majah)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;">Itulah beberapa akibat pelanggaran yang sangat mengerikan dan menakutkan dikarenakan sifatnya luas menjangkau seluruh manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>15. Kemaksiatan memadamkan api cemburu serta menghilangkan rasa malu </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kecemburuan laksana pemanas insting bagi kehidupan seluruh badan. Cemburu adalah panasnya tubuh yang bisa menimbulkan sifat busuk dan tercela, sebagaimana menghilangkan kotoran dari emas perak dan tembaga. Adapun orang yang paling mulia dan paling tinggi keinginannya adalah orang yang paling memiliki kecemburuan terhadap dirinya dan umumnya manusia. Oleh sebab itu, Nabi adalah orang yang paling cemburu atas umatnya, dan Allah SWT lebih pencemburu lagi daripada Nabi-Nya. Rasulullah saw. bersabda,</p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Apakah kalian terkejut melihat kecemburuan Sa’ad? Sesungguhnya aku lebih pencemburu darinya dan Allah lebih pencemburu daripada aku.”</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dalam hadits sahih lainnya, Rasulullah saw. bersabda,</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>“Wahai umat Muhammad, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah SWT ketika hamba-Nya laki-laki berzina dan hamba-Nya yang wanita berzina.”</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Adapun sifat malu adalah sesuatu yang inheren dengan keimanan. Di kala keimanan masih menempel pada diri seseorang, maka yakinlah rasa malunya masih bisa ditemukan. Akan tetapi, di kala salah satu dari keduanya hilang, maka jangan diharapkan yang lainnya bisa ditemukan. Rasulullah saw. bersabda,</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>“Dari sebagian yang didapatkan manusia dari perkataan kenabian yang pertama adalah, ‘Apabila kamu tidak memiliki rasa malu, maka berbuatlah sesuai dengan keinginanmu.’”</em> <strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>III. </strong><strong>Penutup </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<ol style="text-align: justify;"></ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Semoga Allah memberikan pertolongan dan kekuatan  kepada kita untuk senantiasa mampu melawan setan dan kemaksiatan: dengan memberikan ilmu, ketenangan jiwa, kekuatan hati dan menyinari dengan cahaya-Nya yang tak pernah redup. Semoga taufiq dan hidayah-Nya juga senantiasa melimpah, agar kita mampu untuk melakukan segala bentuk ketaatan demi memperoleh kebaikan, keberkahan, dan keridhaan Allah <em>Rabbul ’Alamin</em>. <em>Amiin</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Waallahu a’lam bish-shawwab</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/pengaruh-dosa-dalam-kehidupan.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/pengaruh-dosa-dalam-kehidupan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IBLIS, SETAN, DAN PERTARUNGAN IMAN</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/iblis-setan-dan-pertarungan-iman.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/iblis-setan-dan-pertarungan-iman.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 07:25:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1556</guid>
		<description><![CDATA[I. Mukadimah
Kata pertarungan bermakna pertempuran dan peperangan. Satu kata yang siapapun juga pasti tidak menyukainya. Namun manusia mau tidakmau harus melakukannya, paling tidak ia harus menghadapi serangan dan godaan musuh utama hidupnya yaitu Iblis dan setan yang senantiasa berusaha untuk menyesat dan menghancurkannya. Karena itulah Al-Qur’an meanyatakan kepada kita, bahwa kita harus berperang.
“Diwajibkan atas kamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>I. Mukadimah</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kata pertarungan bermakna pertempuran dan peperangan. Satu kata yang siapapun juga pasti tidak menyukainya. Namun manusia mau tidakmau harus melakukannya, paling tidak ia harus menghadapi serangan dan godaan musuh utama hidupnya yaitu Iblis dan setan yang senantiasa berusaha untuk menyesat dan menghancurkannya. Karena itulah Al-Qur’an meanyatakan kepada kita, bahwa kita harus berperang.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu Benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”</em> <strong>(al-Baqarah (2) : 216)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> <span style="color: #000080;">II. Iblis, Setan, dan Pasukannya</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Iblis adalah satu makhluk dari bangsa jin yang diciptakan oleh Allah dari api yang sangat panas. Penciptaannya lebih dahulu dari manusia (Adam). Hal ini dijelaskan oleh Al-Qur`an.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan  Kami telah  menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.”</em> <strong>(al-Hjir (15) : 27)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: &#8220;Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.”</em> <strong>(al-Kahfi (18) : 50)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Awalnya, ia hidup bersama-sama dengan satu komunitas malaikat. Namun akhirnya ia terusir, disebabkan kesombongannya untuk menaati perintah Allah agar sujud kepada Nabi Adam. Ia merasa lebih baik dan lebih senior sehingga tidak laik bagi dirinya untuk tunduk kepada perintah tersebut. Hal ini dinyatakan dalam firman Allah Ta’ala.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, ‘Bersujudlah kamu kepada Adam&#8221;, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman, ‘Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?’ Menjawab iblis, ‘Saya lebih baik daripadanya. Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.’”</em> <strong>(al-A’raaf (7) : 11-12)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saat iblis diusir dari surga, ia mendapat jaminan usia hidup sampai hari kiamat dan kebebasan menggoda untuk menyesatkan Adam dan keturunannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Allah berfirman, ‘Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.’ Iblis menjawab, ‘Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.’ Allah berfirman, ‘Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.’ Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).’”</em> <strong>(al-A’raaf (7) : 13-17)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Adam dan istrinya adalah dua orang pertama yang berhasil digoda oleh Iblis yang menyebabkan keduanya harus keluar dari surga dan turun ke bumi.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan Kami berfirman, ‘Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang  kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.’ Lalu keduanya digelincirkan oleh seitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman, ‘Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.’”</em> <strong>(al-Baqarah (2) : 35-36)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak saat itu dimulailah pertarungan abadi antara umat manusia melawan iblis dan balatentaranya. Hal  ini dijelaskan oleh Al-Qur`an.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.”</em> <strong>(al-A’raaf (7) : 27)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selama pertarungan itu, selain berusaha untuk menyesatkan manusia, iblis juga melakukan rekruitmen dari bangsanya sendiri (jin) dan manusia.  Mereka yang berhasil direkrut itu disebut setan. Jadi, dalam hal ini setan bukanlah sejenis makhluk, melainkan sifat-sifat buruk yang tidak ada kebaikannya sama sekali pada bangsa jin dan manusia yang menjadi anak buah iblis atau paling tidak dipengaruhinya (al-An’aam: 112 dan al-Anfaal: 48). Kelompok ini di dalam Al-Qur`an disebut <em>hizbusy-syaithan</em> yang berarti “Partai Setan” (al-Mujaadilah: 19). Lawannya adalah <em>hizbullah</em> atau “Partai Allah” (al-Mujaadilah: 22 dan al-Maa`idah: 56).</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok setan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyelewengkan anak manusia yang beriman agar berpaling dari ajaran Islam. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sabrah bin Fakih, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda,</p>
<p style="text-align: justify;">“Sesungguhnya setan itu duduk untuk menghadang manusia di beberapa jalan. Ia duduk di jalan keislaman. Ia berkata kepada orang yang hendak memeluk agama Islam, ‘Apakah engkau akan masuk agama Islam? Apakah engkau akan meninggalkan agamamu sendiri dan agama nenek moyangmu?’ Orang itu tidak mempedulikannya lalu terus saja memeluk Islam. Lalu ia duduk di jalan hijrah. Ia berkata di jalan hijrah, ‘Apakah engkau hendak berhijrah? Apakah engkau akan meninggalkan bumi dan langitmu?’ Orang itu tidak memperhatikan seruannya dan terus saja berhijrah. Ia duduk di jalan jihad. Ia berkata kepada orang yang hendak berjihad, ‘Apakah engkau hendak berjihad?’ Padah jihad itu adalah kebinasaan harta dan jiwa. Apakah engkau hendak berperang lalu engkau dibunuh, istrimu lalu kawin lagi dan hartamu dibagi-bagi?’ Orang itu tidak mempedulikannya dan terus saja berjihad. Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda, ‘Maka, barangsiapa yang melakukan demikian (yakni tidak mengikuti ajakan setan) kemudian meninggal dunia, maka haknyalah bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga.’” <a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p style="text-align: justify;">Adapun beberapa hal yang harus kita ketahui mengenai setan dan iblis adalah sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Setan identik dengan iblis</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setan identik dengan iblis. Namun, dengan menyandang nama setan, ia bukan hanya membangkang atas perintah Allah SWT, tetapi sebagaimana iblis, ia juga sebagai penggoda manusia. Kegiatan setan menggoda itu adalah tugas iblis, setelah manusia diciptakan. Hal ini tercantum dalam firman Allah.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Hai  iblis, apa  sebabnya kamu  tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?&#8221; Berkata  Iblis: &#8220;Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang  Engkau telah  menciptakannya dari  tanah  liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk&#8221; Allah     berfirman:  &#8220;Keluarlah  dari  surga,  karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat&#8221;. Berkata  iblis: &#8220;Ya  Tuhanku, (kalau  begitu) maka  beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan  Allah berfirman: &#8220;(Kalau begitu) maka sesungguhnya  kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan. Iblis   berkata:  &#8220;Ya  Tuhanku,  oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik  (perbuatan ma&#8217;siat)  di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,  kecuali  hamba-hamba Engkau  yang mukhlis  di antara mereka.&#8221; </em><strong>(al Hjir (15) : 32-40)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Diantara jin dan manusia, ada yang menjadi setan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Katakanlah: &#8220;Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia.  Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” </em><strong>(an-Naas (114) : 1-6)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut keterangan ahli hadits dari kalangan tabi’in, antara lain Abu Qatadah ( 61-118 H) dan Hasan al Bashri (21-110 H), di antara jin dan manusia ada yang menjadi setan. Pendapat ini diperkuat oleh dialog Abu Dar dengan Nabi Muhammad saw.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Rasulullah saw. bertanya, “Wahai, Abu Dar, apakah kamu telah memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan-kejahatan setan yang berasal dari jin dan manusia?” Abu Dar bertanya, ” Ya Rasulullah, adakah setan-setan berasal dari manusia ?” Nabi saw. bersabda, “Ya, benar-benar ada.” </em><strong>(HR Ahmad bin Hambal) </strong><a href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Dalam diri setiap manusia ada setan yang berjalan sesuai dengan aliran darah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Diriwayatkan dari Aisyah r.a., istri Rasulullah, ia berkata, <em>”Pada suatu malam Rasulullah keluar dari rumahku dan aku cemburu kepadanya. Maka, aku pun mengikutinya. Rasulullah mengetahui apa yang aku perbuat, hingga ia bersabda, ‘Apa yang terjadi denganmu, apakah engkau cemburu.?’ Maka, aku menjawab, ’Bagaimana orang seperti aku tidak cemburu kepada orang seperti engkau, ya Rasulullah?’ Maka Rasulullah bersabda, ‘Atau telah datang kepadamu setanmu?’ Maka, Aku berkata, ’Ya Rasulullah, apakah bersamaku ada setan?’ Rasulullah menjawab, ‘Ya.’ Aku berkata lagi, ‘Dan apakah bersama setiap manusia ada setan?’ Rasulullah  menjawab, ‘Ya.’ Aku pun brertanya lagi kepadanya, ‘Apakah beramamu jua ada setan?’ Dia menjawab, ‘Ya. Akan tetapi, Allah  menolongku untuk mengalahkannya hingga setan itu menyerah.’”</em> <strong>(HR. Muslim) </strong><a href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setan yang ada bersama manusia itu bejalan sesuai dengan aliran darah dalam tubuh. Diriwayatkan dari Shafiyah, istri Rasulullah saw., ia berkata, <em>”Pernah Rasulullah beri’tikaf, dan aku pun datang mengunjunginya di malam hari. Maka, aku berbincang bersamanya, kemudian aku bangkit untuk pulang, dan beliau pun mengikutiku bangkit untuk menemaniku pulang. Konon, rumah Shafiyah itu berada di perkampungan Usamah bin Zaid. Saat itu, lewatlah dua orang dari Kaum Anshor. Ketika mereka melihat Rasulullah, keduanya bergegas, maka Nabi pun berkata, ‘Kalian jangan terburu-buru, sesungguhnya dia adalah Shafiyah binti Huyay. Maka, keduanya berkata, ‘Maha Suci Allah, wahai Rasulullah!’ Rasulullah lalu bersabda, ‘Sesungguhnya setan berjalan pada manusia  dalam aliran darah, dan Aku khawatir setan itu telah meletakan kejahatan pada hati kalian.’”</em> <strong>(HR. Bukhari dan Muslim)</strong> <a href="#_ftn4">[4]</a><strong> </strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>I. LANGKAH-LANGKAH SETAN DALAM MENYESATKAN MANUSIA</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam operasinya menjerumuskan manusia pada jurang kesesatan dan kejahatan, setan mengunakan strategi dan langkah yang sesuai dengan obyek yang akan disesatkannya. Apabila level manusia dari sisi keimanannya lemah, maka strateginya berbeda dengan orang-orang yang memiliki keimanan dan keyakinan yang tinggi kepada Allah. Untuk orang yang memiliki keimanan dan keyakinan yang tinggi, setan akan mengunakan metode yang jitu, dan apabila yang dihadapi setan adalah  orang level tinggi dari orang yang beriman, maka dia akan mengerahkan segala kemampuan dan segala sarananya untuk bisa menggoda dan menyesatkan sehingga berhasil mengalahkannya. Adapun dalil yang menjelaskan bahwa setan memilki strategi dalam menyesatkan anak cucu Adam adalah firman Allah.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” </em><strong>(al-Baqarah (2) : 208)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Adapun langkah-langkah setan dalam menyesatkan manusia adalah sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>1. Menimbulkan      rasa was-was.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Was-was adalah sebuah  strategi  yang  dihembuskan setan pada hati manusia, sehingga apabila sifat was-was ini menguasai hati sesorang, maka akan lahir rasa ragu-ragu atas setiap perbuatan, perkataan, keyakinan. Akhirnya, rasa was-was itu akan merasuk pada tingkat keimanan kepada Allah, serta segala sesuatu yang berkaitan erat dengan keimanan kepada Allah tersebut. Apabila was-was sudah sampai pada tingkat tersebut, maka orang yang terjangkitnya mudah untuk tergelincir pada kekufuran, pembangkangan, dan akhirnya jadi pengikut setan. Strategi was-was ini Allah jelaskan dalam ayat-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">“<em>Katakanlah: &#8220;Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia.  Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” </em><strong>(al-Naas (114) : 1-6)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>2. Menghilangkan      ingatan (lupa).</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setan berusaha menjauhkan manusia dari Allah SWT dari semua aktifitasnya. Salah satu cara yang paling ampuh yang dilakukan setan adalah menghilangkan keterkaitan  manusia dengan Allah dalam semua keadaan dan situasi. Dengan demikian, rasa kebersamaan dengan Allah dan rasa dipantau oleh-Nya lenyap dari kehidupan manusia. Karenanya, manusia yang lupa Allah akan mudah melakukan pelanggaran, kejahatan,dan kemaksiatan. Hal itu dikarenakan nama Allah dan keagungan-Nya hilang dari dirinya. Hal  itu merupakan ulah setan dengan cara membuat manusia lupa.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> “Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat diantara mereka berdua,  &#8221;Beritahukanlah keadaanku kepada tuanmu.&#8221;  Maka, syaitan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya.  Karena itu, tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya.” </em><strong>(Yusuf (12) : 42)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam ayat yang lain, Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Muridnya menjawab, “Tahukah kamu tatkala kita mecari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu  dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya, kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.&#8221; </em><strong>(al-Kahfi (18) : 63)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>3. Memanjangkan      angan-angan.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kehidupan dunia ini sangatlah pendek dan singkat. Maka, kerugian lah bagi orang yang memperpanjang hidup ini dengan angan-angan. Karena, dengan panjang angan-angan, seseorang akan terbuai dengan indahnya kata seandainya. Sementara, dirinya lupa bahwa ajal selalu mengintainya. Karenanya, sementara dirinya dalam keadaan lalai dan santai, ia tidak akan bersegera mempersiapkan untuk menghadapi kehidupan yang  lebih menentukan dan abadi, yaitu kehidupan ukhrawi. Setan sangatlah cerdik dan  licik, ia selalu mencari kelemahan manusia, dan diantaranya adalah suka menikmati indahnya angan-angan. Dari titik itu lah, setan memyesatkan manusia.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan  membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar- benar memotongnya , dan akan aku suruh mereka (mengubah  ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya &#8220;.Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” </em><strong>(an-Nisaa’ (4) : 119)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam ayat yang lain, Allah menjelaskan,</p>
<p style="text-align: justify;"><em> “Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka<strong>.” </strong></em><strong>(Muhammad (47) : 25)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>4. Memperindah      perbuatan maksiat.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tabiat manusia adalah sangat mencintai kehidupan dunia. Wanita, anak, binatang ternak, emas perak, dan sebagainya adalah hal-hal yang sangat mereka cintai. Akan tetapi, bagi Allah, kehidupan dunia yang kelihatan gemerlap ini—yang membuat terperangah bagi siapa yang terpedaya olehnya, tidak memiliki nilai apabila dibandingkan dengan kehidupan surgawi yang ada di sisi-Nya di hari akhirat nanti. Namun, setan tidak rela apabila manusia meninggalkan kehidupan dunia dan  berbondong-bondong menuju kebahagiaan yang hakiki yang ada di sisi Allah kelak. Oleh karenanya,  setan berusaha memperdaya manusia dengan cara menampilkan wajah dunia yang mereka cintai seolah-olah dunia ini akhir segala-galanya, tidak ada sesuatu yang lain yang seindah kehidupan dunia yang ada, dan kegemerlapan dunia hanyalah satu-satunya tujuan hidup. Sementara itu,  mereka melupakan sebuah kehidupan yang  sangat berbeda dengan kehidupan ada. Itulah cara setan untuk menyesatkan manusia. Dalam hal ini, Allah menjelaskan dalam kitab-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Iblis   berkata, &#8220;Ya  Tuhanku,  oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik  (perbuatan ma&#8217;siat)  di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.”<strong> </strong></em><strong>(al-Hijr (15) : 39)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>5. Memberikan      janji-janji palsu.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Apabila jiwa manusia sudah dirasuki setan, maka dirinya akan mudah untuk melakukan pelanggaran. Ketika dia melakukan pelanggaran tersebut, maka setan akan kembali datang untuk mendukung perbuatan tersebut dengan membawa janji-janji. Setan akan membisikan janji-janji itu kepada segenap pelaku kemaksiatan. Dia akan datang kepada penjudi dengan mengatakan <em>teruskan perjudianmu</em>, karena hanya dengan judi kamu bisa kaya. Setan pun akan datang kepada peminum khamr dan mengatakan  <em>minumlah sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin</em>, karena dengan hal itu  kamu akan mendapatkan ketenangan hidup. Setan juga akan datang kepada perampok, pezina, pembunuh, dan sebagainya dengan janji palsu sebagai pembenaran dan dukungan atas aksinya, sehingga mereka betul-betul menjadi pengikutnya yang setia dan menjadi temannya kelak di neraka.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: &#8220;Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun  telah  menjanjikan  kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak  dapat menolongmu dan kamupun  sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu&#8221;. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.” </em><strong>(Ibrahim (14) : 22)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>6. Membuat      tipu daya.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setan adalah makhluk jahat. Dalam melakukan aksi kejahatannya, setiap penjahat selalu melakukan tipu daya yang licik untuk mengelabui mangsanya. Setan memasang ranjau-ranjau tipu dayanya agar manusia terpedaya dengannya, sehingga ia tergelincir ke dalam jebakannya. Akhirnya,  ia bertekuk lutut dihadapannya dan men jadi pengikut setia setan, bahkan menjadi tentaranya. Jauh dari Allah serta melangar aturan-aturan-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya &#8216;auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin- pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” </em><strong>(al-A’raaf (7) : 27)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>7. Menghalang-halangi      manusia untuk melakukan kebajikan.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setan sangatlah komitmen dengan tekadnya untuk  menyesatkan manusia. Seandainya dia tidak bisa  menjuerumuskan manusia kejurang kenistaan dan kemaksiatan, maka dia berusaha dengan sekuat tenaga dan strategi yang canggih agar manusia tidak melakukan kebajikan samaa sekali. Setan menghalangi hamba Allah untuk shalat, berdzikir, bersedekah, berjihad, dan dari segala bentuk kebajikan yang Allah perintahkan dan anjurkan. Sekecil apa pun kebaikan itu,  setan pasti  akan merintangi hamba Allah melakukannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> “Apabila dikatakan kepada mereka, &#8220;Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul&#8221;, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan  sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” </em><strong>(an-Nisaa’ (4) : 61)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>8. Menyulut      api permusuhan.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em> </em></strong>Visi setan adalah menjadikan seluruh anak cucu Adam pengikutnya. Maka, apabila hal itu tidak terealisasi secara keseluruhan, perlu ada langkah agar manusia hancur berantakan. Cara yang dilakukannya adalah mengadu domba manusia. Langkah ini diprogram sehebat mungkin, baik personil  yang memprovokasi maupun  programnya yang berbentuk fitnah-fitah, yang disebar diantara manusia atau program-program yang lainnya yang rentan terhadap pertikaian, seperti perjudian, program minuman keras, dan sebagainya. Langkah setan ini Allah jelaskan dalam firman-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">“<em>Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: &#8220;Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya  syaitan   itu adalah   musuh  yang nyata bagi manusia.” </em><strong>(al-Israa’ (17) : 53)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>9. </em></strong><strong><em>Menyuruh manusia berbuat keji dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak ia ketahui.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah SWT. selalu memerintahkan manusia untuk melakukan kebaikan, dan untuk selalu berkata berdasarkan ilmu. Akan tetapi, setan ingin menyesatkan manusia. Maka, ia  memutarbalikkan perintah Allah itu dengan  menyuruh manusia berbuat keji dan mengatakan terhadap Allah apa yang ia tidak ketahui. Oleh karenanya, Allah mengingatkan hamba-Nya akan langkah setan itu dengan firman-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” <strong> </strong></em><strong>(al-Baqarah (2) : 169</strong>)</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>II. AKIBAT YANG TIMBUL DARI LANGKAH-LANGKAH SETAN</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong> </strong></span>Adapun akibat dari langkah-langkah setan yang bersifat  terus menerus dan fariatif adalah penyesetan manusia dari jalan Allah.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Yang dila&#8217;nati Allah dan syaitan itu mengatakan, &#8220;Saya benar- benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya)  dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan  membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar- benar memotongnya , dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya]&#8221;. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka  sesungguhnya  ia  menderita kerugian yang nyata.” </em><strong>(an-Nisaa` (4) : 118-119 )</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Apabila usaha penyesatan ini berhasil, maka ia berakibat pada penyamaran kebenaran.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu.  Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” </em><strong>(al-Baqarah (2) : 85)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat keberadaan kebenaran sudah disamarkan  melalui aksi setan, maka pada akhirnya akan terjadi percampuradukan antara kebenaran dan kebathilan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.” </em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>(al-Baqarah (2) : 42 )</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kebenaran menjadi samar—hingga terjadi percampuradukan dengan kebathilan, maka orang yang terpedaya oleh setan tidak akan memiliki pegangan kuat. Oleh karenanya, dia mudah untuk ditakut-takuti, sehingga timbul ketakutan yang sifatnya syar’i kepada selain Allah. Efeknya adalah hilang keberanian untuk mengungkapkan kebenaran dan lebih memilih untuk menyembunyikannya. Adapun korban dari program setan yang berupa penyesatan dan menakut-nakuti adalah pribadi-pribadi yang tidak memilki prinsip. Sifat yang paling menonjol adalah pengecut, stagnan (<em>jumud</em>), serta penakut. Apabila pribadi-pribadi tersebut bersatu, maka terbentuk sebuah komunitas yang kita sebut partai setan (<em>hizbusysyaithan</em>), yang berkarakter setan dalam segala halnya, baik pemikiran, kejiwaan, penampilan, gagasan, keilmuan, maupun metode hidupnya. Semuanya bersumber dari konstitusi setan.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>III. SOLUSI</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Allah SWT. menciptakan manusia dilengkapi dengan dua macam nafsu. <strong><em>Pertama</em></strong>, nafsu tinggi, ia menyadarkan manusia akan kehidupan yang tinggi atau kehidupan rohani. <strong><em>Kedua</em></strong>, nafsu rendah, ia berhubungan dengan kehidupan jasmani. Berhubungan dengan dua nafsu itu lah,  Allah SWT. menciptakan dua makhluk, malaikat dan setan. Nafsu rendah sangat penting bagi manusia. Akan tetapi, selama nafsu rendah itu tidak terkendalikan dan dibiarkan berbuat semau-maunya, nafsu itu akan menjadi rintangan bagi manusia untuk mencapai tingkat kehidupan yang tinggi. Manusia harus mampu mengekang nafsu rendah ini. Dalam pengertian ini lah, kisah Nabi Adam as, dituangkan dalam Al-Qur`an. Mula-mula iblis menolak untuk bersujud, dan akhirnya ia mencoba segala macam jalan untuk menyesatkan Adam untuk membangkitkan nafsu rendahnya. :</p>
<p style="text-align: justify;">“<em>yang dila&#8217;nati Allah dan syaitan itu mengatakan : &#8220;Saya benar- benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya)  dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan  membangkitkan angan-angan kosong pada mereka….” </em><strong>(an-Nisaa’ (4) : 118-119)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Namun, setan dapat dikalahkan dengan bantuan wahyu Allah SWT. Barangsiapa yang mengikuti wahyu ilahi, maka ia tidak akan merasa  takut terhadap  godaan setan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Kami berfirman: &#8220;Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” </em><strong>(al-Baqarah (2): 37-38)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #ff0000;">IV.  PENUTUP</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kembali kepada wahyu ilahi, dengan perngertiannya yang luas, kita memahami bahwa kebenaran yang mutlak datang dari Allah semata. Kita mentaatinya dengan melakukan segala perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, selalu meminta perlindungan-Nya, dan tidak ada yang kita takuti, kecuali dzat Allah SWT.</p>
<hr style="text-align: justify;" size="1" />
<p style="text-align: justify;"><a href="#_ftnref1">[1]</a>. Imam Ahmad. <em>Musnad</em>. Juz 3, hlm.483</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="#_ftnref2">[2]</a> . <em>Ibid</em>, Juz 5 hlm. 178</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="#_ftnref3">[3]</a> . <em>Shahih Muslim.</em> Juz 2, hlm. 632 No Hadist  2815</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="#_ftnref4">[4]</a> . Al-Bukhari<em>. Bi Hasyiyatis Sindi.</em> Juz 1, hlm. 523. No Hadist 2038</p>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 65px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden; text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>AR-SA</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" Name="footnote text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" Name="footnote reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" Name="Body Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" Name="Body Text Indent" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif";} --> <!--[endif] --></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN;mso-no-proof:yes" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="text-indent:-25.2pt;mso-text-indent-alt:-14.4pt"><span style="mso-list:Ignore"><span style="font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;"> </span>I.<span style="font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;"> </span></span> Iblis, Setan, dan Pasukannya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-no-proof:yes">Iblis adalah satu makhluk dari bangsa jin yang diciptakan oleh Allah dari api yang sangat panas. Penciptaannya lebih dahulu dari manusia (Adam). Hal ini dijelaskan oleh Al-Qur`an.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-no-proof:yes">“Dan<span style="mso-spacerun:yes"> </span>Kami telah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.”</span></em><span style="mso-no-proof:yes"> <strong>(al-Hjir (15) : 27)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-no-proof:yes">“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: &#8220;Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.”</span></em><span style="mso-no-proof:yes"> <strong>(al-Kahfi (18) : 50)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-no-proof:yes">Awalnya, ia hidup bersama-sama dengan satu komunitas malaikat. Namun akhirnya ia terusir, disebabkan kesombongannya untuk menaati perintah Allah agar sujud kepada Nabi Adam. Ia merasa lebih baik dan lebih senior sehingga tidak laik bagi dirinya untuk tunduk kepada perintah tersebut. Hal ini dinyatakan dalam firman Allah Ta’ala.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-no-proof:yes">“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, ‘Bersujudlah kamu kepada Adam&#8221;, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman, ‘Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?’ Menjawab iblis, ‘Saya lebih baik daripadanya. Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.’”</span></em><span style="mso-no-proof:yes"> <strong>(al-A’raaf (7) : 11-12)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-no-proof:yes">Saat iblis diusir dari surga, ia mendapat jaminan usia hidup sampai hari kiamat dan kebebasan menggoda untuk menyesatkan Adam dan keturunannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-no-proof:yes">“Allah berfirman, ‘Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.’ Iblis menjawab, ‘Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.’ Allah berfirman, ‘Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.’ Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).’”</span></em><span style="mso-no-proof:yes"><span style="mso-spacerun:yes"> </span><strong>(al-A’raaf (7) : 13-17)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-no-proof:yes">Adam dan istrinya adalah dua orang pertama yang berhasil digoda oleh Iblis yang menyebabkan keduanya harus keluar dari surga dan turun ke bumi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-no-proof:yes">“Dan Kami berfirman, ‘Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang<span style="mso-spacerun:yes"> </span>kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.’ Lalu keduanya digelincirkan oleh seitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman, ‘Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.’”</span></em><span style="mso-no-proof:yes"> <strong>(al-Baqarah (2) : 35-36)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-no-proof:yes">Sejak saat itu dimulailah pertarungan abadi antara umat manusia melawan iblis dan balatentaranya. Hal<span style="mso-spacerun:yes"> </span>ini dijelaskan oleh Al-Qur`an.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-no-proof:yes">“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.”</span></em><span style="mso-no-proof:yes"> <strong>(al-A’raaf (7) : 27)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-no-proof:yes">Selama pertarungan itu, selain berusaha untuk menyesatkan manusia, iblis juga melakukan rekruitmen dari bangsanya sendiri (jin) dan manusia.<span style="mso-spacerun:yes"> </span>Mereka yang berhasil direkrut itu disebut setan. Jadi, dalam hal ini setan bukanlah sejenis makhluk, melainkan sifat-sifat buruk yang tidak ada kebaikannya sama sekali pada bangsa jin dan manusia yang menjadi anak buah iblis atau paling tidak dipengaruhinya (al-An’aam: 112 dan al-Anfaal: 48). Kelompok ini di dalam Al-Qur`an disebut <em>hizbusy-syaithan</em> yang berarti “Partai Setan” (al-Mujaadilah: 19). Lawannya adalah <em>hizbullah</em> atau “Partai Allah” (al-Mujaadilah: 22 dan al-Maa`idah: 56). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-no-proof:yes">Kelompok setan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyelewengkan anak manusia yang beriman agar berpaling dari ajaran Islam. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sabrah bin Fakih, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent">“Sesungguhnya setan itu duduk untuk menghadang manusia di beberapa jalan. Ia duduk di jalan keislaman. Ia berkata kepada orang yang hendak memeluk agama Islam, ‘Apakah engkau akan masuk agama Islam? Apakah engkau akan meninggalkan agamamu sendiri dan agama nenek moyangmu?’ Orang itu tidak mempedulikannya lalu terus saja memeluk Islam. Lalu ia duduk di jalan hijrah. Ia berkata di jalan hijrah, ‘Apakah engkau hendak berhijrah? Apakah engkau akan meninggalkan bumi dan langitmu?’ Orang itu tidak memperhatikan seruannya dan terus saja berhijrah. Ia duduk di jalan jihad. Ia berkata kepada orang yang hendak berjihad, ‘Apakah engkau hendak berjihad?’ Padah jihad itu adalah kebinasaan harta dan jiwa. Apakah engkau hendak berperang lalu engkau dibunuh, istrimu lalu kawin lagi dan hartamu dibagi-bagi?’ Orang itu tidak mempedulikannya dan terus saja berjihad. Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda, ‘Maka, barangsiapa yang melakukan demikian (yakni tidak mengikuti ajakan setan) kemudian meninggal dunia, maka haknyalah bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga.’” <a style="mso-footnote-id:ftn1" name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-style:normal"><span style="mso-special-character:footnote"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language: EN-US;mso-bidi-language:AR-SA;mso-no-proof:yes">[1]</span></span></span></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-no-proof:yes"><span style="mso-tab-count:1"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Adapun beberapa hal yang harus kita ketahui mengenai setan dan iblis adalah sebagai berikut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN">1. Setan identik dengan iblis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="mso-ansi-language:IN; font-style:normal" lang="IN">Setan identik dengan iblis. Namun, dengan menyandang nama setan, ia bukan hanya membangkang atas perintah Allah SWT, tetapi sebagaimana iblis, ia juga sebagai penggoda manusia. Kegiatan setan menggoda itu adalah tugas iblis, setelah manusia diciptakan. Hal ini tercantum dalam firman Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">&#8220;Hai<span style="mso-spacerun:yes"> </span>iblis, apa<span style="mso-spacerun:yes"> </span>sebabnya kamu<span style="mso-spacerun:yes"> </span>tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?&#8221; Berkata<span style="mso-spacerun:yes"> </span>Iblis: &#8220;Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang<span style="mso-spacerun:yes"> </span>Engkau telah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>menciptakannya dari<span style="mso-spacerun:yes"> </span>tanah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk&#8221; Allah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>berfirman:<span style="mso-spacerun:yes"> </span>&#8220;Keluarlah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>dari<span style="mso-spacerun:yes"> </span>surga,<span style="mso-spacerun:yes"> </span>karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat&#8221;. Berkata<span style="mso-spacerun:yes"> </span>iblis: &#8220;Ya<span style="mso-spacerun:yes"> </span>Tuhanku, (kalau<span style="mso-spacerun:yes"> </span>begitu) maka<span style="mso-spacerun:yes"> </span>beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan <span style="mso-spacerun:yes"> </span>Allah berfirman: &#8220;(Kalau begitu) maka sesungguhnya<span style="mso-spacerun:yes"> </span>kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan. Iblis<span style="mso-spacerun:yes"> </span>berkata:<span style="mso-spacerun:yes"> </span>&#8220;Ya<span style="mso-spacerun:yes"> </span>Tuhanku,<span style="mso-spacerun:yes"> </span>oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik<span style="mso-spacerun:yes"> </span>(perbuatan ma&#8217;siat)<span style="mso-spacerun:yes"> </span>di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, <span style="mso-spacerun:yes"> </span>kecuali<span style="mso-spacerun:yes"> </span>hamba-hamba Engkau<span style="mso-spacerun:yes"> </span>yang mukhlis<span style="mso-spacerun:yes"> </span>di antara mereka.&#8221; </span></em><strong><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN">(al Hjir (15) : 32-40)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN">2. Diantara jin dan manusia, ada yang menjadi setan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">“Katakanlah: &#8220;Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. <span style="mso-spacerun:yes"> </span>Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” </span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(an-Naas (114) : 1-6)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Menurut keterangan ahli hadits dari kalangan tabi’in, antara lain Abu Qatadah ( 61-118 H) dan Hasan al Bashri (21-110 H), di antara jin dan manusia ada yang menjadi setan. Pendapat ini diperkuat oleh dialog Abu Dar dengan Nabi Muhammad saw.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Rasulullah saw. bertanya, “Wahai, Abu Dar, apakah kamu telah memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan-kejahatan setan yang berasal dari jin dan manusia?” Abu Dar bertanya, ” Ya Rasulullah, adakah setan-setan berasal dari manusia ?” Nabi saw. bersabda, “Ya, benar-benar ada.” </span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(HR Ahmad bin Hambal) </span></strong><a style="mso-footnote-id:ftn2" name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-special-character:footnote"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12.0pt;font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-ansi-language: IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA" lang="IN">[2]</span></span></span></span></span></a><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">3. Dalam diri setiap manusia ada setan yang berjalan sesuai dengan aliran darah.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Diriwayatkan dari Aisyah r.a., istri Rasulullah, ia berkata, <em>”Pada suatu malam Rasulullah keluar dari rumahku dan aku cemburu kepadanya. Maka, aku pun mengikutinya. Rasulullah mengetahui apa yang aku perbuat, hingga ia bersabda, ‘Apa yang terjadi denganmu, apakah engkau cemburu.?’ Maka, aku menjawab, ’Bagaimana orang seperti aku tidak cemburu kepada orang seperti engkau, ya Rasulullah?’ Maka Rasulullah bersabda, ‘Atau telah datang kepadamu setanmu?’ Maka, Aku berkata, ’Ya Rasulullah, apakah bersamaku ada setan?’ Rasulullah menjawab, ‘Ya.’ Aku berkata lagi, ‘Dan apakah bersama setiap manusia ada setan?’ Rasulullah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>menjawab, ‘Ya.’ Aku pun brertanya lagi kepadanya, ‘Apakah beramamu jua ada setan?’ Dia menjawab, ‘Ya. Akan tetapi, Allah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>menolongku untuk mengalahkannya hingga setan itu menyerah.’”</em> <strong>(HR. Muslim) </strong><a style="mso-footnote-id:ftn3" name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="mso-special-character:footnote"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12.0pt;font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-ansi-language: IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA" lang="IN">[3]</span></span></span></span></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Setan yang ada bersama manusia itu bejalan sesuai dengan aliran darah dalam tubuh. Diriwayatkan dari Shafiyah, istri Rasulullah saw., ia berkata, <em>”Pernah Rasulullah beri’tikaf, dan aku pun datang mengunjunginya di malam hari. Maka, aku berbincang bersamanya, kemudian aku bangkit untuk pulang, dan beliau pun mengikutiku bangkit untuk menemaniku pulang. Konon, rumah Shafiyah itu berada di perkampungan Usamah bin Zaid. Saat itu, lewatlah dua orang dari Kaum Anshor. Ketika mereka melihat Rasulullah, keduanya bergegas, maka Nabi pun berkata, ‘Kalian jangan terburu-buru, sesungguhnya dia adalah Shafiyah binti Huyay. Maka, keduanya berkata, ‘Maha Suci Allah, wahai Rasulullah!’ Rasulullah lalu bersabda, ‘Sesungguhnya setan berjalan pada manusia<span style="mso-spacerun:yes"> </span>dalam aliran darah, dan Aku khawatir setan itu telah meletakan kejahatan pada hati kalian.’”</em> <strong>(HR. Bukhari dan Muslim)</strong> <a style="mso-footnote-id: ftn4" name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="mso-special-character:footnote"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12.0pt;font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-ansi-language: IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA" lang="IN">[4]</span></span></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"> </span></p>
<h1><span lang="IN"><span style="mso-list:Ignore">I.<span style="font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;"> </span></span></span> <span lang="IN">LANGKAH-LANGKAH SETAN DALAM MENYESATKAN MANUSIA</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Dalam operasinya menjerumuskan manusia pada jurang kesesatan dan kejahatan, setan mengunakan strategi dan langkah yang sesuai dengan obyek yang akan disesatkannya. Apabila level manusia dari sisi keimanannya lemah, maka strateginya berbeda dengan orang-orang yang memiliki keimanan dan keyakinan yang tinggi kepada Allah. Untuk orang yang memiliki keimanan dan keyakinan yang tinggi, setan akan mengunakan metode yang jitu, dan apabila yang dihadapi setan adalah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>orang level tinggi dari orang yang beriman, maka dia akan mengerahkan segala kemampuan dan segala sarananya untuk bisa menggoda dan menyesatkan sehingga berhasil mengalahkannya. Adapun dalil yang menjelaskan bahwa setan memilki strategi dalam menyesatkan anak cucu Adam adalah firman Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” </span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(al-Baqarah (2) : 208)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Adapun langkah-langkah setan dalam menyesatkan manusia adalah sebagai berikut.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<ol style="margin-top:0cm" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo3;      tab-stops:list 36.0pt"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Menimbulkan      rasa was-was.</span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Was-was adalah sebuah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>strategi<span style="mso-spacerun:yes"> </span>yang<span style="mso-spacerun:yes"> </span>dihembuskan setan pada hati manusia, sehingga apabila sifat was-was ini menguasai hati sesorang, maka akan lahir rasa ragu-ragu atas setiap perbuatan, perkataan, keyakinan. Akhirnya, rasa was-was itu akan merasuk pada tingkat keimanan kepada Allah, serta segala sesuatu yang berkaitan erat dengan keimanan kepada Allah tersebut. Apabila was-was sudah sampai pada tingkat tersebut, maka orang yang terjangkitnya mudah untuk tergelincir pada kekufuran, pembangkangan, dan akhirnya jadi pengikut setan. Strategi was-was ini Allah jelaskan dalam ayat-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>“<em>Katakanlah: &#8220;Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. <span style="mso-spacerun:yes"> </span>Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” </em><strong>(al-Naas (114) : 1-6)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<ol style="margin-top:0cm" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo3;      tab-stops:list 36.0pt"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Menghilangkan      ingatan (lupa).</span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Setan berusaha menjauhkan manusia dari Allah SWT dari semua aktifitasnya. Salah satu cara yang paling ampuh yang dilakukan setan adalah menghilangkan keterkaitan<span style="mso-spacerun:yes"> </span>manusia dengan Allah dalam semua keadaan dan situasi. Dengan demikian, rasa kebersamaan dengan Allah dan rasa dipantau oleh-Nya lenyap dari kehidupan manusia. Karenanya, manusia yang lupa Allah akan mudah melakukan pelanggaran, kejahatan,dan kemaksiatan. Hal itu dikarenakan nama Allah dan keagungan-Nya hilang dari dirinya. Hal<span style="mso-spacerun:yes"> </span>itu merupakan ulah setan dengan cara membuat manusia lupa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span>“Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat diantara mereka berdua, <span style="mso-spacerun:yes"> </span>&#8220;Beritahukanlah keadaanku kepada tuanmu.&#8221;<span style="mso-spacerun:yes"> </span>Maka, syaitan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya.<span style="mso-spacerun:yes"> </span>Karena itu, tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya.”<span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(Yusuf (12) : 42)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Dalam ayat yang lain, Allah berfirman,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">“Muridnya menjawab, “Tahukah kamu tatkala kita mecari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu<span style="mso-spacerun:yes"> </span>dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya, kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.&#8221;<span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></em><strong><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN">(al-Kahfi (18) : 63)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<ol style="margin-top:0cm" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo3;      tab-stops:list 36.0pt"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Memanjangkan      angan-angan.</span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Kehidupan dunia ini sangatlah pendek dan singkat. Maka, kerugian lah bagi orang yang memperpanjang hidup ini dengan angan-angan. Karena, dengan panjang angan-angan, seseorang akan terbuai dengan indahnya kata seandainya. Sementara, dirinya lupa bahwa ajal selalu mengintainya. Karenanya, sementara dirinya dalam keadaan lalai dan santai, ia tidak akan bersegera mempersiapkan untuk menghadapi kehidupan yang<span style="mso-spacerun:yes"> </span>lebih menentukan dan abadi, yaitu kehidupan ukhrawi. Setan sangatlah cerdik dan<span style="mso-spacerun:yes"> </span>licik, ia selalu mencari kelemahan manusia, dan diantaranya adalah suka menikmati indahnya angan-angan. Dari titik itu lah, setan memyesatkan manusia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">“Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan <span style="mso-spacerun:yes"> </span>membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar- benar memotongnya , dan akan aku suruh mereka (mengubah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya &#8220;.Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” </span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(an-Nisaa’ (4) : 119)</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36.0pt"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN">Dalam ayat yang lain, Allah menjelaskan,</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span>“Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka<strong>.” </strong></span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(Muhammad (47) : 25)</span></strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<ol style="margin-top:0cm" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo3;      tab-stops:list 36.0pt"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Memperindah      perbuatan maksiat.</span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Tabiat manusia adalah sangat mencintai kehidupan dunia. Wanita, anak, binatang ternak, emas perak, dan sebagainya adalah hal-hal yang sangat mereka cintai. Akan tetapi, bagi Allah, kehidupan dunia yang kelihatan gemerlap ini—yang membuat terperangah bagi siapa yang terpedaya olehnya, tidak memiliki nilai apabila dibandingkan dengan kehidupan surgawi yang ada di sisi-Nya di hari akhirat nanti. Namun, setan tidak rela apabila manusia meninggalkan kehidupan dunia dan<span style="mso-spacerun:yes"> </span>berbondong-bondong menuju kebahagiaan yang hakiki yang ada di sisi Allah kelak. Oleh karenanya,<span style="mso-spacerun:yes"> </span>setan berusaha memperdaya manusia dengan cara menampilkan wajah dunia yang mereka cintai seolah-olah dunia ini akhir segala-galanya, tidak ada sesuatu yang lain yang seindah kehidupan dunia yang ada, dan kegemerlapan dunia hanyalah satu-satunya tujuan hidup. Sementara itu,<span style="mso-spacerun:yes"> </span>mereka melupakan sebuah kehidupan yang<span style="mso-spacerun:yes"> </span>sangat berbeda dengan kehidupan ada. Itulah cara setan untuk menyesatkan manusia. Dalam hal ini, Allah menjelaskan dalam kitab-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">“Iblis<span style="mso-spacerun:yes"> </span>berkata, &#8220;Ya<span style="mso-spacerun:yes"> </span>Tuhanku,<span style="mso-spacerun:yes"> </span>oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik<span style="mso-spacerun:yes"> </span>(perbuatan ma&#8217;siat)<span style="mso-spacerun:yes"> </span>di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.”<strong><span style="mso-spacerun:yes"> </span></strong></span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(al-Hijr (15) : 39)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<ol style="margin-top:0cm" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo3;      tab-stops:list 36.0pt"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Memberikan      janji-janji palsu.</span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span>Apabila jiwa manusia sudah dirasuki setan, maka dirinya akan mudah untuk melakukan pelanggaran. Ketika dia melakukan pelanggaran tersebut, maka setan akan kembali datang untuk mendukung perbuatan tersebut dengan membawa janji-janji. Setan akan membisikan janji-janji itu kepada segenap pelaku kemaksiatan. Dia akan datang kepada penjudi dengan mengatakan <em>teruskan perjudianmu</em>, karena hanya dengan judi kamu bisa kaya. Setan pun akan datang kepada peminum khamr dan mengatakan<span style="mso-spacerun:yes"> </span><em>minumlah sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin</em>, karena dengan hal itu<span style="mso-spacerun:yes"> </span>kamu akan mendapatkan ketenangan hidup. Setan juga akan datang kepada perampok, pezina, pembunuh, dan sebagainya dengan janji palsu sebagai pembenaran dan dukungan atas aksinya, sehingga mereka betul-betul menjadi pengikutnya yang setia dan menjadi temannya kelak di neraka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">“Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: &#8220;Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun<span style="mso-spacerun:yes"> </span>telah<span style="mso-spacerun:yes"> </span>menjanjikan<span style="mso-spacerun:yes"> </span>kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak<span style="mso-spacerun:yes"> </span>dapat menolongmu dan kamupun<span style="mso-spacerun:yes"> </span>sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu&#8221;. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.” </span></em><strong><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN">(Ibrahim (14) : 22)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></em></p>
<ol style="margin-top:0cm" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo3;      tab-stops:list 36.0pt"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Membuat      tipu daya.</span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Setan adalah makhluk jahat. Dalam melakukan aksi kejahatannya, setiap penjahat selalu melakukan tipu daya yang licik untuk mengelabui mangsanya. Setan memasang ranjau-ranjau tipu dayanya agar manusia terpedaya dengannya, sehingga ia tergelincir ke dalam jebakannya. Akhirnya,<span style="mso-spacerun:yes"> </span>ia bertekuk lutut dihadapannya dan men jadi pengikut setia setan, bahkan menjadi tentaranya. Jauh dari Allah serta melangar aturan-aturan-Nya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span>“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya &#8216;auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin- pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” <span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(al-A’raaf (7) : 27)</span></strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></p>
<ol style="margin-top:0cm" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo3;      tab-stops:list 36.0pt"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Menghalang-halangi      manusia untuk melakukan kebajikan.</span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Setan sangatlah komitmen dengan tekadnya untuk<span style="mso-spacerun:yes"> </span>menyesatkan manusia. Seandainya dia tidak bisa<span style="mso-spacerun:yes"> </span>menjuerumuskan manusia kejurang kenistaan dan kemaksiatan, maka dia berusaha dengan sekuat tenaga dan strategi yang canggih agar manusia tidak melakukan kebajikan samaa sekali. Setan menghalangi hamba Allah untuk shalat, berdzikir, bersedekah, berjihad, dan dari segala bentuk kebajikan yang Allah perintahkan dan anjurkan. Sekecil apa pun kebaikan itu,<span style="mso-spacerun:yes"> </span>setan pasti<span style="mso-spacerun:yes"> </span>akan merintangi hamba Allah melakukannya.<span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span><span style="mso-tab-count:1"> </span>“Apabila dikatakan kepada mereka, &#8220;Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul&#8221;, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan <span style="mso-spacerun:yes"> </span>sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” </span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(an-Nisaa’ (4) : 61)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></em></p>
<ol style="margin-top:0cm" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo3;      tab-stops:list 36.0pt"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Menyulut      api permusuhan.</span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span></span></em></strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Visi setan adalah menjadikan seluruh anak cucu Adam pengikutnya. Maka, apabila hal itu tidak terealisasi secara keseluruhan, perlu ada langkah agar manusia hancur berantakan. Cara yang dilakukannya adalah mengadu domba manusia. Langkah ini diprogram sehebat mungkin, baik personil<span style="mso-spacerun:yes"> </span>yang memprovokasi maupun<span style="mso-spacerun:yes"> </span>programnya yang berbentuk fitnah-fitah, yang disebar diantara manusia atau program-program yang lainnya yang rentan terhadap pertikaian, seperti perjudian, program minuman keras, dan sebagainya. Langkah setan ini Allah jelaskan dalam firman-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-spacerun:yes"> </span>“<em>Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: &#8220;Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya <span style="mso-spacerun:yes"> </span>syaitan<span style="mso-spacerun:yes"> </span><span style="mso-spacerun:yes"> </span>itu adalah<span style="mso-spacerun:yes"> </span><span style="mso-spacerun:yes"> </span>musuh<span style="mso-spacerun:yes"> </span>yang nyata bagi manusia.” </em><strong>(al-Israa’ (17) : 53)</strong></span></p>
<p class="MsoBodyText"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-list: l0 level1 lfo3;tab-stops:list 36.0pt"><strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-list:Ignore">9.<span style="font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;"> </span></span></span></em></strong> <strong><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Menyuruh manusia berbuat keji dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak ia ketahui.</span></em></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:18.0pt"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN">Allah SWT. selalu memerintahkan manusia untuk melakukan kebaikan, dan untuk selalu berkata berdasarkan ilmu. Akan tetapi, setan ingin menyesatkan manusia. Maka, ia<span style="mso-spacerun:yes"> </span>memutarbalikkan perintah Allah itu dengan<span style="mso-spacerun:yes"> </span>menyuruh manusia berbuat keji dan mengatakan terhadap Allah apa yang ia tidak ketahui. Oleh karenanya, Allah mengingatkan hamba-Nya akan langkah setan itu dengan firman-Nya.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36.0pt"><em><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">“Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” <strong><span style="mso-spacerun:yes"> </span></strong></span></em><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">(al-Baqarah (2) : 169</span></strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">)</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"> </span></p>
<h1><span lang="IN"><span style="mso-list:Ignore">II.<span style="font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;"> </span></span></span> <span lang="IN">AKIBAT YANG TIMBUL DARI LANGKAH-LANGKAH SETAN</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span style="mso-ansi-language: IN" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN"><span style="mso-tab-count:1"> </span></span></strong><span style="mso-ansi-language:IN" lang="IN">Adapun akibat dari langkah-langkah setan yang be</span></p>
</div>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/iblis-setan-dan-pertarungan-iman.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/iblis-setan-dan-pertarungan-iman.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Program Tahfidz Alquran PSI Al-Manar.</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/bahasa-arab-tahsin-al-quran/program-tahfidz-alquran-psi-al-manar.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/bahasa-arab-tahsin-al-quran/program-tahfidz-alquran-psi-al-manar.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 06:38:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Arab & Tahsin Al Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1545</guid>
		<description><![CDATA[Telah dibuka :
Program Tahfidz Alquran PSI Al-Manar.
Target            : Menghafal 5 juz.
Lama talaqqi         : 3 semester (1 semester = 5 bulan)
Waktu Talaqqi        : 3x sepekan
Pilihan Hari :
=&#62; Senin, Rabu, Jum&#8217;at. Jam : 18.30 s/d 20.30 WIB
=&#62; Selasa, Kamis, Sabtu. Jam : 18.30 s/d 20.30 WIB
Akhir Pendaftaran    : 15 Oktober 2011.
Test masuk   [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Telah dibuka :<br />
Program Tahfidz Alquran PSI Al-Manar.</strong></span></p>
<p>Target            : Menghafal 5 juz.<br />
Lama talaqqi         : 3 semester (1 semester = 5 bulan)<br />
Waktu Talaqqi        : 3x sepekan</p>
<p>Pilihan Hari :<br />
=&gt; Senin, Rabu, Jum&#8217;at. Jam : 18.30 s/d 20.30 WIB<br />
=&gt; Selasa, Kamis, Sabtu. Jam : 18.30 s/d 20.30 WIB</p>
<p>Akhir Pendaftaran    : 15 Oktober 2011.<br />
Test masuk            : 15 Oktober 2011.<br />
Launching             : 17 Oktober 2011.<br />
Mulai Talaqqi : 19 Oktober 2011<br />
Biaya pendaftaran     : Rp 50,000,-<br />
Biaya talaqqi         : Rp 300,000,-/smstr.<br />
Tempat pendaftaran     : Pusat Studi Islam Al-Manar, Masjid Dakwah Islam Lt. 2. JL. Nangka I No.4 Utan Kayu utara Jakarta Timur 13120.<br />
Email:almanar09(at)gmail.com  TELP. 021 8510132. HP. 0821-9958 9976</p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/bahasa-arab-tahsin-al-quran/program-tahfidz-alquran-psi-al-manar.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/bahasa-arab-tahsin-al-quran/program-tahfidz-alquran-psi-al-manar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buka Puasa Bersama 1432 H di Karawang</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/galeri-foto/buka-puasa-bersama-1432-h-di-karawang.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/galeri-foto/buka-puasa-bersama-1432-h-di-karawang.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 06:06:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galeri Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1540</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.almanar.co.id/wp-content/uploads/2011/08/IMG_0879.JPG"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1541" title="IMG_0879" src="http://www.almanar.co.id/wp-content/uploads/2011/08/IMG_0879-300x168.jpg" alt="IMG_0879" width="300" height="168" /></a></p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/galeri-foto/buka-puasa-bersama-1432-h-di-karawang.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/galeri-foto/buka-puasa-bersama-1432-h-di-karawang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buka Puasa Bersama 1432 H di Masjid Dakwah Islam</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/galeri-foto/buka-puasa-bersama-1432-h-di-masjid-dakwah-islam.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/galeri-foto/buka-puasa-bersama-1432-h-di-masjid-dakwah-islam.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Aug 2011 06:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galeri Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1536</guid>
		<description><![CDATA[

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.almanar.co.id/wp-content/uploads/2011/08/101_0332.jpg"><a href="http://www.almanar.co.id/wp-content/uploads/2011/08/101_0332.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1535" title="101_0332" src="http://www.almanar.co.id/wp-content/uploads/2011/08/101_0332-300x225.jpg" alt="101_0332" width="300" height="225" /></a><br />
</a></p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/galeri-foto/buka-puasa-bersama-1432-h-di-masjid-dakwah-islam.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/galeri-foto/buka-puasa-bersama-1432-h-di-masjid-dakwah-islam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tebar Hidangan Buka Puasa 1432 H.</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/info-almanar/tebar-hidangan-buka-puasa-1432-h.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/info-almanar/tebar-hidangan-buka-puasa-1432-h.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 04:56:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Almanar]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1524</guid>
		<description><![CDATA[
Hanya dengan Rp. 10.000,-
Anda sudah berpahala puasa dua hari sekaligus dalam satu hari.
Segera Bergabung Bersama Kami dalam Program:
 
TEBAR HIDANGAN BUKA PUASA 1432 H.
UNTUK 100.000 SHOIMIN DI INDONESIA
&#8220;Barang siapa yang memberi hidangan buka puasa maka ia akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa itu&#8221;.
(HR. At Tirmidzi) 
Salurkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.almanar.co.id/wp-content/uploads/2010/08/marhaban-ya-ramadhan.gif" alt="" width="528" height="105" /></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff; font-size: medium;"><strong>Hanya dengan Rp. 10.000,-<br />
Anda sudah berpahala puasa dua hari sekaligus dalam satu hari.<br />
Segera Bergabung Bersama Kami dalam Program:<br />
</strong></span><strong> </strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000; font-size: x-large;"><strong>TEBAR HIDANGAN BUKA PUASA 1432 H.</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000; font-size: x-large;"><strong>UNTUK 100.000 SHOIMIN DI INDONESIA</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><em><span style="font-size: medium;">&#8220;Barang siapa yang memberi hidangan buka puasa maka ia akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa itu&#8221;.<br />
(HR. At Tirmidzi) </span></em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;">Salurkan Infaq Anda melalui Panitia Langsung atau Transfer<br />
ke salah satu nomor rekening berikut ini:</span></p>
<p><strong>Bank Syari’ah Mandiri KCP Utan Kayu No. Rekenging <span style="color: #ff0000;">287-0000-413</span><br />
a/n Yayasan Pusat Studi Islam Al-Manar</strong></p>
<p><strong>Bank BCA KCP Utan Kayu No. Rekening <span style="color: #ff0000;">174-1196-820</span><br />
a/n Rusdiana; Bendahara Yayasan.<br />
</strong></p>
<hr />
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000; font-size: x-large;"><strong>Laporan Tebar Hidangan Buka Puasa 1431 H.</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Yayasan  Pusat Studi Islam Al Manar mengucapkan terima kasih yang tak terhingga dan  &#8220;semoga Allah SWT. memberi balasan yang sebesar-besarnya&#8221; kepada para Donatur  yang telah ikut berpartisipasi dalam mensukseskan program<span style="color: #ff0000;"><strong> &#8220;Tebar Hidangan Buka Puasa untuk 100.000 Shoimin&#8221;</strong></span> di Indonesia tahun 1431 H. yang lalu.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong><strong>DAFTAR DONATUR PERORANGAN<br />
</strong></strong></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="5" width="500" align="center" bgcolor="#666666" bordercolor="#FFFFFF">
<tbody>
<tr style="text-align: center;">
<td width="35" height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">No</div>
</td>
<td width="200" height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">Nama</div>
</td>
<td width="35" height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">No</div>
</td>
<td width="200" height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">Nama</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">1</div>
</td>
<td width="296" bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3"> Ari Bahar </span></td>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">25</div>
</td>
<td width="296" bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Muhammad Apriadi</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">2</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Abdul Malik</span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">26</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Nifwan Tanius </span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">3</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Ana Yuhana DKK</span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">27</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Novanda</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">4</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Andreena Kantika </span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">28</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Novianti U. </span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">5</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Atun Riswulan </span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">29</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Purwanti Sumayyah</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">6</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Bambang G.W. </span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">30</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Rabiatul Adawiyah</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">7</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Budiono Joko S</span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">31</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Rahmah Dini</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">8</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Dariyanto </span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">32</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Retty Nurlita </span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">9</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Doni </span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">33</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Riki Efendi </span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">10</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Faditia Ariel </span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">34</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Ririn W. </span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">11</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Farida Maadin </span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">35</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Siti Komariah </span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">12</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Fauzan Qolbi </span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">36</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Siti Komariah </span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">13</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Feri Fadli </span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">37</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Sri Purnomo Wati </span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">14</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Firmansyah</span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">
<div>38</div>
</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Sri Yuliati </span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">15</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Hamba Allah</span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">39</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Sukamto</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">16</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Hardiansyah</span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">40</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Sukini </span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">17</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Hartini</span></td>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">41</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Suliyanto </span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">18</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Hikmawati </span></td>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">42</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Sumarsono</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">19</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Ibrahim DKK </span></td>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">43</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Tedi Uska</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">20</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Irwan Rismanto</span></td>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">44</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Titin S.</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">21</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Kasmuri </span></td>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">45</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Tuti Umayati</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">22</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">M. Afriadi </span></td>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">46</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Ulrike Prastika </span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">23</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">M. Razkia Malik</span></td>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">47</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Yopfie Sandra </span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">24</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">M.Syukri </span></td>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">48</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">D L L</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong><strong>DAFTAR DONATUR </strong></strong></span><span style="color: #0000ff;"><strong><strong>INSTANSI</strong></strong></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="5" width="500" align="center" bgcolor="#666666" bordercolor="#666666">
<tbody>
<tr style="text-align: center;">
<td width="35" height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">No</div>
</td>
<td width="200" height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">Nama</div>
</td>
<td width="35" height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">No</div>
</td>
<td width="200" height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3">Nama</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">1</div>
</td>
<td width="166" bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Asahi Mas Ancol</span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">14</div>
</td>
<td width="166" bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">KTB Pulogadung </span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">2</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Chase Plaza </span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">15</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">KTB Pulomas</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">3</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Daihatsu Sunter</span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">16</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Majlis Ta&#8217;lim Telkomsel</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">4</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Darmala Sudirman </span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">17</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Masjid Muhajirin Toyota </span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">5</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">DKM At-Taqwa (Bea Cukai Tanjung Priok)</span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">18</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Toyota As-Syuhada</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">6</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Indosat</span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">19</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Qatar Charity</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">7</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">JICT </span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">20</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Rohis Pegadaian</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">8</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Kokarde Kawasan </span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">21</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">Surveyor Indonesia</span></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">9</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">KPP Gambir </span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">22</div>
</td>
<td width="200" height="27" bgcolor="#FFFFFF"></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">10</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">KPP Madya Gambir</span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">23</div>
</td>
<td width="200" height="27" bgcolor="#FFFFFF"></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">11</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">KPP Matraman </span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">24</div>
</td>
<td width="200" height="27" bgcolor="#FFFFFF"></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">12</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">KPP Senen </span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">25</div>
</td>
<td width="200" height="27" bgcolor="#FFFFFF"></td>
</tr>
<tr>
<td height="27" bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">13</div>
</td>
<td bgcolor="#FFFFFF"><span class="style3">KPP Setiabudi</span></td>
<td bgcolor="#FFFFFF">
<div class="style3" style="text-align: center;">26</div>
</td>
<td width="200" height="27" bgcolor="#FFFFFF"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"> </span><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/info-almanar/tebar-hidangan-buka-puasa-1432-h.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/info-almanar/tebar-hidangan-buka-puasa-1432-h.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sinergikan Kata &amp; Amal</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/buletin-almanar/sinergikan-kata-amal.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/buletin-almanar/sinergikan-kata-amal.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 01:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>
		<category><![CDATA[Buletin Almanar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1517</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara, bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang mengasyikkan bahkan menjadi sebuah hobi tersendiri. Padahal orang yang diam, belum tentutidak mengetahui permasalahan yang dibicarakan. Malah bisa jadi orang yang diam sesungguhnya lebih memahami persoalan yang diperbincangkan tersebut. Jika kita perhatikan kondisi bangsa kita akhir-akhir ini, maka kita lihat betapa banyak orang mengobral pembicaraan, mulai para tokoh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berbicara, bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang mengasyikkan bahkan menjadi sebuah hobi tersendiri. Padahal orang yang diam, belum tentutidak mengetahui permasalahan yang dibicarakan. Malah bisa jadi orang yang diam sesungguhnya lebih memahami persoalan yang diperbincangkan tersebut. Jika kita perhatikan kondisi bangsa kita akhir-akhir ini, maka kita lihat betapa banyak orang mengobral pembicaraan, mulai para tokoh dan pakar, pejabat hingga rakyat kecil. Para pakar sangat pandai berkomentar mengenai suatu peristiwa, namun sedikit sekali memberikan solusi atas persoalan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka sering berkomentar dan berdebat di televisi, namun kenyataannya tidak ada aksi yang diperbuatnya. Para pakar dan ahli sering diminta gagasan dan ide-ide terhadap suatu permasalahan masyarakat, bahkan mereka sering berdebat dan berbantah-bantahan me ngadu argumen masing-masing untuk memberikan komentar dan pendapat mereka namun hanya sedikit dari komentar mereka dibuktikan dengan perbuatan. Para pejabat juga demikian, mereka banyak mengobral berbagai macam janji kepada rakyat, mulai perbaikan sarana dan prasarana, pendidikan gratis, jaminan kesehatan, peningkatan pelayanan publik, kesempatan kerja yang lebih banyak, peningkatan pendapatan dan sebagainya. Namun ternyata janji-janji itu sangat sedikit yang direalisasikan. Para pejabat nampaknya lebih senang untuk banyak bicara daripada banyak berbuat.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian pula masyarakat lapis bawah, mereka sudah pandai berdebat dengan sesama temannya. Di warung-warung, di pangkalan ojek, dan dimana saja, tempat mereka nongkrong sering kita jumpai mereka sedang berdebat tentang berbagai macam tema. Mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga masalah-masalah politik serta ngrasani orang lain. Padahal mereka adalah orang awam yang tidak ada keterkaiatnnya dengan persoalan persoalan yang mereka debatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sering kali kita mendengar mereka berdebat sengit tentang politik, padahal pembicaraan mereka hanyalah debat kusir belaka.</p>
<p style="text-align: justify;">Sistem demokrasi, dimana kebebasan untuk berpendapat dilindungi oleh undang-undang dijadikan alasan untuk mengobral komentar dan berdebat mengadu argumen bagi para ahli dan pakar, atau mengobral janji-janji bagi para pejabat atau pun mengobral ucapan dan debat kusir bagi masyarakat awam. Sehingga mereka kelihatannya lebih senang dan merasa akan dianggap hebat kalau komentarnya lebih banyak atau merasa hebat jika dia menang dalam berdebat.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibatnya adalah para ahli tersebut kurang disegani oleh rakyat, para pejabat tidak memiliki kewibawaan dan masyarakat awam tidak punya harga diri, karena mereka semua terlalu banyak bicara dari pada berbuat yang konkret.</p>
<p style="text-align: justify;">Bisa jadi, permasalahan-permasalahan yang menimpa bangsa kita tercinta ini seperti maraknya KKN, suap-menyuap, penipuan, dan meningkatnya kemiskinan, kebodohan, kemunafikan, serta kemusyrikan disebabkan karena banyak pemimpin bangsa ini hanya sekadar mengumbar janji tanpa dibarengi dengan perbuatan nyata, atau karena banyak para ahli dan pakar hanya bisa mengobral ide dan gagasan namun tidak membuktikannya dengan perbuatan, ataupun masyarakat awam yang bergaya seperti para pakar dan ahli, sehingga mereka senang ngrasani dan juga memang kebiasaan masyarakat suka nongkrong dan berdebat padahal bukan urusan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Berani Berbicara Berani Berbuat</strong></span><br />
Islam mengajarkan kepada umatnya untuk tidak menjadi orang yang banyak bicara tetapi sedikit beramal (berbuat). Karena sikap seperti ini, banyak bicara sedikit berbuat sangat dibenci oleh Allah SWT. Firman Nya, Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (QS. Ash Shaf : 2-3).</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat ini diturunkan Allah SWT. Ketika ada sekelompok orang meminta kepada Rasul SAW agar diberitahukan tentang amal perbuatan yang paling dicintai Allah SWT. Kemudian Allah SWT menurunkan ayat yang berisi tentang perintah untuk berjihad, namun kenyataannya mereka yang menawarkan diri akan melakukan amal perbuatan yang paling afdhal, justru tidak mau berangkat untuk jihad membela agama Allah SWT. Mereka enggan berjihad dan banyak beralasan untuk lari dari jihad. Padahal mereka sendiri yang meminta untuk ditunjukkan amal yang paling baik. Namun tidak mau mengerjakannya. Sehingga hal itu sangat dibenci oleh Allah SWT dan tentu hal itu adalah benar-benar suatu keburukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang Islam dituntut agar setiap kata yang diucapkan dari bibirnya sesuai dengan perbuatannya. Tidaklah patut seorang muslim hanya pandai bicara tapi tidak mau beramal. Lebih tidak patut lagi jika seseorang hanya bisa menyuruh tapi tidak bisa memberi contoh. Banyak orang merasa bahwa lebih tinggi kedudukannya sehingga dia lebih senang menyuruh dari pada memberi contoh.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita bercermin kepada pribadi Rasulullah SAW, maka kita akan menemukan pada diri Beliau sebuah teladan yang sangat sempurna. Setiap kali beliau memerintahkan suatu amal atau ibadah maka beliaulah yang memulai pekerjaan tersebut. Rasulullah SAW selalu berbuat terlebih dahulu sebelum memerintahkan sahabat-sahabatnya, Beliau selalu memberi contoh sebelum sahabatnya melakukan pekerjaan tersebut. Sehingga tidak ada suatu amal apapun yang dikerjakan para sahabat kecuali hal itu telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.</p>
<p style="text-align: justify;">Pernah pada suatu ketika, Rasulullah SAW memerintahkan kepada para sahabat untuk mencukur rambut dan diteruskan memotong kambing setelah melakukan ibadah melempar jumrah di Mina. Namun para sahabat tidak kunjung melakukan perintah tersebut. Hingga Rasulullah SAW nampak agak kurang senang, karena perintahnya tidak segera dilaksanakan oleh para sahabatnya. Kemudian ada salah satu Istri Rasul mengusulkan agar Beliau memberi<br />
contoh terlebih dahulu sebelum sahabat. Kemudian Beliau menuruti usulan tersebut, lalu Beliau mencukur rambut dan memotong kambing. Segera setelah itu, para sahabat menirukan apa yang telah dicontohkan Rasul.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari kejadian tersebut, maka kita harus membuktikan segala ucapan kita dengan perbuatan yang nyata. Jangan sampai kita hanya bisa bicara tapi tidak bisa berbuat. Janganlah kita seperti sebuah pepatah yang mengatakan ’Tong kosong nyaring bunyinya’. Dimana orang yang banyak bicara, pandai berdebat dan senang ngrumpi itu biasanya tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya pandai bicara namun sedikit berbuat. Seorang muslim harus selaras antara ucapan dan perbuatannya. Jika dia berani berbicara maka dia harus juga berani berbuat.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Sedikit Bicara</strong></span><br />
Setiap kita, hendaknya mengetahui situasi dan kondisi, kapan saat harus bicara dan kapan saatnya harus diam. Sebelum berbicara, seseorang sebaiknya memahami atau paling tidak mengetahui persoalan apa yang akan dibicarakannya. Selain itu, yang juga lebih harus diperhatikan adalah apakah yang akan dibicarakan itu suatu kebaikan atau keburukan. Jika sesuatu itu baik dan dirasa perlu untuk menyampaikan (mengkomunikasikan), maka sampaikanlah dengan penuh kebaikan. Tetapi sebaliknya, jika sesuatu yang ingin disampaikan itu suatu keburukan dan bisa menimbulkan fitnah, maka sebaiknya tidak perlu dibicarakan dengan jelas, tepat dan apa adanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbicara yang baik atau diam adalah suatu kebaikan yang untuk saat ini sedikit sekali orang yang melakukannya. Terkait dengan hal itu Rasulullah SAW pernah menyampaikan dalam sebuah haditsnya, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir (kiamat), hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari).</p>
<p style="text-align: justify;">Lidah secara fisik hanya pendek dan lunak. Bahkan sudah ditutup rapat dalam mulut dan dibatasi oleh barisan gigi yang kokoh dan kuat. Namun begitu, masih saja lidah ini sewaktuwaktu menjadi bahaya laten. Ternyata dia bisa lebih panjang dari jalanan yang ada. Setiap kata dan ucapan yang keluar dari mulut diterbangkan ke mana-mana. Terkadang masih terus diabadikan, bahkan hingga pemilik lidah itu tiada. Ketajamannya juga bisa melebihi mata pisau. Hanya karena ucapan, maka korban bisa berjatuhan, meninggalkan luka berkepanjangan. Bahkan melahirkan pendendam dan orang-orang yang sakit hati. Lidah juga bisa lebih berbisa dari ular yang lebih berbisa sekalipun.</p>
<p style="text-align: justify;">Betapa banyak orang tidak menyadari, alangkah banyak dosa yang telah dikoleksi melalui lisannya. Lebih dari itu, tak jarang kehancuran seseorang terjadi karena kurang hati-hatinya dalam menyusun kata-kata di atas lidahnya, karena terlalu banyak bicara akan mengakibatkan kemampuan otak menurun, membuatnya lemah, sehingga kata-katanya keluar begitu saja tanpa kontrol dari si pembicaranya. Padahal, ucapan apa pun yang kita ucapkan, baik yang diucapkannya itu baik ataupun busuk, semuanya tercatat, semuanya terekam oleh malaikat pencatat. Sebagaimana yang dikatakan oleh Allah SWT dalam firmanNya : “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Infithar (82) : 10-12). “Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan kepada kalian dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang kalian telah kerjakan.” (QS.Al-Jatsiyah (45) : 29).</p>
<p style="text-align: justify;">Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan ucapan atau perbuatan yang tidak bermanfaat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Diriwayatkan dari Abi Hurairah radhiyallah ‘anhu , ia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: “Termasuk dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak penting baginya.” (HR At-Tirmidzi). Imam Ibnu Rajab rahimahullah (wafat 795H) mengatakan: “Hadits ini merupakan pondasi yang sangat agung di antara pondasi-pondasi adab.” Dia mengatakan pula tentang pengertian hadits ini: “Sesungguhnya barang siapa yang baik keislamannya pasti ia meninggalkan ucapan dan perbuatan yang tidak penting baginya; ucapan dan perbuatannya terbatas dalam hal yang penting baginya.” (Kitab Jami’ul ‘Ulum wal Hikam).</p>
<p style="text-align: justify;">Ukuran penting di sini bukan menurut rasa atau rasio/ akal kita yang tidak lepas dari pengaruh hawa nafsu, akan tetapi berdasarkan tuntunan syari’at Islam. Termasuk meninggalkan ucapan dan perbuatan yang tidak penting adalah meninggalkan hal-hal yang haram, atau hal yang masih samar, atau sesuatu yang makruh, bahkan berlebihan dalam perkara-perkara yang mubah sekalipun, sedangkan apabila tidak dibutuhkan maka termasuk kategori hal-hal yang tidak penting.</p>
<p style="text-align: justify;">Imam Ibnu Rajab rahimahullah menambahkan pula: “Kebanyakan pendapat yang ada tentang maksud meninggalkan apa-apa yang tidak penting adalah menjaga lisan dari ucapan yang tidak berguna, sebagaimana disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala :</p>
<p style="text-align: justify;">“Tidaklah seorang mengucapkan satu ucapan kecuali padanya ada malaikat yang mengawasi dan mencatat.” (Qaaf: 18).</p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/buletin-almanar/sinergikan-kata-amal.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/buletin-almanar/sinergikan-kata-amal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daurah Nahwu Ramadhan 1432 H.</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/kegiatan-ramadhan/daurah-nahwu-ramadhan-1432-h.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/kegiatan-ramadhan/daurah-nahwu-ramadhan-1432-h.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 10:06:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1513</guid>
		<description><![CDATA[Divisi Pendidikan Pusat Studi Islam Al-Manar akan menyelenggarakan &#8220;DAURAH NAHWU RAMADHAN 1432 H.&#8221; pada :

- Hari : Sabtu &#38; Ahad
- Tanggal : 6 &#38; 7, 13 &#38; 14, 20 &#38; 21 Agustus 2011 (Pekan I, II dan III bulan Ramadhan 1432 H.)
- Waktu : 08.00 &#8211; 11.45 WIB. (Tiga Sesi)
- Tempat : Pusat Studi Islam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Divisi Pendidikan Pusat Studi Islam Al-Manar akan menyelenggarakan <span style="color: #0000ff;">&#8220;DAURAH NAHWU RAMADHAN 1432 H.&#8221;</span> pada :<br />
</strong></p>
<p><strong>- Hari : Sabtu &amp; Ahad</strong><br />
<strong>- Tanggal : 6 &amp; 7, 13 &amp; 14, 20 &amp; 21 Agustus 2011 (Pekan I, II dan III bulan Ramadhan 1432 H.)</strong><br />
<strong>- Waktu : 08.00 &#8211; 11.45 WIB. (Tiga Sesi)</strong><br />
<strong>- Tempat : Pusat Studi Islam Al-Manar, Jl. Nangka I No. 4 Utan Kayu Utara Jakarta Timur. <a title="denah almanar" href="http://bahasaarab.online81.com/denah-lokasi-almanar.html" target="_blank">KLIK DISINI</a> untuk melihat denah lokasi</strong></p>
<ul></ul>
<p><strong>=&gt; Tempat Terbatas<br />
=&gt; Fasilitas : Modul &amp; Sertifikat<br />
=&gt; Infaq : Rp. 150.000,-<br />
=&gt; Contact Person :</strong><strong> 0852 4295 1651</strong><strong>, 0852 8331 1801</strong><strong>, 021 851 0132</strong></p>
<ul></ul>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong><em>DAFTAR SEGERA, KARENA TEMPAT BENAR-BENAR TERBATAS&#8230;&#8230;!</em></strong></span></p>
<p><strong><a title="brosur daurah nahwu almanar" href="http://www.almanar.co.id/wp-content/uploads/2011/06/daurah-nahwu-ramadhan-1432H.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1510" title="daurah-nahwu-ramadhan-1432H" src="http://www.almanar.co.id/wp-content/uploads/2011/06/daurah-nahwu-ramadhan-1432H-226x300.jpg" alt="daurah-nahwu-ramadhan-1432H" width="226" height="300" /></a><br />
</strong></p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/kegiatan-ramadhan/daurah-nahwu-ramadhan-1432-h.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/kegiatan-ramadhan/daurah-nahwu-ramadhan-1432-h.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dahsyatnya Pengobatan Ruqyah dan Bekam</title>
		<link>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/dahsyatnya-pengobatan-ruqyah-dan-bekam.html</link>
		<comments>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/dahsyatnya-pengobatan-ruqyah-dan-bekam.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 04:58:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almanar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Asatidzah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.almanar.co.id/?p=1500</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:  Ust. Hasan Bishri, Lc.
 (Ketua Yayasan ad-Dawa’ Senen, Jakarta Pusat)

Muqoddimah
Pengobatan dengan metode Ruqyah Syar’iyyah belum banyak dikenal oleh masyarakat luas, bahkan kaum muslimin sendiri masih merasa asing dengan kata ruqyah syar’iyyah. Padahal itu adalah pengobatan yang telah diajarkan Rasulullah dan diwariskan ke kita sebagai ummatnya. Begitu pula bekam. Namun akhir-akhir ini pengobatan metode [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh:  Ust. Hasan Bishri, Lc.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> (</em>Ketua Yayasan ad-Dawa’ Senen, Jakarta Pusat<em>)</em></p>
<hr style="text-align: justify;" />
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Muqoddimah</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pengobatan dengan metode Ruqyah Syar’iyyah belum banyak dikenal oleh masyarakat luas, bahkan kaum muslimin sendiri masih merasa asing dengan kata ruqyah syar’iyyah. Padahal itu adalah pengobatan yang telah diajarkan Rasulullah dan diwariskan ke kita sebagai ummatnya. Begitu pula bekam. Namun akhir-akhir ini pengobatan metode bekam sudah mulai dikenal masyarakat, sehingga klinik-klinik bekam bisa kita jumpai di mana-mana, terutama di tengah masyarakat kota seperti jabodetabek. Kedua metode pengobatan itu sangat direkomendasikan oleh Rasulullah sebagai solusi pengobatan bagi ummatnya.<span id="more-1500"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Pengertian Ruqyah</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ruqyah menurut bahasa adalah bacaan, mantra atau jampi-jampi. Sedangkan menurut syari’at Islam Ruqyah Syar’iyyah adalah, &#8220;Do&#8217;a yang dibaca untuk memohon kesembuhan yang terdiri dari ayat-ayat al-Qur&#8217;an dan hadits Rasulullah yang shahih.&#8221; (Kitab Dha&#8217;ifu Sunanit Tirmidzi: 231, karya Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah).</p>
<p style="text-align: justify;">Perlu diketahui bahwa praktik ruqyah itu ada dua macam, dari zaman dahulu sampai sekarang. Yaitu ruqyah syirkiyah dan ruqyah syar’iyyah. Ruqyah syirkiyah adalah ruqyah yang diharamkan, karena yang dibaca adalah bacaan yang mengandung kesyirikan, atau mengandung unsur syirik. Sedangkan ruqyah syar’iyyah adalah bacaan yang murni terdiri dari ayat-ayat al-Qur’an atau hadits-hadits Rasulullah, dan tidak dicampur dengan bacaan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Pengertian Bekam</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bekam (al-Hijamah) merupakan metode pengobatan yang sangat popular sejak dahulu, sebelum Muhammad diutus Allah sebagai Nabi dan Rasul. Istilah “bekam” diambil dari bahasa Melayu yang berarti “pelepasan darah kotor”, dan dalam bahasa Arab disebut “al-Hijamah” atau dalam bahasa inggris disebut “cupping”. Sementara di Indonesia dikenal dengan istilah “kop” atau “cantuk”.</p>
<p style="text-align: justify;">Bekam adalah pengobatan rekomendasi Rasulullah dengan cara detoksifikasi, yaitu mengeluarkan darah kotor atau darah statis yang ada di bawah permukaan kulit. Akibat adanya penumpukan toksid (racun) di dalam tubuh, yang berasal dari makanan dan minuman instan berbahan kimia, seperti pewarna, pengawet, perasa makanan (MSG), zat pengembang, polusi udara, zat-zat itu mengendap dalam tubuh, karena tidak dapat diurai oleh system pencernaan tubuh dan tidak dapat dikeluarkan melalui system pembuangan kotoran (BAB).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Legalitas Ruqyah dan Bekam</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Allah swt. berfirman, “Dan Kami turunkan dari al-Qur&#8217;an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur&#8217;an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zhalim selain kerugian.” (QS. al-Isra’: 82).</p>
<p style="text-align: justify;">Aisyah ra., istri Rasulullah saw. berkata, “Apabila Rasulullah merasa sakit, Malaikat Jibril meruqyahnya dengan membaca, “Dengan nama Allah yang menciptakanmu, dan Dia menyembuhkanmu dari segala macam penyakit, dan dari kejahatan orang yang dengki saat ia dengki, dan dari kejahatan setiap orang yang bermata jahat.” (HR. Muslim).</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Ummu Salamah ra., ia berkata, “Rasulullah saw. pernah melihat seorang anak perempuan yang kulit wajahnya berubah menjadi kehitaman. Maka Rasulullah bersabda, ‘lakukanlah terapi ruqyah untuknya, karena ia terkena penyakit akibat pandangan mata (jahat).” (HR. Bukhari, no. 5298 dan Muslim, no. 4074).</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah saw. bersabda, “Kesembuhan itu ada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dengan kay.” (HR Bukhari). Di riwayat lain, “Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah al-hijamah (bekam) dan al-fashdu (venesection).” (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi, ruqyah syar’iyyah dan bekam adalah pengobatan yang rekomended.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Dahsyatnya Ruqyah</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">“Dan aku perintahkan kalian untuk selalu berdzikrullah (menyebut nama Allah). Sesungguhnya perumpamaan orang yang sering dzikrulloh seperti orang yang sedang dicari dan dikejar-kejar musuh. Sampai orang itu menjumpai benteng yang sangat kokoh sehingga bisa melindunginya dari para musuh. Begitulah perumpamaan seorang hamba, ia tidak melindungi dirinya dari kejahatan syetan, kecuali dengan dzikrulloh.” (HR. Tirmidzi).</p>
<p style="text-align: justify;">Utsman bin Abil ‘Ash berkata, “Rasulullah pernah datang kepadaku, dan waktu itu saya lagi sakit yang sangat parah. Maka Rasulullah bersabda, ‘Usaplah (badanmu yang terasa sakit) dengan tangan kananmu sebanyak tujuh kali, seraya membaca, ‘Aku berlindung kepada Kemuliaan Allah dan Kekuasaan serta Kerajaan-Nya dari kejahatan yang aku temui.’ Lalu aku melakukan resep itu, dan Allah menghilangkan sakit yang ada pada diriku. Dan sejak itu aku selalu memerintahkan keluargaku untuk melakukannya juga begitu juga orang-orang lainnya.” (HR. Ahmad, no. 15677. Abu Daud, no. 3393. Tirmidzi, no. 2006 dan ia menyatakannya sebagai hadits hasan shahih).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Dahsyatnya Bekam</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bekam diyakini mampu menyembuhkan banyak penyakit secara lebih efektif dan aman dibanding metode kedokteran modern. Sehingga di kota-kota besar Amerika dan eropa saat ini banyak bermunculan ahli bekam serta klinik bekam. Bahkan akhir-akhir ini pengobatan dengan metode bekam telah dipelajari dalam kurikulum fakultas kedokteran di Amerika Serikat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Kitab ad-Dawa-ul ‘Ajib, ilmuwan Damaskus Muhammad Amin Syaikhu menyatakan bahwa pada tahun 2001 M, telah dilakukan penelitian terhadap 300 kasus. Dan hasilnya; setelah menjalani terapi bekam, mereka yang menderita tekanan darah rendah, tekanan darahnya naik hingga batas normal. Begitu juga sebaliknya, mereka yang mengalami darah tinggi, tekanannya turun hingga batas normal. Dan mereka yang terjangkiti penyakit Diabetes (kencing manis), 92,5%  kadar gulanya turun. Yang terkena asam urat, 83,68% sembuh.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Penutup</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Subhanalloh…, apapun yang kita butuhkan, Islam telah menyediakannya. Termasuk dalam hal pengobatan. Apa yang disabdakan Rasulullah pasti benar adanya, apa yang beliau rekomendasikan pastilah yang terbaik. Sudah jutaan orang membuktikan dahsyatnya pengobatan dengan metode ruqyah syar’iyah dan bekam. Kini giliran Anda untuk membuktikan keampuahannya.</p>
<div class='wpfblike' style='height: 40px;'><fb:like href='http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/dahsyatnya-pengobatan-ruqyah-dan-bekam.html' layout='default' show_faces='true' width='400' action='like' colorscheme='light' send='true' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/dahsyatnya-pengobatan-ruqyah-dan-bekam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

